Yarsi Academic Journals
Not a member yet
1729 research outputs found
Sort by
Hubungan Status Gizi Berdasarkan Lila Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas X Jakarta
Siklus menstruasi terjadi karena permasalahan keseimbangan di antara berbagai hormon seks perempuan. Keadaan seimbang pada hormon-hormon tersebut memunculkan menstruasi yang normal, dengan durasi 4-8 hari, interval antar siklus 24-38 hari, dengan volume darah menstruati < 80 mL per hari, serta tidak menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Berdasarkan data Riskesdas 2018, persentase ketidakteraturan menstruasi pada wanita usia 10-59 tahun sebesar 14,5%. Salah satu hal yang berhubungan dengan gangguan menstruasi adalah status gizi. Status gizi merupakan gambaran tingkat kecukupan gizi individu yang bisa diukur salah satunya dengan lingkar lengan atas (LiLA). Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh lemak tubuh yang akan berkontribusi dalam pelepasan hormon reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional. Penetapan sampel penelitian dengan teknik non-probabillity sampling. Pengamatan dilakukan terahadap 50 mahasiswi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan menjadi sampel dalam penelitian ini. Uji statistik dilakukan dengan Chi-Square dan didapat hasil uji dengan p-value <0.05, maka secara statistik terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LILA dengan siklus menstruasi (p=0,009), dan terdapat juga hubungan antara status gizi berdasarkan LILA dengan lama menstruasi pada mahasiswi (p=0,009). Data menunjukkan bahwa status gizi berdasar LiLa pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas X Jakarta, angkatan 2021-2022 lebih banyak mengalami status gizi normal (86 %). Siklus menstruasi lebih banyak mengalami siklus menstruasi yang normal (88 %). Dari analisis Chi-Square dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LiLA dengan siklus dan lama menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021-2022
Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nias Selatan Tahun 2024 (Studi Putusan MK Nomor 184-01-04-02/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024)
Pada tahun 2024 terjadi sengketa hasil Pemilihan Umum (PHPU) DPRD Kabupaten Nias Selatan yang berfokus pada perbedaan hasil penghitungan suara di Kecamatan Simuk hingga berujung pada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sengketa dipicu perubahan signifikan dalam rekapitulasi suara yang diduga melanggar prosedur administratif. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan studi putusan untuk menganalisis peran MK dalam memutus sengketa dan mengevaluasi kontribusi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjaga transparansi dan integritas pemiluu. Putusan MK yang memerintahkan pemungutan suara ulang menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemilu guna menjamin prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Peran KPU dalam memastikan keabsahan rekapitulasi suara dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum menjadi faktor utama untuk menjaga legitimasi hasil pemilu. MK menjalankan fungsinya sebagai penjaga keadilan dengan mempertimbangkan fakta hukum dan bukti administratif dalam persidangan. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kelembagaan dan profesionalitas penyelenggara pemilu melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan yang lebih efektif, serta pemanfaatan teknologi informasi agar akurasi dan kecepatan proses pemilu terjaga dan potensi sengketa dapat diminimalkan di masa mendatang
Peran Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Hak Kekayaan Intelektual Guna Melindungi Dan Mempromosikan Batik Banten
This study aims to analyze (1) the role of local governments and related institutions in the area in the implementation of IPR in efforts to promote and protect Banten's special batik; and (2) the implementation of the above stakeholders' roles on Banten batik works and solutions to their constraint factors. This research is included in normative juridical research which emphasizes secondary data supported by interviews with informants. The research results show the role of Local Governments and Related Provincial Offices in Banten in the implementation of IPR in efforts to promote and protect Banten's special batik based on assessments on craftsmen and Banten batik owners needs to be improved as their interests in batik production to upscale. The implementation of stakeholders' roles on Banten batik works and solutions to their constraint factors has been quite good so far, however, the expectations of the artisans need to be enhanced along with the aspirations of Banten batik business actor
Masalah Emos-Psikososial pada Remaja Putri di Jakarta Menggunakan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan Hubungannya dengan Gangguan Tidur
Remaja awal merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikososial dan gangguan tidur akibat perubahan biologis, emosional, dan sosial yang cepat. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara masalah psikososial berdasarkan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan gangguan tidur berdasarkan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) pada remaja putri SMP di Jakarta. Studi potong lintang dilakukan pada 70 siswi kelas VII–IX di SMPN 77 Jakarta menggunakan instrument PSC-17 dan SDSC dalam bentuk self-report menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk mengidentifikasi distribusi gejala serta hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan 17,14% responden memiliki skor PSC-17 bermasalah, sedangkan 22,86% memiliki skor SDSC tinggi. Gangguan Memulai dan Mempertahankan Tidur (Disturbance in Initiating and Maintaining Sleep = DIMS) merupakan prediktor signifikan terhadap skor total SDSC (p = 0,003). Korelasi menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi psikososial normal tetap dapat mengalami gangguan tidur, sementara sebagian remaja dengan masalah psikososial memiliki pola tidur normal. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan intervensi berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan kualitas tidur remaja
Tinjauan Kaidah Fikih Terhadap Hukum Euthanasia
Euthanasia merupakan salah satu isu paling kontroversial dalam praktik medis modern yang menimbulkan perdebatan etis, hukum, dan religius. Dari perspektif bioetika, euthanasia sukarela sering dibenarkan dengan alasan otonomi pasien, sementara bentuk non-sukarela dan involunter dipandang problematis karena berpotensi melanggar prinsip keadilan serta membuka peluang penyalahgunaan. Sebaliknya, fikih Islam menolak seluruh bentuk euthanasia aktif karena bertentangan dengan prinsip ḥifẓ al-nafs, salah satu tujuan pokok syariat, meskipun masih membuka ruang diskusi pada penghentian terapi medis yang dinilai tidak lagi bermanfaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum euthanasia dengan menggunakan pendekatan kaidah fikih sebagai kerangka normatif. Melalui telaah literatur terhadap kaidah-kaidah fikih utama, seperti lā ḍarar wa lā ḍirār, al-ḍarar yuzāl, al-masyaqqah tajlib al-taysīr, al-ḍarūrāt tubīḥ al-maḥẓūrāt, dan irtikāb akhaff al-ḍararayn, penelitian ini menemukan bahwa syariat Islam konsisten menolak euthanasia aktif karena mencederai prinsip perlindungan jiwa. Namun, fikih memberikan fleksibilitas dalam bentuk penghentian terapi medis yang tidak efektif, selama tidak dimaksudkan untuk mempercepat kematian. Temuan ini menegaskan bahwa kaidah fikih berfungsi sebagai instrumen ijtihad kontemporer yang relevan dalam merespons problem etika medis modern, sekaligus menjaga keseimbangan antara perlindungan jiwa dan pengurangan penderitaan
Peran Rasa Kesepian dan Harapan dalam Memprediksi Kecenderungan Depresi pada Mahasiswa
This study aims to examine the model of positive constructs, hope and negative constructs, loneliness, in predicting depression tendencies among university students. Depression tendencies are a frequently encountered phenomenon. University students are in a transitional phase between adolescence and adulthood, a stage that can be quite confusing as they begin striving for independence yet are not fully independent. Academic demands, low social skills, and living apart from parents often lead to feelings of loneliness. Meanwhile, the presence of hope in individuals makes them more resilient in facing difficulties and striving to achieve goals, thus acting as a protective factor against depression. The study's participants consisted of 410 active undergraduate students from Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi. Statistical analysis using multiple regression showed that the model aligns with the assumptions, where loneliness predicts the presence of depression, and hope significantly serves as a protective factor against the emergence of depression (R²=0.456; F(6,409) = 58.183; p<.05).Penelitian ini bertujuan untuk melihat model dari konstruk positif yaitu harapan (hope) dan konstruk negatif yaitu kesepian (loneliness) dalam memprediksi kecenderungan depresi pada mahasiswa. Kecenderungan depresi merupakan fenomena yang sangat sering dijumpai. Mahasiswa berada pada tahap transisi antara kehidupan remaja dan kehidupan dewasa. Kondisi ini cukup membingungkan dimana mereka mulai berusaha independen namun masih belum dapat independen seutuhnya. Tuntutan akademik, rendahnya kemampuan sosial, tinggal terpisah dari orang tua seringkali menyebabkan rasa kesepian. Sementara itu, adanya harapan yang dimiliki oleh individu membuat mereka lebih fleksibel dalam menghadapi kesulitan dan berusaha mencapai tujuan sehingga menjadi faktor protektif dari kondisi depresi. Partisipan penelitian ini sebanyak 410 mahasiswa aktif program sarjana yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasil analisa statistik dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa model cocok dengan asumsi dimana kesepian memprediksi kehadiran depresi dan harapan berperan signifikan sebagai faktor pelindung dari munculnya depresi (R2=0,456; F(6,409) = 58,183; p<.05)
Hubungan Stres Kerja dengan Coping Mechanism pada Guru Perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung
Guru perempuan menghadapi beban kerja yang tinggi, seperti mengajar, tugas administratif, dan tanggung jawab tambahan, sehingga rentan terhadap risiko stres kerja. Upaya mengelola stres dengan menggunakan coping mechanism sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan fisik dan mental, penurunan produktivitas, dan sindrom burnout. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sample penelitian berjumlah 120 orang yang dihitung dengan rumus Slovin. Pemilihan sample menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Analisa data pada penelitian ini melibatkan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan melakukan uji statistic spearman rank. Didapatkan rentang usia responden terbanyak adalah usia 31-40 tahun. Mayoritas responden berada pada taraf stres sedang dan menggunakan mekanisme koping sedang. Rata-rata responden menggunakan problem-focused coping. Penyebab stres kerja yang dialami oleh para guru perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung didominasi oleh faktor beban kerja kuantitas, beban kerja kualitas, dan tanggung jawab untuk orang lain. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres kerja dengan coping mechanism. Coping mechanism berkorelasi negatif dengan stres kerja, dimana jika coping mechanism semaking tinggi, maka stres kerja yang dialami semakin rendah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada responden dengan mekanisme koping rendah seluruhnya mengalami stres kerja berat
Kenapa Terjadi Self Injury pada Remaja? Mengurai Peran Regulasi Emosi, Pola Asuh, dan Relasi Pertemanan di DKI Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi, hubungan pertemanan, dan pola asuh orang tua terhadap perilaku self-injury di kalangan remaja SMP di DKI Jakarta. Sampel yang digunakan terdiri dari 287 siswa dari SMP X, Y, dan Z, yang dipilih melalui convenience sampling dengan kuesioner google online form. Validitas alat ukur diuji menggunakan confirmatory factor analysis (CFA), dan analisis statistik data dilakukan dengan teknik multiple regression. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari hubungan pertemanan dan pola asuh orang tua terhadap perilaku self-injury remaja. Secara spesifik, variabel alienation dalam hubungan pertemanan memberikan kontribusi positif sebesar 26,4%, sementara pola asuh orang tua yang bersifat authoritative menunjukkan pengaruh negatif sebesar 18,4%. Di sisi lain, variabel authoritarian, permissive, trust, communication, cognitive appraisal, dan expressive suppression tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku self-injury. Temuan ini menekankan pentingnya hubungan sosial dan pola asuh dalam memahami perilaku self-injury di kalangan remaja, serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi yang tepat guna pembangunan kesehatan mental remaja yang efektif
Hubungan Afek Positif dan Kemampuan Kognitif pada Anak Prasekolah
Anak prasekolah dapat dibilang dalam termasuk sebagai golden age, hal ini dikarenakan masa perkembangan anak usia prasekolah mengalami banyak perubahan yang sangat penting terutama pada kemampuan kognitif dan perkembangan psikologis (afek positif). Terdapat beberapa studi ditemukan bahwa afek positif dapat meningkatkan fleksibilitas kognitif individu, serta membantu individu dalam memecahkan masalah secara kreatif. Oleh karena itu, perlu diketahui apakah afek positif dapat berhubungan dengan kemampuan kognitif, terutama pada afek positif anak prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan afek positif dan kemampuan kognitif pada anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari 100 anak prasekolah dengan rentang usia 3-6 tahun bertempat tinggal di tiga desa Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan alat ukur face scale test (FST) untuk mengukur afek positif dan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untuk mengukur kemampuan kognitif. Hasil uji reliabilitas pada alat ukur FST menunjukkan 0.833 dan WPPSI menunjukkan 0.883. Hasil uji statistik korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara afek positif dan kemampuan kognitif (rs = 0.218*, p=0.029). Artinya dapat dikatakan afek positif memiliki hubungan dengan kemampuan kognitif namun tidak kuat
Tradisi Metuakan dan Tantangan Kesehatan: Pendekatan Psikologis dalam Mengurangi Adiksi Minum “Tuak” di Bali
Metuakan merupakan tradisi yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat, dengan keyakinan akan khasiat pengobatan tuak. Keyakinan yang dimiliki tidak didasari oleh pengetahuan serta kontrol diri terkait dengan kegiatan meminum tuak. Konsumsi tuak yang berlebihan berpotensi meningkatkan kasus penyakit hati dan penyakit kronis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali, terkait dengan tradisi "metuakan" atau kegiatan minum tuak. Penelitian ini menggunakan metode mix method. Pendekatan kuantitatif berupa kuisioner pre dan posttest dilakukan saat asesmen dan setelah dilakukannya intervensi. Pendekatan kualitatif menggunakan metode observasi serta wawancara. Intervensi yang diberikan berupa psikoedukasi tentang pengendalian diri yang terdiri dari dua sesi utama dan satu sesi tindak lanjut. Sebanyak 13 orang perwakilan komunitas dari Desa Seraya Timur berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya konsumsi tuak secara berlebihan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi mengenai bahaya minuman tuak merupakan langkah penting untuk mempromosikan kesehatan dan mengurangi adiksi minum tuak di Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali