260 research outputs found
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Bubur Buah Senduduk (Clidemia hirta) Terhadap Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Marshmallow
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Bubur Buah Senduduk (Clidemia hirta) terhadap Karakteristik Kimia
dan Organoleptik Marshmallow
Halimatus Sakdiah, Rina Yenrina, Rini
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bubur buah senduduk (Clidemia hirta) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik marshmallow. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis Of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Konsentrasi bubur buah senduduk yang digunakan pada penelitian ini yaitu A (7%), B (15%), C (25%), D (36%), dan E (50%). Pengamatan yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar abu, aW, pH, serat kasar, aktivitas antioksidan, gula reduksi, dan uji organoleptik kekenyalan, warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi bubur buah senduduk berbeda nyata terhadap kadar air, aW, pH, serat kasar, aktivitas antioksidan, warna, dan tekstur, serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar sukrosa, aroma, dan rasa. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu perlakuan C dengan konsentrasi bubur buah senduduk 25% dengan nilai kadar air 19,34%, kadar abu 0,12%, Aw 0,67, pH 5,87, serat kasar 2,11%, aktivitas antioksidan 3,18% dalam 1.000 ppm, sukrosa 35,05%, organoleptik kekenyalan hampir sama dengan marshmallow komersial, organoleptik warna 3,36 (netral), organoleptik aroma 3,44 (netral), organoleptik rasa 3,52(suka), organoleptik tekstur 3,24 (netral).
Kata Kunci – antioksidan, buah senduduk, karakteristik, kimia, konsentrasi, marshmallow, organolepti
PENGARUH CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI (CKPN), EFISIENSI OPERASIONAL, KECUKUPAN MODAL, RISIKO KREDIT DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS (Studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023)
ABSTRAK
PENGARUH CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI (CKPN),
EFISIENSI OPERASIONAL, KECUKUPAN MODAL, RISIKO KREDIT
DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS
(Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2021-2023)
Oleh:
HALIMATUS SAKDIAH
NIM.12070320793
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cadangan kerugian
penurunan nilai (CKPN), efisiensi operasional, kecukupan modal, risiko kredit dan
likuiditas terhadap profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tehnik
purposive sampling, sehingga diperoleh 33 sampel dengan periode penelitian 2021-
2023. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan
bantuan software eviews versi 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi
operasional berpengaruh terhadap profitabilitas. Sedangkan cadangan kerugian
penurunan nilai, kecukupan modal, risiko kredit dan likuiditas tidak berpengaruh
terhadap profitabilitas. Nilai koefisien determinasi sebesar 0.989939 artinya
cadangan kerugian penurunan nilai, efisiensi operasional, kecukupan modal, risiko
kredit dan likuiditas mempunyai pengaruh sebesar 98.99% terhadap variabel
terikatnya, sementara sisanya 1.01% dipengaruhi oleh variabel lain.
Kata kunci : Profitabilitas, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, Efisiensi
Operasional, Kecukupan Modal, Risiko Kredit dan Likuidita
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN RNMEROKOK PADA REMAJA DI DESA TIBANG RNBANDA ACEH
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA FAKULTAS KEPERAWATAN SKRIPSI 9 Juli 2015 X Halaman + Vi Bab + 51 Halaman + 5 Tabel+ 1 Skema+19 Lampiran Halimatus Sakdiah 1107101020037 Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kebiasaan Merokok Pada Remaja Di Desa Tibang Banda Aceh 2015 ABSTRAK Remaja adalah harapan bangsa yang membutuhkan kesehatan, baik itu kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kebiasaan merokok dapat mengganggu kesehatan remaja dan ini di pengaruhi oleh pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua, baik itu otoriter, demokratis dan permisif dengan kebiasaan merokok pada remaja di Desa Tibang Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif, Metode pengambilan sampel di lakukan secara total sampling dengan jumlah responden 40 remaja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner berupa 15 item pernyataaan dalam bentuk skala likert dan satu pertanyaan dalam bentuk multiple choice. Data di analisis dengan uji chi-square menggunakan program SPSS. Hasil analisa data menunjukkan 15% remaja mempunyai orang tua dengan pola asuh otoriter, 17,5% permisif dan 67,5% demokratis. Sebanyak 17 remaja (42,5%) tidak merokok, 3 remaja (7,5%) perokok ringan dan 20 remaja (50,0%) perokok berat. Diketahui juga bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kebiasaan merokok pada remaja di Desa Tibang Banda Aceh (p=0,023). Peneliti menyarankan kepada orang tua agar mampu membina hubungan yang baik dengan anak dan lebih mengontrol kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh anak agar anak terhindar dari hal-hal negatif diantaranya merokok Kata Kunci : Rokok, Remaja, Pola Asuh orang tua Buku Bacaan : 22 Buku,+4Jurnal + 9 Artikel (2000-2015
Bimbingan Keagamaan Terhadap Siswa SMAN 1 Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Halimatus Sakdiah. 2007. Bimbingan Keagamaan Terhadap Siswa SMAN 1 Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Imran Sarman, M. Ag, (II) Haris Fadillah, S.Pd.
Siswa sebagai remaja dan generasi penerus bangsa, diharapkan mampu beradaptasi dan bertahan, menyesuaikan dirinya seiring dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini siswa Sekolah Menengah Atas terkesan sering berada dalam kondisi yang labil, kegoncangan dan kegelisahan jiwa. Hal ini dapat terjadi apabila tidak dibarengi dengan landasan keagamaan yang kuat yang mereka dapatkan sebelumnya dari orang tua dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang kedua setelah keluarga dalam hal ini bertanggung jawab penuh dalam memberikan bimbingan dan tuntunan serta pengembangan keagamaan kepada siswa secara terencana dan terarah serta berkesinambungan. Dengan bimbingan keagamaan yang intensif disetiap lembaga pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah umum sekirannya akan dapat melahirkan generasi yang diharapkan
Berdasarkan pemikiran diatas, maka dilaksanakan penelitian dengan perumusan masalah sebagai berikut: bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Haruyan Kabupaten Hulu Sungai tengah yang meliputi latar belakang bimbingan keagamaan, program bimbingan keagamaan, pelaksanaan program bimbingan keagamaan, proses / cara bimbingan keagamaan, waktu bimbingan keagamaan, tempat bimbingan keagamaan, tujuan bimbingan keagamaan, dan kendala-kendala dalam bimbingan keagamaan.. Dan yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru agama Islam yang mengajar di sekolah tersebut yang berjumlah 2 orang.
Dari hasil penelitian melalui pengumpulan data di lapangan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumenter dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksasanaan bimbingan keagamaan terhadap siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Haruyan Kabupaten Hulu Sungai tengah telah berjalan dengan baik. Bimbingan keagaman tersebut dilaksanakan melalui pemberian materi pendidikan dan pengajaran, program bimbingan keagamaan, program bimbingan praktek keagamaan, pembinaan akhlak, serta program bimbingan aktivitas keagamaan di masyarakat
URGENSI ADVERSITY QUOTIENT DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH (PENDEKATAN KONSELING PERNIKAHAN)
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran konseling perkawinan dalam penanganan problem relasi keluarga dalam membangun keluarga sakinah. Metode yang digunakan library research, dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika relasi keluarga semakin komplek sehingga mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Upaya yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi problem relasi keluarga adalah melalui layanan konseling perkawinan. Konseling perkawinan diarahkan pada lima tahap orientasi yaitu memahami makna keluarga, meningkatkan kesadaran dan dinamika keluarga, komunikasi dan terapi, membangun interaksi dan relasi keluarga, penanganan problem keluarga, membina hubungan keluarga melalui gaya kelekatan keluarga. Lima orientasi ini merupakan upaya preventif mengurangi dan menangani problem relasi keluarga, selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu strategi membangun hubungan keluarga sakinah.
Kata kunci: Konseling perkawinan, problem relasi keluarga, keluarga sakinah.
COUNSELING MARRIAGE (HANDLING STRATEGY IN THE PROBLEM OF FAMILY RELATIONS TO BUILD SAKINAH FAMILY). Aim of this paper to describe and analyze the role of marriage counseling in family relations problem to establishing sakinah family. The method used library research, with qualitative descriptive techniques. The results showed that problematic family relations more complex, the effect are disharmony in the family. Efforts that can be used to prevent and reduce the problems of family relationships is through marriage counseling services. Marriage counseling directed at the five stages of the orientation is to understand the meaning of family, raise awareness and family dynamics, communication and therapy, interaction and build family relationships, establishing family problems, family relationships through family attachment style. Five of this orientation is a preventive effort to reduce and tackles the problem of family relationships can then be used as a strategy to establish harmonious family relations.
Key Words: marriage counseling, family relations problem, sakinah famil
BENDUNGAN WALENHAR SEBAGAI OBJEK WISATA DAN SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI WISATAWAN DAN PESERTA DIDIK
Experiencing health care and culture in Niigata, Japan
In July 2010 Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) and Niigata University (NU) signed a memorandum of agreement to continue collaboration in joint planning and implementation of education, research and practice services in the field of medicine.This collaboration is also a good opportunity for Doctor of Public Health (DRPH) postgraduate candidates to gain experience on the practice of public health in handling public health issues, planning the healthcare facilities, delivering a quality public health services, enforcing public health policies/regulations and finally learn about the health systems in general at other countries especially from developed country like Japan. Experiencing Health Care and Culture in Niigata, Japan
Pengembangan Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Multilevel Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Pokok Bahasan Trigonometri
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pembelajaran yang
dikembangkan melalui Metode Multilevel terhadap hasil belajar di kelas X SMK
Taman Siswa Medan, dan (2) respon siswa terhadap pembelajaran yang
dikembangkan Metode Multilevel di kelas X SMK Taman Siswa Medan.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Taman Siswa Medan dan
sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-AP 1 dengan jumlah siswa 31 orang
dan kelas X-AP 2 dengan jumlah siswa 29 orang. Objek penelitian ini adalah
pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD), dan Tes untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan
Metode Multilevel di kelas X SMK Taman Siswa Medan. Jenis penelitian ini
adalah penelitian pengembangan (research and development/ R&D) dengan
menggunakan pengembangan model 4-D (Four D model) yang dikemukakan
Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang telah dimodifikasi terdiri dari tiga tahap
yaitu tahap pendefinisian(define), tahap perancangan (design) dan tahap
pengembangan (development). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Lembar validasi ahli, tes dan angket respon siswa. Teknik analisis data
dalam pengembangan pembelajaran digunakan teknik analisis statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran yang dikembangkan
menggunakan Metode Multilevel terhadap hasil belajar siswa disimpulkan pada:
(a) ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 86,21% dan (b) ketercapaian
indikator berada pada kriteria pembelajaran; (2) Respon siswa terhadap komponen
dan kegiatan pembelajaran menggunakan Metode Multilevel adalah positif
How effective Is the Community Medicine Posting to cultivate teamwork, leadership and professionalism among medical students in Universiti Putra Malaysia?: enhancing best practice of future doctors
Keberkesanan program keselamatan berasaskan tingkahlaku terhadap pencapaian keselamatan di industri minyak dan gas di Malaysia
Introduction: Behavioural-based safety (BBS) programme is an accident prevention programme emphasized on the aspect of unsafe behaviour, which considerably new in Malaysia. The oil and gas industry is among the industries in Malaysia that has successfully implemented and sustaining the programme. The aim of this study is to measure and evaluate the effectiveness of BBS towards the safety performance in the oil and gas industry in Malaysia that certainly has owned an outstanding safety performance.
Methodology: A cross-sectional study using secondary data involving five indicators in the safety performance in the department of health, safety and environment (HSE) was performed at one of the oil and gas refinery companies in Malaysia. These indicators were chosen based on the frequency of its occurrence from January 2004 to December 2008.
Result: The results of the study show the presence of a significant difference in the incidence rates of near misses (p=0.008) and medical treatment cases (p=0.035) before and after the implementation of BBS and a very strong negative relationship (r=-0.885) between the incidence rates of near-misses and the rates of BBS observations done. However, analysis on unsafe behaviour does not show a significant reduction from 2006 to 2008. Instead, a significant reduction was seen on equipments failure from year 2006 to 2007 (p=0.021) and 2006 to 2008 (p=0.032).
Conclusion: The study has proven that the BBS is effective towards the reduction of the indicators in the safety performance, involving only the incidence rates of the nearmisses and the medical treatment cases. However, a very strong negative relationship only involves the incidence rate of near misses. A significant reduction was also seen on the occurrence of instrument failure, which is one of the root causes of near-misses. Although there is no significant reduction on thye unsafe behaviour, the reduction of equipment failure is expected to be related to the increase in the level of awareness and safe behaviour as a result of BBS implementation
- …
