1,721,099 research outputs found
DIALEKTIKA ISLAM DALAM MANTRA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur Mantra Jawa dan relevansi Mantra sebagai kearifan lokal dalam kaitannya dengan agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan lokasi di Solo Raya termasuk Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, dan Sragen. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif, seperti reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Mantra Jawa memiliki tiga jenis struktur, yaitu: (1) yang ideal, (2) acak, dan (3) tidak stabil. Struktur ideal Mantra Jawa Mantra dibagi menjadi tiga bagian utama, seperti: kepala, tubuh, dan kaki. Struktur Mantra ditutupi dengan rumus mistis, magis, mitologi, suara, diksi, dan imajinasi. Wacana nilai Islam telah sangat dominan dalam bahasa Mantra. Zat bahasa Arab juga dilekatkan dalam teks Mantra dan menghasilkan bentuk karakteristik khusus yang baru. Kondisi ini telah membuat karakter tertentu dari teks Mantra, seperti sintesis antara Jawa dan budaya Islam di satu kombinasi dan dari tradisi lain yaitu budaya Jawa. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Mantra milik orang Jawa secara bebas dapat diartikan sebagai metode atau konsep diungkapkan dengan kata-kata dan itu menegaskan bahwa Mantra memiliki kekuatan yang tak terlihat dan juga telah dibuat sebagai penetrasi pemecahan masalah kehidupan.
This considerable study aims to explain the structure of Javanese Mantra and the relevancy of Mantra as a local wisdom in its relation with Islamic religion. This study is using the descriptive qualitative approach using the certain locations in Solo Raya including Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, and Sragen. The technique of analysis used in this study is interactive analysis, such as the data reduction, data display, and the conclusion. The result of the study has shown that the Javanese people Mantra has three types of structure, they are: (1) ideal, (2) random, and (3) unstable. The ideal structure of Javanese people Mantra was divided into three main parts, such as: the head, the body, and the leg. The structure of Mantra was covered by the mystical formula, magical, mythological, the sound, the diction, and the imagination. The discourse of Islamic value has been extremely dominant in the language of Mantra. The Arabic language substances also embedded in the text of Mantra and performed the new specific characteristic form. This condition has made the specific character of Mantra’s text, such as the synthesis between the Javanese and Islamic culture in the one combination of Javanese cultural tradition. Based on this study, it can be concluded that the Mantra belongs to the Javanese freely can be interpreted as a method or the concept expressed by the words and it was confirmed that Mantra has the invisible power and also it has been made as the penetration to solving the problems life
THE LANGUAGE USAGE IN THE DISCOURSE OF FRIDAY PREACHING IN JAVA, INDONESIA
Tulisan ini hendak menjelaskan karakteristik khutbah Jum’at dalam perspektifsosio-pragmatik dan budaya Jawa. Data tulisan ini diambil secara purposifdari khutbah Jum’at di daearh Surakarta, Jawa Tengah. Dalammengumpulkan data, penulis menggunakan teknik rekaman. Konteks sosialkomponen tutur digunakan sebagai alat analisis. Dengan menggunakandelapan komponen ujaran (Setting, Participants, Ends, Act, Keys,Instrumentalities, Norms, dan Genre) menurut Dell Hymes, tulisan inimencakup karakteristik tertentu. Berbeda dengan lainnya, khutbah Jum’atmemiliki aturannya tersendiri, meskipun dalam banyak hal dipengaruhi olehkhatibnya. Khatib memiliki otoritas penuh dalam menyampaikan khutbahJum’at dengan gaya bahasanya sendiri walaupun sesungguhnya ia haruspatuh pada aturan yang berlaku
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS NARASIMAHASISWA ASINGDI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Indonesian Language Teaching for Foreign Learners (BIPA) aims to improve the
language skills of foreign students in Indonesia, including at the Sebelas Maret University.
Therefore, learning must consist of four language skills, namely listening, speaking, reading,
and writing. Based on some of the problems above, the use of cooperative learning Student
Teams Achievement Divisions (STAD) in which the working group will prioritize the
individual's responsibility but still developed. The research was conducted at the Class of
Academic 1 BIPA UPT2B UNS total 15 foreign students and its object is learning to write
narratives based on experience. This research shaped the Classroom Action Research is a
form of reflective inquiry conducted in partnership on specific social situations to improve the
rationality and justice. Based on the analysis it can be concluded that there is an increase in
quality of the learning process. The improvement can be seen from several indicators, namely (1) an increase in interest in students for learning, (2) an increase in student activity during
learning, and (3)an increase in cooperation during the learning. The second conclusion is
that there is an increase in learning outcomes. It can be seen from the increase in the value
obtained from the students and the value reaches the specified standard
WACANA KHOTBAH JUMAT DI KOTA SURAKARTA (SEBUAH KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)
Penelitian tentang khotbah Jumat ini bertujuan untuk menjelaskan 1) struktur wacana, 2)
pemilihan dan pengolahan topik, 3) bentuk dan fungsi kode dan alih kode, 4) wujud tindak
tutur, dan 5) karakteristik bahasa dan istilah-istilah khusus.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Penelitian ini bersifat kontekstual dengan mempertimbangan komponen tutur. Tindak tutur
berdasarkan teori Kreidler dan karakteristik bahasa berdasarkan teori Dell Hymes. Data diambil
berdasarkan keterwakilan wilayah di Kota Surakarta dan keberadaan lingkungan masjid.
Berdasarkan hasil analisis dan pemaparan data-data yang ditemukan dalam wacana
khotbah Jumat dapat disimpulkankan sebagai berikut: 1) Khotbah Jumat termasuk
wacana lisan yang mempunyai struktur wacana teratur dan khas; strukturnya terdiri dua bagian
wacana yang membangun satu wacana, 2) Pengolahan topik dalam khotbah Jumat dapat berupa
pengutipan, penceritaan, pemanfaatan ungkapan populer, 3) Bentuk kode dan alih kode yang
dominan dalam khotbah Jumat adalah dari bahasa Arab, Indonesia, Jawa, dan Inggris; bahasa
Indonesia dominan karena data yang digunakan adalah khotbah Jumat dengan pengantar
bahasa Indonesia dan bahasa Arab pemakaiannya dominan karena khotbah Jumat merupakan
salah satu ibadah dalam agama Islam, 4) Tuturan khotbah Jumat terdapat semua wujud tindak
tutur; tindak tutur direktif yang paling dominan, dan 5) Banyak istilah-istilah yang muncul
dalam khotbah Jumat. Hal ini bertolak dari keberadaan khotbah Jumat sebagai sebuah register
atau pemakaian bahasa dalam bidang tertentu.
Kata kunci: wacana, khotbah Jumat, Kota Surakarta, dan sosiopragmatik
Aspek budaya dalam buku ajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah menyajkan aspek budaya dalam buku ajar BIPA di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan, pertama materi tentang sistem religi dan upacara keagamaan meliputi tempat beribadah, tokoh agama, perlengkapan keagamaan, kegiatan keagamaan, dan sistem kepercayaan. Kedua, materi tentang sistem dan organisasi kemasyarakatan meliputi sistem kekerabatan, struktur sosial masyarakat Indonesia, sistem hukum, dan sistem perkawinan. Ketiga, materi tentang sistem pengetahuan penduduk Indonesia meliputi pengetahuan tentang jamu, pengetahuan tentang layang-layang, pengetahuan tentang pakaian tradisional, pengetahuan tentang makanan dan minuman, pengetahuan tentang perkawinan dan pengetahuan tentang musim. Keempat, materi tentang perilaku sosial berbahasa masyarakat Indonesia meliputi pengungkapan canda, penyebutan gelar, pertanyaan-pertanyaan pribadi, ungkapan-ungkapan khusus, dan komunikasi dalam keluarga. Kelima, materi tentang sistem kesenian Indonesia meliputi seni gerak, seni rupa, dan seni suara. Keenam, materi tentang sistem mata pencaharian penduduk Indonesia meliputi tenaga pengajar, penjual, penarik becak, tukang pijat, resepsionis penginapan, petani dan perawat. Ketujuh, materi tentang sistem teknologi dan peralatan hidup masyarakat Indonesia meliputi aspek peralatan dan teknologi
- …
