1,732,659 research outputs found

    Sustainable agriculture kits (SAK) Nepal in Numbers - Infographics

    No full text
    Global Affairs Canada, International Development Research Centre and University of Guelph financed this project.This one-page poster illustrates visually how many Nepalese terrace farmers were reached by the Sustainable Agriculture Kits (SAK) project: 60,000 households representing 260,000 people. It also shows how the SAK kits were subsidized, and publicized and disseminated, including capacity building through farmer training

    An interview with ugur sak: Intelligence testing in turkey

    No full text
    Dr. Ugur Sak is the founding Director of the Center for Research and Practice for High Ability Education and professor of gifted education studies at Anadolu University. He is the editor of the Turkish Journal of Giftedness and Education, and has been on advisory and executive boards of international associations in gifted education. His research has been published in major journals of creativity and giftedness. In this interview, Dr. Sak discusses a new test of intelligence and reviews the processes and procedures in terms of its standardization. He reviews validity and reliability information as well as standardization and utilization of the test. © NAJP

    IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA PT SAPTAWIRA ADHITAMA TOUR & TRAVEL

    No full text
    Mulai tahun 2011, setiap entitas tanpa akuntabilitas publik diberikan pilihan menggunakan PSAK umum atau SAK ETAP. Sekali entitas memilih PSAK Umum maka tidak dapat merevisinya kembali. Oleh karena adanya isu strategis ini, maka entitas tanpa akuntabilitas publik yang sudah menerapkan PSAK Umum perlu mempertimbangkannya kembali dengan cermat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun panduan implementasi SAK ETAP bagi entitas yang ingin menerapkan standar tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari PT Saptawira Adhitama Tour & Travel yang merupakan entitas tanpa akuntabilitas publik dan bergerak dalam industri jasa perjalanan wisata. Selama ini perusahaan menyusun laporan keuangan hanya untuk pihak internal dan pihak IATA dalam memenuhi kewajiban pelaporan afiliasi. Standar yang diikuti dalam menyusun laporan keuangan adalah campuran antara PSAK Umum dan non PSAK. Setelah mengimplementasikan SAK ETAP pada perusahaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menerapkan SAK ETAP terdapat beberapa langkah yang harus diikuti entitas seperti; penyusunan neraca awal dengan mengakui dan tidak mengakui pos-pos Aset dan Kewajiban yang dipersyaratkan dalam SAK ETAP, mereklasifikasikan pos-pos yang diakui sebagai suatu jenis Aset, Kewajiban, dan komponen Ekuitas berdasarkan SAK ETAP dan menerapkan SAK ETAP dalam pengukuran seluruh Aset dan Kewajiban yang diakui Terdapat beberapa perbedaan dalam proses pencatatan akuntansi sebelum dan sesudah menggunakan SAK ETAP. Prinsip-prinsip akuntansi yang sudah sesuai dengan SAK ETAP harus dilanjutkan secara konsisten

    Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM, Tingkat Pemahaman SAK EMKM, Umur Usaha, dan Bidang Keahlian pada Penerapan SAK EMKM

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Pengaruh Sosialisasi SAK EMKM, Tingkat Pemahaman SAK EMKM, Umur Usaha dan Bidang Keahlian Terhadap Penerapan SAK EMKM”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sosialisasi SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM, pengaruh tingkat pemahaman SAK EMKM terhadap penerapan SAK EMKM, pengaruh umur usaha terhadap penerapan SAK EMKM dan pengaruh bidang keahlian terhadap penerapan SAK EMKM. Penelitian ini dilakukan pada UMKM di Kabupaten Banyumas. UMKM di Kabupaten Banyumas terpilih sebagai lokasi penelitian karena jumlah UMKM di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan di tiap tahunnya, serta agar menghemat waktu dan biaya penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas hingga tahun 2018, Populasi pada penelitian ini sebanyak 84.350 UMKM yang terdiri dari usaha mikro berjumlah 79.944, usaha kecil berjumlah 4.367 dan usaha menengah berjumlah 39. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 104 UMKM. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui kuesioner yang didistribusikan. Kuesioner didistribusikan melalui offline dan online dengan menggunakan google form karena penelitian ini dilakukan ketika sedang masa pandemi Covid-19. Hal ini menjadi keterbatasan penelitian karena penulis harus melakukan social distancing agar tidak terpapar virus Covid-19. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif terdiri dari nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata dan standar deviasi, Uji pilot, uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas serta analisis regresi linear berganda. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan pada variabel sosialisasi SAK EMKM, tingkat pemahaman SAK EMKM dan penerapan SAK EMKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif terhadap penerapan SAK EMKM, tingkat pemahaman berpengaruh positif terhadap penerapan SAK EMKM, umur usaha tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM dan bidang keahlian tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM. Modus pada variabel umur usaha yaitu UMKM yang memiliki umur 3 tahun dan modus pada variabel bidang keahlian yaitu 0 atau responden yang tidak memiliki sertifikat kompetensi dan sertifikat pelatihan. Sertifikat kompetensi dan sertifikat pelatihan yang dimiliki pelaku UMKM tidak semuanya berkaitan dengan penerapan SAK EMKM sehingga variabel bidang keahlian tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM sedangkan umur usaha tidak mempengaruhi pola pikir pelaku UMKM untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesesuaian dan ketidaksesuaian dengan teori yang digunakan yaitu human capital theory dan teori legitimasi. Sosialisasi SAK EMKM, tingkat pemahaman SAK EMKM, umur usaha dan bidang keahlian dalam penelitian ini mampu menjelaskan variasi penerapan SAK EMKM sebesar 21,8%. Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai literatur pelengkap atau literatur alternatif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta sebagai bahan referensi untuk penelitian yang berkaitan dengan akuntansi UMKM. Bagi pelaku UMKM diharapkan dapat mengatasi kendala-kendala dalam menerapkan SAK EMKM. Bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas diharapkan dapat membuat program pembinaan UMKM di Banyumas terkait pembuatan laporan keuangan UMKM sesuai dengan SAK EMKM. Bagi civitas akademika diharapkan dapat membantu kendala pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan UMKM sesuai dengan SAK EMKM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mengunakan kuesioner sehingga jawaban yang diperoleh terbatas, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara langsung agar mendapatkan jawaban yang lebih rinci mengenai penerapan SAK EMKM. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih baik mengenai penerapan SAK EMKM. Responden dalam penelitian ini minim partisipasi dari usaha menengah sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya mampu menambah jumlah usaha menengah agar mampu mencerminkan persepsi dari para pelaku usaha dari kalangan usaha menengah

    El Modelo de curriculum EPTS para la Educación de los Alumnos Superdotados

    Get PDF
    In this article, the author reviews the EPTS Model (Education Programs for Talented Students) and discuss how it was developed through multiple stages, the ways it is used to develop programs for gifted students, and then presents research carried out on the effectiveness of this model in the education of gifted students. The EPTS Model has two dimensions: ability and content. The ability dimension has a hierarchical structure composed of three levels of cognitive skills. The content dimension is the extension of the regular curriculum but organized at four levels: data, concept, generalization and theory. Included in the article also is a brief critics of the current state of curricular programs in gifted education.En este artículo el autor revisa el modelo de los Programas para alumnos Superdotados y Talentos (EPTS, por sus siglas en inglés) desarrollados en la Anadolu University. Se discute como dichos programas se han desarrollado a través de múltiples fases, la forma en que estos se usan para desarrollar programas educativos para alumnos superdotados y la investigación llevada a cabo sobre la efectividad de este modelo educativo. El modelo EPTS tiene dos dimensiones: habilidad y contenido. La dimensión de habilidad tiene una estructura jerárquica compuesta por tres niveles de destrezas cognitivas. La dimensión de contenido es la extensión del currículo ordinario pero organizado en cuatro niveles: datos, conceptos, generalización y teoría. En el artículo también se incluye una breve crítica sobre el estado actual de los programas curriculares en la educación de alumnos superdotados

    Prevalence of misconceptions, dogmas, and popular views about giftedness and intelligence: a case from Turkey

    No full text
    WOS: 000299225800004The purpose of this study was to investigate the prevalence of misconceptions, dogmas and popular views about giftedness and intelligence among Turkish lay people. A survey questionnaire consisting of 12 forced-choice items about global misconceptions, dogmatic beliefs and popular views related to giftedness and intelligence was used to collect data. Participants included 812 people (41.6% male; 58.4% female). Descriptive analyses yielded that a significant number of the participants expressed agreements with the statements related to misconceptions, dogmatic and popular beliefs. Nonparametric correlational analyses showed both educational status and age to be associated either negatively or positively with most of the statements. Findings imply that misconceptions, dogmas, and popular views about giftedness and intelligence are quite prevalent among Turkish lay people

    ANALISIS PERSEPSI PELAKU UMKM DAN SOSIALISASI SAK EMKM TERHADAP DIBERLAKUKANNYA LAPORAN KEUANGAN YANG BERBASIS SAK EMKM: Persepsi pelaku UMKM, Sosialisasi SAK EMKM dan Penggunaan SAK EMKM Persepsi pelaku UMKM, Sosialisasi SAK EMKM dan Penggunaan SAK EMKM

    No full text
    This study aims to determine the perception of MSME actors towards the implementation of financial statements based on SAK EMKM January 1, 2018 and to socialize SAK EMKM to MSME players who do not know the SAK EMKM. Currently many MSME players face various problems, one of the problems is the difficulty of UMKM getting loan funds in the form of bank loans as additional business capital. This is due to the weakness of human resources (HR) in preparing financial statements. The ability of MSMEs in facing the progress of global competition is indeed very necessary because this can maintain the stability of MSMEs and the economy in Indonesia. The population of this research is 340 MSMEs in Sagulung Subdistrict registered in the Batam City PMP-KUKM Department totaling 340. The samples taken in this study the UMKM business operators in Sagulung Sub-District registered in Batam City PMP-KUKM Service were determined using the Slovin formula of 100. The research data will be processed using SPSS version SAK EMKM 22. The results of this study Perceptions of micro, small and medium enterprises do not significantly influence the use of SAK EMKM. SAK EMKM socialization has a significant effect on the use of SAK EMKM. Perceptions of micro and small and medium enterprises and the socialization of SAK EMKM have a significant effect on the use of SAK EMKM. The magnitude of the effect of the independent variable on the dependent variable is 53.9% which is indicated by R Square which means the use of SAK EMKM. Influenced by the perception of micro and small and medium businesses and the socialization of SAK EMKM by 53.9% while 46.1% is influenced by other variables which was not included in this studyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku UMKM terhadap diberlakukannya Laporan keuangan yang berbasis SAK EMKM 1 Januari 2018 serta mensosialisasikan SAK EMKM terhadap pelaku UMKM yang belum mengetahui SAK EMKM. Saat ini pelaku UMKM banyak menghadapi berbagai masalah, salah satu masalahnya yaitu sulitnya UMKM mendapatkan pinjaman dana yang berupa kredit bank sebagai tambahan modal usaha. Hal ini disebabkan lemahnya Sumber daya manusia (SDM) dalam menyusun laporan keuangan. Kemampuan UMKM dalam menghadapi kemajuan persaingan global memang sangat diperlukan karena hal ini dapat menjaga kestabilan UMKM dan perkonomian di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah pelaku usaha UMKM Kecamatan Sagulung yang terdaftar di Dinas PMP-KUKM Kota Batam berjumlah 340. Sampel yang diambil dalam penelitian ini pelaku usaha UMKM Kecamatan Sagulung yang terdaftar di Dinas PMP-KUKM Kota Batam ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yang berjumlah 100. Data penelitian akan diolah dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil dari penelitian ini Persepsi pelaku usaha mikro kecil dan menengah tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan SAK EMKM. Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh signifikan terhadap penggunaan SAK EMKM. Persepsi pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan sosialisasi SAK EMKM berpengaruh signifikan terhadap penggunaan SAK EMKM. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah 53,9%  yang ditunjukkan oleh R Square yang berarti penggunaan SAK EMKM.dipengaruhi oleh persepsi pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan sosialisasi SAK EMKM sebesar 53,9% sementara 46,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian in

    Anadolu-SAK zekâ ölçeği'nin (ASİS) 10-11 yaş düzeyinde ön uygulama çalışması

    Get PDF
    Tez (yüksek lisans) - Anadolu ÜniversitesiAnadolu Üniversitesi, Eğitim Bilimleri Enstitüsü, Özel Eğitim Anabilim DalıKayıt no: 4319Bu araştırmada Türkiye'nin ilk yerli zekâ ölçeği olarak geliştirilen, Anadolu-Sak Zekâ Ölçeği'nin (ASİS) ön uygulama verilerine dayanarak 10- 11 yaş düzeyi madde analizi çalışması yapılmıştır. ASİS, 4-12 yaş grubundaki çocuklarda, muhakeme, dikkat, algı, bellek gibi bilişsel faaliyetleri değerlendirmek ve zihinsel değerlendirmelere dayalı tanılamalar ve eğitimsel yerleştirmeler yapabilmek amacıyla bireysel olarak uygulanan bir zekâ ölçeğidir. ASİS çocukların bilişsel seviyeleri, güçlü ve zayıf yönleri hakkında bilgi sağlayan bir değerlendirme ölçeğidir. Araştırmada kullanılan veriler ASİS için yapılan ön uygulama çalışmasında elde edilmiştir. Çalışmanın katılımcıları, Eskişehir il merkezinde yer alan iki okuldaki, on ve on bir yaşında, 338 öğrenciden oluşmaktadır. Veriler 3, 4, 5, ve 6. sınıf düzeyindeki öğrencilere okul ders saatleri boyunca ASİS'in bireysel olarak uygulanması ile elde edilmiştir. Bu çalışmada ASİS'in yapı geçerliğini belirlemek için açımlayıcı faktör analizi ve doğrulayıcı faktör analizi yapılmıştır. ASİS'in güvenirliğini ortaya koymak için iç tutarlık analizi yapılmıştır. ASİS'in ön uygulama çalışmasında madde analizini yapmak için madde güçlük göstergeleri ve madde ayırt edicilik göstergeleri hesaplanmıştır. Ayrıca ASİS'in test ayırt ediciliğini cinsiyet değişkeni bağlamında incelemek için alt ölçeklerde cinsiyete göre farklılığın olup olmadığını ortaya koymak için tek yönlü MANOVA analizi gerçekleştirilmiştir. Testin madde güçlük göstergeleri 10 yaş düzeyinde 0.00 ve 1.00 arasında, 11 yaş düzeyinde ise 0.02 ve 1.00 arasında yer almaktadır. Testin madde ayırt edicilik göstergeleri 10 yaş düzeyinde -0.08 ile 0.83 arasında 11 yaş düzeyinde ise 0.00 ile 0.82 arasında yer almaktadır. Araştırmanın sonucunda, ASİS'in açımlayıcı ve doğrulayıcı faktör analizi sonuçları incelendiğinde genel zekâ ile sözel muhakeme, işleyen bellek ve görsel uzamsal muhakeme arasında yüksek bir ilişki olduğu sonucu elde edilmektedir. Bu çalışma, ASİS'in geçerli ve güvenilir bir test olduğunu kanıtlayan bir çalışmadır

    Varhaiskasvatuksen opettajien ajatuksia sak-ajasta

    Get PDF
    Opinnäytetyön tavoitteena oli selvittää suunnittelu-, arviointi- ja kehittämisajan, toisin sanoen sak-ajan, sisältöä ja merkitystä Lahden kaupungin Liipolan päiväkodin varhaiskasvatuksen opettajien keskuudessa. Opinnäytetyön tarkoituksena oli kartoittaa sak-ajan käytön toimivuutta. Opinnäytetyössä kartoitettiin päiväkodin varhaiskasvatuksen opettajien kokemuksia sak-ajan käytöstä ja merkityksellisyydestä. Aineistonkeruumenetelmänä oli strukturoitu kasvokkain tehty haastattelu. Haastattelut äänitettiin, minkä jälkeen ne litteroitiin ja analysoitiin teemoittain. Opinnäytetyön tietoperusta koostuu suomalaisen päivähoito-organisaation avaamisesta, varhaiskasvatuksen opettajan kelpoisuusehdoista ja työnkuvasta, varhaiskasvatussuunnitelmien avaamisesta. Viimeinen tietoperustaosio sisältää sak-työajan määritelmää ja sisältöä. Haastattelujen perusteella sak-aika koetaan tärkeäksi laadukkaan pedagogiikan takaajaksi. Onnistuneen sak-ajan käytön takaa muun muassa rauhoitettu tila. Kollegiaalisen työn lisääminen nähdään potentiaaliseksi parannusehdotukseksi

    Dikkat eksikliği hiperaktivite bozukluğu olan bireylerin ve özel öğrenme güçlüğü olan bireylerin bilişsel profillerinin Anadolu-Sak Zekâ Ölçeği ile incelenmesi

    No full text
    Tez (yüksek lisans) - Anadolu ÜniversitesiAnadolu Üniversitesi, Eğitim Bilimleri Enstitüsü, Özel Eğitim Anabilim DalıKayıt no: 480239Dikkat Eksikliği Hiperaktivite Bozukluğu (DEHB) ve Özel Öğrenme Güçlüğü (ÖÖG) çocukluk çağında en sık görülen nöropsikiyatrik bozukluklardandır. DEHB ve ÖÖG’nin tanılanmasında birçok ölçek kullanıldığı gibi zeka ölçekleri de yaygın olarak kullanılmaktadır. Zeka ölçeklerinin DEHB ve ÖÖG’nin tanılanmasında yordayıcılığının belirlenmesi için önceden tanı almış bireylerin zeka ölçeklerinde ortaya koydukları bilişsel profiller incelenmektedir. Anadolu Sak Zeka Ölçeği (ASİS), 2017 yılı itibariyle Milli Eğitim Bakanlığı (MEB) bünyesinde yer alan Rehberlik ve Araştırma Merkezleri’nde (RAM) uygulanmaya başlanmıştır. Bu araştırmada DEHB tanısı almış bireylerle, ÖÖG tanısı almış bireylerin ASİS’te gösterdikleri bilişsel profillerin incelenmesi amaçlanmıştır. Araştırma kapsamında önceden DEHB tanısı almış 102 bireye ve ÖÖG tanısı almış 100 bireye ASİS uygulanmıştır. Elde edilen bulgular ASİS norm grubu değerleriyle karşılaştırılarak ortaya çıkan verilerin analizi yapılmıştır. Bulgular incelendiğinde, DEHB’li ve ÖÖG’li grubun ASİS endeks ve alt testlerinin tamamında norm grubu ortalamasından anlamlı derecede düşük performans gösterdikleri ortaya çıkmıştır. Endeksler incelendiğinde her iki grubun Bellek Kapasite Endeksi (BKE) ortalamasının, Sözel Potansiyel Endeks (SPE) ve Görsel Potansiyel Endeksi (GPE) ortalamasından anlamlı derecede düşük düzeyde çıktığı görülmektedir. SPE ve GPE ortalaması ise her iki grupta da farklılaşmamaktadır. Alt testler incelendiğinde her iki grubun Görsel Ardıl İşlemler (GAB) alt testinde ve Sözcükler Anlamlar (SAN) alt testinde diğer alt testlerden anlamlı derecede düşük performans gösterdikleri bulgusuna ulaşılmıştır. Sonuçlar ASİS’in DEHB ve ÖÖG’nin tanılanmasında ayırt edicilik sunabileceğini göstermektedir
    corecore