1,721,013 research outputs found

    KEROHANIAN TIMUR SANUSI PANE DALAM DUA KARYANYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perhatian Sanusi Pane pada kerohanian Timur yang tertuang di dalam dua drama karyanya, yaitu : “Airlangga” dan “Sandhyakala Ning Majapahit”. Jenis penelitian yang digunakan  adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka (pengumpulan pustaka). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekspresif. Pendekatan yang menitikberatkan pada ekspresi perasaan atau tempramen penulis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kerohanian Timur (ajaran Hindu dan Buddha) sudah merasuk dan melekat dalam sanubari Sanusi Pane. Perjalanan ke Indialah yang melatarbelakangi perubahan pandangan hidup dan pandangan kesusastraannya. Pandangan-pandangan Sanusi Pane banyak sekali yang bertentangan dengan pandangan Sutan Takdir Alisyahbana. Walaupun banyak pertentangan, Sanusi Pane tetap menuangkan pandangan atau perhatiannya terhadap kerohanian Timur tersebut ke dalam dua karya dramanya. Diantaranya yaitu: drama pertama yang ditulis Sanusi Pane dengan berbahasa Belanda yaitu “Airlangga”, dan sudah diterjemahkan oleh Das Chall. Dan juga dramanya yang berjudul “Sandhyakala Ning Majapahit”. Pandangannya tertuang dengan sangat rapi dan menarik. Penokohan serta alur cerita yang dibuat oleh Sanusi Pane tidak lepas dari ajaran Hindu dan Buddha (kerohanian Timur)

    Pudjangga Sanusi Pane

    No full text
    +130hlm.;22c

    Telaah karya Sanusi Pane : Penulisan sejarah Indonesia dan penerjemahan karya sastra lama

    Get PDF
    Historiografi atau Penulisan Sejarah merupakan sebuah tahapan akhir dalam upaya penelitian Sejarah yang di dalamnya memuat berbagai peristiwa di masa lampau berdasarkan fakta-fakta yang telah ditemukan di lapangan. Dalam perkembangannya historiografi terbagi menjadi tiga yaitu historiografi tradisional, historiografi kolonial dan historiografi modern. Pasca tahun 1945 di Indonesia mulai memperkenalkan pendidikan yang seragam sejarah Indonesia di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh wilayah Indonesia, maka dari itu terdapat berbagai kalangan orang yang berusaha menulis buku sejarah, salah satunya yaitu Sanusi Pane. Selain sebagai sejarawan ia pun termasuk seorang sastrawan yang terkenal di era Pujangga Baru dengan berbagai hasil karya sastra dan penerjemahan sastra lama. Berdasarkan pemaparan di atas, menghasilkan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, bagaimana mengenai riwayat hidup dan karya-karya Sanusi Pane. Kedua, bagaimana kontribusi Sanusi Pane dalam penulisan sejarah Indonesia, dan ketiga, bagaimana kontribusi Sanusi Pane dalam penerjemahan sastra lama, khususnya yaitu kakawin Arjuna Wiwaha. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian Sejarah yang terdiri dalam empat tahapan yaitu heuristik (pengumpulan data atau sumber-sumber), kritik (penyeleksian sumber-sumber untuk menguji otentisitas dan validitas), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan berikut beberapa hasil yang didapatkan, Sanusi Pane merupakan seorang putera dari seniman Batak Mandailing, Sultan Pangurabaan Pane. Ia memulai jenjang karirnya sebagai seorang pengajar di Kweekschool (Sekolah Guru) di Gunung Sahari, Jakarta pada tahun 1925 dan setelahnya Sanusi Pane menjadi pemimpin, redaktur maupun pembantu umum di berbagai surat kabar. Dalam perjalanan hidupnya selain tertanam rasa cinta terhadap tanah air Indonesia, ia pun sangat mengagumi budaya Timur khususnya India yang mengantarkannya pada masa Pergerakan Nasional menghasilkan berbagai karya-karya sastra dan sejarah yang diantaranya yaitu buku Sedjarah Indonesia dan terjemahan Kakawin Arjuna Wiwaha yang ia gunakan untuk membangun identitas bangsa dan semangat nasionalisme. Dalam karya sejarahnya yang berjudul Sedjarah Indoesia Jilid I & II Sanusi Pane memuat berbagai peristiwa di masa lampau dimulai dari Indonesia sebelum kedatangan Hindu hingga pergerakan nasional. Ia berusaha menulis sejarah dengan sudut pandang bangsa atau Indonesiasentris. Sedangkan dalam karya penerjemahan sastra lamanya yaitu kakawin Arjuna Wiwaha, Sanusi Pane bertujuan untuk memperkenalkan kakawin Arjuna Wiwaha dalam bahasa Indonesia yang di dalamnya memuat cerita mengenai perjuangan Arjuna dan ia berusaha berusaha memaknai buah hasil pikiran dari Purbatjaraka yang kemudian ia representasikan dengan kehidupan saat itu untuk membuktikan ke-indonesiaan

    Hamzah Fansuri Hingga Sanusi Pane Dalam Penyebaran Bahasa Melayu Di Barus, Sumatera Utara

    Get PDF
    Tujuan penulisan ini menunjukkan peran penting Hamzah Fansuri dan Sanusi Pane dalam mengembangkan bahasa Melayu di kawasan nusantara. Tulisan ini juga membicarakan daerah Pesisir kota Barus yang ada di Sumatera Utara, serta menghadirkan kehidupan kedua tokoh tersebut dalam kariernya, mulai dari perjalanan menuju sastrawan dengan corak bahasa Melayu yang digunakan pada karya-karyanya sampai perjuangan akhir Sanusi Pane menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia sekaligus bahasa persatuan. Jadi, tulisan ini menjelaskan peran penting kedua tokoh tersebut dalam catatan sejarah bangsa Indonesia

    PEMIKIRAN SANUSI PANE DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN NASIONAL DAN KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA 1930-1942

    Get PDF
    Sanusi  Pane  merupakan  sastrawan  yang  fenomenal.  Sanusi  Pane  memiliki  pemikirannya  sendiri  mengenai kesadaran  nasional  dan  kebudayaan  nasional  yang  terangkum  dalam  setiap  karya  sastra  yang  dihasilkan.  Melalui karya-karya sastranya yang dihasilkan, Sanusi Pane telah berusaha membangun kesadaran  nasional dengan caranya sendiri.  Sanusi  Pane  mencoba  menumbuhkan  cinta  tanah  air  melalui  kenangan  kepada  sejarah  di  masa  lalu,  yang tersirat  dalam  salah  satu  puisinya  yg  berjudul  Majapahit.  Dalam  salah  satu  esei  yang  berjudul  Mengembalikan Keboedajaan Kita, Sanusi Pane berpendapat bahwa kebudayaan Indonesia berorientasi pada kebudayaan Timur yakni yang mengutamakan kehidupan rohani, perasaan, gotong royong, dan tolong menolong. Kata Kunci : Sanusi Pane, Kesadaran Nasional, Kebudayaan Nasiona

    Ungkapan Puitika Romantik Melalui Penggunaan Simbol: Perbandingan Puisi John Keats Dan Sanusi Pane

    Get PDF
    Tesis ini merupakan cubaan awal yang diadakan untuk mengisi kekosongan kajian kesusasteraan perbandingan di antara puisi-puisi Inggeris ciptaan John Keats dan puisipuisi Indonesia ciptaan Sanusi Pane yang mengkhususkan kepada ungkapan-ung.kapan puitika Romantik melalui penggunaan sirnbol yang terserap ke dalam ungkapan-ungkapan mereka dengan menggunakan pendekatan simbolik yang berdasarkan latar belakang kedua-dua penyair tersebut This is a preliminary study aimed at fulfilling the vacuum in the study of comparative literature between English poetry of John Keats and Indonesian poetry of Sanusi Pane with special reference to Romantic poetic expressions through the use of symbols inherent in their expressions by using symbolic approach based on the background of the two poets

    Rintaro Takeda and Sanusi Pane : Imagined Oriental Culture

    Get PDF
    Rintaro Takeda a Japanese writer who had been assigned and ordered by the Japanese army as a member of the propaganda unit in Java. The previous study on Rintaro Takeda and his interaction with Indonesian writers focuses on his relationship with Armijn Pane. Armijn Pane is a famous Indonesia writer who had been known as a founder of new Indonesian literary movement, “Pujangga Baroe”. In Takeda’s essay of “Jawa Sarasa” (1944), Armijn Pane was introduced by Takeda as the brother of the great poet Sanusi Pane. Sanusi Pane had the reputation of being the Indonesian writer who most actively collaborated with the Japanese military during the Second World War. The present study aims to reveal the relationship between Takeda and Sanusi Pane with respect to their ideas on Asian culture. Pane was the chief editor of the literature magazine Keboedajaan Timoer (“Oriental Culture”) and head of the Central Cultural Office (Keimin Bunka Shidosho) during the Japanese occupation. In Pane’s earlier works during the Dutch colonial period, he included aspects of his own experience in India, and the writings were strongly influenced by the famous Indian poet Rabindranath Tagore. According to Pane, India was a representation of ancient Javanese culture (Hindu-Buddhist culture) and became an inspiration for his concept of ideal culture. From an analysis of Sanusi Pane’s works, such as Kertadjaja and Sandyakalaning Majapahit, it is clear that his depiction of glorious Javanese empires of the past contains his ideas of nationalism and notions about the superiority of old Javanese culture. Sanusi’s idea were similar to those of Kokuzo Okakura, who inspired most of the Japanese propagandists in Indonesia, including Rintaro Takeda

    ANALISIS TEORI HERMENEUTIKA PADA PUISI TERATAI KARYA SANUSI PANE

    Get PDF
    Karya sastra, dipandang dari perspektif hermeneutik, dianggap sebagai objek yang perlu diinterpretasikan oleh subjek. Hermeneutik, yang berasal dari kata Yunani "hermeneuein", memiliki makna "menjelaskan, menerjemahkan, dan mengekspresikan". Hubungan timbal balik antara subjek dan objek dalam hermeneutik mencerminkan korelasi atau fungsi komponen-komponen tersebut. Objek menjadi objek karena perhatian dan kearifan subjek, yang memberikan makna atau interpretasi berdasarkan perspektifnya. Puisi "Teratai" karya Sanusi Pane menjadi fokus penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian hermeneutika. Data diperoleh melalui simak catat, analisis dokumen, dan telaah pustaka. Metode studi pustaka dipilih karena data dikumpulkan melalui referensi yang telah ada, yang kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian di lapangan terkait substansi puisi. Pendekatan hermeneutika dalam penelitian sastra membuka kemungkinan untuk mengungkap lapisan-lapisan makna tersembunyi dalam karya, melampaui keindahan fisik teratai dalam puisi. Puisi ini mencerminkan hubungan manusia dengan alam, menggambarkan keindahan yang tersembunyi, dan menyampaikan pesan moral untuk menjaga keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga mencermati penggunaan hermeneutika dalam karya sastra Indonesia, khususnya puisi "Teratai", untuk mengeksplorasi simbol-simbol dan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Sanusi Pane menggambarkan Ki Hajar Dewantara dalam puisinya, menyentuh aspek kebangsaan dengan semangat keindonesiaan yang murni. Hermeneutika menjadi landasan untuk memahami dan menggali makna dalam karya sastra tersebut

    Metaphorical Feelings in Indonesian Poetry of the 20th Century (Based on the Works of Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, and Chairil Anwar)

    No full text
    Puisi Indonesia abad ke-20 sedang aktif diteliti oleh para ilmuwan. Namun, topik reproduksi perasaan, yang penting untuk pemahaman menyeluruh tentang isi karya periode ini, praktis tidak dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metafora perasaan dalam puisi Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, dan Chairil Anwar, berdasarkan terjemahan Antologi Puisi Indonesia Abad 20. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah tujuh judul puisi terpilih karya Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, dan Chairil Anwar. Data tersebut berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang mengandung metafora dari puisi penyair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora perasaan dalam karya Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane dan Chairil Anwar menggambarkan perasaan yang berbeda terkait cinta dan persahabatan, kesedihan dan kebahagiaan, lingkungan, hidup dan mati, Tanah Air dan lain-lain.Indonesian poetry of the 20th century is being actively researched by scientists. However, the topic of the reproduction of feelings, which is important for a thorough understanding of the content of the works of this period, is practically not studied. The purpose of this research is to describe the metaphorization of feelings in the poetry of Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, and Chairil Anwar, based on the translation of the 20th Century Indonesian Poetry Anthology. The type of research used in this research is qualitative. The primary data sources used in this study were seven selected poetry titles by Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane, and Chairil Anwar. The data are in the form of words, phrases, clauses or sentences that contain metaphors from the poets’ poetries. The results of the study show that the metaphors of feelings in the works of Sapardi Djoko Damono, Sanusi Pane and Chairil Anwar describe different feelings related to love and friendship, sadness and happiness, environment, life and death, Motherland and others

    Perbandingan Tokoh pada Novel Perempuan Bernama Arjuna Karya Remy Sylado dengan Arjuna Wiwaha Karya Sanusi Pane dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan perbandingan tokoh yang terdapat dalam Novel Perempuan Bernama Arjuna Karya Remy Sylado dengan Arjuna Wiwaha Karya Sanusi Pane,2) Mendeskripsikan implikasi bentuk perbandingan tokoh Novel Perempuan Bernama Arjuna Karya Remy Sylado dengan Arjuna Wiwaha Karya Sanusi Pane terhadap pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Kedua novel tersebut dipilih dengan alasan sebagai berikut. 1) Peneliti menemukan persamaan dan perbedaan antara kedua novel tersebut sehingga tertarik untuk mengkajinya secara intertekstual, dan 2) Persamaan dan perbedaan yang ditemukan dalam penelitian menimbulkan banyak pertanyaan sehingga menarik untuk dikaji. Metode yang digunakan dalam penelitian karya ilmiah ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui intertekstual yang terdapat dalam Novel Perempuan Bernama Arjuna Karya Remy Sylado dengan Arjuna Wiwaha Karya Sanusi Pane, selain itu penulisan karya ilmiah ini juga menggunakan pendekatan intertekstual. Berdasarkan temuan dan hasil analisis terhadap kedua novel ini, diketahui bahwa kedua cerpen ini mempunyai hubungan intertekstual berupa: 1) Kedua novel sama-sama menceritakan kisah hidup tokoh utama hingga jenjang pernikahan, 2) Persamaan tokoh utama yaitu Arjuna dengan latar belakang berbeda namun memiliki watak yang sama 3) Arjuna Wiwaha merupakan hipogram sedangkan Perempuan Bernama Arjuna merupakan transformasi
    corecore