Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Profil Imunisasi dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 6-60 Bulan di Desa Kresek Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang dan Ditinjau dalam Pandangan Islam

    Full text link
    KATA KUNCI          Stunting, Imunisasi Dasar, Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan, Perspektif Islam. ABSTRAK                 Penelitian ini menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dan kejadian stunting pada anak usia 6–60 bulan di Desa Kresek serta tinjauannya dari perspektif Islam. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi yang tidak lengkap, yang meningkatkan risiko infeksi. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual. Penelitian analitik dengan desain kuantitatif menggunakan data sekunder dari 98 anak di Desa Kresek. Sampel diambil menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan status imunisasi dengan kejadian stunting. Hasil menunjukkan prevalensi stunting mencapai lebih dari 70%, dengan 71,4% anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara status imunisasi dan kejadian stunting (p < 0,05), di mana anak yang tidak menerima imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap berkontribusi signifikan terhadap tingginya kejadian stunting di Desa Kresek. Peningkatan cakupan imunisasi dasar menjadi strategi penting untuk mencegah stunting, yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan spiritual

    Pengaruh Pemberian Beras Porang (Amorphophallus Oncophyllus) Terhadap Kadar HbA1c dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Penderita Sindrom Metabolik di Universitas YARSI serta Tinjauannya dalam Islam

    Full text link
    Latar Belakang: Sindrom metabolik adalah masalah kesehatan global yang meningkatkan penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia cukup tinggi, terutama dengan obesitas sentral, rendahnya kadar kolesterol HDL, hipertensi, dan tingginya kadar gula darah sebagai komponen utama. Manajemen sindrom metabolik melibatkan modifikasi pola makan, termasuk pengurangan konsumsi karbohidrat tinggi indeks glikemik. Beras porang dengan indeks glikemik rendah dan mengandung glukomanan dapat membantu menurunkan glukosa darah serta mengontrol HbA1c dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, konsumsi makanan halal dan thayyib seperti beras porang serta upaya menjaga kesehatan melalui pola makan sehat dan pencegahan sindrom metabolik adalah bagian dari ibadah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sebanyak 27 responden penderita sindrom metabolik dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mengevaluasi efek pemberian beras porang terhadap indeks massa tubuh (IMT) dan kadar HbA1c selama 28 hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kadar HbA1c dari 5,9% menjadi 5,7% (p = 0,037) dan indeks massa tubuh dari 31,83 kg/m² menjadi 31,27 kg/m² (p < 0,001) setelah pemberian beras porang selama 28 hari. Simpulan: Pemberian beras porang selama 28 hari terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar HbA1c sebesar 0,2% (p = 0,037) dan IMT sebesar 0,56 kg/m² (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan efektivitas beras porang untuk mengendalikan HbA1c dan IMT. Pandangan Islam mendukung pemberian beras porang sebagai intervensi pola makan selaras dengan prinsip halal dan thayyib

    Kecenderungan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara tropis seperti di Indonesia. Indonesia memiliki jumlah kasus DBD tertinggi kedua di dunia dan tertinggi di Asia Tenggara. Terdapat 8.716 kasus DBD yang dilaporkan di DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional. Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional. Analisis regresi adalah metode analisis data. Hasil menunjukkan pola perkembangan kasus DBD cenderung lebih tinggi dan bergeser ke kelompok usia produktif yaitu 6-18 tahun dan 19-59 tahun. Laki-laki lebih banyak mengalami peningkatan kasus DBD dibandingkan perempuan. Terkait dengan kecenderungan penyakit DBD, perspektif Islam menyatakan bahwa kebersihan adalah hak asasi manusia. Lingkugan yang kotor dapat menyebabkan sejumlah penyakit

    Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Fungsi Kognitif pada Mahasiswa Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Tidur pada hakikatnya merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa lelah fisik dan mental. Mahasiswa kedokteran rentan mengalami kualitas tidur yang buruk akibat tuntutan akademik yang terus meningkat sehingga dapat meyebabkan masalah fungsi kognitif dan emosional yang serius. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif khususnya pada mahasiswa Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, Data diperoleh secara Non-probability Sampling jenis Consecutive Sampling dari kuesioner tervalidasi, yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji statistik Rank Spearman. Didapatkan hasil penelitian dari 68 responden sebanyak 79,4% responden memiliki kualitas tidur buruk, mayoritas merupakan perempuan. Insidensi gangguan kognitif ringan adalah 19,1%. Hasil uji korelasi didapatkan P= 0,320 dan koefisien korelasi sebesar 0,122. Selanjutnya dengan (α) = 0,05 dapat disimpulkan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada mahasiswa Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020. Dalam perspektif Islam, menjaga kualitas tidur tetap optimal dan mejaga kinerja kognitif tetap baik termasuk dalam maqashidus syari’ah

    Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hipertensi pada Pemain Game Online di Pulau Sebatik Provinsi Kalimantan Utara dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Latar Belakang: Hipertensi sering disebut sebagai The silent killer akibat seringnya terjadi tanpa gejala. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg. Hasil Riskesdas Provinsi Kalimantan Utara, 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk ≥ 18 tahun sebesar 34.1%. Salah satu faktor risiko hipertensi merupakan pola tidur yang buruk yaitu gangguan tidur, kualitas tidur yang buruk, dan durasi tidur yang pendek. Kualitas tidur yang buruk biasanya terjadi pada seseorang yang bermain game online secara berlebihan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada pemain game online di Pulau Sebatik Provinsi Kalimantan Utara. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling pemain game online  yang mengikuti tournament game online di Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara, sebanyak 80 responden. Hasil: Pada penelitian ini responden dengan kategori hipertensi sebanyak 44 orang (55.9%) dan kategori pre-hipertensi sebanyak 15 orang (18.8%) dengan rentang usia remaja akhir (20-25 tahun) sebanyak 36 orang (45 %). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil p-value sebesar 0.001 dengan nilai odds ratio menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk mempunyai risiko 8,22 kali lebih besar terkena hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada pemain game online di Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara dan terjadi pergeseran prevalensi hipertensi yang dapat terjadi pada usia remaja akhir karena perubahan gaya hidup seperti kualitas tidur buruk. Dalam tinjauan Islam tidur merupakan sunnatullah yang dapat dijadikan sarana untuk menjaga kesehatan tubuh. Background: Hypertension is often referred to as the silent killer because it often occurs without symptoms. Hypertension is a condition where systolic blood pressure > 140 mmHg and/or diastolic blood pressure > 90 mmHg. The results of Riskesdas of North Kalimantan Province in 2018 showed that the prevalence of hypertension based on the results of direct blood pressure measurements in residents 18 years of age was 34.1%. One of the risk factors for hypertension is poor sleep patterns, namely sleep disturbances, poor sleep quality, and short sleep duration. Poor sleep quality usually occurs in someone who plays online games excessively. Objective: The purpose of this study aims to determine the relationship between sleep quality and the incidence of hypertension in online game players on Sebatik Island, North Kalimantan Province. Method: This type of research is descriptive analytic with a cross sectional research design. The sample in this study was a total sampling of online game players who participated in an online game tournament on Sebatik Island, North Kalimantan Province, as many as 80 respondents. Result: In this study, there were 44 respondents (55.9%) in the hypertension category and 15 (18.8%) in the pre-hypertension category, with age range of late adolescence (20 – 25 years) as many as 36 people (45%). Based on the results of the Pearson Chi-Square , a p-value of 0.001 was obtained so that there was a significant relationship between sleep quality and the incidence of hypertension with the odds ratio value indicating that poor sleep quality has an 8.22 times greater risk of developing hypertension. Conclusion: There is a relationship between sleep quality and the incidence of hypertension in online game players on Sebatik Island, North Kalimantan Province and there is a shift in the prevalence of hypertension that can occur in late adolescence due to lifestyle changes such as poor sleep quality. In Islam, sleep is a sunnatullah that can be used to maintain a healthy body

    Analisis Profil Gula Darah pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Januari - Juni 2023

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia, dengan diabetes melitus sebagai faktor risiko signifikan. Gangguan metabolisme glukosa, seperti diabetes dan hiperglikemia, dapat memperburuk kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil gula darah pada pasien yang telah didiagnosis PJK di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional desktiptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 83 pasien PJK yang telah dikonfirmasi diagnosisnya melalui EKG, CT scan coroner, atau angiografi. Variable yang diukur meliputi kadar Glukosa Darah Puasa (GDP), kadar Glukosa Darah 2 jam Postprandial (GD2PP), dan kadar Hemoglobin A1c ( HbA1c). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 38,6% pasien mengalami PJK dengan 1 vessel disease dan 3 vessel disease dan 65% resoinden berusia 51 hingga 70 tahun. meskipun Sebagian besar pasien memiliki kadar GD2PP (50,6%) dan HbA1c (50,6%) dalam rentang normal. Terdapat proporsi yang cukup signifikan (60,2%) dengan kadar GDP abnormal. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa meskipun banyak pasien PJK memiliki profil gula darah yang normal, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar GDP yang abnormal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap abnormalitas profil gula darah pada pasien PJK, serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang bertujuan untuk memperbaiki profil gula darah. ABSTRACT Background: Coronary Artery disease (CAD) is the leading cause of death in the world, with diabetes mellitus as a significant risk factor. Disorders of glucose metabolism, such as diabetes and hyperglycemia, can exacerbate vascular damage and increase the risk of CAD. This study aims to analyze the blood sugar profile in patients who have been diagnosed with CAD in the cardiac polyclinic of Gatot Soebroto Army Hospital.  Methods: This study is a descriptive observational quantitative research. The research sample consists of 83 CAD patients whose diagnoses have been confirmed through ECG, coronary CT scan, or angiography. The variables measured include Fasting Blood Glucose (FBG), 2-hour Postprandial Blood Glucose (2hPPBG), and Hemoglobin A1c (HbA1c) levels. Results: This study showed that 38.6% of patients had CAD with 1 vessel disease and 3 vessel disease and 65% of the patients were aged 51 to 70 years. although most patients had GD2PP (50.6%) and HbA1c (50.6%) levels within the normal range. There was a significant proportion (60.2%) with abnormal FBG levels. Conclusion: This study shows that although many CAD patients have normal blood sugar profiles, there is still a sizable proportion with abnormal GDP levels. Further research is needed to identify factors that contribute to abnormal blood sugar profiles in CAD patients, as well as to evaluate the effectiveness of interventions aimed at improving blood sugar profiles.     &nbsp

    MEDICAL PSYCHOLOGY: APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA?

    Full text link
    Dewasa ini perananan ilmu psikologi dalam setting medis semakin menjadi pusat perhatian, sehingga banyak praktisi dan akademisi ilmu kedokteran melakukan penelitian dan pengembangan penerapan ilmu psikologi dalam berbagai aspek pelayanan, bahkan baru-baru ini muatan ilmu psikologi dalam kurikulum fakultas kedokteran pun semakin bertambah banyak. Di sisi lain, pengembangan ilmu psikologi di setting medis pun semakin berkembang, sehingga dikenal bidang kajian khusus yang disebut Medical Psychology (Psikologi Medis).Jika mendengan istilah Medical Psychology, sebagian dari kita mungkin merasa baru mendengar, sedangkan sebagian lainnya merasa pernah mendengar atau mengetahuinya karena istilah tersebut secara sederhana menggabungkan kata yang sudah familiar yaitu Medical dan Psychology. Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dan menyeluruh, maka dalam tulisan ini penulis akan menguraikan mengenai Medical Psychology yang ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan utama sebagai berikut: (1) Apa itu medical Psychology? (2) Mengapa penting ada psikologi di setting medis?, dan (3) Bagaimana medical psychology berguna untuk pengembangan keilmuan serta praktek psikologi dan kedokteran?. Selain menjawab ketiga pertanyaan utama tersebut, penulis juga akan menguraikan mengenai peranan ilmu psikologi pada setting medis di Indonesia saat ini dan juga akan membahas tentang langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan untuk pengembangan psikologi medis di Indonesia

    MEDICAL PSYCHOLOGY: APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA?

    Full text link
    Dewasa ini perananan ilmu psikologi dalam setting medis semakin menjadi pusat perhatian, sehingga banyak praktisi dan akademisi ilmu kedokteran melakukan penelitian dan pengembangan penerapan ilmu psikologi dalam berbagai aspek pelayanan, bahkan baru-baru ini muatan ilmu psikologi dalam kurikulum fakultas kedokteran pun semakin bertambah banyak. Di sisi lain, pengembangan ilmu psikologi di setting medis pun semakin berkembang, sehingga dikenal bidang kajian khusus yang disebut Medical Psychology (Psikologi Medis).Jika mendengan istilah Medical Psychology, sebagian dari kita mungkin merasa baru mendengar, sedangkan sebagian lainnya merasa pernah mendengar atau mengetahuinya karena istilah tersebut secara sederhana menggabungkan kata yang sudah familiar yaitu Medical dan Psychology. Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dan menyeluruh, maka dalam tulisan ini penulis akan menguraikan mengenai Medical Psychology yang ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan utama sebagai berikut: (1) Apa itu medical Psychology? (2) Mengapa penting ada psikologi di setting medis?, dan (3) Bagaimana medical psychology berguna untuk pengembangan keilmuan serta praktek psikologi dan kedokteran?. Selain menjawab ketiga pertanyaan utama tersebut, penulis juga akan menguraikan mengenai peranan ilmu psikologi pada setting medis di Indonesia saat ini dan juga akan membahas tentang langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan untuk pengembangan psikologi medis di Indonesia

    Peranan Metode Terapi Hypnobirthing dalam Mengelola Kecemasan terhadap Nyeri saat Persalinan

    Full text link
    Setiap ibu hamil menginginkan proses persalinan yang lancar dan bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kondisi psikologis ibu hamil dalam menjalani kehamilan hingga persalinannya. Kecemasan merupakan suatu kondisi psikologis yang kompleks yang ditandai dengan respon fisiologis, kognisi-afeksi dan perilaku. Pada ibu hamil dengan usia kehamilan tri semester ketiga cenderung mengalami kecemasan yang terkait dengan nyeri saat persalinan. Melalui penelitian eksperimen ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh metode terapi Hypnobirthing dalam mengelola kecemasan terhadap nyeri saat persalinan. Hasil pengolahan dengan paired sampel t-test diperoleh p=0,000 < 0,05, artinya ada perbedaan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terapi Hypnobirthing dapat menurunkan tingkat kecemasan terhadap nyeri saat persalinan pada responden di RSIA Budiasih Serang Banten. Hasil analisis lebih rinci menunjukkan bahwa aspek fisiologis, kognisi-afeksi dan perilaku dengan uji statistik diperoleh p = 0.000 < 0.05 secara signifikan menurunkan kecemasan terhadap nyeri saat persalina

    Manajemen Nyeri Menurut Tokoh-Tokoh Masa Keemasan Islam: Ibnu Sina, Al Zahrawi, Ibnu Zuhr Dan Al Razi

    Full text link
    Rasa nyeri merupakan hal yang biasa menyertai segala jenis penyakit, baik penyakit akut maupun kronik. Untuk mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup penderita dilakukan berbagai upaya multidisipliner yang dikenal sebagai manajemen nyeri. Tulisan ini menggambarkan pandangan tokoh-tokoh kesehatan masa keemasan Islam yang berhubungan dengan manajemen nyeri. Ibnu Sina (980-1037) memberikan gambaran komprehensif tentang nyeri dan berbagai pengobatannya. Al Zahrawi (936-1013) membuat 30 volume ensiklopedia pengobatan termasuk tentang anastesia. Ibnu Zuhr (1091-1161) selain memanfaatkan anastesia dalam pembedahan juga merancang peralatan khusus yang memungkinkan pembedahan dilakukan lebih efektif dan efisien. Al Razi (850-923) tidak hanya dokter pertama yang menggunakan spong anastetik untuk pembedahan, namun juga membahas pentingnya etika dokter dalam berinteraksi dengan pasiennya. Para tokoh ini tidak hanya menggunakan pendekatan fisik (antara lain melalui analgesik, anastesia oral dan inhalan serta peralatan bedah yang baik), tetapi juga pendekatan psikospiritual (dengan memberi perasaan nyaman atau perasaan lain pada pasien yang berhubungan dengan keyakinan pasien dan dokter terhadap Allah SWT)

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇