18 research outputs found
Bentuk, Fungsi dan Makna Ragam Bahasa dalam Jejaring Sosial Media Instagram @diskonsolo
Abstrak. Variasi dan fungsi ragam bahasa ada kalanya digunakan sebagai bagian daristrategi komunikasi pemasaran. Tak dapat dipungkiri, bahwasannya masyarakat khususnya para remaja lebih menyukai menggunakan dua bahasa secara seimbang. Sejauh diikuti oleh kesadaran konteks dan tetap menjunjung tinggi bahasa pemersatu, bahasa Indonesia sebagai tidak akan mengalami pergeseran bahasa yang kemudian menyebabkan kepunahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kulatitaif, dalam penelitian kualitatif data yang dihasilkan adalah data deskriptif berupa lisan atau tulisan. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bawa ditemukan terdapat 20 data Bentuk variasi bahasa, 2 Fungsi variasi bahasa dan Makna Variasi Bahasa yakni makna konotatif dan makna denotatif.Kata kunci: bentuk, fungsi, makna, variasi bahasa
Peran Aktif Remaja dalam Memakmurkan Masjid Al-Fath di Desa Losari Kabupaten Karangayar Jawa Tengah
Masjid ini merupakan pusat kebudayaan Islam tertua. Dalam Islam, masjid merupakan simbol dan sarana perkembangan Islam yang sangat diperlukan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah sehari-hari, namun iuga menjadi tempat kegiatan pendidikan islam informal bagi masyarakat sekitar. Agar masjid dapat berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan fungsi masjid yang ada agar dapat dijadikan sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat setempat dan bermuara pada pembentukan keimanan dan karakter masyarakat. Meskipun masjid telah dijadikan sebagai tempat pendidikan Islam bagi generasi muda oleh para pengurus masjid, namun hasil yang dicapai masih belum optimal, dan sebagian remaja di liingkungan Masjid Al-Fath menunjukkan bahwa mereka kurang aktif mengikuti kelas-kelas Islam di dalam masjid. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk melakukan penelitian mengenai upaya peningkatan fungsi Masjid Al-Fath sebagai tempat pendidikan Islam bagi generasi muda di desa Losari, berdasarkan permasalahan di atas. Dalam penelitian ini, dalam pengumpulan data-data yang diperlukan, metode wawancara digunakan sebagai metode utama, metode observasi dan dokumentasi digunakan sebagai metode pendukung, dan penulis menggunakan metode induktif untuk menarik kesimpulan dari permasalahan khusus ke permasalahan umum
Bentuk, Fungsi dan Makna Ragam Bahasa dalam Jejaring Sosial Media Instagram @diskonsolo
Abstrak. Variasi dan fungsi ragam bahasa ada kalanya digunakan sebagai bagian daristrategi komunikasi pemasaran. Tak dapat dipungkiri, bahwasannya masyarakat khususnya para remaja lebih menyukai menggunakan dua bahasa secara seimbang. Sejauh diikuti oleh kesadaran konteks dan tetap menjunjung tinggi bahasa pemersatu, bahasa Indonesia sebagai tidak akan mengalami pergeseran bahasa yang kemudian menyebabkan kepunahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kulatitaif, dalam penelitian kualitatif data yang dihasilkan adalah data deskriptif berupa lisan atau tulisan. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bawa ditemukan terdapat 20 data Bentuk variasi bahasa, 2 Fungsi variasi bahasa dan Makna Variasi Bahasa yakni makna konotatif dan makna denotatif.Kata kunci: bentuk, fungsi, makna, variasi bahasa
Tindak Tutur Ekspresif Pada Kolom Komentar Akun YouTube Ngaji Filsafat
Artikel ini mengkaji mengenai tindak tutur ekspresif. Tujuan dari artikel ini (1) menunjukkan bentuk tuturan ekspresif pada kolom komantar YouTube Ngaji Filsafat, (2) mendeksripsikan maksud dari tuturan ekspresif pada kolom komentar YouTube Ngaji Filsafat. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh dengan penjabaran dan rinci. Dalam data yang diperoleh yaitu dengan mengamati tindak tutur ekspresif pada kolom komentar YouTube Ngaji Filsafat , dengan teknik simak dan teknik catat. Teknik simak yaitu dengan melihat langsung kolon komentar akun YouTube Ngaji Filsafat, setelah itu menggunakan teknik catat untuk menuliskan data-data yang telah ditemukan. Kesimpulan (1) data yang diperoleh yaitu sebanyak 30 data yang mencakup bentuk tindak tutur ekspresif terima kasih, memuji dan mengkritik. Perincian hasil dan pembahasan yaitu netizen yang menggunakan ungkapan terima kasih ada 13 data, memuji ada 11 data dan mengkritik dan 6 data. (2) maksud dari tindak tutur ekspresif berterima kasih mempunyai maksud netizen merasa senang dan mengucapkan syukur setelah menyaksikan video pada akun YouTube Ngaji Filsafat. Maksud dari tindak tutur ekspresif memuji netizen mengungkapkan rasa bahagia saat menyaksikan video, ungkapan disampaikan melalui bentuk apresiasi. Fungsi tuturan memuji sebagai bentuk rasa menghormati. Serta maksud dari tindak tutur ekspresif mengkritik menguraikan atau menilai baik dan buruknya mengenai video setelah menyaksikannya.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Karangan Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus Bayat Klaten
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan tata bahasa pada karya tulis siswa kelas enam Program Khusus Bayat SD Muhammadiyah Klaten. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Siswa kelas enam Program Khusus Bayat SD Muhammadiyah memberikan karya tulis berupa kata atau frasa yang merupakan sumber materi penelitian. Sumber data penelitian ini adalah materi karangan yang diserahkan siswa untuk tugasnya. Informasi dikumpulkan menggunakan alat uji, terutama yang dapat menggubah musik bertema pesta. Untuk mengidentifikasi kesalahan dalam tulisan siswa, peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan lima belas teks, beberapa di antaranya merupakan hasil karya siswa sendiri. Setelah itu, kami mengolah dan menganalisis pesan-pesan tersebut. Observasi dan pencatatan merupakan beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Sementara itu, selama proses analisis data, data dikategorikan menurut jenis kesalahannya. Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas enam SD Muhammadiyah Program Khusus Bayat, Klaten melakukan total dua puluh satu kesalahan fonologis—termasuk tujuh kesalahan huruf kapital, empat kesalahan huruf miring, lima kesalahan penonjolan partikel, dan lima kesalahan fonem—serta lima belas kesalahan ejaan, lima kesalahan tanda hubung, lima kesalahan titik, sembilan kesalahan bidang morfologi, enam kesalahan preposisi, dan tiga kesalahan reduplikasi atau pembentukan ulang dalam karangan mereka. 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS TEKS EKSPLANASI PADA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 3 KARANGANYAR
The purpose of this study is to use a problem-based learning paradigm to help students at SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar who have difficulty with the subject matter to compose an explanatory text. Qualitative descriptive method was used for this research. Teachers and students of grade 11 SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar were interviewed for this study. The data of this research include: teachers plan problem-based learning models in the form of lesson plans in accordance with the curriculum; a teacher applies a problem-based learning model according to the syntax; a teacher encountered a problem when using a problem-based learning model to ask students to write an explanatory text.
Keywords: implementation, problem-based learning, explanatory textTujuan dari penelitian ini adalah menggunakan paradigma pembelajaran berbasis masalah untuk membantu siswa di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar yang mengalami kesulitan dengan materi pelajaran untuk menyusun teks eksplanasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk penelitian ini. Guru dan siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar diwawancarai untuk penelitian ini. Data penelitian ini antara lain: guru merencanakan model pembelajaran berbasis masalah dalam bentuk RPP sesuai dengan kurikulum; seorang guru menerapkan model pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan sintaks; seorang guru menemui kendala ketika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah untuk meminta siswa menulis teks eksplanasi.
Kata Kunci: implementasi, pembelajaran berbasis masalah, teks eksplanas
ACRONYMS IN TITLE WRITING OF STUDENT CREATIVITY PROGRAMS 2018
The writing of the Student Creativity Program (SCP) titles has its appeal and uniqueness. One of which can be seen in the process of forming words in the form of acronyms. This article aims to describe the process and results of the formation of acronyms on the writing of SCP titles funded in 2018. This research is a qualitative descriptive study. This research data are in the form of words, phrases, clauses, and sentences in the SCP titles. The source of research data is the SCP titles from 5 fields in 2018. Data collection uses observation and note-taking techniques. The method of data analysis is the constituent analysis method and its expansion techniques, namely techniques of removing, inserting, replacing, and expanding. The data validity test uses theory triangulation. The results show that the formation of acronyms produced five forms of acronyms on the writing of the SCP titles, namely acronyms derived from two words, three words, four words, five words, and more than five words. Three acronym formation processes are found, namely using the initial letters of words, using syllables or fragments of words, and using mixes of initial letters of words and syllables or fragments of words
Salam Pendidikan Karakter dalam Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari
Sastra menjadi pemikat pikiran dan perasaan setiap pembaca bahkan penulis merangkai hasil ciptaan dari gagasan melalui sebuah karya sastra tulisan. Penelitian ini yang berjudul Salam Pendidikan karakter Dalam Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari yang membahas tentang kehidupan sosial seseorang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan adalah pendekatan pragmatik dan pendekatan objektif, kedua pendekatan tersebut beranggapan karya sastra sebagai struktur yang otonom mengarahkan pada analisa karya sastra dan memperlihatkan tujuan penerima pembaca terhadap karya sastra. Jenis metode yang dipakai adalah penelitian deskripsi kualitatif, metode dengan menganalisis secara sosial dan memberi gambaran keadaan. Hasil tujuan penelitian dapat dibajarkan melalui ketiga aspek pengetahuan dengan unsur intrinsik, nilai-nilai Pendidikan dan analisis struktur teletak pada cerita pendek Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Sesudah menganalisis sumber data sebagai petunjuk, dapat mengetahui bahwa cerpen ini ialah memberikan motivasi dan inspirasi. Dengan membaca cerpen senyum karyamin memberikan suatu pelajaran betuk kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi suatu cobaan. Cerpen senyum karyamin ini menggambarkan kehidupan sosial dengan nilai sosial, norma sosial serta menasihatkan bahwa menjadi manusia harus kuat, sabar, ikhlas, serta setia dalam melalui ujian yang dihadapi dalam hidup.  Kata kunci: cerpen, unsur intrinsik dan nilai Pendidikan. Literature captivates the thoughts and feelings of every reader, even the author composes the creation of ideas through a written literary work. This study, entitled Salam Character Education in the Karyamin Smile Short Story by Ahmad Tohari, discusses one's social life. The approach used in this study is a pragmatic approachh and an objective research both approaches assume that literary works as an autonomous structure lead to the analysis of literary works and show the purpose of the reader's acceptance of literary works. The type of method used is qualitative descriptive research, a method by analyzing socially and giving an overview of the situation. The results of the research objectives can be explained through the three aspects of knowledge with intrinsic elements, educational values and analysis of teletactic structures in the short story Smile Karyamin by Ahmad Tohari. After analyzing the data sources as a guide, it can be seen that this short story is to provide motivation and inspiration. By reading the short story, Karyamin's smile provides a lesson in the form of patience and sincerity in facing an ordeal. This short story of Karyamin's smile describes social life with social values, social norms and advises that being a human being must be strong, patient, sincere, and faithful in going through the tests faced in life. Keywords: short story, intrinsic elements and educational value
Analisis Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014
Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bentuk pengintegrasian pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI MAN 2 Surakarta tahun 2013/2014 dan 2) mengidentifikasi kendala-kendala yang
menghalangi terwujudnya pengintegrasian tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitiankualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan metode observasi partisipatif, wawancara. dan dokumentasi. Data-data yang terkumpul dianalisis
secara interaktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hasil. 1) Bentuk pengintegrasian pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa
Indonesia di MAN 2 Surakarta dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. a) Bentuk perencanaan pembelajaran kecakapan hidup di kelas XI
MAN 2 Surakarta dikembangkan sesuai dengan kompetensi dasar (KD). Indikator telah memuat berbagai kecakapan sesuai KD. Penanaman nilai karakter
direncanakan dalam setiap KD. b) Bentuk pelaksanaan pembelajaran kecakapan
hidup di kelas XI MAN 2 Surakarta menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual karena pembelajaran berpusat kepada peserta didik dan selalu menghubungkan materi ajar dengan pengalaman peserta didik. Metode pembelajaran di kelas XI MAN 2 Surakarta menggunakan metode tanya jawab, inkuiri, pemodelan, latihan keterampilan, dan ceramah. Metode pembelajaran tersebut juga merupakan komponen pembelajaran kontekstual. c) Penilaian kecakapan hidup di kelas XI MAN 2 Surakarta cenderung menggunakan penilaian kelas. Bentuk penilaian kelas yang berbasis kecakapan hidup menggunakan
penilaian unjuk kerja, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian tertulis.
Bentuk penilaian disesuaikan kompetensi/kecakapan yang diukur. 2) Kendala
pengintegrasian pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa
Indonesia di MAN 2 Surakarta meliputi sarana prasarana, finansial, dan sumber
daya manusia. a) Sarana prasarana yang menjadi kendala adalah tidak adanya lab.
khusus bahasa Indonesia, ruang pementasan drama, serta kurangnya alat-alat pendukung pembelajaran. b) Masalah finansial yang menjadi kendala adalah kemampuan ekonomi peserta didik yang terbatas. c) Sumber daya manusia yang
menjadi kendalan antara lain: pelatihan terhadap guru kurang instensif; kurang kreatifnya guru menggunakan alat peraga; guru kurang memperhatiakan keinginan siswa; peserta didik yang bandel dan sulit diatur; serta peserta didik yang kurang motivasi belajar dan kurang memahami pentingnya pembelajaran kecakapan hidup
Analisis Perbedaan Tindak Tutur Ilokusi Bahasa Opini Pada Lima Surat Kabar Di Indonesia Edisi 25 September - 01 Oktober 2014
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data berupa lima surat kabar di Indonesia, meliputi surat kabar Kompas, Media Indonesia, Tempo, Republika, dan Seputar Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata,
ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam bahasa opini pada lima surat kabar di Indonesia. Penelitian ini dalam mengumpulkan data menggunakan teknik simak dan catat. Kedua teknik tersebut dipadukan guna memperoleh data-data yang
sesuai dengan arah penelitian. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu, teknik lanjutan berupa teknik daya pilah referensial, teknik ortografis, dan teknik translasional. Teknik translasional digunakan untuk mendeskripsikan perbedaan tindak tutur ilokusi bahasa opini, teknik ortografis digunakan untuk mengidentifikasi
narasumber. Adapun teknik daya pilah referensial digunakan untuk mengidentifikasi bentuk tindak tutur ilokusi pada lima surat kabar di Indonesia. Metode penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode
penyajian informal. Hasil penelitian mencakup tiga rumusan masalah, pertama bentuk tindak tutur ilokusi ditemukan dengan jumlah 105 tindak tutur, meliputi tindak tutur ilokusi representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. Kedua, perbedaan tindak tutur ilokusi. Ketiga, identifikasi narasumber berjumlah 74 data, dikaji dari aspek penggunaan bahasa, penyajian opini, penggunaan
istilah-istilah bahasa, penggunaan gambar karikatur, dan isi artikel opini
