2,270 research outputs found
KESULTANAN BIMA DI BAWAH PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1917-1942
Sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin banyak masalah yang dihadapi oleh Sultan Ibrahim. Sultan Ibrahim dipaksa pemerintahan Belanda untuk menandatangani isi perjanjian kontrak panjang dan melakukan penarikan pajak secara paksa terhadap masyarakat Bima. Kekejaman Belanda itu membuat Sultan Muhammad Salahuddin bertekadbahwa nanti saat menjadi raja, akan membebaskan masyarakatnya dari kesengsaraan dan penderitaan selama ini. Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan ke-14 memimpin pada tahun 1917-1942. Sosok Sultan Muhammad Salahuddin adalah seorang pemimpin yang terus berusaha memajukan Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin di mata masyarakat adalah seorang pemimpin yang berjuang dan memperlakukan rakyat sama halnya dengan memperlakukan keluarga. Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) Bagaimana keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin, 2) Bagaimana usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan kesultanan Bima 1917-1942.Metode yang dilakukan adalah pengumpulan sumber-sumber sejarah melalui dua cara yaitu sumber primer diperoleh dari wawancara langsung dengan Keluarga Raja Bima, arsip-arsip, peninggalan Sultan Bima. Sumber sekunder didapat dari buku-buku, skripsi, dan jurnal online mengenai Sultan Muhammad Salahuddin melawan Penjajahan Belanda di Bima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin melalui (a) Situasi ekonomi sosial budaya masyarakat masa sultan sebelumnya yaitu masa Sultan Ibrahim seadaannya memprihatinkan. Keadaan pertanian dan peternakan masyarakat Bima terbengkalai, penarikan pajak secarapaksa oleh Belanda. Sistem kepercayaan masayarakat Bima mayoritas Islam, sehingga pendidikan pesantren terbatas untuk kalangan tertentu saja; (b) Situasi politik adalah Sultan Ibrahim dipaksa mendatangani isi perjanjian kontrak panjang oleh Belanda dan sejak itu Kesultanan Bima sudah menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kolonial Belanda. Mulai saat itulah kekuasaan di tangan Belanda dan terjadi perang seperti 1) Perang Ngali; 2) Perang Dena; dan 3) Perang Kala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1917-1942 mengalami banyak kemajuan yaitu dilihat dari usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan Bima melalui(a) Aspek pendidikan adalah mendirikan sekolah-sekolah umum dan sekolah agama. Tujuan mencerdaskan dan membuka kesadaran masyarakat pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka; (b) Aspek sosial adalah organisasi yang dirikan Sultan ataupun tidak, bertujuan untuk menambahkan nilai-nilai nasional dan semangat pada diri masyarakat untuk terusberjuang; (c) Aspek politik adalah melakukan pengusiran terhadap pemerintah Belanda dan menjadikan Bima lebih baik tanpa ada campur tangan bangsa lain terutama Belanda.
Kata Kunci: Pemerintahan, Sultan Muhammad Salahuddin, Memajukan Bima
Kehidupan Masyarakat Bima Pada Masa Kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin Tahun 1915-1951
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peranan Sultan Muhammad Salahuddin dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Masalah yang diteliti dalam tulisan ini difokuskan pada Bagaimana kondisi Bima pra Sultan Muhammad Salahuddin, Bagaimana Usaha-usaha Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima dan Bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima. peneliti menggunakan metode sejarah, untuk mengungkapkan fakta sejarah tentang biografi Sultan Muhammad Salahuddin dan peranannya dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Untuk menganalisis fakta tersebut peneliti menggunakan pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian sejarah, yaitu pendekatan politik, sosiologi, antropologi, agama dan pendidikan. Penelitian ini menemukan Muhammad Salahuddin lahir dalam lingkungan istana dan dibesarkan oleh para ulama. Dari didikan ulama inilah sehingga membentuk kepribadian sultan sampai tumbuh dewasa. Muhammad Salahuddin di nobatkan menjadi Sultan setelah kematian saudaranya Abdul Azis dan mendapatkan pelajaran dari ulama di daerah dan luar daerahnya sehingga pada masa kepemimpinanya Islam di Bima mengalami perkembangan, dalam mengembangan Islam di daerah Bima Sultan melakukan pembaharuan sehingga pada masanya Islam di derah Bima mengalami kejayaan. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh Sultan adalah membagun lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, dan masjid-masjid dan dalam menunjang kemajuan daerah Bima Sultan membiayai dan memberikan beasiswa kepada remaja yang sekolah di timur tengah dan bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang agama
Kehidupan masyarakat Bima pada masa Kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin Tahun 1915-1951
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peranan Sultan Muhammad Salahuddin dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Masalah yang diteliti dalam tulisan ini difokuskan pada beberapa hal yaitu: 1) Bagaimana kondisi Bima pra Sultan Muhammad Salahuddin? 2) Bagaimana Usaha-usaha Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima? 3) Bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima. Untuk mengkaji permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode sejarah, untuk mengungkapkan fakta sejarah tentang biografi Sultan Muhammad Salahuddin dan peranannya dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Untuk menganalisis fakta tersebut peneliti menggunakan pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian sejarah, yaitu pendekatan politik, sosiaologi, antropologi, agama dan pendidikan. Penelitian ini menemukan: 1) Muhammad Salahuddin lahir dalam lingkungan istana dan dibesarkan oleh para ulama. Dari didikan ulama inilah sehingga membentuk kepribadian sultan sampai tumbuh dewasa. Muhammad Salahuddin di nobatkan menjadi Sultan setelah kematian saudaranya Abdul Azis dan mendapatkan pelajaran dari ulama di daerah dan luar daerahnya sehingga pada masa kepemimpinanya Islam di Bima mengalami perkembangan. 2) dalam mengembangan Islam di daerah Bima Sultan melakukan pembaharuan sehingga pada masanya Islam di derah Bima mengalami kejayaan. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh Sultan adalah membagun lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, dan masjid-masjid. 3) dalam menunjang kemajuan daerah Bima Sultan membiayai dan memberikan beasiswa kepada remaja yang sekolah di timur tengah dan bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang agama
REDESAIN TERMINAL BUILDING BANDAR UDARA DOMESTIK SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN BIMA
Kebutuhan penerbangan di kabupaten Bima saat ini di akomodasi oleh Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan satu-satunya Bandar Udara yang ada di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Bandara sultan Muhammad Salahuddin tergolong dalam bandar udara provinsi dan memiliki peran penting sebagai pintu gerbang utama daerah provinsi dan gerbang masuk daerah timur. Bandara sultan Muhammad Salahuddin juga tergolong bandar udara yang agak ramai dipakai dengan jumlah penumpang 250.000 pertahun, memiliki landasan pacu dengan konstruksi aspal, panjang 1.650 meter dan lebar 30 meter. Pesawat yang dilayani adalah jenis turbo-prop atau jet kecil seperti Fokker-27, Tetuko 234, Fokker-28, dlsb.
Berdasarkan estimasi tahun 2025 jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan udara dari dan ke Bima diperkirakan berjumlah >500.000 orang pertahun. Sejak tahun 2009 frekuensi kedatangan dan keberangkatan Pesawat Udara di Bandara Muhammad Salahuddin sampai pada tahun 2013 cenderung meningkat. Akibat terus bertambah banyaknya arus penumpang, kapasitas Bandara yang ada sekarang diperkirakan pada tahun-tahun berikutnya tidak akan memadai lagi, dikeranakan beberapa maskapai penerbangan akan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin ke berbagai Kota di dalam Negeri.
Hal ini merupakan sebuah kemajuan pesat yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bima. Maka dari itu kondisi perkiraan ini harus di antisipasi sedini mungkin dengan melakukan perluasan terhadap Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dengan meredesain Bandara (Terminal Building) dari kelas III menuju kelas II dalam skala penerbangan Dometik. Sehingga dapat mengatasi semua permasalahan yang muncul terutama ansipasi terhadap lonjakan arus penumpang yang semakin tinggi, dapat menampung dan melayani segala aktifitas penerbangan secara efektif dan efisien serta dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan memuaskan bagi para pengguna jasa penerbangan di Kabupaten Bima
Peranan Sultan Muhammad Salahuddin dalam Perkembangan Islam di Bima
Penelitian ini menemukan: 1) Muhammad Salahuddin lahir dalam lingkungan istana dan dibesarkan oleh para ulama. Dari didikan ulama inilah sehingga membentuk kepribadian sultan sampai tumbuh dewasa. Muhammad Salahuddin di
nobatkan menjadi Sultan setelah kematian saudaranya Abdul Azis dan mendapatkan pelajaran dari ulama di daerah dan luar daerahnya sehingga pada masa kepemimpinanya Islam di Bima mengalami perkembangan. 2) dalam mengembangan
Islam di daerah Bima Sultan melakukan pembaharuan sehingga pada masanya Islam di derah Bima mengalami kejayaan. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh Sultan adalah membagun lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal,
dan masjid-masjid. 3) dalam menunjang kemajuan daerah Bima Sultan membiayai dan memberikan beasiswa kepada remaja yang sekolah di timur tengah dan bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang agama
Perkembangan masyarakat muslim di bima pada masa sultan muhammad salahuddin tahun 1915-1951
Skripsi ini bertujuan menjawab pertanyaan mengenai pokok permasalahannya, yaitu: Bagaimana kondisi masyarakat Muslim di Dana Mbojo (Bima) sebelum masa pemerintahan Muhammad Salahuddin ?, Bagaimana Sosok Muhammad Salahuddin? Dan Bagaimana perkembangan masayarakat Muslim di Bima pada masa Sultan Muhammad Salahuddin? Dalam mengungkapkan permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode sejarah pada umumnya yang meliputi empat tahapan kritis, yaitu: heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi dan penulisan laporan atauHistoriografi. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data melalui metode kepustakaan. Selain itu, untuk menguatkan analisa dalam skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan metode sosiologis politik. Untuk mengetahui perkembangan masyarakat Muslim di Bima pada masa Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1915-1951.Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa Kondisi Masyarakat Muslim di Bima sebelum masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin masyarakat Muslim di Bima mengalami penjajahan oleh kolonial Belanda yang menuntut perjanjian lama yang telah dilanggar oleh Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai sosok yang cerdas, kaya akan ilmu agama. Oleh karena itu Masyarakat Muslim di Bima pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin mengalami perkembangan dari berbagai aspek, terutama dalam bidang pendidikan untuk melawan penjajahan kolonial Belanda. Kata Kunci: Masyarakat Muslim di Bima, Kesultanan Bima (SultanMuhammad Salahudddin)vi, 42 hlm.: ilus.; 18 c
Perkembangan masyarakat muslim di bima padamasa sultan muhammad salahuddin tahun 1915-1951
Skripsi ini bertujuan menjawab pertanyaan mengenai pokok permasalahannya, yaitu: Bagaimana kondisi masyarakat Muslim di Dana Mbojo (Bima) sebelum masa pemerintahan Muhammad Salahuddin ?, Bagaimana Sosok Muhammad Salahuddin? dan Bagaimana perkembangan masayarakat Muslim di Bima pada masa Sultan Muhammad Salahuddin? Dalam mengungkapkan permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode sejarah pada umumnya yang meliputi empat tahapan kritis, yaitu: heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi dan penulisan laporan atau historiografi. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data melalui metode kepustakaan. Selain itu, untuk menguatkan analisa dalam skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan metode sosiologis politik. Untuk mengetahui perkembangan masyarakat Muslim di Bima pada masa Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1915-1951. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa Kondisi Masyarakat Muslim di Bima sebelum masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin masyarakat Muslim di Bima mengalami penjajahan oleh kolonial Belanda yang menuntut perjanjian lama yang telah dilanggar oleh Kesultanan Bima. Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai sosok yang cerdas, kaya akan ilmu agama. Oleh karena itu Masyarakat Muslim di Bima pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin mengalami perkembangan dari berbagai aspek, terutama dalam bidang pendidikan untuk melawan penjajahan kolonial Belandavii, 53 lemba
Peranan Sultan Muhammad Salahuddin dalam Pengembangan Islam di Bima Tahun 1917-1951 M
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tentang Peranan Sultan
Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima. Masalah yang diteliti
dalam tulisan ini difokuskan pada beberapa hal yaitu: 1) Bagaimana Pertumbuhan
Dan Perkembangan Islam Pra Sultan Muhammad Salahuddin Di Bima? 2) UsahaUsaha
Sultan
Muhammad
Salahuddin
Dalam
Mengembangkan
Islam
Di
Bima?
Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang
digunakan adalah: historis, antropologi, politik, pendidikan dan agama. Selanjutnya,
metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,
dokumentasi, dan penelusuran referensi. Lalu, tehnik pengolahan dan analisis data
dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: pengumpulan data, kritik sumber,
penafsiran, dan penulisan sejarah.
Dalam penelitian ini menunjukan bahwa pada masa pemerintahan Sultan
Muhammad Salahuddin telah mengalami banyak perubahan antara lain: Sistem
pemerintahan yang pada awalnya berdasarkan Islam telah dirubah oleh Kolonial
Belanda dan perubahan wilayah kekuasaan Kerajaan Bima. Pasang surut perjuangan
Sultan Muhammad Salahuddin 1917-1951 sangat mempengaruhi kehidupan
masyarakat Bima sampai sekarang, baik dalam pendidikan informal maupun lembaga
pendidikan formal lainnya yang dikembangkan yaitu dengan meningkatkan
pendidikan yang tetap berdasarkan syari’at Islam agar mencapai kehidupan yang
lebih baik dikalangan masyarakat Indonesia khusunya di Bima. Karena itu penulis
melalui skripsi ini bisa menjadi masukan dan bisa menjadi harapan bersama untuk
menjunjung nilai sejarah lokal yang ada disekitar kita
Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima; Arsitektur, Misi Agama dan Kekuasaan
The article discusses the history of Sultan Muhammad Salahuddin Mosque in Bima, and it was written as an effort to preserve the cultural heritage of the Indonesian heritage, especially related to the historic mosque and its role in the development of Islam in the region of Bima, West Nusa Tenggara. This descriptive study focuses on writing about the history of the mosque's founding, its architecture and its historic objects inside the mosque, as well as the function of the mosque from time to time. The results were extracted from various sources, starting with interviews with key informants, document studies, and observations. This historic mosque was originally built by Sultan Abdul Kadim in 1737 AD, then continued by his successor, Sultan Abdul Hamid until it was completed in 1780 AD. This palace mosque is a symbol of the religiosity of the community of Bima and serves as a center of Islamic religious mission in his time. The mosque that was destroyed by an allied bomb in 1948 was then rebuilt from its original form and was named as Sultan Muhammad Salahuddin Mosque. Artikel hasil penelitian terhadap Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima ditulis sebagai salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya Bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan masjid bersejarah dan perannya dalam perkembangan Islam di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian diskriptif ini berfokus pada penulisan seputar sejarah pendirian masjid, arsitektur dan benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya, serta fungsi masjid dari masa ke masa. Hasil penelitian digali dari berbagai sumber, dimulai dengan wawancara dengan informan kunci, studi dokumen, dan observasi. Masjid bersejarah ini awalnya dibangun oleh Sultan Abdul Kadim pada pada tanggal tahun 1737 M, kemudian dilanjutkan penerusnya, Sultan Abdul Hamid sampai selesai pada tahun 1780 M. Masjid istana ini merupakan simbol religiusitas masyarakat Bima dan berfungsi sebagai pusat penyiaran agama Islam di masanya. Masjid yang pernah hancur terkena bom tentara sekutu pada tahun 1948 kemudian dibangun kembali sesuai bentuk aslinya dan dinamai sebagai Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.Kata kunci: Masjid bersejarah; Sultan Muhammad Salahuddin; Bima </jats:p
Sultan Muhammad Salahuddin (1888-1951 M) Biografi dan Perjuangannya Menentang Penjajahan Belanda di Bima
Skripsi membahas tentang "Sultan Muhammad Salahuddin (1888-1951 M), biografi dan perjuangannya menentang penjajahan Belanda di Bima". Pokok permasalahannya adalah Sultan Muhammad Salahuddin dalam perjuangannya menentang penjajahan Belanda di Bima. Sebagaimana diketahui sebelum masuknya pengaruh Belanda ini masyarakat Bima hidup damai di bawah pemerintahan seorang Sultan yang senantiasa menjalankan pemerintahan sesuai dengan jaran Islam yang berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah Nabi dengan menitikberatkan perjuangan pada pendekatan golongan rasional (pemikir) atau bangsawan, golongan awam dan menengah sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Di samping memajukan pendidikan gama, Sultan Muhammad Salahuddin mendirikan pula sekolah-sekolah umum dan sekolah keterampilan wanita yaitu "kopschool". Dan menurut salah satu informan mengatakan bahwa dengan perkembangan politik pada masa itu, maka tujuan pendidikan bukan saja untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga bertujuan untuk mencetak kader-kader militan yang berani, terutama dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda
- …
