1,721,510 research outputs found
KEKUASAAN DAN DEMOKRASI
Demokratisasi Kekuasaan adalah sebuah keharusan. Karena memangbegitulah hakekat kekuasaan bila dilihat dari perspektif di mana setiap kekuasaan berhadapan vis a vis dengan basis massa. Sedang dalam tingkat tertentu, basis massa ini memiliki kesadaran kolektif dan bertindak atas otoritas kolektif untuk secara sadar menggunakan hak-haknya. Demikian diungkapkan oleh Sri Hastuti P. dalam tulisan berikut
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI BPS SRI HASTUTI SURABAYA
Anemia dalam kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Kejadian anemia di BPS Sri Hastuti, Surabaya pada bulan Januari sampai Maret 2012 sebanyak 24 ibu hamil dari 228 yang periksa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di BPS Sri Hastuti, Amd. Keb.
Desain penelitian ini analitik observasional dengan cross sectional. Populasinya seluruh ibu hamil trimester I yang periksa di BPS Sri Hastuti, Surabaya sebesar 24 responden dengan sampel sebagian ibu hamil trimester I yang periksa di BPS Sri hastuti, Surabaya sebesar 23 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independentnya status gizi dan variabel dependennya kejadian anemia, instrumen yang digunakan buku KIA dan pengukur LILA, dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan α= 0,05.
Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (65,2%) mempunyai status gizi baik, dan sebagian besar (60,0%) tidak mengalami anemia. Hasil uji statistik di dapatkan ρ= 0,074< α= 0,05 maka H0 diterima berarti tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I.
Simpulan penelitian adalah apabila ibu hamil status gizinya baik maka kemungkinan masih dapat mengalami anemia, sebab masih terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya anemia. Disarankan pada ibu hamil agar melaksanakan ANC secara teratur, mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, dan mengkonsumsi tablet tambah darah
GAMBARAN PENGETAHUAN YANG MENDUKUNG KETERATURAN K4 PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI BPS SRI HASTUTI SURABAYA
Pemeriksaan kehamilan secara teratur sangat penting guna memantau kesehatan ibu dan janin. Berdasarkan data kunjungan K4 Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011 diperoleh cakupan kunjungan K4 sebesar 88,25% di bawah target cakupan antenatal care (ANC) 95% (DEPKES RI), faktor yang mempengaruhi keteraturan salah satunya pengetahuan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Yang Mendukung Keteraturan K4 pada Ibu Hamil Trimester I di BPS Sri Hastuti Surabaya.
Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah semua ibu hamil trimester I yang memeriksakan kehamilan di BPS Sri Hastuti sebanyak 20 orang, pengambilan sampel dengan teknik “total sampling” besar sampel sebanyak 20 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang keteraturan K4. Pengambilan data secara primer dengan menggunakan kuesioner, data diolah secara editing, scoring, coding, tabulating. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (30%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik, sebagian kecil (20%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, setengahnya (50%) responden memiliki pengetahuan kurang tentang keteraturan kunjungan K4.
Dapat disimpulkan bahwa, setengahnya responden memiliki pengetahuan kurang tentang keteraturan kunjungan K4 untuk itu diharapkan bagi tenaga kesehatan lebih aktif melakukan pendekatan, seperti memberikan Health Education pada ibu hamil tentang pentingnya keteraturan kunjungan K4 serta bagi responden diharapkan lebih banyak mencari informasi untuk menambah pengetahuan
HUBUNGAN PEMANFAATAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK DENGAN PENGUASAAN MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PADA SISWA SMP NEGERI DI KOTAMADYA YOGYAKARTA
HUBUNGAN PEMANFAATAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK
DENGAN PENGUASAAN MATA PELAJARAN TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PADA SISWA
SMP NEGERI DI KOTAMADYA YOGYAKARTA
Oleh : Sri Hastuti
NIM : 07520244098
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan situs
jejaring sosial facebook dengan penguasaan mata pelajaran TIK bagi siswa SMP
Negeri di kota Yogyakarta.
Populasi penelitian ini sebanyak 3.367 siswa yang berasal dari 16 SMP
Negeri di Kota Yogyakarta. Untuk sampel diambil sebanyak 251 siswa dengan
teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
metode angket berbentuk skala Likert dengan rentang skor 1- 4. Validitas
instrumen diukur dengan judgement expert dan diuji dengan analisis korelasi
Product Moment, sedangkan reliabilitas instrumen diukur dengan rumus koefisien
Alpha Cronbach. Pengujian hipotesisnya menggunakan teknik korelasi product
moment. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis tersebut menggunakan taraf
signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis data untuk hubungan
antara pemanfaatan situs jejaring sosial facebook terhadap penguasaan mata
pelajaran TIK diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,253 dengan p 0,000 (<0,05)
maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, menunjukkan bahwa ada
hubungan yang positif antara pemanfaatan situs jejaring sosial facebook dengan
penguasaan mata pelajaran TIK pada siswa SMP Negeri di Kotamadya
Yogyakarta. Perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai KD = 6,4% yang
artinya: besar pengaruh pemanfaatan situs jejaring sosial facebook terhadap
penguasaan mata pelajaran TIK adalah 6,4%, sedangkan 93,6% dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain.
Kata kunci : facebook, pelajaran TIK, SMP Neger
Hubungan antara Pengaturan Pola Makan dan Akupunktur pada Penurunan Berat Badan
PENGARUH PENGATURAN MAKAN DAN AKUPUNKTUR PADA PENURUNAN BERAT BADAN Nur Asiah1, Tuty Herawaty2, Sri Hastuti Andayani3Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Departemen Anak Fakultas Kedokteran YARSIDepartemen Anak Fakultas Kedokteran [email protected] Author: [email protected] BelakangTerdapat beberapa cara menurunkan berat badan, salah satunya pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan meningkatkan kesadaran pasien akan pentingnya diet. Selain itu terdapat metode akupunktur yang aman dan murah. Penggunaan kedua metode bersamaan diharapkan lebih efektif dalam penurunan berat badan untuk mencegah komplikasi obesitas.TujuanPenelitian bertujuan untuk mengetahui penurunan berat badan pada wanita obes dengan metode diet dan akupunkturMetodologi Penelitian%Penelitian menggunakan metode kuasi eksperiment dengan mengukur berat badan sebelum diet dan akupunktur dan setelahnya selama 6 minggu terhadap 13 orang perempuan obes (Indeks Massa Tubuh 27-36 kg/m2), 29-54 tahun di Rumah Sakit Pasar Rebo Jakarta pada tahun 2010. Diet berupa 25 kkal/kg berat badan (600-800 kalori defisit dari kebutuhan). Akupunktur sekali seminggu pada perut dan kaki. Diet dengan komposisi 55% karbohidrat, 15% protein dan 25% lemak. Pengaturan makan meliputi jumlah, jenis, frekuensi dan cara memasak dengan panduan formulir, daftar makanan dan model replika makanan.Hasil PenelitianTerdapat penurunan berat badan sebesar 2,8 ±0,7 kg secara tidak bermakna setelah pemberian diet dan akupunktur selama 6 minggu pada perempuan obes dan penurunan indeks massa tubuh sebesar 1,08 ± 0,90 kg/m2.DiskusiDiet dan akupuntur dapat menurunkan berat badan wanita obes. Akupunktur tidak akan memberikan hasil optimal dalam penurunan berat badan tanpa pengaturan pola amkan yang baik.Kata Kunci: Pengaturan Makan, Akupunktur, Obes
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MICROLEARNING PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
NINING SRI HASTUTI, 2024, Pengembangan E-Modul Berbasis
Microlearning Pada Mata Kuliah Kapita Selekta Pendidikan Mahasiswa
Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Skripsi. Dibimbing oleh Dr. Nurhikmah H, S.Pd., M.Si. dan Merrisa Monoarfa,
S.Pd., M.Pd. Program Studi Teknlogi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Makassar.
Permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran saat ini yaitu mahasiswa
belum mempunyai referensi seperti e-modul interaktif maka dari itu peneliti
mengembangkan e-modul kapita selekta pendidikan dengan tujuan untuk: 1)
menganalisis tingkat kebutuhan e-modul 2) mendesain e-modul 3) mengetahui
tingkat validitas dan kepraktisan e-modul. Adapun model yang digunakan dalam
penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilakukan di
program Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Makassar, dapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa, 1 dosen pengampu
mata kuliah. Subjek penelitian ini yakni 2 orang validator yaitu validator isi dan
media. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket identifikasi
kebutuhan, angket validasi ahli media dan ahli isi/materi, tanggapan dosen
pengampu mata kuliah, uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan tingkat kebutuhan mahasiswa berada pada
kualifikasi 86% dibutuhkan, identifikasi kebutuhan dosen pengampu berada pada
kualifikasi 100% sangat dibutuhkan. Desain yang digunakan dalam membuat e-
modul yakni canva dengan output berupa tautan link.html yang mudah diakses oleh
mahasiswa.. Hasil validasi ahli isi dan ahli media berada pada kualifikasi 91% dan
97%. Hasil uji coba kepraktisan pada mahasiswa dan dosen pengampu berada pada
kualifikasi 88% dan 93%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul
yang dikembangkan dalam penelitian ini valid dan praktis digunakan dalam proses
pembelajaran pada mata kuliah kapita selekta pendidikan.
Kata Kunci :Pengembangan, E-Modul, Kapita Selekta Pendidika
KAJIAN VARIABEL LAYANAN ANGKUTAN UMUM BUS KOTA MENURUT PERSEPSI PENUMPANG DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE (Studi Kasus Angkutan Umum Bus Kota di Surakarta)
SRI HASTUTI W, 2004, Kajian Variabel Layanan Angkutan Umum Bus Kota
Menurut Persepsi Penumpang dengan Teknik Stated Preference, Skripsi, Jurusan
Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Propinsi Jawa Tengah,
yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi serta penduduk yang cukup tinggi.
Pertumbuhan dan perkembangan kota yang demikian pesat akan menuntut
masyarakatnya untuk melakukan interaksi dengan banyak pihak dan banyak
tempat. Hal tersebut akan meningkatkan pula kebutuhan transportasi perkotaan.
Salah satu alat transportasi perkotaan yang ada di Surakarta adalah angkutan
umum bus kota. Pengguna angkutan umum bus kota pada dasarnya menghendaki
adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh, waktu
tunggu maupun keamanan dan kenyamanan yang terjamin selama dalam
perjalanan. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu untuk diteliti faktor
yang berpengaruh terhadap pemilihan moda bus kota menurut penggunanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel -variabel tingkat
pelayanan ( Level Of Service ) yang mempengaruhi pengguna angkutan umum bus
kota di Surakarta dan mengukur sensitivitas respon individu dalam memilih moda
tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara atau penyebaran kuesioner kepada pengguna bus
kota dengan teknik stated preference. Analisis dilakukan dengan menggunakan
analisis regresi linier berganda. Sebagai variabel bebas dipakai tarif, lama
perjalanan, waktu tunggu, kesempatan mendapat tempat duduk, okupansi bus dan
kenyamanan kendaraan. Perhitungan dilakukan dengan bantuan program SPSS
10.0.
Berdasarkan survai dengan teknik stated preference diketahui bahwa
variabel yang mempengaruhi seseorang untuk naik bus adalah : 1) Kesempatan
mendapat tempat duduk, 2) Okupansi bus, 3) Kenyamanan kendaraan, 4) Lama
perjalanan dan 5) tarif. Besarnya nilai masing-masing variabel tingkat pelayanan
tersebut dapat dilihat dalam persamaan berikut :
P = 0,375 + 0,0000687 TC – 0,0021 TT + 0,157 S + 0,120 BO + 0,111 VC
Dimana P adalah probabilitas pilihan bus kota, TC adalah tarif, TT adalah lama
perjalanan, S adalah kesempatan mendapat tempat duduk, BO adalah okupansi
bus dan VC adalah kenyamanan kendaraan. Berdasarkan analisis elastisitas dapat
diketahui bahwa permintaan bus kota lebih sensitif terhadap kesempatan
mendapat tempat duduk, okupansi bus, dan kenyamanan kendaraan dibanding
terhadap lama perjalanan dan waktu tunggu serta tidak sensitif terhadap tarif
Application of biofloc technology in intensive farming affected production and blood performances of the catfish [clarias gariepinus (burchell, 1822)]
The biofloc technology can control water quality under negligible water exchange. The
aim of this study was to evaluate the effects of stocking density on production and blood
performance of catfish (Clarias gariepinus [Burchell, 1822]). The catfish were reared in
biofloc system (heterotrophic bacteria and addition of sugar for a period of 10 wk and
used three levels of density i.e. (500, 1 000, and 1 500) fish per m2. The production
increased with the increasing of stocking density, relative growth rate decreased with the
increasing of that. The stocking density of 1 500 fish per m2 on the biofloc technology can
support maximum catfish production, health and proper water quality
Shear Strength of the Mixed Adhesive Joint Silyl Modified Polymer-Epoxy in Single Lap Joint Aluminum Triyono / Sri Hastuti and Neng Sri Suharty
Shear strength of mixed adhesive joints (MAJ) silyl modified polymer (SMP)–epoxy (EP) in a single lap joint (SLJ) aluminum to aluminum has been investigated. Single lap joint specimens were made according to ASTM D-1002 standard. Three levels of mixed adhesive thickness of 0.2; 0.4; and 0.6 mm were used while the variations of mixed adhesive composition were 100%EP, 75%SMP:25%EP, 50%SMP:50%EP, 25%SMP:75%EP, 100%SMP. Sandpapering grid of 150 and acetone cleaning was performed on Aluminum surface. The pressure of 0.1 Mpa and post-curing of 100oC for 100 minutes were subjected on the mixed adhesive joint specimens. Shear tests and failure surface investigations were conducted to analyze the strength of the mixed adhesive joints. The addition of silyl modified polymer to epoxy decreases the shear strength and the shear modulus but increases the elongation of the mixed adhesive joints. The mixed-adhesive joint of 25%SMP:75%EP has the highest shear strength, even it is higher than that of the adhesive joint of 100%EP. There is no significant effect of a
Joint strength of mixed silyl modified polymer-epoxy adhesive on single lap joint etched aluminum
Currently, aluminum alloy is widely used in an automotive structure such as bus body materials due to decreasing the structure weight and fuel consumption. In this structure, there are tens or even hundreds of joints to meet the engineering design. Because of its advantages, the adhesive joint is usually chosen. Aluminum is stiff enough, but it can deform easily. Due to its deformability, cracks will occur easily on the aluminum adhesive joint if it is joined using strong and stiff adhesive. Otherwise, it will be very weak if it is joined using flexible adhesive. The mixture of the strong adhesive, epoxy (EP) and the ductile adhesive, silyl modified polymer (SMP) was proposed for joining aluminum. This study aims to evaluate the effect of the composition of mixed adhesive and its thickness on the strength of single lap joint (SLJ) etched aluminum. Before joining process, the aluminum surface was treated by sandpapering (SDP), and then chromicsulphuric acid (CSA) etch. The composition variations of mixed adhesive were 100%EP, 75%SMP:25%EP, 50%SMP:50%EP, 25%SMP:75%EP, and 100%SMP. Mixed adhesives were prepared by using a stirrer with a spatula for 4-6 minutes at 60 rpm. SLJ specimens were manufactured through bonding of two aluminum sheets surface with an adhesive and giving 0.1 MPa pressure. The thickness adhesive was varied of 0.2 mm, 0.4 mm, and 0.6 mm. Specimens got a postcuring process at 100oC for 100 minutes. The shear tests were performed to evaluate the strength of SLJ. The experimental result showed that the surface treatments of SDP and CSA give higher porosity on the adherend surface. The highest strength and elasticity modulus were achieved by joint of 25%SMP:75%EP mixed adhesive joints. The addition a few of SMP adhesive in EP adhesive and adherend surface treatment increases the joint strength. All of the joints have mixed failure mode except the 100%EP adhesive joint has an adhesive failure mode
- …
