118 research outputs found

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA UD BAHAN BANGUNAN MUTIA JAYA DI PALEMBANG

    No full text
    Sistem Informasi Akuntansi Persediaan yang diterapkan oleh UD Bahan Bangunan Mutia Jaya adalah sistem manual sehingga menyebabkan pimpinan belum maksimal memperoleh informasi persediaan dan sulit melakukan pengendalian internal. Tujuan dilaksanakannya penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perancangan sistem informasi akuntansi persediaan pada UD Bahan Bangunan Mutia Jaya. Proses perancangan sistem informasi akuntansi persediaan berbasis Visual Basic for Application (VBA) in Microsoft Excel menggunakan metode pengembangan sistem "Waterfall" yang dimulai dari analisis sistem, mendesain, implementasi, dan uji coba sebelum aplikasi diterapkan oleh UD Bahan Bangunan Mutia Jaya untuk digunakan dalam kegiatan operasional usaha. Analisis kelayakan dilakukan untuk mengetahui ketersediaan fasilitas dan pengguna. Aplikasi persediaan memiliki tampilan yang sederhana sehingga memudahkan dalam pemrosesan dan pengolahan data agar dapat terhindar atau mengurangi kesalahan saat meng-input data sehingga pencatatan, penilaian, dan pelaporan persediaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien

    TAFSIR AYAT SUCI LENYEPANEUN (Penafsiran Moh. E. Hasim tentang Syirk)

    No full text
    Salah satu bukti kekayaan intelektual hasil dari asimilasi antara Islam dan budaya Sunda yaitu melahirkan tafsi>r al-Qur’a>n berbahasa Sunda. Salah satu kita>b tafsi>r lokal yang ada di tatar Sunda adalah Tafsi>r Ayat Suci Lenyepaneun. Tafsi>r ini ditulis oleh seorang sastrawan Sunda yang bernama Moh. Emon Hasim pada tahun 1989 lengkap 30 juz. Kajian tafsi>r lokal biasanya memiliki ciri khas masing-masing yang disebabkan oleh keterpengaruhan mufassir dengan lingkungannya. Hal ini yang menjadi alasan penulis mengkaji salah satu tafsi>r lokal yang ada di Sunda. Kajian utama dalam skripsi ini adalah membahas tentang penafsiran Moh. E. Hasim tentang ayat-ayat syirk dan bagaimana Hasim mengkontekstualisasikan penafsirannya terhadap realita masyarakat yang dihadapi pada saat itu. Dalam hal ini penulis menyertakan beberapa contoh ayat-ayat syirk beserta penafsirannya. Selain itu penelitian ini juga memaparkan tentang riwayat Moh. E. Hasim dan seluk beluk kita>b Tafsi>r Ayat Suci Lenyepaneun. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa salah satu latar belakang lahirnya Tafsi>r Ayat Suci Lenyepaneun ini adalah karena kegelisahan Moh. E. Hasim terhadap kondisi umat khususnya Jawa Barat yang mengalami stagnasi pemikiran dan menyebabkan rentan dimasuki oleh unsur bid’ah dan perbuatan syirk. Metode penafsiran yang digunakan Moh. E. Hasim dalam Tafsi>r Ayat Suci Lenyepaneun ini adalah metode Tah li>li> (analitis). Hasim menyajikan penafsirannya secara runtut sesuai dengan mushaf Usma>ni dan bercorak al-adabi al-ijtima>’i>. Penafsirannya menitikberatkan pada penjelasan yang kontekstual sebagai cerminan dinamika sosial keagamaan masyarakat sekitarnya. Adapun konsep syirk menurut Moh. E. Hasim tidak jauh berbeda dengan konsep syirk menurut ulama lainnya. Hasim mengatakan bahwa syirk adalah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun. Seseorang yang mempunyai keyakinan bahwa ada kekuasaan, sakti, wajib disembah, dapat memberikan keselamatan, dan dapat mencegah bahaya selain Allah dia termasuk kepada golongan kufrusysyirk. Seperti orang yang menyembah kepada Allah namun meminta pertolongan kepada berhala, berdo‟a kepada Allah namun meminta perlindungan kepada macam-macam benda pusaka atau siluman. Hasim seringkali menyebutkan nama-nama yang menjadi objek sesembahan di kalangan masyarakat seperti benda pusaka atau para siluman. Hasim mengecam perilaku syirk, beliau megatakan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan musyrik dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang paling celaka, karena syirk merupakan dosa yang paling besar. Orang yang melakukan perbuatan syirk segala amal ibadahnya tidak akan diterima dan menjadi ahli neraka selamanya

    Kesantunan Berbahasa dalam Novel Teman Imaji Karya Mutia Prawitasari: Kajian Pragmatik

    No full text
    AbstractIn literary works such as novels there are various aspects that attract the reader and make the reader enjoy it. The politeness aspect will be useful to help the reader in understanding the contents of the novel. In this study, the author examines the literary work of Teman Imaji's novel by Mutia Prawitasari which is analyzed in terms of the language approach, especially pragmatics, namely the theory of politeness principles. This paper aims to find out what politeness principles of language are contained in the novel of Teman Imaji by Mutia Prawitasari. The type of research used in this study is the literature. The texts examined in this study are in the form of literary novels, namely the novel Teman Imaji by Mutia Prawitasari. The method used in studying the novel Teman Imaji by Mutia Prawitasari is a descriptive analytic method. The results can be seen that in the novel there are several maxims which indicate the principle of language modesty. The maxims include wisdom maxim, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy maxim.Keywords: Novel, politeness of languag

    Coils of Mortal Flesh

    No full text
    The diverse voices in the poems in this collection are unified in the single voice of the omnipresent persona who appears to be searching for a collective voice, some kind of order or rhythm that would impose meaning to life. Reading the poems constitutes an individual journey. This poetic journey from Awakening that takes the reader to Moonlight Spells and Wreaths and leads her/him through Laments to the Epilogue is a continuous movement in the search for humanity's existence. As a metaphor of self-discovery, the poetic quest is both an expression of, and a search for mankind's elusive self-that single, unbroken umbilical cord that is firmly rooted in the African experience and identity. Ba'bila Mutia teaches oral and written literatures, creative writing, advanced writing and research methodology, at the University of Yaound? I. His poetry and short stories have been featured in anthologies and reviews worldwide, and his work has been broadcast on the BBC. In June of 1993 Mutia was honoured by the Berlin Academy of Arts as special guest writer in an international writers' reading. He is the author of Whose Land? (Longman), Before This Time, Yesterday (Silex/Nouvelles du Sud) and 'The Miracle' in the Heinemann Book of Contemporary African Short Stories

    ANALISIS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI PADA PT SINAR BEARINDO SENTOSA PALEMBANG

    No full text
    The Internal Control Structure Analysis On Cash Receipts of Cash Sale in Sinar Bearindo Sentosa, Ltd. Palembang Mutia Silvi Aprialina, 2015 (xii + 59 pages) E-mail: [email protected] The author conducted data collection by means of observation and interviews directly to the object of research. Analysis was conducted by the author in completing this final report is in the form of an analysis of the internal control structure on cash receipts of cash sale that have been implemented enterprise. From the results of the analysis, the author found several problems which were geminating task by the cashier function, cash and credit sales invoices were not separated, did not have work guidelines, did not have a policy of hiring, and absence of checks cash receipts transactions. After analyzing the existing problems, the author gives some suggestions that can help the development of the company in the future are companies preferably separates accounting functions and cash and have a policy in reception clerks, Sinar Bearindo Sentosa, Ltd. Palembang should make cash and credit sales invoices separately, and preferably Sinar Sentosa Bearindo, Ltd. Palembang has guidelines for employees, and cash receipts transactions examination

    Pesan Edukatif Relief Cerita Sudamala pada Candi Tegawangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK Ramdhania, Dyah Mutia. 2015. Pesan Edukatif Relief Cerita Sudamala pada Candi Tegawangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati., M.Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: pesan edukatif, relief cerita, Sudamala, Candi Tegawangi. Penelitian ini dilatari oleh adanya pesan edukatif yang tersirat pada salah satu karya sastra tekstual yang juga terpahat dalam bentuk relief cerita pada beberapa bangunan suci masa Majapahit, yaitu cerita Sudamala, khususnya yang berada pada Candi Tegawangi. Pemilihan sebuah cerita sebagai karya sastra visual berupa relief terutama pada bangunan suci seperti candi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Seorang pemahat diharuskan memiliki intuisi mengenai apa saja adegan kunci yang dapat diletakkan, sekaligus mampu menyampaikan pesan edukatif yang terkandung dalam karya sastra yang dipilih dalam bentuk relief. Kidung Sudamala merupakan salah satu cerita bertema lukat yang populer pada masa Majapahit. Kepopuleran Sudamala terbukti dengan dipahatnya sastra ini pada beberapa bangunan suci dari masa Majapahit, yaitu Candi Sukuh, pendopo teras II Candi Panataran, dan Candi Tegawangi. Diantara ketiga bangunan suci dari masa Majapahit tersebut, Candi Tegawangi memiliki adegan relief cerita Sudamala paling runtut dan lengkap, serta masih menempel pada dinding candi. Berdasar dari kelengkapan adegan inilah, Candi Tegawangi dipilih untuk diteliti lebih lanjut untuk dapat mengetahui pesan edukatif yang terkandung dalam relief cerita Sudamala.Permasalahan yang diteliti adalah (1) latar belakang sejarah Candi Tegawangi, (2) latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang sejarah dibangunnya Candi Tegawangi, (2) mengetahui latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) mengetahui pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi.Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan bantuan ilmu arkeologi. Dalam penelitian ini peneliti merupakan kunci dalam menentukan keberhasilan dari penelitian. Ilmu arkeologi digunakan sebagai pembantu penelitian deskriptif karena berhubungan dengan peninggalan bersejarah berupa budaya material.Hasil penelitian ini pertama adalah Candi Tegawangi merupakan salah satu candi pendharmaan keluarga kerajaan, yaitu Bhre Matahun yang termasuk dalam golongan dharma dalm. Kedua, relief cerita Sudamala dipahat pada dinding Candi Tegawangi berkaitan erat dengan fungsi dari relief tersebut sebagai sarana penyucian jiwa, mempercepat proses dari orang yang didharmakan dalam candi tersebut mencapai moksa. Ketiga, dalam relief cerita Sudamala memiliki beberapa kandungan nilai edukatif, yaitu nilai umum yang berhubungan dengan nilai keagamaan agama Hindu yang terdiri dari karmapala, samsara, yajna (sacrifice), dharma, dan adharma. Sedangkan nilai edukatif khususnya, terdapat pada tiap panil yang terbagi menjadi dua yaitu nilai yang memiliki muatan positif yaitu nilai yang menuturkan kebajikan, serta nilai yang memiliki muatan negatif yaitu memberi contoh sesuatu yang harusnya tak dilakukan.Saran yang dapat diberikan adalah menggunakan relief cerita pada Candi Tegawangi sebagai salah satu media pembelajaran, terutama dari sisi kesejarahannya, serta menjabarkan pesan edukatif yang terkandung dalam setiap panil. Pesan yang terkandung dalam relief cerita ini bersifat universal dan tak lekang oleh waktu, sehingga dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai positif pada masyarakat maupun peserta didik sehingga dengan kebijakan dari masa lalu ini, dapat tercetak generasi muda penerus bangsa yang cerdas sekaligus bijak dalam memilih langkah ke depannya.          ABSTRACT Ramdhania, Dyah Mutia. 2015. Educative Messages of Sudamala Narrative Relief in Tegawangi Temple, Plemahan Subdistrict, Kediri Regency. Thesis, Department of History, Social Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi S.Pd., M.Hum. Keywords: educative messages, narrative relief, Sudamala, Tegawangi Temple. This reseach based on educative messages that often hides beneath textual narrative-literature which also carved into narrative relief in several sacred buildings from Majapahit era's namely Sudamala, especially the one that carved in Tegawangi Temple. The process from turning one narrative story into narrative relief in sacred buidings like temples cannot be taken lightly nor feely. The carver must have intuition about what should be the key scene they pick, and bring the educative message inside narrative text alive in their relief. Kidung Sudamala is one of many lukat themed story that gaining vast popularity in Majapahit period. This Sudamala's pouplarity proven by the fact this narrative story being carved in several different sacred buildings from Majapahit period, namely Sukuh Temple, 2nd Terrace Hall of Panataran Temple, and Tegawangi Temple. Among the three sacred buildings, Candi Tegawangi had the most complete Sudamala narrative relief that still adhered in their walls. Based on the most complete scene, Tegawangi Temple were selected for further research to bring out what kind of educative message lies beneath this narrative relief.The issues that the reseacher want to get from this reseach is, (1) the historical background of Tegawangi Temple, (2) the background of narrative relief sudamala carved in Tegawangi Tempe, and (3) what kind of educative messages lies beneath Sudamala narrative-relief in Tegawangi Temples. The purpouse of this research is (1) to know what is the historical background especially about the time this Tegawangi Temple was built, (2) to know the reason behind narrative relief Sudamala being carved in Tegawangi Temple, and (3) To know what kind of educative messages lies beneath the relief.The method that being used on this is qualitative approach, with descriptive research and help from archeology science branch. In this research the researcher are the most important key in order to make everything going on smoothly. Archeology science being used as helper to understand more because this research mostly connected to historical culture material.The result from this research divided into three, firstly one is Tegawangi Temples are one of pendharmaan from royal family member, namely Bhre Matahun, and this buildings categorized inside dharma dalm. Secondly, narrative relief of Sudamala that carved in Tegawangi Temple's wall had strong connection to the main function of that relief as medium to purify souls, fastening the people who's didharmakan inside those temples gaining moksa. Thirdly, this narrative relief had several educative value divided into common and implisit. The common one is from Hindu's teaching from karmapala, samsara, yajna, dharma, and adharma. Meanwhile the implisit value from every panel divided into two, possitive and negative one. The suggestion that can be given from researcher is to used this narrative relief as educational media, especially from historical side, also explaining every educative message lies beneath the narrative relief in every panel. The timeless beauty in this message are universal, and can be used on today society as well, so the younger generation may gaining old past wisdom as their roots while stepping forward into future

    The Concept of a Zero Runoff System (ZROS) in reducing the volume of rainwater runoff using infiltration wells at the Syiah Kuala University

    No full text
    High rainfall with a very high intensity can cause inundation. The purpose of this study was to determine the magnitude of the designed flood discharge that occurred, and the number of infiltration wells needed to reduce rainwater runoff. This research uses data of maximum 10 years of daily rainfall for observation. The results showed that the rainfall intensity for the 5 years return period was 47.24 mm/hr resulting in a design flood discharge of 2.27 m3/second. The average well water level is 5.08 cm with an average soil permeability value of 5.03 cm/hour. Infiltration wells are designed with a depth of 1.5 m with a diameter of 1.4 m. The use of wells is calculated based on 2 types, type 1 (lined well walls) and type 2 (non-lined walls) in each roof class. The total area of roof covering 15.38 ha requires ± 2.678 type 1 wells, or ±2.440 type 2 wells which can reduce rainwater runoff by 17% (type 1) or 30% (type 2) of the total flood discharge of the Syiah Kuala University.&nbsp

    Weaving circularity into the textile industry: A systemic approach to enable value creation from garment manufacturing waste in India

    No full text
    India is burdened by a variety of waste streams originating from both domestic and non-domestic sources, as a result of both production and consumption activities. The current infrastructure presents a challenge in handling these waste streams, resulting in a substantial volume of waste being mismanaged, losing value, and more concerningly, harming local communities and the environment.This project employed systemic design to explore a circular approach to this issue, namely to create value from textile waste, and how these activities may be enabled through a communication means. Cotton-based textile waste generated by first-tier garment manufacturers in India was placed as a system of interest. Through primary and secondary research, further understanding of the system was gathered. Three methods of analysis yielded insights on the stakeholders, (value creation) activities, material flow, as well as barriers and drivers of value creation. Ideas collected from creative brainstorming sessions, combined with research insights, produced potential leverage points for interventions in the system, that led to the formulation of a design direction and a future vision.An intervention in the form of an online knowledge base was conceptualised with the intent of closing knowledge gaps on circularity and the textile value chain, in order to propel informed circular actions from a system lens. It is targeted toward (potential) value creators with an existing motivation to create solutions for textile waste. The way of communicating information was built upon learnings from card sorting activities and the Three Horizons framework. Evaluation with the potential audience showed that the concept offered a valuable knowledge foundation in developing textile waste solutions. Additionally, it highlighted that more interventions would indeed be necessary to translate motivation into action. Learnings from the evaluation sessions were then incorporated into the concept iteration as well as future recommendations.This project was organised with Enviu as client partner, as part of the Putting Waste to Work project in partnership with Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Concordia Textiles, and Purfi Global.Strategic Product Desig

    Perancangan Sistem Plambing Hotel Amaris Padang

    No full text
    Hotel Amaris Padang merupakan hunian kumpulan yang terdiri dari sepuluh lantai. Kebutuhan air bersih disuplai dari PDAM Kota Padang dan sumur bor. Sistem penyediaan air bersih menggunakan sistem tangki atap dengan pengaliran secara gravitasi dan booster. Sistem penyediaan air panas menggunakan sistem sentral sirkulasi dengan pengaliran secara gravitasi dan booster. Sistem penyaluran air buangan menggunakan sistem terpisah dan pengaliran secara gravitasi. Sistem vent yang digunakan adalah vent sirkit dan vent tunggal. Sistem penyaluran air hujan menggunakan pipa tegak air hujan yang dialirkan ke saluran drainase gedung menuju riol kota. Sistem pencegahan kebakaran menggunakan sistem hidran dan sistem sprinkler tipe basah-otomatis pelayanan kelas II. Jenis pipa penyediaan air bersih adalah GIP (1 1/2 - 2 ½) inci dan PVC (1/2 - 2) inci, pipa penyediaan air panas adalah black steel (3/4 - 2) inci, pipa penyaluran air buangan dan vent adalah PVC (1 ¼ - 5) inci, pipa penyaluran air hujan adalah PVC (2 - 10) inci dan pipa pencegah kebakaran adalah black steel (1 - 4) inci. Kapasitas tangki bawah sebesar 168 m3, tangki atas sebesar 10 m3, tangki air panas sebesar 6 m3, dan tangki STP sebesar 130 m3. Pompa transmisi, booster dan sirkulasi menggunakan pompa sentrifugal. Total rencana anggaran biaya perancangan sistem plambing Hotel Amaris Padang adalah sebesar Rp 3.867.000.000,00. Kata Kunci : Sistem plambing, hunian kumpulan, pipa, tangk
    corecore