Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Pengembangan Karakter Kepemimpinan Anak Usia Sekolah Melalui Kecerdasan Sosial dan Kecerdasan Linguistik

    Full text link
    Pengembangan karakter kepemimpinan pada anak usia sekolah dasar menjadi perhatian penting dalam pendidikan. Berdasarkan teori psikososial Erik Erikson, tahap perkembangan industry vs. Inferiority merupakan fase krusial di mana anak mulai mengembangkan kompetensi sosial dan akademik. Penelitian ini berfokus pada pengembangan karakter kepemimpinan anak usia sekolah melalui kecerdasan sosial dan linguistik berdasarkan teori Erik Erikson. Tujuan utama penelitian ini untuk menganalisis bagaimana kecerdasan sosial dan linguistik berkontribusi pada pembentukan karakter kepemimpinan pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model yang sesuai untuk mengembangkan kedua jenis kecerdasan tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana peneliti menganalisis 13 jurnal nasional terindeks SINTA 3 hingga SINTA 1 dari tahun 2019-2024 yang membahas kecerdasan sosial, kecerdasan linguistik, dan kepemimpinan anak. Jurnal dipilih berdasarkan beberapa kriteria, yaitu relevansi kata kunci dalam abstrak dan usulan model pengembangan kecerdasan yang diterapkan. Tahap SLR melibatkan pencarian, seleksi, dan analisis kritis terhadap jurnal-jurnal yang memenuhi kriteria. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kecerdasan sosial dan linguistik terbukti penting dalam membentuk karakter kepemimpinan pada anak. Melalui berbagai strategi yang menstimulasi dan menginternalisasi nilai kepemimpinan, kecerdasan sosial dan linguistik mampu membentuk karakter kepemimpinan anak pada tahap industry vs. Inferiority. Penggunaan model pengembangan berbasis aktivitas sosial dan linguistik dapat membantu anak lebih percaya diri dan kompeten dalam lingkungan sosial, sehingga mendukung perkembangan kepemimpinan mereka

    PELATIHAN MINDFULNESS DALAM RANGKA MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA KELAS XII SMKN 14 JAKARTA

    Full text link
    Ujian Nasional merupakan sebuah momen yang memberikan beban yang berat pada siswa di Indonesia. Hal ini menimbulkan emosi-emosi negatif pada diri siswa yang dapat berdampak buruk pada performa siswa dalam menghadapi ujian, terutama dalam kemampuan untuk memusatkan perhatian/daya konsentrasi, baik dalam persiapan maupun dalam pelaksanaan ujian. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan khusus bagi siswa yang akan menghadapi ujian untuk membantu mereka dalam memusatkan perhatian. Mindfulness didefinisikan sebagai kemampuan untuk memberi atensi atau perhatian terhadap diri secara apa adanya tanpa memberikan penilaian serta menerima segala pengalaman yang muncul saat ini. Pelatihan menggunakan teknik mindfulness ini diharapkan dapat membantu siswa lebih percaya diri dan memiliki daya konsentrasi yang lebih baik. Program ini akan dilakukan dalam bentuk pelatihan secara intensif selama satu hari, berisi materi tentang mindfulness, dengan menyertakan latihan teknik-teknik sederhana dalam mindfulness. Pelatihan diberikan pada siswa kelas XII SMKN 14 dari ketiga jurusan yang ada di sekolah tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kondisi mindfulness dan daya konsentrasi pada siswa yang terlihat dari kuesioner mindfulness yang diisi saat pre-test, post-test dan follow up

    PENCEGAHAN RELAPSE DENGAN TEHNIK SELF MANAGEMENT DALAM COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA REMAJA PENYALAHGUNA NAPZA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self Management dengan tehnik Cognitive Behavior Therapy sebagai upaya untuk pencegahan relapse pada remaja penyalahguna NAPZA. Self management (Cormier, 2009) merupakan seperangkat prosedur yang meliputi self monitoring, reinforcement yang positif, self contracting, dan merupakan keterkaitan antara tehnik cognitive, behavior, serta affective berdasarkan kaidah pendekatan cognitive behavior therapay.Penelitian ini, menggunakan metode single case design dengan tehnik ABA yaitu subjek berfungsi sebagai / kontrol nya sendiri, daripada menggunakan individu lain / kelompok. A mengacu pada non perlakuan atau fase awal intervensi sedangkan B mengacu pada fase pelaksanaan intervensi yang kemudian dilanjutkan dengan fase tindak lanjut A.. Metode analisa data dengan metode kualitatif (analisis hasil observasi, wawancara dan self report) serta dengan metode kuantitatif dengan melakukan analisis pre – post intervensi menggunakan wilcoxson yang proses perhitungannya dilakukan dengan SPSS 17. Hasil analisis dari penelitian secara kualitatif dapat terlihat dalam kemampuan klien mengendalikan diri saat terjadi craving, mampu untuk mengendalikan pemikiran mengenai NAPZA, mampu menolak ajakan teman, mampu mengha dapi situasi yang beresiko tinggi, nyaman dengan kondisi keluarga. Sedangkan berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif diperoleh (2,041 > 0,0202) artinya di tolak. Hal ini berarti intervensi yang diberikan secara signifikan mampu meningkatkan perilaku yang diharapkan dari diri subyek

    PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENURUNKAN AGRESIVITAS PADA LANSIA PENDERITA SKIZOAFEKTIF

    Full text link
    Pada kehidupan psikososial lansia, pada umumnya lansia memiliki harapan hidup untuk tetap sehat secara fisik maupun psikologis serta memiliki relasi sosial yang positif dengan orang lain. Akan tetapi berbeda pada lansia yang mengidap skizoafektif. Kondisi ini semakin memperburuk stereotip negatif dan kesejahteraan psikologis pada lansia. skizoafektif merupakan gangguan kejiwaan yang tertera dalam klasifikasi DSM IV yang gangguannya merupakan suatu periode penyakit yang berkesinambungan selama suatu waktu, terdapat salah satu episode depresi mayor, episode manik, episode campuran yang terjadi bersama-sama dengan gejala yang memenuhi kriteria A skizofrenia (waham, halusinasi, gejala negatif, perilaku kacau). Tidak jarang penderita skizoafektif ini memiliki agresivitas yang tinggi sehingga menyebabkan hubungan sosial yang buruk pada lansia. Menurut AATA (American Art Therapy Association, 2016), terapi seni merupakan suatu kegiatan terapeutik yang menggunakan proses kreatif yang ekspresif sehingga pengalaman bawah sadar dapat terlihat dan diungkapkan. Peneliti ingin mengetahui dampak penerapan Art Therapy untuk mengurangi agresivitas pada lansia penderita skizoafektif untuk menurunkan agresivitas. Penerapan Art Therapy (Terapi Seni) yang dilakukan yaitu dengan menyulam tas kecil dengan benang-benang berwarna sehingga lansia penderita Skizoafektif diharapkan dapat memiliki tingkat agresifitas yang lebih rendah. Adapun metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif (interview, observasi, dan tes psikologis) dengan rancangan eksperimental yaitu dengan desain kasus tunggal (single case experimen) melalui teknik A-B-A atau teknik reversal dan kuantitatif dengan melibatkan skoring (pre dan post test). Desain ini memiliki tiga fase yaitu : Fase pertama adalah kondisi dasar subjek tanpa perlakuan (A), fase kedua adalah pemberian perlakuan (B), fase ketiga adalah pengulangan pengkondisian (A ; reversal). Pemberian pre dan post-test dilakukan dengan pengisian kuesioner agresivitas. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa ada penurunan agresivitas sesudah diberikan Art Therapy. Hal ini ditinjau dari hasil observasi terhadap subjek ditinjau dari perilaku agresivitas. Hasil observasi didukung oleh hasil pengisian pre test dan post test. Angka pengisian skala agresivitas yaitu pada fase pertama (A) sebelum diberikan perlakuan skor berada pada angka 42 sedangkan pada fase reversal (A) setelah pemberian terapi (B) skor berada pada angka 25. Subjek menunjukkan sikap yang lebih baik dalam mengelola emosinya, hubungan sosial yang lebih baik, selain itu waktu yang kosong yang diisi melalui Art Therapy dapat menolong subjek untuk memfokuskan pikiran ke pekerjaannya sehingga subjek tidak memikirkan masalahnya secara terus-menerus dan menjadi lebih tenang dalam mengungkapkan perasaannya

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TURNOVER INTENTION PERAWAT DI BRAWIJAYA WOMEN AND CHILDREN HOSPITAL (BWCH) JAKARTA TAHUN 2013

    Full text link
    Turnover intention adalah keinginan seseorang untuk keluar dari pekerjaannya dan mencari alternatif pekerjaan di tempat lain. Turnover intention merupakan predictor bagi terjadinya turnover. Data yang didapat dari bagian HRD Brawijaya Women and Children Hospital, rata-rata turnover terbesar ada pada perawat yaitu sebesar 27.3% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover intention perawat di Brawijaya Women and Children Hospital Jakarta tahun 2013, yaitu variabel umur, status pernikahan, masa kerja, status kerja dan aspek-aspek kepuasan kerja. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 96 perawat yang masih aktif bekerja di Brawijaya Women and Children Hospital Jakarta tahun 2013 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi squere. Hasil analisa bivariat menunjukkan dari 10 variabel yang diteliti ada 8 variabel yang menyatakan ada hubungan yang signifikan yaitu variabel umur, status pernikahan, masa kerja, status kerja, kepuasan terhadap kompensasi, pekerjaan, pengembangan karir dan rekan kerja dengan nilai p value <0.05. Pada penelitian ini perawat yang memiliki niat untuk keluar (turnover intention) sebesar 55 orang (57.3%)

    Kekerapan Angiodysplasia dan Penatalaksanaannya di RS Yarsi Jakarta.

    Full text link
    Gejala dan tanda angiodisplasia (ADP) berupa kelemahan umum, nafas terasa sesak dan nafas pendek karena anemia, adanya perdarahan tersamar pada pemeriksaan feses, perdarahan saluran cerna masif dari ringan sampai berat berupa muntah darah (hematemesis), buang air besar hitam atau warna maroon-tua (melena) dan atau merah terang (hematochezia); kasus jarang dengan gejala nyeri perut, maupun tanpa gejala. Patogenesis ADP melibatkan patofisiologi dengan gambaran klinis yang tidak khas, patologi anatomi dan etiologi nya yang tumpang tindih dan tidak spesifik. Umumnya 70% kasus ADP ditemukan di mukosa kolon kanan – khususnya di sekum dan kolon asendens proksimal – dibanding mukosa bagian-bagian saluran cerna lainnya, sehingga umum dikenal sebagai ADP kolon dan ditemukan dengan pemeriksaan kolonoskopi. Berdasarkan kepustakaan, ADP secara umum memberikan kontribusi sumber perdarahan saluran cerna sebesar 20-60% kasus, 10-30% kasusnya berasal dari perdarahan saluran cerna bagian bawah (PSCBB). Gambaran klinis perdarahan saluran cerna dalam Laporan Tahunan IERSY 2021-2022 merupakan jumlah kasus yang cukup banyak, yakni 44 kasus (61.1%) dari 72 kasus total tindakan endoskopi gastrointestinal dengan keluhan dan tanda meliputi hematemesis melena (36.1%); hematochezia (0.8%); anemia (2.7%) dan nyeri perut sebesar 20.8% yang dipersepsikan dengan perdarahan tersamar. Dalam laporan ini penyebab yang dominan dari nyeri perut dan anemia adalah temuan ADP pada kolonoskopi. Untuk keadaan ADP aktif (saat perdarahan berlangsung), angiografi merupakan baku emas untuk mendapatkan etiologi nya; begitupun tindakan kolonoskopi segera, bisa menjadi andalan diagnostik dengan sensitivitas 80-90% sekaligus sebagai tindakan terapeutik seperti pemasangan hemoclips, maupun ligasi (band ligation) atau skleroterapi  IERSY telah melakukan tindakan hemoklips terhadap beberapa kasus perdarahan pada ADP kolon.Gejala dan tanda angiodysplasia (ADP) berupa kelemahan umum, nafas terasa sesak dan nafas pendek karena anemia, adanya perdarahan tersamar pada pemeriksaan feses, perdarahan saluran cerna masif dari ringan sampai berat berupa muntah darah (hematemesis), buang air besar hitam atau warna maroon-tua (melena) dan atau merah terang (hematoskhezia); kasus jarang dengan gejala nyeri perut, maupun tanpa gejala. Patogenesis ADP melibatkan patofisiologi dengan gambaran klinis yang tidak khas, patologi anatomi dan etiologi nya yang tumpang tindih dan tidak spesifik. Umumnya 70% kasus ADP ditemukan di mukosa kolon kanan – khususnya di sekum dan kolon asendens proksimal – dibanding mukosa bagian-bagian saluran cerna lainnya, sehingga umum dikenal sebagai ADP kolon dan ditemukan dengan pemeriksaan kolonoskopi. Berdasarkan kepustakaan, ADP secara umum memberikan kontribusi sumber perdarahan saluran cerna sebesar 20-60% kasus, 10-30% kasusnya berasal dari perdarahan saluran cerna  bagian bawah (PSCBB).Gambaran klinis perdarahan saluran cerna dalam Laporan Tahunan IERSY 2021-2022 merupakan jumlah kasus yang cukup banyak, yakni 44 kasus (61.1%) dari 72 kasus total tindakan endoskopi gastrointestinal dengan keluhan dan tanda meliputi hemetemesis melena (36.1%); hematoskhezia (0.8%); anemia (2.7%) dan nyeri perut  sebesar 20.8% yang dipersepsikan dengan perdarahan tersamar. Dalam laporan ini penyebab yang dominan dari nyeri perut dan anemia adalah temuan ADP pada kolonoskopi.Untuk keadaan ADP aktif (saat perdarahan berlangsung), angiografi merupakan baku emas untuk mendapatkan etiologi nya; begitupun tindakan kolonoskopi segera, bisa menjadi andalan diagnostik dengan sensitifitas 80-90% sekaligus sebagai tindakan terapeutik seperti pemasangan hemoclips, maupun ligasi (band ligation) atau skleroterapi  IERSY telah melakukan tindakan hemoklips terhadap beberapa kasus perdarahan pada ADP kolon

    Prevalensi Terjadinya Nodul Tiroid di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Pada Tahun 2018 – 2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    No full text
    Nodul tiroid merupakan kelainan pada kelenjar tiroid yang sebagian bersifat asimptomatik dan bersifat jinak, namun juga dapat bersifat ganas walaupun angka kejadiannya kecil. Nodul ganas lebih sering terjadi pada usia muda dan jenis kelamin laki-laki. Pemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk mengetahui apakah nodul tersebut ganas atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi nodul tiroid di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2018–2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif retrospektif. Penelitian ini dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian yang diambil adalah pasien penderita nodul tiroid yang tercatat di poliklinik onkologi RSU Kabupaten Tangerang periode September 2018 – Desember 2020. Penelitian ini didapatkan bahwa penderita nodul tiroid lebih banyak terdapat pada perempuan sebanyak 152 (85,4%) orang dan 26 (14,6%) pada laki-laki. Berdasarkan kelompok umur, nodul tiroid pada penelitian ini terjadi paling banyak pada kelompok umur 41 – 50 tahun yaitu sebanyak 52 kasus (29,2%) dan paling sedikit pada kelompok umur <20 tahun yaitu sebanyak 8 kasus (4,5%). Distribusi nodul tiroid berdasarkan jenis keganasan yang paling banyak adalah nodul tiroid ganas sebanyak 107 (60,1%) pasien disusul dengan nodul tiroid jinak sebanyak 78 (39,9%) pasien. Penyakit nodul tiroid lebih banyak terdapat pada perempuan dibanding laki-laki dan banyak terjadi pada golongan usia 41 – 50 tahun. Pada penelitian ini lebih banyak kejadian nodul tiroid yang bersifat ganas dibandingkan nodul tiroid yang bersifat jinak.Pendahuluan: Nodul tiroid merukan kelainan pada kelenjar tiroid yang sebagian bersifat asimptomatis dan bersifat jinak, namun juga dapat bersifat ganas walaupun angka kejadiannya kecil. Nodul ganas lebih sering terjadi pada usia muda dan jenis kelamin laki-laki. Pemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk mengetahui apakah nodul tersebut ganas atau tidak. Dalam pandangan Islam, kesehatan merupakan suatu hal yang penting karena dalam kondisi yang sehat seseorang dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, namun sakit dalam pandangan Islam juga bukanlah suatu kondisi yang hina atau memalukan melainkan suatu kedudukan yang mulia bagi seorang hamba-Nya karena dengan mengalami sakit maka seorang hamba diingatkan untuk selalu bersyukur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi nodul tiroid di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2018 – 2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif retrospektif. Penelitian ini dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian yang diambil adalah pasien penderita nodul tiroid yang tercatat di poliklinik onkologi RSU Kabupaten Tangerang periode September 2018 – Desember 2020.Hasil: Penelitian ini didapatkan bahwa penderita nodul tiroid lebih banyak terdapat pada perempuan sebanyak 152 (85,4%) orang dan 26 (14,6%) pada laki-laki. Berdasarkan kelompok umur, nodul tiroid pada penelitian ini terjadi paling banyak pada kelompok umur 41 – 50 tahun yaitu sebanyak 52 kasus (29,2%) dan paling sedikit pada kelompok umur <20 tahun yaitu sebanyak 8 kasus (4,5%). Distribusi nodul tiroid berdasarkan jenis keganasan yang paling banyak adalah nodul tiroid ganas sebanyak 107 (60,1%) pasien disusul dengan nodul tiroid jinak sebanyak 78 (39,9%) pasien.Kesimpulan: Penyakit nodul tiroid lebih banyak terdapat pada perempuan dibanding laki-laki dan banyak terjadi pada golongan usia 41 – 50 tahun. Pada penelitian ini lebih banyak kejadian nodul tiroid yang bersifat ganas dibandingkan nodul tiroid yang bersifat jinak

    Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi, Penggunaan Gadget, dan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 serta Tinjauannya dalam Islam

    Full text link
    Latar Belakang: Masalah gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan sosial orang dewasa. Insomnia adalah salah satu gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih di mana keadaan sulit tidur ini harus menyebabkan gangguan klinis yang signifikan. Sebagian anak muda termasuk mahasiswa kedokteran mengkonsumsi kopi untuk meningkatkan semangat beraktivitas maupun mengerjakan tugas. Faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu penggunaan gadget dan stres. Dalam pandangan Islam, Allah-lah yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Maka dari itu, manusia harus taat dan patuh terhadap perintah-Nya. Untuk menjaga kesehatan tubuh, umat muslim harus selalu berikhtiar dengan menjaga kecukupan makanan halal dan thayyib serta selalu bersyukur dan bertawakkal kepada Allah. Metode: Penelitian ini menggunakan 75 data sampel mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dengan desain penelitian cross sectional. Penetapan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Bahan penelitian yang digunakan berupa kuesinoer gabungan: Depression Anxiety Stres Scale, Insomnia Severity index, dan kuesioner yang menanyakan konsumsi kopi dan penggunaan gadget.  Selanjutnya data akan dianalisis secara analitik menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan konsumsi kopi dengan kejadian insomnia (p=0,528), tidak ada hubungan penggunaan gadget dengan kejadian insomnia (p=1,000), namun ada hubungan stres dengan kejadian insomnia (p=0,013). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan kejadian insomnia, namun tidak terdapat hubungan terhadap konsumsi kopi dan penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI

    Prevalensi dan Pola Kepekaan Bakteri Gram Negatif Multidrug Resistant dari Kultur Sputum Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Bawah Non-Tuberkulosis Tahun 2022-2023

    Full text link
    Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan bawah non-tuberkulosis sering disebabkan oleh berbagai macam bakteri Gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas sp., dan Acinetobacter baumannii. Penggunaan antibiotik tanpa mengetahui bakteri penyebab dapat menyebabkan resistensi, termasuk multidrug-resistant (MDR), yang menyulitkan pengobatan serta meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan pola kepekaan bakteri Gram negatif multidrug-resistant dari kultur sputum penyebab infeksi saluran napas bawah non-tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain kohort retrospektif yang dilakukan di rumah sakit swasta di Kota Bekasi dari Juni 2022 hingga Desember 2023. Hasil: Didapatkan 72 isolat (88,9%) adalah bakteri Gram negatif MDR, sebanyak 47 pasien (67,1%) adalah laki-laki dengan mayoritas usia lebih dari 28 hari - 18 tahun (57,1%), 54,3% pasien meninggal. Acinetobacter baumannii merupakan isolat terbanyak, isolat tersebut 100% resisten terhadap cefazoline, ceftazidime, ceftriaxone, cefepime, meropenem, gentamicin, dan ciprofloxacin. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan bakteri MDR Gram negatif terbanyak adalah Acinobater baumannii yaitu 19 isolat (26,3%). Bakteri MDR Gram negatif rata-rata mengalami resistensi tinggi terhadap golongan antibiotik penicillin dan cephalosporin. Dan sensitif terhadap tigecycline dan amikacin &nbsp

    Hubungan Durasi Waktu Penggunaan Gadget dengan Syndrome Asthenopia pada Remaja di SMAN 3 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    KATA KUNCI          Durasi Penggunaan Gadget, Syndrome Asthenopia, Remaja SMA, gadget, Syndrome Visual. ABSTRAK                 :  Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat setiap orang menggunakan gadget. Penggunaan gadget bukan hanya digemari oleh orang dewasa akan tetapi juga digemari oleh para remaja karena gadget dianggap hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sebesar 42,4% remaja mengalami kecanduan internet. Salah satu dampak negatif durasi waktu penggunaan gadget yang terlalu lama dapat menyebabkan keluhan kelelahan pada mata (Syndrome Asthenopia). Menurut pandangan Islam, menguatkan iman dan pembinaan dari orang tua merupakan kunci kesuksesan remaja dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini, termasuk gadget. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan rancangan penelitian potong lintang digunakan terhadap 145 siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 3 Jakarta. Kuisioner durasi waktu penggunaan gadget dalam bentuk google form sedangkan tingkat keparahan Syndrome Asthenopia menggunakan perhitungan total skor berdasarkan Kuisioner Visual Fatigue Index (VFI). Hasil penelitian didapatkan bahwa Mayoritas durasi waktu penggunaan gadget remaja di SMA Negeri 3 Jakarta pada kategori sedang sebanyak 49.0% dan pada kategori ringan sebanyak 21.4%.  Sebanyak 44.1% remaja di SMA Negeri 3 Jakarta mengalami astenopia dan sebanyak 55.9% remaja tidak mengalami astenopia. Terdapat hubungan bermakna antara Durasi Waktu Penggunaan Gadget terhadap Syndrome Asthenopiapada remaja SMA Negeri 3 Jakarta.   KEYWORDS            Duration of Gadget Use, Asthenopia Syndrome, High School Adolescents, Gadgets, Visual Syndrome   ABSTRACT              : The rapid development of digital technology makes everyone use gadgets. The use of gadgets is not only favoured by adults but also favoured by teenagers because gadgets are considered important in everyday life. In Indonesia, 42.4% of teenagers experience internet addiction. One of the negative impacts of prolonged screen time is that it can cause eye fatigue (Asthenopia Syndrome). According to the Islamic view, strengthening faith and parental guidance is the key to teenagers' success in facing challenges in this globalization era, including gadgets. This type of research is quantitative, with an analytic survey and cross-sectional research design, and was used on 145 students in grades X and XI at SMA Negeri 3 Jakarta. The questionnaire for the duration of time using gadgets in the form of a Google form, while the severity of Asthenopia Syndrome uses a total score calculation based on the Visual Fatigue Index (VFI) Questionnaire. The results showed that the majority of the duration of time using gadgets for adolescents in SMA Negeri 3 Jakarta was in the moderate category, as much as 49.0%, and in the mild category, as much as 21.4%. A total of 44.1% of adolescents in SMA Negeri 3 Jakarta experienced asthenopia, and 55.9% of adolescents did not experience asthenopia. A significant relationship exists between the duration of time using gadgets and Asthenopia Syndrome in SMA Negeri 3 Jakarta adolescents

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇