1,073 research outputs found

    Studi Pertumbuhan Dua Kultivar Manggis (Garcinia Mangostana L.) pada Berbagai Kombinasi Zpt melalui Perbanyakan In Vitro

    No full text
    Rumondang Sri Dewani Damanik, Studi Pertumbuhan Dua Kultivar Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Berbagai Kombinasi ZPT melalui Perbanyakan In Vitro. dibawah bimbingan bapak Ir. Hot Setiado, MS. sebagai Ketua dan Ibu Khairunnisa Lubis, SP.MP. sebagai Anggota. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Riset dan Teknologi, Universitas Sumatera Utara, Medan, dilaksanakan sejak bulan Agustus 2002 hingga 2003. Tujuan adalah untuk mengetahui penelitian pertumbuhan dua kultivar manggis (Garcinia mangostana L.) pada berbagai kombinasai vitro. ZPT melalui perbanyakan in adalah Rancangan Faktorial terdiri dari dua faktor kultivar manggis (kultivar Deli Serdang), K2 Rancangan penelitian yang digunakan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah dengan 2 taraf, yaitu : K1 (kultivar Sialungun). Sedangkan faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh dengan 5 taraf yaitu: 20 (kontrol), 21.68 HalamanSkripsi Sarjan

    Uji Efektifitas Bakteri Kitinolitik terhadap Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Bawang Merah

    No full text
    ABSTRACT Sri Kemala Dewi. 2016 : “Effectiviness Test of Chitinolytic Bacteria Against Fusarium Wilt on Onion”. Supervised by Hasanuddin and Lahmudin Lubis The purpose of this research is to explore chitinolytic bacteria that have potential antagonism as biocontrol agents against Fusarium wilt. The research was conducted at Plant Disease Laboratory, Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan from august 2016 to March 2017. It was arrange by using Completely Randomized Design (CRD) non Factorial with fourty nine treatments and three replications. The results showed chitinolytic bacteria potential as biological agents to control Fusarium wilt in vitro. The highest percentage of inhibiting zone was produced by filtrate of isolate samosir b 50% (78,00%) and lowest percentage was produced by isolate bakara a and bakara b (42,67%). Key word : onion, antagonism, chitinolytic bacteria, fusarium.63 HalamanSkripsi Sarjan

    Studi Pertumbuhan Dua Kultivar Manggis (Garcinia Mangostana L.) pada Berbagai Kombinasi Zpt melalui Perbanyakan In Vitro

    No full text
    Rumondang Sri Dewani Damanik, Studi Pertumbuhan Dua Kultivar Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Berbagai Kombinasi ZPT melalui Perbanyakan In Vitro. dibawah bimbingan bapak Ir. Hot Setiado, MS. sebagai Ketua dan Ibu Khairunnisa Lubis, SP.MP. sebagai Anggota. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Riset dan Teknologi, Universitas Sumatera Utara, Medan, dilaksanakan sejak bulan Agustus 2002 hingga 2003. Tujuan adalah untuk mengetahui penelitian pertumbuhan dua kultivar manggis (Garcinia mangostana L.) pada berbagai kombinasai vitro. ZPT melalui perbanyakan in adalah Rancangan Faktorial terdiri dari dua faktor kultivar manggis (kultivar Deli Serdang), K2 Rancangan penelitian yang digunakan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah dengan 2 taraf, yaitu : K1 (kultivar Sialungun). Sedangkan faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh dengan 5 taraf yaitu: 20 (kontrol), 21.68 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Risiko dan Profitabilitas Usaha Ternak Itik (Studi Kasus : Desa Percut, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang)

    No full text
    This research guided by Bapak Dr.Ir.Satia Negara Lubis, M.Ec., as chairman of the supervising commission and Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA., as a member of the supervising commission. The goals this research were known cost, total revenue, profit and and profitability of duck effort in Percut Village, Percut Sei Tuan District at Deli Serdang Regency, known feasibility of duck business in Percut Village, Percut Sei Tuan District at Deli Serdang Regency, known risk of duck business in Percut Village, Percut Sei Tuan District at Deli Serdang Regency. Research method used cost analysis, total revenue analysis, profit analysis, feasibility analysis using criteria R/C ratio, profitability analysis using criteria Return of Investment and risk analysis using Coefficient Variation and Lower Limit Of Profits. Sample determined by census method with 15 samples. Determination of location of research done by purposive. From the research results obtained that variable cost is greater than fixed cost. Average profit of duck breeders in the study area in every month to 100 ducks is Rp 547.327, ducks business is profitable with indicators Return of Investment 18,23%, duck breeding is feasible in research area because business feasibility indicators have been met with details R/C ratio 1,18 and duck business in case of a chance to lose (risky) with indicator CV 0,52 and L Rp -18.753.Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr.Ir.Satia Negara Lubis, M.Ec., sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA., sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, dan profitabilitas dari usaha ternak itik di DesaPercut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengetahui besarnya tingkat kelayakan usaha ternak itik di DesaPercut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang serta mengetahui besarnya risiko usaha dari ternak itik di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis kelayakan usaha dengan menggunakan kriteria R/C ratio, analisis profitabilitas dengan menggunakan kriteria Return of Investment serta analisis risiko usaha dengan menggunakan kriteria koefisien variasi dan batas bawah keuntungan. Sampel ditentukan dengan metode sensus yaitu 15 sampel. Penentuan lokasi penelitan dilakukan secara sengaja (purposive). Dari penelitian diperoleh hasil bahwa biaya variabel lebih besar dibandingkan biaya tetap, keuntungan rata-rata peternak itik di daerah penelitian dalam satu bulan untuk 100 ekor itik adalah Rp 547.327, usaha ternak menguntungkan dengan indikator Return of Investment sebesar 18,23%, usaha ternak layak dilakukan di daerah penelitian karena indikator-indikator kelayakan sudah terpenuhi dengan rincian nilai R/C ratio 1,18, serta usaha ternak itik juga ada peluang mengalami kerugian (berisiko) dengan indikitor CV 0,52 dan L sebesar Rp -18.753.Skripsi Sarjan

    Analisis Dampak Program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-Ldpm) terhadap Stabilitas Harga Beras di Kabupaten Simalungun

    No full text
    Penelitian ini dibimbiing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec. selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Sri Fajar Ayu, SP. M.M, DBA selaku Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 bertujuan yang pertama untuk mengetahui penyaluran dana Program P-LDPM di Kabupaten Simalungun dan tujuan kedua untuk menganalisa dampak Program P-LDPM terhadap stabilitas harga beras di Kabupaten Simalungun sebelum dan sesudah pengucuran dana P-LDPM. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Jenis data yang digunakan bersifat data runtut waktu (time series) dari tahun 2004-2013. Metode analisis data menggunakan analisis dekriptif dan dengan metode uji beda rata-rata berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian yang pertama adalah sistem penyaluran dana P-LDPM memiliki tiga (3) tahap yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan dan tahap mandiri. Untuk tahap penumbuhan masing-masing Gapoktan mendapat dana Bansos sebesar Rp. 150.000.000. Dana Bansos tahap pengembangan sebesar Rp. 75.000.000 per Gapoktan. Sedangkan tahap tahap mandiri merupakan tahap dimana Gapoktan hanya menerima pembinaan. Dan yang kedua Tidak ada perbedaan yang nyata stabilitas harga beras (%) di Kabupaten Simalungun sebelum dan sesudah adanya program P-LDPM. Keadaan sebelum dan sesudah adanya program P-LDPM harga beras di Kabupaten Simalungun stabil. Denga hasil Sig. 0,987 > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.69 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

    No full text
    Anita Rizky Lubis (187039014) dengan judul tesis “Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia”. Penulisan tesis ini dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Untuk menjamin produksi kelapa sawit di Indonesia khususnya CPO dibutuhkan pengembangan baik industry hulu berupa pembangunan kebun dan pabrik minyak kelapa sawit, dan untuk pembangunan industry hilir yaitu pembangunan pabrik biodesel. Kebutuhan investasi untuk pengembangan agribisnis kelapa sawit ini dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam pasar modal, untuk menarik investor suatu perusahaan harus meningkatkan nilai perusahaan dan kemakmuran pemiliknya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus memiliki rencana strategis dan taktis yang disusun dalam rangka pencapaian tujuan, melalui struktur modal. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa laporan keuaangan perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia dari tahun 2006-2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan variable dependen struktur modal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan variable independen berupa Profitabilitas, Struktur Aktiva, Risiko Bisnis, dan Ukuran Perusahaan. Data diolah menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas (X1), struktur aktiva (X2), risiko bisnis (X3), dan ukuran perusahaa (X4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Nilai profitabilitas (X1) berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia sebesar 0,22%. Nilai struktur aktiva (X2) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia sebesar 0,55%.Sedangkan variabel risiko bisnis (X3) dan ukuran perusahaan (X4) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.Anita Rizky Lubis (187039014) with thesis title of "Analysis of Factors Affecting the Capital Structure of the Sub-Sector of Oil Palm Plantations in Indonesia". The writing of this thesis is guided by Mrs. Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA as Chair of the Advisory Commission and Mr. Ir. Rahmanta, M.Si as Member of the Advisory Commission. To ensure palm oil production in Indonesia, especially CPO, it requires the development of both the upstream industry in the form of plantation development and palm oil factories, and for the development of the downstream industry, namely the construction of biodiesel factories. The investment needs for oil palm agribusiness development can come from within the country and abroad. In the capital market, to attract investors, a company must increase the value of the company and the prosperity of its owners. To achieve these goals, companies must have strategic and tactical plans that are prepared in order to achieve goals, through a capital structure. The data used is in the form of secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the form of financial reports from Indonesian oil palm plantation companies from 2006-2019. The analysis method used in this research is panel data regression with the dependent variable of the capital structure of oil palm plantation companies in Indonesia and the independent variables in the form of profitability, asset structure, business risk, and company size. The data is processed using Eviews 10. The results showed that profitability (X1), asset structure (X2), business risk (X3), and company size (X4) together had a significant effect on the capital structure of oil palm plantations in Indonesia. The value of profitability (X1) has a significant negative effect on the capital structure of oil palm plantation companies in Indonesia by 0.22%. The asset structure value (X2) partially has a significant positive effect on the capital structure of oil palm plantation companies in Indonesia by 0.55%, while the business risk variables (X3) and company size (X4) partially have no significant effect on the capital structure of coconut plantation companies. palm oil in Indonesia.75 HalamanTesis Magiste

    Criminal Accountability Against Perpetrators of Fish Catchers User of Trawl Basics (Otter Trawl) (Decision Study Number: 18 / Pid.Sus-Prk / 2018 / PN.MDN)

    No full text
    Metode penelitian ini yuridis normatif melalui sumber hukum seperti bahan hukum primer, yaitu undang-undang, bahan hukum skunder yaitu buku, jurnal, artikel dan putusan pengadilan nomor : 18/pid.sus-prk/2018/PN. MDN. Hasil penelitian ini adalah pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penangkap ikan pengguna pukat hela dasar berpapan (otter trawl) pada putusan nomor: 18/pid.sus-prk/PN Mdn, yang di atur dalam Pasal 100 B Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum pidana terhadap pelaku penangkap ikan pengguna pukat hela dasar berpapan (otter tral) ialah faktor subtansi hukum, aparat penegak hukum, sarana dan prasarana, dan kesadaran masyarakat. pertimbangan hakim terhadap pelaku penangkap ikan pengguna pukat hela dasar berpapan (otter trawl) pada putusan nomor: 18/pid.sus-prk/PN Mdn. Bahwa yang dimaksud nelayan kecil adalah orang yang mata pencaharian melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menggunakan kapal perikanan berukuran paling besar 5 (lima) Gross Ton (GT) sesuai dengan, Pasal 1 ayat (11) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.Fishery crime is an activity carried out by a foreign person or ship in a waters which is the jurisdiction of a country without permission from that country or is against the prevailing laws and regulations. This study aims to determine the criminal responsibility of fish catchers using otter trawlers. The problem discussed in this study is how the criminal responsibility of the perpetrators of fishing using trawl with boards (otter trawl) in decision number: 18 / pid.sus-prk / PN Mdn, what factors hinder the enforcement of criminal law against the perpetrators of the catchers. Fish using otter trawl This research method is juridical normative through legal sources such as primary legal materials, namely laws, secondary legal materials, namely books, journals, articles and court decisions number: 18 / pid.susprk / 2018 / PN. MDN. The result of this research is the criminal responsibility towards the perpetrators who use trawl trawl at the decision number: 18 / pid.sus-prk / PN Mdn, which is regulated in Article 100 B of Law Number 45 of 2009 concerning Fisheries. The factors that hinder the enforcement of the criminal law against the perpetrators of fishing using trawl bases with boards (otter tral) are the substance of the law, law enforcement officers, facilities and infrastructure, and public awareness. Judges considerations of fish catchers using otter trawl in decision number: 18 / pid.sus-prk / PN Mdn. Whereas what is meant by small fishermen are people whose livelihoods are catching fish to meet their daily needs by using fishing boats with a maximum size of 5 (five) Gross Tons (GT) in accordance with Article 1 paragraph (11) of Law Number 45 2009 concerning amendments to Law 31 of 2004 concerning Fisheries

    FUNGSI PEMERINTAHAN DESA DALAM PENYUSUNAN APBDes PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (Studi di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura)

    Get PDF
    ABSTRAK FUNGSI PEMERINTAHAN DESA DALAM PENYUSUNAN APBDes PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (Studi di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura) ZULFAHRI LUBIS NIM. 11375105574 Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan mekanisme penyusunan peraturan desa tentang APBDes yang dihadapi Pemerintahan Desa Sungai Kayu Ara, untuk menemuka fungsi pemerintahan Desa dalam penyusunan AP Blies Desa Sungai Kayu Ara perspektif undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, untuk mengetahui sumber pendapatan Desa Sungai Kayu Ara dan belanja APBDes Desa Sungai Kayu Ara. Populasi dalam penelitian ini adalah penulis menetapkan beherapa sumber yang dijadikan key informan, mengingat narasumber tnt mampu memberikan informasi yang berhubungan dengan peneltian ini, adapun key informan itu adalah kepala desa, ketua BPD, dan staf pemerintahan desa.Data-data dalam penelitian ini penulis dapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentai. Setelah terkumpul dianalisis mengunakan teknik deskriptif kualltatif yaitu suatu analisa yang berusaha memberi gambaran terperinci berdasarkan kenyataan dilapangan. Dalam penelitian ini berpedoman pada undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa tentangfungsi pemerintahan desa dalam penyusunan APBDes. Dari hasil penelitian tersebut dapat dirangkum bahwa pemerintahan desa sangat berperan penting dalam penyusunan APBDes, pemerintahan desa sudah transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBDes di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura berdasarkan pada prinsip Responsive, Tranparan, dan bisa dipertanggung jawabkan. Kara. kunci : Sungai Kayu Ara, APBDes, Fungsi

    Kepemimpinan Kepala Ruangan dan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana

    Get PDF
    Background: Job satisfaction is a subjective state based on a comparison of what is actually received by a person from his job compared to what is expected. The study aims to see description of job satisfaction of nurses and to see the relationship between the leadership of the head of the room with the work satisfaction of the implementing nurses in the inpatient room of Batam Hospital. Method: This type of research is analytic descriptive with cross sectional approach. Samples are all nurses in the inpatient room RSBK with a sample of 88 people, with sampling techniques, total sampling. Results: The results of the bivariate chi-square statistical test showed the results of a significant relationship between leadership and the work satisfaction of implementing nurses. Conclusion: Nursing management is expected to always control and conduct training related to nursing leadership (leadership training for the head of the room

    THE DEVELOPMENT OF SCHIZOPHRENIA ON THE MAIN CHARACTER OF "A ROSE FOR EMILY"

    No full text
    ABSTRACT   Lubis, Sri Ulina. 2018. The Development of Schizophrenia on the Main Character of “A Rose for Emily". Thesis Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Drs. Kukuh Prayitno Subagyo M. A and (2) M. Nasrul Chotib, S.S., M.Hum     Keywords: Schizophrenia, Positive Symptom, Negative Symptom, Delusion, Avolition, Social Withdrawal, Lack of Insights, Alogia, A Rose for Emily.     This thesis analyzes the aspect of the development of schizophrenia on the main character from the short story of "A Rose for Emily" by William Faulkner 1930. The writer uses psychoanalysis approach in analyzing the main character named Miss Emily. This research is conducted by using qualitative descriptive method, which is a study that explains about the development of schizophrenia on Miss Emily. Some theories are used to support this research which are positive symptoms of schizophrenia, negative symptoms of schizophrenia, DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder- fifth edition) and defense mechanism. The result of this study reveals that the development of schizophrenia influences Miss Emily’s character. The schizophrenia symptoms that Miss Emily suffered in the earlier stage include delusion, social withdrawal and lacks of insight. Schizophrenia symptoms that exist on Miss Emily in the development stage consist of persistence delusion, social withdrawal, avolition and alogia. Schizophrenia symptoms which appear on Miss Emily in the final stage consist of avolition and lacks of insight. Miss Emily employs some defense mechanism to overcome her anxiety due to schizophrenia. Thus, Miss Emily dies as she surrenders with schizophrenia disease. It then can be concluded that the development of schizophrenia influences Miss Emily’s character
    corecore