75 research outputs found

    NILAI DESAIN ACUAN SAMBUNGAN KAYU GESER GANDA DENGAN PAKU BERPELAT SISI BAJA AKIBAT BEBAN UNI-AKSIAL TEKAN MENURUT BERBAGAI ANALISIS PENDEKATAN

    No full text
    The purposes of this research are to know the influence of woods specific gravity and nail diameter to reference design value in double shear timber connections with steel side plates nail on four species of Indonesian commercial wood according to various approximation analysis. Analysis is done to four values and it is compared with other research that has been done. This research result from testing which have done by Ziannita (2009) referred as approach of A; result of research of Sadiyo and Sriyanto (2009) and Mansur (2009) referred as approach of B; values referring at literature referred as approach of C and compressive-joint total load divided by nail amount and factor of safety referred as approach of D (Sadiyo and Sriyanto, 2009 and Mansur, 2009). Joint done by using four species of Indonesian commercial wood which is meranti merah (Shorea leprosula), mabang (Shorea pachyphylla), kempas (Koompassia malaccensis) and bangkirai (Shorea laevifolia). Nails that applied in this research are nail with diameter of 4.1 mm length of 10 cm, nail with diameter of 5.2 mm length of 12.5 cm and nail with diameter of 5.5 mm length of 15 cm. The calculation of this research is done according to National Design Specification for Wood Construction-2005. Analysis results indicate that wood specific gravity influence the strength of connection, excelsior wood specific gravity will produce high strength of connection also. This can be influenced by mechanical properties from wood such as maximum crushing strength. Bangkirai have higher specific gravity than three others wood but result approach of D shows that the connections assess reference design value which is lower compared with two other woods (kempas and mabang wood). Then, the bigger on nail diameter brings bigger strength of connection also, but this thing depends on the conditions from nail and quality of nail materials. Key words: compression loading, double shear connections, nail, reference design value, steel side plates

    Meningkatkan Kemampuan Siswa SLTP dalam Mengemukakan Pendapat dalam Mata Pelajaran PPKn

    No full text
    This classroom action research (CAR) aimed to improve students' ability in expressing their opinion in the PPKn class. It involved 96 students of the SLTP I Malang. The cycle model was implemented in this CAR. This study was able to improve students' ability in expressing their opinion. It enriched learning materials by utilizing school environment, textbooks, current events or issues, and strategies maximizing multimethods and multimedia use. The CAR improved the students' ability qualitatively and quantitatively

    PENINGKATAN AKTIVITAS WARGA SEKOLAH DAN PRESTASI SEKOLAH MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM JUM�AT BERSIH DI SMP KABUPATEN PATI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: 1. Meningkatkan aktivitas warga sekolah dengan program Jumat Bersih untuk menuju sekolah adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan. 2. Meningkatkan prestasi sekolah adiwiyata dengan program Jumat Bersih untuk menjadi sekolah yang berpridikat adiwiyata yang lebih tinggi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan menggunakan metade pengumpulan data secara: dokumentasi dan ekperimen, yang dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Mei 2015. Obyek penelitiannya adalah sekolah sekabupaten Pati khususnya SMP Negeri 8 Pati, SMP Negeri 7 Pati, dan SMP Negeri Gembong. SMP ini diambil karena dari data hasil supervisi awal menunjukan hasil yang kurang baik Nilai aktivitas dan prestasi sekolah pada siklus I maupun siklus II diambil dengan intrumen dari BLH Pati. Hasil pengolahan data. Baik siklus I dan siklus II yang masing masing sudah melaksanakan program Jumat Bersih dengan hasil sebagai berikut: siklus I nilai aktiviatas warga sekolah, SMP N 8 : 72,7. SMP N 7 : 75, dan SMP N Gembong 59. Sedang nilai prestasi sekolah adiwiyata , SMP N 8 :71,5. SMP N 7 : 60,75. SMP N Gembong : 55. Pada siklus II nilai aktiviatas warga sekolah, SMP N 8 : 81. SMP N 7 : 79,5, dan SMP N Gembong 63. Sedang nilai prestasi sekolah adiwiyata , SMP N 8 :74,5. SMP N 7 : 72,25. SMP N Gembong : 67,75. Secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, penerapan program Jumat Bersih untuk sekolah menuju sekolah adiwiyata secara umum mengalami kenaikan sebagai berikut: Untuk aktivitas warga sekolah SMP N 8 sebesar 8,3 atau 11,4%. SMP N 7 sebesar 3,5 atau 4,6 % dan SMP N Gembong sebesar 3,4 atau 5,7 %. sedangkan untuk prestasi sekolah adiwiyata , SMP N 8 sebesar 3,0 atau 4,1%. SMP N 7 sebesar 12,5 atau 2,05 % dan SMP N Gembong sebesar 11,25 atau 2,05 %. Dibandingkan dengan kondisi awal.</jats:p

    Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Kompetensi

    No full text
    Globalization era affects educational fields. A change in the 1994 curriculum is needed. The civic education curriculum should emphasize quality education through the achievement of basic competency, national standard and professional services to produce graduates who are religious, healthty, civilized, well-behaved, hard-working, knowledgeable, high-technology-masters and dedicated to the nation. The curriculum mission developed can increase the instructional implementation by developing reference, instructional guidance and educational infrastructure, develop a basic comptency to increase the educational quality, and develop curriculum diversification and decentralisatio

    Sumbangan Pendidikan dalam Pembangunan Demokrasi

    No full text
    Education is capable of constructing consciousness and providing knowledge of citizens role in a democratic society. Every citizen, including students, should have a political attitude and ability to take part in a political process. A school is in charge of providing students with the ability to play their role as citizens in a democratic society. Civics education implemented through indoctrination has to be substituted with one given through dialogs based on portofolio to provide democratic expererience for students at school

    Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Kompetensi

    No full text
    Globalization era affects educational fields. A change in the 1994 curriculum is needed. The civic education curriculum should emphasize quality education through the achievement of basic competency, national standard and professional services to produce graduates who are religious, healthty, civilized, well-behaved, hard-working, knowledgeable, high-technology-masters and dedicated to the nation. The curriculum mission developed can increase the instructional implementation by developing reference, instructional guidance and educational infrastructure, develop a basic comptency to increase the educational quality, and develop curriculum diversification and decentralisatio

    Pelaksanaan Hak-hak Asasi Manusia Menurut UUD 1945

    No full text

    Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Komponen Kayu pada Kapal Pelayaran Rakyat Pekalongan, Jawa Tengah

    No full text
    Kapal pelayaran rakyat merupakan layanan transportasi laut tradisional yang secara umum terdiri dari lambung, dek, lunas, transom dan rumah-rumah. Penelitian mengidentifikasi jenis dan sifat fisis-mekanis komponen kayu serta faktor aman kapal pelayaran rakyat menggunakan standar pengujian BS-373: 1957. Kapal pada bagian dek menggunakan kayu bangkirai sedangkan bagian lunas, transom, dan lambung menggunakan kayu merbau. Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat fisis kayu bangkirai dan merbau meliputi kadar air masing-masing sebesar 20.05 % dan 15.64 %. Kerapatan masing-masing sebesar 1.07 g/cm3 dan 0.93 g/cm3, dan berat jenis sebesar 0.90 dan 0.81. Sifat mekanis kayu bangkirai dan merbau meliputi kekerasan kayu masing-masing sebesar 765 kg/cm2 dan 682 kg/cm2, kekuatan tekan sejajar serat sebesar 664 kg/cm2 dan 604 kg/cm2, kekuatan tekan tegak lurus sebesar 49.69 kg/cm2 dan 37.45 kg/cm2. Kekakuan lentur (MOE) masing-masing sebesar 202090 kg/cm2 dan 161867 kg/cm2. Kekuatan lentur (MOR) sebesar 1581 kg/cm2 dan 1418 kg/cm2. Merujuk pada ASTM D245-2005 faktor aman kayu minimal sebesar 2.25 untuk kayu konstruksi sedangkan hasil perhitungan faktor aman kapal berdasarkan pendekatan berat total kapal sebesar 5.4 sehingga kapal aman dalam berlayar

    Karakteristik Nilai Kuat Tumpu Baut pada Kayu Meranti Merah (Shorea spp.) dan Merbau (Intsia spp.) menurut Beberapa Diameter Baut dan Arah Pembebanan Serat Kayu

    No full text
    Kekuatan tumpu baut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan sambungan kayu dalam menahan beban pada konstruksi bangunan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekuatan tumpu baut menggunakan tiga ukuran diameter baut dengan arah pembebanan serat kayu pada jenis kayu (meranti merah dan merbau). Pengujian yang dilakukan terdiri atas sifat fisis, sifat mekanis, dan kuat tumpu baut dengan bentuk ukuran telah dimodifikasi yang mengacu pada standar BS-373 (1957) dan ASTM D 5764-97a (Reapproved 2002). Hasil penelitian menunjukan bahwa kayu merbau memiliki nilai kuat tekan sejajar dan tegak lurus serat serta kuat tumpu baut lebih besar dibandingkan kayu meranti merah. Faktor yang mempengaruhi kuat tumpu baut adalah jenis kayu, diameter baut, dan arah pembebanan. Ukuran diameter baut memberikan pengaruh yang nyata terhadap kuat tumpu baut dimana terdapat kecenderungan diameter baut yang semakin besar akan mengakibatkan nilai kekuatan tumpu baut semakin menurun

    Kajian Sifat Fisis dan Mekanis Panel Cross Laminated Timber Kayu Manii (Maesopsis eminii Engl.) Menggunakan Perekat Isosianat

    No full text
    Cross Laminated Timber (CLT) adalah produk rekayasa kayu yang disusun bersilangan antar lamina biasanya direkat dengan perekat atau paku. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan sifat fisis dan mekanis panel CLT Kayu Manii (Maesopsis eminii Engl.) lapisan 2 dan 4 yang dibuat dengan orientasi sudut 45⁰ dan 90⁰ terhadap serat lapisan permukaan. Panel CLT dibuat dengan ketebalan 15 cm sebanyak lima lapis dari papan yang berukuran 3 cm x 13 cm x 200 cm. Perekat yang digunakan adalah perekat isosianat dengan berat labur 280 g/m². Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisis (kadar air, kerapatan, kembang susut, dan delaminasi) dan sifat mekanis (keteguhan rekat dan uji dinding geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan orientasi sudut lamina penyusun sangat berpengaruh dalam uji dinding geser. Hasil uji dinding geser menginformasikan bahwa kekakuan dinding geser panel CLT 90⁰ dua kali lebih besar dibandingkan CLT 45⁰ namun berbanding terbalik pada kekuatannya, dimana panel CLT 45⁰ lebih kuat dibandingkan CLT 90⁰
    corecore