1,722,267 research outputs found
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY RUMAH MAKAN SUMINAR NGAWI
2011. Work of this thesis explores the concept of design Corporate
identity Suminar Restaurant. Suminar Restaurant this is a business
that specializes in food service that provides a variety of dishes
made from carp and some other fish species, and position itself as a
seller of food products. Corporate Identity of Suminar Restaurant
them to produce works of design promotional items such as logo
creation Restaurants Suminar, X-banners, Roundtag, Miniboard,
posters, various restaurant equipment and merchandise Suminar
Restaurant. In conjunction with efforts to promote the Restaurant
Suminar to the community, in addition to the creation of a logo
design and promotion, in this thesis is described in five chapters
and appendices of the introductory chapter, the identification data,
the design concept promotional Restaurant Suminar, as well as the
concluding chapter and appendix containing printout works of
desig
Kajian tentang pemberian otonomi khusus bagi propinsi Papua berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 / oleh Ratna Suminar
abstrak A. Nama : Ratna Suminar. B. Kajian Tentang Pemberian Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua Berdasarkan Undang-undang No. 21 Tahun 2001. C. viii + 88 halaman + lampiran. D. Kata Kunci : Otonomi Khusus Di Propinsi Papua. E. Isi : Reformasi terjadi karena perubahan dan pembaruan yang berdimensi restrukturisasi, revitalisasi dan refungsionalisasi, namun reformasi di banyak daerah sering menimbulkan masalah sehingga banyak daerah yang menuntut haknya untuk mengatur urusan daerah sendiri. Bagaimana implementasi Undang-undang No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua dalam pelaksanaannya?Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Data penelitian memperlihatkan dengan diberikannya otonomi khusus kepada Papua misalnya dalam soal pendapatan. Pendapatan terbesar di propinsi Papua didapat dari hasil MIGAS (minyak dan gas). Sementara daerah lain penghasil MIGAS juga mendapat sebesar 15 % sedangkan Papua mendapat 70 % dari MIGAS. Kemudian satu lagi yang menjadikan Papua sangat luar biasa bila dibandingkan dengan daerah lain dan juga tidak dipunyai oleh daerah lain adalah adanya dana Otonomi Khusus sebesar 2 % dari Dana Alokasi Umum (DAU), kalau sekarang Dana Alokasi Umumnya sebesar 150 trilyun dan Papua dapat dana Otonomi Khusus sebesar 2 % dari Dana Alokasi Umum (DAU) tiap tahun. Tiap tahun Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut meningkat. Dana Alokasi Umum (DAU) sendiri sering diistilahkan sebagai dana abadi yang diberikan kepada rakyat Papua.Selain itu Papua mempunyai Majelis Rakyat Papua disamping mempunyai DRPD atau DPRP.Pemasukan sumber daya alam propinsi terhadap APBN sangat besar. Namun pada kenyataannya masyarakat Papua merasa hanya dieksploitasi secara ekonomi oleh pemerintah pusat dimana penerimaan khusus dalam rangka pelaksanaan otonomi khusus yang besarnya setara 2 % dari plafon DAU nasional belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Papua.Dana untuk pelayanan dasar berupa pendidikan dan kesehatan serta perhatian khusus pada daerah-daerah tertinggal belum memadai.Ketidakadilan ini menyebabkan timbulnya masalah sehingga pelaksanaan otonomi khusus tidak berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh rakyat Papua.Sebaiknya pemerintah segera merevisi ulang Undang-undang No. 21 Tahun 2001 untuk disesuaikan dengan Undang-undang No. 32 Tahun 2004. dan harus mendengarkan aspirasi dari rakyat Papua. F. Daftar Acuan : 29 (1962-2005). G. Pembimbing : DR . Dwi Andayani, B.S., S.H., M.H. H. Penulis : Ratna suminar
AJEN-AJEN FEMINIS DINA NOVEL SUMINAR KARANGAN ANNA MUSTIKAATI
Ajén-ajén Féminis dina Novel Suminar Karangan Anna Mustikaati adalah Judul skripsi dalam penelitian ini. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai feminis yang terkandung dalam novel tersebut, dengan menggunakan metode deskriptif analitik dan tehnik analisis tekstual feminis. Stereotip mengenai kaum perempuan yang terpinggirkan, direndahkan, dan dinomorduakan, tidak hanya menjadi perdebatan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi dalam teks sastra pun kaum perempuan mengalami hal tersebut. Stereotip perempuan yang inferior sering menjadi bahan yang diperbincangkan dalam khasanah sastra, hususnya pada novel-novel Sunda. Oleh karenanya, yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah novel Suminar karangan Anna Mustikaati. Kemandirian tokoh Suminar dan beberapa tokoh perempuan lainnya yang dihadirkan dalam novel ini, menjadi menarik untuk dikaji melalui teori feminis. Nilai-nilai feminis dalam penelitian ini terbagi ke dalam nilai negatif dan positif. Nilai negatif ditunjukkan melalui ketidakadilan-ketidakadilan gender pada lima tokoh perempuan, sedangkan nilai positifnya, ditunjukkan melalui kefeminisan tokoh Suminar dan sebagian tokoh perempuan lainnya. Dari kelima tokoh yang mengalami ketidakadilan gender tersebut, bisa disimpulkan bahwa mereka telah direndahkan, terpinggirkan, dan dinomorduakan oleh laki-laki. Bersamaan dengan tokoh Suminar, ketiga tokoh dari lima tokoh tersebut berhasil menunjukkan nilai kefeminisan dan kemandiriannya dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan. Begitu juga dengan tokoh Suminar, dirinya mampu mendobrak stereotip perempuan yang selama ini dianggap inferior. Nilai kefeminisan tokoh Suminar ditunjukkan melalui perjuangan, keberanian, dan kemandiriannya dengan cara menjadi wartawati. Suminar mampu mensejajarkan kedudukannya dengan laki-laki di wilayah publik. Sosok feminis, namun tidak melupakan takdirnya sebagai perempuan. Suminar mampu membuktikan pada masyarakat, bahwa kaum perempuan pun—kedudukannya—bisa sejajar dengan kaum laki-laki. Dengan demikian, kaum perempuan tidak hanya menjadi Ibu rumah tangga yang terikat oleh stereotip perempuan yang inferior (dapur, sumur, kasur)
Optimalisasi Pemasaran Industri Kreatif Batik Suminar Dalam Meningkatkan Daya Saing (Studi Kasus Pada UMKM Home Industry Joglo Suminar Batik Kabupaten Kediri)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh home industry Joglo Suminar Batik yang proses pemasarannya masih dilakukan secara sederhana, yaitu promosi dari mulut ke mulut dan kurang memanfaatkan teknologi informasi sehingga daya saing produk kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggali informasi mengenai : (1) optimalisasi pemasaran yang diterapkan home industry Joglo Suminar Batik dalam meningkatkan daya saing, (2) faktor pendukung dan penghambat pemasaran yang diterapkan home industry Joglo Suminar Batik dalam meningkatkan daya saing. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Strategi Generik dari Michael E. Porter. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini ialah Dra. Hj. Suminarwati Sundoro selaku pemilik home industry Joglo Suminar Batik, karyawan dan konsumen Batik Suminar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini antara lain (1) optimalisasi pemasaran yang diterapkan home industry Joglo Suminar Batik dalam meningkatkan daya saing dengan menggunakan strategi bauran pemasaran (marketing mix) menurut Kotler dan Amstrong yakni strategi produk, harga, tempat/distribusi, dan promosi. (2) faktor pendukung diantaranya memiliki motif ciri khas, memiliki konsumen setia dari batik desain khusus, memiliki banyak relasi dengan pihak pemerintah dan swasta, produk Batik Suminar sering dibuat sponsor dan kerjasama, aktif mengikuti event, adanya masukan dari konsumen dan faktor penghambatnya yakni sumber daya manusia terbatas, cuaca yang tidak menentu sehingga menghambat produksi dan belum memanfaatkan platform online shop
Perkembangan Motif Batik Suminar Sebagai Upaya Membangun Identitas Daerah Kediri Tahun 1992-2004
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap salah satu batik khususnya Batik yang ada di Kabupaten Kediri yaitu batik Suminar. Perkembangan batik Suminar yang berawal tahun 1992 sampai sekarang tergolong memuaskan. Pada awal pembuatan pada tahun 1992 batik Suminar belum menghasilkan motif, baru tahun 2004 menghasilkan motif yaitu Simpang Lima Gumul yang bertemakan budaya. Pada tahun 2005 motif-motif lain dihasilkan yang bertemakan tumbuhan dan budaya dan hingga sekarang, batik yang dihasilkan mencapai 115 motif.
Respon masyarakat Kediri dengan hadirnya batik Suminar ini disambut dengan bangga. Secara tidak langsung dengan hadirnya batik Suminar ini membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Kediri, sehingga membantu perekonomian masyarakat Kediri.
Penelitian ini menjawab rumusan masalah bagaimana perkembangan batik Suminar tahun 1992-2014 sebagai identitas Kediri, apa saja macam-macam motif batik Suminar.. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik (mengumpulkan data), kritik, (melakukan uji validitas sumber yang telah didapat dalam proses heuristik), interpretasi (penafsiran terhadap sumber yang diperoleh), historiografi, (menyajikan hasil penelitian dalam suatu bentuk tulisan).
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, batik Suminar memiliki motif yang berkaitan dengan alam dan sosial Kediri serta mampu menjadi identitas daerah bagi masyarakat Kediri.
Kata Kunci: Batik Suminar, identitas daerah 
DISKRIMINASI TUMRAP WANITA SAJRONE NOVEL SUMINAR ANGGITANE TIWIEK SA
ABSTRAK
Novel Suminar iki nggambarake ngenani panguripane wanita ing kulawarga Jawa kang kaprabawan patriarki. Sistem budaya patriarki kang luwih nengenake dominansine priya ing sawernane aspek panguripan, mligine bebrayan minangka kalodhangan nuwuhake diskriminasi. Tumindak diskriminasi kang kagambar sajrone novel Suminar iki arupa tumindak deksiya utawa kekerasan. Panliten iki nggunakake tintingan feminisme kang mujudake panliten kualitatif deskriptif. Metode deskriptif digunakake kanggo ngrembug uga ngandharake gegambarane tumindak diskriminasi sajrone novel Suminar anggitane Tiwiek SA. Analisis dhata kang digunakake ing panliten iki yaiku deskriptif analitik. Teori kang digunakake kanggo nganalisis data yaiku teori feminisme woman as reader kang ngandharake citra lan stereotif utawa pandhangan negatif tumprap wanita sajrone sastra.
Asile panliten iki nuduhake lan nggambarake manawa wanita asring kena tumindak diskriminasi. Paraga wanita sajrone novel Suminar katilik saka perane ing masyarakat nggambarake peran minangka wanita tradhisional. Wanita kang nduweni peran tradhisional nduweni potensi kang gedhe nandang tumindak diskriminasi tinimbang wanita kang nduweni peran minangka wanita mandhiri. Wujude tumindak diskriminasi sajrone panliten iki yaiku kekerasan psikis lan penelantaran. Kekesan psikis arupa tradhisi jejodhoan kang weneh wewatean tumprap wanita milih calon jodhone uga arupa omongan kasar lan pungkasane penelantaran. Dene tumindake wanita kanggo mungkasi tumindak diskriminasi sajrone novel iki yaiku sing sepisan makarya lan kaping pindhone ningkatake intelektualitase.
Tembung Wigati : feminisme, diskriminasi, tumindak deksiya lan wanit
DISKRIMINASI GENDER PADA KUMPULAN CERPEN PARABAN TUAH KARYA ELOK TEJA SUMINAR
This study aims to describe the form of language gender discrimination experienced by the characters in the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar. and the impact of gender discrimination in the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar.. The formulation of the problem in this study is (1) how the form of discrimination in the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar., (2) How the impact of gender discrimination in the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar.
The method used is a descriptive method using the approach of feminism. The source of data in this study is the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar. Data in the form of pieces of stories, paragraphs in the short story Paraban Tuah by Elok Teja Suminar. Data collection techniques performed with documentation. Data analysis technique is done with the following steps. First, what researchers do is read, and carefully record the novel. Second, the exposure of data from quotations obtained from the short story. Third, the conclusion as an answer to all problems in the study.
The results of the study found a form of gender discrimination, namely (1) marginalization (marginalization) female figures are expected to leave their education because women are looked down upon and prohibited from continuing education. (2) the subordination (numbering) of women is made to satisfy lust, take care of Home Affairs and men who have arbitrary power over women. (3) negative stereotypes of women are labeled to take care of domestic or domestic affairs (4) violence occurs physical violence such as beatings, rape, sexual abuse and psychological violence such as threats. The impact of gender discrimination is (1) women's education is limited by their right to school due to patriarchal culture. (2) women's health is depressed leading to murder, throwing away her own baby, mental and psychological disorders
. Study Tentang Motif Batik pada Rumah Industri “Joglo Suminar Batik” Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri
ABSTRAK Avroditha, Bitari Saskia Ererra. 2016. Study Tentang Motif Batik pada Rumah Industri “Joglo Suminar Batik” Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd (II) Ike Ratnawati, S. Pd. M.Pd Kata Kunci: Motif Batik, Joglo Suminar Batik, Kediri. Saat ini batik merupakan bagian dari kebudayaan yang sudah populer bagi masyarakat Indonesia.“Joglo Suminar Batik” berdiri sejak 1984 oleh Dra. Suminarwati Sundoro. Penelitian dilakukan di rumah industri batik tersebut, karena rumah industri batik tersebut pertama di Kediri yang mengangkat icon-icon tema motif Kabupaten Kediri yang tidak dimiliki oleh daerah lain dan telah diakui oleh pemerintah. Keunikan lain yaitu titik-titik Bolleches pada batiknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan latar belakang dan visualisasi dari motif batik pada rumah industri “Joglo Suminar Batik”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data mengenai latar belakang dan visualisasi motif batik pada rumah industi “Joglo Suminar Batik”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data untuk menjaga keabsahan data. Motif yang terdapat di Joglo Suminar Batik adalah motif batik Brambang Sekoto, Fenomena Kelud Erupsi, Garuda Muka Teratai Mekar, Kediri Lagi, Kuda Lumping, Mangga Podang, Sekar Jagad Kelud, dan motif Simpang Lima Gumul. Latar belakang motif berdasarkan ide dari lingkungan tempat tinggal perajin sendiri. Motif batik tersebut dibuat berdasarkan beberapa faktor, antara lain: (1) keinginan perajin memperkenalkan potensi daerahnya, (2) keinginan memperkaya ragam motif yang dibuat, (3) keinginan melestarikan warisan tradisi, (4) ingin menyampaikan pesan melalui karya: dan (5) berdasarkan pesanan. Sedangkan Visualisasi motif batik pada karya perajin, ditemukan tema motif golongan, antara lain: (1) motif hias tumbuhan, (2) motif hias pemandangan, (3) motif hias hewan (4.) motif hias geometris. Motif batik pada rumah industri “Joglo Suminar Batik” memiliki bagian-bagian motif yang berbeda sebagian besar memiliki bagian- bagian yang lengkap mulai dari ornamen utama dan ornamen tambahan, serta isen-isen motif. Serta sebagian besar motif memunculkan Bolleches. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam dunia pendidikan formal maupun non formal berkaitan dengan latar belakang ide terinspirasi dari daerah lingkungan sekitar untuk diperkenalkan serta memahami visualisasi motif batik khas mengangkat tema potensi daerah. Penelitian ini mencakup wawasan mengenai visualisasi motif batik diharapkan memerikan sumbangsih berupa wawasan dan pengetahuan mengembangkan batik, khususnya batik Kediri untuk kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat mendapatkan informasi dan mempelajari serta diharapkan dimasa kini dan akan datang turut serta melestarikan hasil kebudayaan batik di Indonesia
Higher Education Books
Materi ini disampaikan pada Workshop Penulisan Buku Ajar dan Buku Referensi Bidang Sosial yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Medan Area dengan tema Menulis adalah Mengikuti Jejak Pemahaman. Adapun pembicara pada workshop ini adalah Suminar Setiati Achmadi dari Institut Pertanian Bogor pada sesi 1 tanggal 31 agustus 2020 dan Jaka Sriyana dari UII Yogyakarta pada sesi II di tanggal 5 September 2020.This material was delivered at the Workshop on Writing Textbooks and Reference Books in the Social Sector organized by the Institute for Research and Community Service at the University of Medan Area with the theme Writing is Following the Path of Understanding. The speakers at this workshop were Suminar Setiati Achmadi from the Bogor Agricultural Institute on session 1 on August 31, 2020 and Jaka Sriyana from UII Yogyakarta in session II on September 5, 2020
Study Tentang Motif Batik pada Rumah Industri “Joglo Suminar Batik” Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri
ABSTRAK Avroditha, Bitari Saskia Ererra. 2016. Study Tentang Motif Batik pada Rumah Industri “Joglo Suminar Batik” Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd (II) Ike Ratnawati, S. Pd. M.Pd Kata Kunci: Motif Batik, Joglo Suminar Batik, Kediri. Saat ini batik merupakan bagian dari kebudayaan yang sudah populer bagi masyarakat Indonesia.“Joglo Suminar Batik” berdiri sejak 1984 oleh Dra. Suminarwati Sundoro. Penelitian dilakukan di rumah industri batik tersebut, karena rumah industri batik tersebut pertama di Kediri yang mengangkat icon-icon tema motif Kabupaten Kediri yang tidak dimiliki oleh daerah lain dan telah diakui oleh pemerintah. Keunikan lain yaitu titik-titik Bolleches pada batiknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan latar belakang dan visualisasi dari motif batik pada rumah industri “Joglo Suminar Batik”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data mengenai latar belakang dan visualisasi motif batik pada rumah industi “Joglo Suminar Batik”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan trianggulasi sumber data untuk menjaga keabsahan data. Motif yang terdapat di Joglo Suminar Batik adalah motif batik Brambang Sekoto, Fenomena Kelud Erupsi, Garuda Muka Teratai Mekar, Kediri Lagi, Kuda Lumping, Mangga Podang, Sekar Jagad Kelud, dan motif Simpang Lima Gumul. Latar belakang motif berdasarkan ide dari lingkungan tempat tinggal perajin sendiri. Motif batik tersebut dibuat berdasarkan beberapa faktor, antara lain: (1) keinginan perajin memperkenalkan potensi daerahnya, (2) keinginan memperkaya ragam motif yang dibuat, (3) keinginan melestarikan warisan tradisi, (4) ingin menyampaikan pesan melalui karya: dan (5) berdasarkan pesanan. Sedangkan Visualisasi motif batik pada karya perajin, ditemukan tema motif golongan, antara lain: (1) motif hias tumbuhan, (2) motif hias pemandangan, (3) motif hias hewan (4.) motif hias geometris. Motif batik pada rumah industri “Joglo Suminar Batik” memiliki bagian-bagian motif yang berbeda sebagian besar memiliki bagian- bagian yang lengkap mulai dari ornamen utama dan ornamen tambahan, serta isen-isen motif. Serta sebagian besar motif memunculkan Bolleches. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam dunia pendidikan formal maupun non formal berkaitan dengan latar belakang ide terinspirasi dari daerah lingkungan sekitar untuk diperkenalkan serta memahami visualisasi motif batik khas mengangkat tema potensi daerah. Penelitian ini mencakup wawasan mengenai visualisasi motif batik diharapkan memerikan sumbangsih berupa wawasan dan pengetahuan mengembangkan batik, khususnya batik Kediri untuk kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat mendapatkan informasi dan mempelajari serta diharapkan dimasa kini dan akan datang turut serta melestarikan hasil kebudayaan batik di Indonesia. ABSTRACT Avroditha, Bitari Saskia Ererra. 2016. Study About Batik at Home Industry "Joglo Suminar Batik" Sekoto Village, District Badas, Kediri. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd (II) Ike Ratnawati, S. Pd. M.Pd Key Words: Motif, Batik, Joglo Suminar Batik, Kediri. Currently batik is part of a culture that has been popular for the people of Indonesia. "Joglo Suminar Batik" established since 1984 by Dra. Suminarwati Sundoro. The study was conducted at the home of the batik industry, because the batik industry's first home in Kediri that raised the icon theme motif Kediri not shared by other regions and has been recognized by the government. Another great feature that points Bolleches on batik. The purpose of this study to describe the background and the visualization of the motif in the home industry "Joglo Suminar Batik". This study used a qualitative descriptive study design, in the form of data on background exposure and visualization of the motif in the home industry, "Joglo Suminar Batik". The data collection is done by observation and interview techniques. Data analysis stage started from the data reduction step, exposure data and drawing conclusions. Then do the triangulation of data sources to maintain the validity of the data. A motif found in Joglo Suminar Batik is a batik motif Brambang Sekoto, Kelud eruption phenomenon, Garuda Front Lotus Blossom, Kediri Again, Kuda Lumping, Mango Podang, Sekar Jagad Kelud, and motives Simpang Lima Gumul. The background motif is based on the idea of neighborhood artisans themselves. The particular pattern is created based on several factors, among others: (1) the desire artisans introduced their potentials, (2) wishes to broaden the variety of motifs that are made, (3) the desire to preserve the heritage, (4) wanted to convey a message through the work: and (5 ) order. While Visualization motif on the work of craftsmen, found motif theme groups, among others: (1) motif ornamental plants, (2) motif ornamental scenery, (3) ornamental motifs of animals (4) geometric decorative motifs. Batik motif on home industry "Joglo Suminar Batik" has sections of different motives most have complete sections from the main and additional ornamentation ornaments, as well as isen motif. As well as most of the motives raises Bolleches. The results of this study are expected to be used in the world of formal and non formal education with regard to the background of an inspired idea from the area surrounding environment to be introduced and understand the visualization batik motifs with the theme of regional potential. This research includes insights into the visualization motif specifies the expected contribution in the form of insight and knowledge to develop batik, especially batik Kediri to the students, the students, and the community to get information and learn as well as expected in the present and will come to participate preserve the cultural output of batik in Indonesia
- …
