282 research outputs found

    Fenomena Kehidupan Paguyuban Tunggul Sabdo Jati di Gunung Srandil Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap

    No full text
    ABSTRAKPaguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan sebuah aliran kejawen yang berkembang sejak seratus tahun yang lalu di Gunung Srandil, pengikutnya telah tersebar di seluruh Indonesia. Dahulu di Gunung Srandil merupakan tempat bersemedi orang-orang sakti, hingga pada malam Minggu Wage di Bulan Sura turulah  wahyu kepada Kaki Tunggul Sabdo Jati dan kemudian wahyu tersebut disebarkan kepada para pengikutnya. Sejak saat itulah Paguyuban Tunggul Sabdo Jati semakin berkembang dan ajarannya semakin meluas, hingga pengikutnya juga bertambah.Alasan orang-orang untuk menjadi pengikut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena di Paguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan tempatnya orang-orang sakti yang melakukan semedi di Gunung Srandil, selain itu ajaran di paguyuban ini berupa tata cara jawa yang menentramkan hati, sehingga para pengikutnya merasa tenang ketika menjadi . Gunung Srandil dan roh-roh yang mendiaminya merupakan tempat yang sakral, dan semua itu diwujudkan dengan berbagai ritual. Ritual yang dilakukan meliputi tiga kegiatan yaitu penghormatan kepada leluhur, pemberi nasehat oleh sesepuh, dan pemberkahan.Kata Kunci : Kejawen, Ritual, Pengikut, Paguyuban Tunggul Sabdo Jati

    Perlindungan Hukum Terhadap Penumpang dalam Kecelakaan Penerbangan Akibat Cacat Produk Pesawat Udara (Studi kasus: Putusan Nomor 256/PDT.G/2009/PN.JKT.PST.)/ oleh Sabarina Chris Sabdo

    No full text
    abstrak (A) Nama : Sabarina Chris Sabdo (NIM : 205070033). (B) Judul Skripsi : Perlindungan Hukum Terhadap Penumpang dalam Kecelakaan Penerbangan Akibat Cacat Produk Pesawat Udara (Studi kasus: Putusan Nomor 256/PDT.G/2009/PN.JKT.PST.). (C) Halaman : 92 (D) Kata Kunci : Perlindungan hukum penumpang, cacat produk pesawat udara. (E) Isi : Jasa penerbangan merupakan salah satu sarana mobilitas masyarakat dalam melakukan aktifitasnya untuk jarak yang jauh namun dengan waktu yang relatif lebih singkat. Dalam dunia penerbangan terdapat dua pelaku usaha yang memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing , bagi produsen pesawat udara tentunya harus bertanggung jawab atas produk yang telah diproduksinya, sedangkan bagi maskapai penerbangan memiliki tanggung jawab atas pelayanannya. Melihat contoh kasus kecelakaan yang terjadi pada pesawat Mandala Airlines B 737-200 dengan nomor penerbangan RI-091 yang mengangkut 117 orang jurusan Medan-Jakarta. Bagaimana pengaturan perlindungan hukum di Indonesia terhadap penumpang pesawat udara yang menderita kerugian akibat cacat produk dalam kasus Saiful Bahri,dkk melawan The Boeing Company, serta mengenai penyelesaian pembayaran ganti kerugian terhadap penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat udara akibat cacat produk? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif ditambah hasil wawancara. Berdasarkan data penelitian yang ada, ketentuan mengenai Tanggung Jawab produk masih mengacu kepada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penyelesaian ganti kerugian terhadap penumpang, selain mengacu kepada Undang-Undang terkait, dapat juga mengacu kepada teori tanggung jawab produk (product liability), dan teori ganti kerugian. Mengingat kedudukan konsumen yang lemah dan seringkali dirugikan, sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan undang-undang yang mengatur secara khusus mengenai tanggung jawab produk, demi memberikan jaminan kepastian hukum bagi konsumen, khususnya pengguna jasa penerbangan di Indonesia. (F) Acuan : 39 (1980-2011). (G) Pembimbing : Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.M. (H) Penulis : Sabarina Chris Sabdo

    TARI SABDO PALON NOYO GENGGONG KARYA TRUBUS DI SANGGAR AMONG ROSO NGARGOYOSO, KARANGANYAR

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang tari Sabdo Palon Noyo Genggong Karya Trubus yang di dalamnya menyangkut pembentukan dan perkembangan tari Sabdo Palon Noyo Genggong yang diakibatkan oleh perubahan sosial, ekonomi masyarakat Dusun Puton. Pembentukan tari Sabdo Palon Noyo Genggong adanya festival dalam rangka penggalian potensi Seni Tradisional. Perkembangan tari Sabdo Palon Noyo Genggong pada setiap pementasannya, merupakan pemicu perubahan yang terjadi dalam sajian pertunjukan diantaranya vokabuler gerak, pola lantai, rias busana, urutan sajian, properti, musik tari, waktu dan tempat pertunjukan. Tari Sabdo Palon Noyo Genggong menarik untuk diteliti karena di dalamnya terdapat fenomena yaitu koreografer tari Sabdo Palon Noyo Genggong bukan berlatar belakang tari, juga karya tari baru yang mengangkat sebuah cerita peninggalan Majapahit. Dengan demikian dalam permasalahan dirumuskan sebagai berikut: bagaimana pembentukan tari Sabdo Palon Noyo Genggong karya Trubus di Sanggar Among Roso dan bagaimana perkembangan tari Sabdo Palon Noyo Genggong karya Trubus di Sanggar Among Roso. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang permasalahan yang muncul dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi dan teori- teori yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Adapun buku yang digunakan meliputi Pertumbuhan Seni Pertunjukan oleh Edy Sedyawati, Diklat Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari oleh Soedarsono, Etnologi tari bali oleh Prof. I Made Bandem. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif maka dalam sajian data berupa data deskriptif analisis yaitu memberikan gambaran dan memaparkan data-data yang diperoleh serta mendeskripsikan karya baik dalam bentuk tulisan atau gambar yang di paparkan secara sistematis. Tahap pengumpulan data penelitian meliputi observasi, wawancara dan studi pustaka dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang pembentukan tari Sabdo Palon Noyo Genggong, deskripsi bentuk tari Sabdo Palon Noyo Genggong, perkembangan tari Sabdo Palon Noyo Genggong. Kata kunci: Pembentukan, Sanggar Among Roso, Perkembangan tari Sabdo Palon Noyo Genggon

    STRUKTUR BENTUK KOMPOSISI DAN AKULTURASI MUSIK TERBANG BIOLA SABDO RAHAYU DESA PEKIRINGAN, KECAMATAN TALANG, KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Terbang Biola Sabdo Rahayu Desa Pekiringan,Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal merupakan kesenian yang lahir dari masyarakat pendukungnya, kesederhanaan penampilannya  menjadi cirri-khas. Terbang Biola merupakan hasil kreatif  daribentuk kesenian  rebana yang ditambahkan instrumen musik biola, gambang, seruling, kecrek (marakas), dan kentongan. Masalah yang diangkat dalam penelitianadalah bagaimana struktur bentuk komposisi musik Terbang Biola Sabdo Rahayu dan akulturasi musik yang terjadi dalam musik Terbang Biola Sabdo Rahayu.  Metode penelitian pendekataninterdisiplin.Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen.Teknikanalisis data yang diterapkan adalah isi teks dan konteks.Hasil analisa data, wawancara, observasi, dan studi dokumen selanjutnya dicocokan dengan menggunakan triangulasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan kesenian bentuk musik campuran musik vokal dan musik instrumental.Bentuk komposisi musik didalamnya mencakup notasi, tanda kunci, melodi, ritme, harmoni, tempo, dinamik, tangga nada, dan ekspresi.Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan  kesenian akulturasiberdasarkan instrumen musik yang digunakan yaitu, rebana (Arab), biola (Eropa), dan  gambang (Jawa)

    Ciri khas gending - gendhing Ki Narto Sabdo: kajian musikologi karawitan

    No full text
    Kajian ini dimaksudkan untuk memberi klasifikasi tentang gendhing-gendhing Ki Narto Sabdo kepada musisi sekarang dan generasi berikutnya yaitu dengan menjawab sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dirangkum dalam rumusan permasalahan dalam penelitian ini yakni mengenai ciri khas gendhing-gendhing Ki Narto Sabdo, latar belakang penciptaan dan pengaruhnya terhadap penciptaan gendhing0gendhing sekarang

    KIPRAH KI MARIBAN SABDO WIYONO DALAM PENGEMBANGAN WAYANG KULIT DI KABUPATEN KEDIRI (2005-2019)

    No full text
    Wayang kulit merupakan suatu bentuk pergelaran seni tradisional Nusantara, khususnya Pulau Jawa, yang mempunyai ciri khas, selain sebagai hiburan, juga sebagai sarana syiar Islam kepada masyarakat. Kesenian Wayang kulit ini turut dikembangkan oleh seorang dalang yang bernama Ki Mariban Sabdo Wiyono, dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ia terkenal dengan julukan “Dalang Dakwah”, dikarenakan latar belakang pendidikannya yang berasal dari pondok pesantren. Dalam setiap pementasan, ia senantiasa menyisipkan ajaran filosofis yang sarat ajaran Islam, dengan menggunakan bahasa pedalangan Jawa yang relatif mudah dipahami disertai guyonan ringan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran umum masyarakat Kediri, profil, pementasan wayang kulit sebagai sarana dakwah, serta upaya yang dilakukan oleh Ki Mariban Sabdo Wiyono dalam pengembangan dan pelestarian wayang kulit. Penelitian ini menggunakan konsep kiprah, budaya, dan dakwah untuk mengetahui apa saja kiprah serta upaya yang dilaksanakan dalam rangka penyebaran dakwah di ranah budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan biografi. Pendekatan sosiologi berfungsi untuk membantu peneliti dalam memahami hubungan sosial yang terjadi antara Ki Mariban Sabdo Wiyono dengan masyarakat Kediri pada umumnya. Pendekatan biografi bertujuan untuk membantu peneliti dalam memahami latar belakang kehidupan tokoh Ki Mariban Sabdo Wiyono. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan empat prosedur, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian mengemukakan bahwa: Pertama, Ki Mariban Sabdo Wiyono merupakan salah seorang tokoh seniman yang bukan berasal dari keturunan dalang. Kedua, Ki Mariban Sabdo Wiyono adalah dalang mucuki dan menarasikan makna filosofis Islami dalam adegan “njantur gunungan”. Ketiga, Ki Mariban Sabdo Wiyono melakukan beberapa upaya dalam pengembangan dan pelestarian wayang kulit

    Etika sosial dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo

    No full text
    Gending merupakan salah satu kesenian yang dilahirkan dari kebudayaan Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan yang diciptakan oleh kreativitas seniman, salah satunya dalah Ki Narto Sabdo. Nilai-nilai itu adalah kerukunan dan terbinanya sikap hormat agar tetap lestari. Dalam khazanah peradaban Jawa, hubungan rukun dan hormat tak sebatas hubungan antar manusia, namun hubungannya dengan alam semesta dan Tuhan sangat terjalin dan mempengaruhi cara pandang orang Jawa. Ki Narto Sabdo merupakan salah satu dalang yang paling berpengaruh di Indonesia. Sebagai seorang dalang yang menyandang gelar “Ki” dalam tatanan sosial Jawa beliau dianggap sebagai orang yang memiliki ilmu kebijaksanaan tinggi. Dalam perjalanannya kariernya, gending-gending Ki Narto tak hanya dipengaruhi oleh kisah-kisah pewayangan dan serat-serat Jawa Kuno, namun banyak pula dipengaruhi oleh situasi politik pembangunan era Presiden Soeharto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nilai-nilai filosofi etika sosial dan pengaruh situasi sosial-politik dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan pendekatan deskriptif-analisis untuk menemukan kandungan makna dalam teks dan simbol yang terdapat dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo

    Ramalan Ghaib Sabdo Palon Noyo Genggong

    No full text
    Buku ini berisi ulasan kejatuhan Majapahit yang diulas secara sistematis, integral & komprehensif yaitu konflik sosial politik pada awal konsilidasi kesultanan Demak Bintoro dibawah pimpinan Raden Fatah versus Prabu Brawijaya (ayahandanya) yang digulingkan dari tahtanya kekuasaan Kraton Majapahit. Raden Patah dibantu oleh para wali. Dari sinilah muncul kisah ramalan sabdo Palon dan Noyo Genggong

    GAYA BAHASA SINDIRAN PADA NOVEL SABDO CINTA ANGON KASIH KARYA SUJIWO TEJO

    No full text
    Dalam analisis sebuah karya sastra terdapat kritik sosial dengan mengungkapkan makna sebaliknya, kalimat yang digunakan untuk memahami gaya bahasa yang mengandung ungkapan sindiran. Dari problematika ini dalam penggunaan bahasa sindiran perlu ditelaah, guna untuk mengetahui seberapa banyak gaya bahasa sindiran yang digunakan dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk Gaya Bahasa Sindiran yang terdapat dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo yang terbit pada tahun 2018.Metode dalam penelitian ini yang digunakan adalah metode dekriptif kualitatif. Data dalam peneltian ini menggunakan kata, frasa, maupun kalimat yang terdapat dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah kalimat yang terdapat pada novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik mencatat, mempelajari, dan meneliti yang dikumpulkan berupa kutipan bahasa sindiran. Adapun teknik untuk analisis data pada penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data kalimat bahasa sindiran yang di analisis dengan membaca, menyalin data, mengidentifikasi data, penyalinan kartu data, dan menganalisis dengan menggunakan kartu data. Penelitian ini terdapat dua pokok bahasan yang mengacu pada 6 bentuk gaya bahasa sindiran dan 2 fungsi gaya bahasa sindiran sehingga ditemukan adanya 50 kutipan bahasa sindiran dalam novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo, gaya bahasa sindiran Ironi berjumlah 9 data, gaya bahasa sindiran Sinisme berjumlah 7 data, gaya bahasa sindiran Sarkasme berjumlah 10 data, gaya bahasa sindiran Satire berjumlah 10 data, gaya bahasa sindiran Inuuede berjumlah 6 data, gaya bahasa sindiran Antifrasis berjumlah 8 data. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sebuah masukan bagi pembaca agar lebih santun dalam menyampaikan sesuatu. Kata Kunci : Gaya Bahasa Sindiran, Novel Sabdo Cinta Angon Kasih karya Sujiwo Tejo
    corecore