210 research outputs found

    Taktik Self-Presentation Ganjar Pranowo dan Sudirman Said dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 di Instagram

    Get PDF
    Pemilihan calon Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 melibatkan dua kandidat, yakni Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Kedua kandidat berlomba-lomba memenangi kontestasi politik ini dengan berkampanye melalui berbagai media, salah satunya melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan taktik self-presentation yang digunakan keduanya sebagaimana yang ditampilkan di Instagram. Metode penelitian kuantitatif dengan varian analisis isi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Adapun bahan penelitiannya adalah unggahan pada akun media sosial Instagram milik Ganjar Pranowo @ganjar_pranowo dan Sudirman Said @sudirmansa1d selama masa kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018, yakni mulai tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling atau sampel bertujuan. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa saat berkampanye di media sosial Instagram, baik Ganjar Pranowo maupun Sudirman Said melakukan taktik presentasi diri (self-presentation) sebagai upaya membentuk kesan tertentu di hadapan calon pemilih agar sesuai harapan mereka. Taktik assertive self-presentation, yakni menciptakan atau mengembangkan identitas diri, paling banyak digunakan kedua kandidat dibandingkan dengan taktik defensive self-presentation, yakni upaya mengembalikan identitas yang kurang baik menjadi baik kembali. Baik Ganjar Pranowo maupun Sudirman Said paling banyak mengunggah taktik ingratiation, yakni tindakan yang didesain untuk membangkitkan daya tarik agar disukai orang lain. Namun terdapat perbedaan pada taktik kedua terbanyak yang digunakan mereka selama kampanye. Di samping taktik ingratiation, Ganjar Pranowo memilih menggunakan taktik exemplification, yakni menunjukkan dirinya bermoral dan memiliki integritas; sedangkan Sudirman Said memilih menggunakan taktik enhancement untuk menunjukkan bahwa dirinya memiliki kompetensi. Penggunaan media sosial untuk berbagai tujuan semakin massif seiring dengan perkembangan teknologi digital. Bagi para politisi, hal ini merupakan peluang untuk menampilkan citra diri positif kepada calon pemilih secara mudah dan murah. Namun mengingat citra diri calon pemimpin yang digambarkan di media sosial tidak selalu koheren dengan realitas yang sesuangguhnya, masyarakat calon pemilih harus lebih cerdas dan cermat dalam memilih calon pemimpin mereka. Bagi peneliti berikutnya, masih banyak tema penelitian lainnya tentang media sosial yang menarik untuk dikaji

    Perempuan NU dan politik : studi kasus mobilisasi Fatayat NU Kabupaten Sragen terhadap pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah pada Pilgub Jawa Tengah tahun 2018

    Get PDF
    Pilkada merupakan bentuk perwujudan demokrasi lokal di daerah dan menjadi salah satu tolok ukur tingkat partisipasi politik masyarakat secara regional. Partai sebagai mesin politik merupakan kekuatan internal power dalam konstestasi politik. Kedudukan ormas Fatayat NU dianggap ada kekuataan, dimanfaatkan ke dalam kepentingan pemenangan salah satu pasangan calon dalam kontestasi pilkada langsung Jawa Tengah 2018. Keterlibatan ormas dapat memberikan dampak untuk kegiataan politik di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi mobilisasi Fatayat NU Kabupaten Sragen dalam mendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilgub Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisa data ini diperoleh dari menelaah seluruh data yang bersumber dari wawancara, observasi, telaah dokumentasi, dan foto sesuai data dilapangan. Berdasarkan hasil penelitian Sudirman Said-Ida Fauziyah merupakan figure aktifis Sudirman Said pernah menjabat sebagai Menteri Energy Dan Sumber Daya Mineral di Kabinet Jokowi, kemudian untuk Ida Fauziyah merupakan mantan ketua umum PP Fatayat NU dan merupakan mantan anggota DPR RI termuda. Sudirman Said-Ida Fauziah punya langkah cerdas yaitu melakukan pendekatan, serta meminta restu kepada PBNU, sehingga optimistis dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Hasil pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 di Kabupaten Sragen dimenangkan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah. Perolehan suara tertinggi terdapat di TPS Kecamatan Sragen dan Kecamatan Masaran yakni mencapai 85%

    Peningkatan Hasil Belajar PPKn Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantuan Media Gambar Pada Murid Kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media gambarpada murid kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah murid kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar sebanyak 23 murid. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes (evaluasi), dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang dicapai secara kuantitatif yaitu: (1) Pada siklus pertama diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid Kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar yaitu 59,3 (2) Pada siklus kedua diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar lebih tinggi yang mencapai 86,3. Ketuntasan belajar PPKn murid kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, dari 9 (39,1%) murid mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II sebanyak 23 (100%) murid mencapai ketuntasan belajar dan ketuntasan belajar klasikal tercapai. Hal ini berarti ketuntasan belajar pada siklus II tercapai secara klasikal karena jumlah murid yang tuntas mencapai 80%. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn pada murid kelas IVA SDN Sudirman III Kota Makassar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan media gambar

    TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP KEJAHATAN KEKERASAN OLEH ANGGOTA GENG MOTOR YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Studi Kasus di Kota Makassar Tahun 2012-2014)

    Get PDF
    2016WAHYUDI SUDIRMAN (B111 11 426), Tinjauan Kriminologis Terhadap\ud Kejahatan Kekerasan Oleh Anggota Geng Motor Yang Menyebabkan\ud Kematian. (Studi Kasus Di Kota Makassar Tahun 2012-2014) di bawah\ud bimbingan H.M. Said Karim sebagai Pembimbing I dan Amir Ilyas sebagai\ud Pembimbing II.\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja\ud yang menyebabkan terjadinya kejahatan kekerasan oleh anggota geng\ud motor dan upaya penanggulan terhadap kejahatan kekerasan oleh\ud anggota geng motor yang menyebabkan kematian.\ud Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar yaitu pada\ud Polrestabes Makassar, Penulis melakukan wawancara dengan salah satu\ud penyidik terkait dengan kasus yang dibahas dalam penulisan ini, serta\ud berupa data lainnya yang diperoleh melalui kepustakaan yang relevan\ud yaitu literatur, dokumen-dokumen serta peraturan perundang-undangan\ud yang berkaitan dengan masalah tersebut. Berdasarkan terhadap fakta dan\ud data tersebut, maka Penulis berkesimpulan bahwa terjadinya tindakan\ud tersebut diakibatkan karena beberapa faktor yaitu, dendam, asmara,\ud ekonomi, pengaruh obat-obatan dan lingkungan. \ud Berdasarkan hasil penelitian Penulis, ada beberapa faktor yang\ud menyebabkan sehingga terjadinya kekerasan oleh anggota geng motor\ud yaitu, faktor dendam, faktor ekonomi, faktor asmara, faktor pengaruh\ud Obat-obatan serta minuman keras dan faktor lingkungan. Sedangkan\ud upaya penanggulangan untuk kejahatan kekerasan oleh Anggota Geng\ud Motor dengan melakukan upaya preventif yaitu dengan melakukan\ud penyuluhan hukum serta melakukan patroli rutin oleh pihak kepolisian dan\ud upaya represif yakni penjatuhan pidana terhadap pelaku kekerasan.\ud \ud WAHYUDI SUDIRMAN (B111 11 426), the Review criminological\ud Crimes Against Violence By Motorcycle Gang Member Who Causes\ud of Death. (Case Study In Makassar Year 2012 to 2014) under the\ud guidance H.M. Said Karim as a Supervisor I and Amir Ilyas as Supervisor\ud II.\ud \ud This study aims to determine what factors are causing the occurrence of\ud violent crime by motorcycle gang members and penanggulan efforts\ud against violent crime by motorcycle gang members that resulted in death.\ud \ud This research was conducted in the city of Makassar are on Polrestabes\ud Makassar, author conducted an interview with one of the investigators\ud associated with the case discussed in this paper, as well as such other\ud data obtained through literature relevant, namely literature, documents\ud and legislation related with the issue. Based on the facts and data, the\ud author concludes that the occurrence of such acts caused by several\ud factors, namely, revenge, romance, economy, influence of drugs and the\ud environment.\ud \ud Based on the results of the study author, there are several factors that led\ud to the violence by members of a motorcycle gang that is, revenge factors,\ud economic factors, factors romance, factors influence drugs and booze and\ud environmental factors. While efforts to address the problem of violent\ud crime by Motorcycle Gang Members to perform preventive efforts is to\ud conduct legal education and conduct routine patrols by the police and the\ud repressive efforts of sentences against perpetrators of violence

    STUDI INTEGRASI AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM MELALUI KOORDINASI PERSIMPANGAN PADA RUAS JALAN AZIZ CHAN DAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA PADANG

    Get PDF
    Permasalahan lalu lintas di jalur utama Kota Padang khususnya sepanjang jalan Aziz Chan dan jalan Jendral Sudirman terlihat pada kepadatan 4 simpang utama disana, yaitu simpang PDK diantara ruas jl. Jendral Sudirman – jl. KIS Mangunsarkoro – jl.Rasuna Said – jl. Ujung Gurun, simpang A.Yani diantara ruas jl.A.Yani – jl. Jendral Sudirman, simpang Kandang diantara ruas jl.Jendral Sudirman – jl. H.Agus Salim - jl. Pasar Raya, dan simpang Poltabes diantara ruas jl. Aziz Chan – jl. Proklamasi – jl. Pasar Raya. Timbulnya kelambatan, antrian panjang, dan kejenuhan lalu lintas salah satunya sebagai akibat kendaraan yang terkadang harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan merekayasa kembali durasi dan fase APILL (Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalu Lintas) di sepanjang jalan tersebut menjadi terkoordinasi tiap persimpangannya, yang sering disebut dengan green wave (Gelombang hijau). Dengan demikian, kelambatan, antrian panjang, dan kejenuhan lalu lintas pun dapat diminimalisir. Perencanaan green wave terbaik untuk ke empat simpang ini didapat dengan trial error durasi dan fase APILL. Dimana durasi terkoordinasi yang didapatkan memiliki waktu siklus 140 detik, dan dengan kecepatan rencana platoon 35 km/jam didapatkan fase rencana dengan rata-rata bandwidth sebesar 16,4 detik. Yang artinya dengan durasi dan fase yang telah dipilih, rata-rata selama 16,4 detik kendaraan dapat lancar melewati ke empat simpang utama tersebut. Kelancaran lalu lintas akan semakin baik dengan adanya integrasi dengan ATCS (Area Traffic Control System), dimana pengaturan dan pengontrolan lalu lintas yang bermasalah akan lebih efektif dan efisien dilakukan di Control Center Room ATCS. Kata kunci: ATCS, bandwidth, green wave, integrasi, simpan

    The Regulation of Personal Income Tax and Its Enforcement For Foreign Workers

    Get PDF
    Foreign workers who work in Indonesia are required to pay taxes, especially taxes on the salaries they receive. However, tax collectors are often considered to be detrimental to foreign workers, because they reduce the income from their salaries. The aim of this research is to analyze the regulations for imposing salary tax on foreign nationals who work in Indonesian territory and the sanctions that can be given to foreign nationals who do not pay tax from their salaries. The research method in this scientific journal uses a normative juridical approach using data available through Open Source. The results is based on the Tax Harmonization Law, which states that foreign citizens who have obtained work permits can automatically be said to be taxpayers. As for the imposition of PPH 21 income tax for salaries for foreign workers on fixed income, the amount of income subject to tax is in the Minister of Finance Regulation number 101/PMK.010/2016. The legal sanctions for foreign citizens do not pay their salary taxes include fines, interest sanctions and increased tax sanctions. The research contribution is to raise new scientific discipline for more comprehensive regulation of foreign taxpayers
    corecore