44 research outputs found

    PEMBELAJARAN KREATIF BERBASIS LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL LINGUISTIK ANAK USIA DINI DI ERA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: DI KB WADAS KELIR PURWOKERTO) MUKHAMAD HAMID SAMIAJI NIM. 19204030037 TESIS Diajukan kepada Program Magister UIN Sunan Kalijaga Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini YOGYAKARTA 2021

    Full text link
    The purpose of the study examined the importance of literacy-based creative learning, the actualization of linguistic verbal intelligence through literacy-based creative learning, and the impact of literacy-based creative learning in the actualization of early childhood linguistic verbal intelligence during the covid-19 pandemic at KB Wadas Kelir Purwokerto. This research is qualitative-descriptive research. Researchers reviewed directly at the research site to retrieve research data. The method of data retrieval conducted by researchers qualitatively, namely by conducting observations at KB Wadas Kelir Purwokerto, interviewing 9 teachers and 10 parents, as well as documenting by collecting data in the form of RPPH, RPPM, Curriculum, and assessment sheets. Data analysis in this study is descriptive analysis by describing literacy-based creative learning activities in the actulization of students' linguistic verbal intelligence. The result of this study is the importance of literacy-based creative learning in the actualization of early childhood linguistic verbal intelligence during the covid-19 pandemic at KB Wadas Kelir Purwokerto including: First, it can train and foster the skills of listening, speaking, reading, writing, and counting students. Second, hone the child's critical thinking skills. Third, prepare students before entering school. Fourth, as a support for children's academic achievement. Fifth, form a smart-literate generation. Kenam ̧ builds a culture of child literacy. Actualization of linguistic intelligence through literacy-based creative learning during the covid-19 pandemic at KB Wadas Kelir is divided into three models; a) actualization of language through reading literacy learning, b) actualization of language through learning of thinking literacy, and c) actualization of language through writing literacy learning. The impact of literacy-based creative learning in the actualization of linguistic verbal intelligence during the covid-19 pandemic at KB Wadas Kelir is the development of children's language skills (receiving language, expressing receptive language, and literacy), independence, discipline, courage, and stimulating compound intelligence

    MENGUATKAN MODERASI BERAGAMA SISWA BERBASIS LOCAL WISDOM DI LINGKUNGAN MADRASAH TSANAWIYAH

    Full text link
    This research is based on the phenomenon of intolerant attitudes that occur in students. This raises concerns from teachers, educational institutions, to the government in responding to this intolerant attitude. Meanwhile, the presence of the Decree of the Minister of Religious Affairs Number 184 of 2019 as a guideline for curriculum implementation in madrassas answered these concerns by inserting strengthening religious moderation based on local wisdom in madrasas. The results of this study show that the scheme to strengthen religious moderation based on local wisdom for students in the tsanawiyah madrasah environment is through local wisdom studies, religious education development, character building, parental involvement, student empowerment, evaluation and monitoring. This scheme can be applied in a habituation model whose implementation can be done with routine, incidental, and exemplary activities. These methods become cultural products of students, which can be used and applied in community life (empowerment). Strengthening religious moderation based on local wisdom also has an impact on students' culture of moderate reason

    Perkembangan Karakter Mandiri dan Jujur Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Anak-Anak KB Wadas Kelir Purwokerto Selatan)

    No full text
    Tulisan ini mencoba untuk mendiagnosa perkembangan karakter mandiri dan jujur terutama di lingkungan pendidikan anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan karakter mandiri dan jujur di Kelompok Bermain Wadas Kelir Purwokerto Selatan beserta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Berdasarkan pada sasarannya, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dalam konteks (case study research). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa perkembangan karakter kemandiri dan kejujujuran anak di Kelompok Bermain Wadas Kelir Purwokerto Selatan sudah bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan perkembangannya. Hal ini ditunjukkan dengan; (1) perkembangan karakter kemandirian makan dan minum sendiri;) perkembangan karakter kemandirian memakai pakaian dan sepatu sendiri; perkembangan karakter kemandirian merawat dirinya; perkembangan karakter kemandirian memilih aktivitas yang disukai; perkembangan karakter kemandirian tidak ditunggui oleh orang tua di sekolah; dan perkembangan karakter kemandirian merapikan mainan setelah selesai bermain. (2) perkembangan karakter jujur mau mengantri, mau mengakui kesalahan, dan menghargai keunggulan orang lain

    Distance Learning Model Innovation for Early Childhood during COVID-19 Pandemic

    Full text link
    Purpose – The COVID-19 pandemic has changed many lives, especially in the field of education. These changes start from the level of early childhood education, elementary education, to higher education. The learning process initially done conventionally in early childhood education has now been transformed into distance-learning or online. This sudden transformation of learning is essential to present an innovative distance learning model in the early childhood education environment. This study describes the distance learning model innovation for early childhood, implemented by PAUD Wadas Kelir, South Purwokerto, during the COVID-19 pandemic. Teachers designed this learning model at PAUD Wadas Kelir by combining fun and unique online and offline learning. Design/methods/approach – This type of research is field research with a descriptive qualitative method. In collecting data, researchers used three methods, i.e., observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used, i.e., reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Moreover, the validity of the data is tested using triangulation techniques. Findings – The results of this study show that there are ten learning model innovations implemented by ECE Wadas Kelir, i.e., learning with parental involvement, work projects, study visits, quizzes, online learning, creativity competitions, films and videos, creative and interactive stories, recording materials, and learning appreciation. Research implications/limitations – This case study focuses on Early Childhood Education (ECE) learning models applied to early childhood education institutions during the pandemic in PAUD Wadas Kelir, South Purwokerto, but it is unlikely that the situation is different elsewhere because the pandemic is Indonesia and global. Practical implications – This case study demonstrated how the application learning models of ECE during the pandemic are effective for children's growth and development. Originality/value – This paper contributes to knowledge and understanding of applying several learning models for ECE during the pandemic as reference material in implementing the learning process for early childhood. Paper type Case stud

    ANALISIS SIKAP SOSIAL DAN SPIRITUAL DALAM BUKU TEKS SISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI UNTUK SD/MI KELAS V EDISI REVISI 2017 TERBITAN KEMDIKBUD BERDASARKAN PERKEMBANGAN ANAK

    No full text
    Buku teks pelajaran sebagai buku acuan wajib yang digunakan di satuan pendidikan dasar telah disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu dan melalui seleksi yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, orientasi pembelajaran serta mengacu pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Karena kebutuhan akan tahapan perkembangan peserta didik pada setiap satuan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda, maka ketepatan dalam pememilihan penggunaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap sosial dan spiritual yang terdapat pada buku teks pelajaran siswa. Buku teks siswa yang dianalisa adalah buku teks siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI kelas V edisi revisi 2017 Kurikulum 2013 terbitan Kemdikbud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Adapun yang dianalisa adalah sikap sosial dan sikap spiritual yang terdapat pada setiap pelajaran yang ada di dalam buku teks siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Kelas V. Hasil penelitian ini adalah pertama dari aspek sikap sosial buku teks siswa ini sangat kompleks. Karena dalam buku teks ini ada tujuh sikap sosial yang harus dikuasai anak. Yaitu jujur; anak dikondisikan untuk mengungkapkan perasaan apa adanya dan tidak mencontek saat ulangan, disiplin; anak dibiasakan menyelesaikan tugas sesuai dengan petunjuk yang disediakan dan menjawab pertanyaan dengan tepat dan benar, tanggungjawab; anak diarahkan untuk menerima resiko dari ditindakan yang dilakukan, santun; anak dikondisikan untuk hormat dan patuh pada orang tua dan guru, peduli; anak diarahkan untuk memiliki kebiasaan tidak mengabaikan orang lain dan suka membantu, percaya diri; anak dikondisikan untuk berani tampil di depan orang lain, dan gotong royong; anak dikondisikan untuk menyelesaikan masalah dengan bekerjasama. Kedua, dari sikap spiritual buku teks siswa ada tiga sikap spiritual yang harus dikuasai anak. Yakni menerima ajaran agama; dimana anak dikondisikan untuk beriman kepada Allah dan meyakini bahwa rasul sebagai utusan Allah, menjalankan ajaran agama; anak diarahkan untuk terbiasa membaca al-Qur’an dan menunjukkan perilaku terpuji, dan menghargai ajaran agama; anak dikondisikan untuk menghargai orang lain yang berbeda keyakinan dan pendapat. Dari sikap-sikap tersebut, ditinjau dari aspek perkembangan anak sudah sesuai dengan perkembangan anak dimana sudah sesuai dengan ranah kemampuan anak

    PRINSIP PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM BERBASIS BIOSENTRIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Full text link
    The biocentric basis in the utilization of natural resources is rooted in the realization that nature is the center of life that must be respected. Through nature all life behavior patterns are formed. To that end, the human’s behaviors in treating and utilizing natural resources should be based on: (1) the principle of respect for nature, (2) the principle of responsibility, (3) the principle of solidarity, and (4) the principle of compassion and care for nature. Principles which in the Islamic conception are implemented through the attitude of utilizing natural resources as well as possible, are able to explore secrets in natural resources well, and take care of natural resources. With this exploitation, nature is positioned in a biocentric reality, that is, as the center of life that must be respected with high moral and religious awareness

    Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran

    Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran

    Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam membangun karakter An-Nahdliyah mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Maka dari itu, Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana penguatan nilai-nilai aswaja dalam membangun karakter an-nahdliyah mahasiswa. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, uraian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai Aswaja dalam membangun karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dilakukan melalui tujuh langkah strategis yaitu: pemahaman aswaja sebagai landasan karakter, pengintegrasian nilai aswaja dalam kurikulum PIAUD, implementasi nilai aswaja melalui aktivitas keseharian, pembinaan karakter melalui keteladanan, penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, penyusunan modul dan bahan ajar berbasis aswaja, dan penggunaan teknologi dalam penyebaran nilai aswaja. Pemahaman yang mendalam dan implementasi yang konsisten terhadap nilai-nilai Aswaja membantu mahasiswa menjadi individu berkarakter An-Nahdliyah, yang tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki sikap yang inklusif, moderat, dan toleran

    Memetakan Habituasi Membacakan Buku pada Anak Berbasis Literasi Keluarga

    Full text link
    Orang tua menjadi tonggak pertama stimulus ilmu pengetahuan kepada anak. Orang tua memiliki peran penting dalam menyemai habituasi bagi anak. Habituasi-habituasi yang didapatkan oleh anak akan berpengaruh kepada perekembangan kemampuan ilmu pengetahuan yang anak miliki. Habituasi membacakan buku pada anak yang dilakukan oleh orang tua menjadi solusi penting dalam menciptakan kemahiran berbahasa sejak dini pada anak. Hal ini terjadi karena kegiatan habituasi adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang yang mampu mengkondisikan anak berkolaborasi dengan stimulus ilmu pengetahuan yang diberikan oleh orang tua. Artikel ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengetahui efektivitasi kegiatan habituasi membacakan buku pada anak dalam menumbumbuhkan kemahiran berbahasa melalui literasi yang dilakukan oleh orang tua. Artikel ini ditulis berdasarkan studi lapangan penulis kepada satu keluarga dengan dua orang anak yang mendisain habituasi membacakan buku dalam lingkungan keluarga di kehidupan sehari-hari. Berdasalkan hasil penelitian ini menjawab persoalan kontekstual mengenai tantangan-tantangan berbahasa dan strategi di lingkungan keluarga dalam kemahiran berbahasa. Habituasi membacakan buku merupakan factor pendampingan dalam menanamkan literasi melalui keluaraga dan menumbuhkan kemahiran berbahasa pada anak
    corecore