Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    Studi Kasus mengenai Forgiveness pada Wanita dengan HIV/AIDS yang Terinfeksi melalui Suaminya

    Full text link
    HIV (Human Immunodeficiency Virus) berbeda dengan AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome). AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh individu selama hingga sepuluh tahun atau bahkan lebih. Penularan HIV terbanyak adalah melalui hubungan seksual ataupun menggunakan jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV. Oleh karenanya seorang istri dapat menjadi ODHA jika suaminya sering berganti-ganti pasangan seksual, atau seorang pecandu narkoba. Kondisi ini membuat istri menderita karena ketidakadilan dan luka yang mendalam dari suaminya. Orang yang harusnya melindunginya dalam rumah tangga justru mencelakainya karena perbuatannya yang tidak “lurus”. Perasaan ini dapat menimbulkan kemarahan, ketakutan, dan kebencian. Ketika keadilan tidak segera ditegakkan, korban dapat cenderung menjadi unforgiving (tidak mengampuni) yang dapat dimanifestasikan dalam bentuk dendam. Namun menurut Witvliet, Ludwig, & Vander Laan (2001, dalam Worthington, 2005). Unforgiveness merupakan suatu hal yang stressful dan membuat individu merasakan suatu permusuhan terhadap pelaku kesalahan. Individu yang sering menunjukkan sikap tidak mengampuni dapat mengalami gangguan-gangguan kardiovaskular atau sistem imun (kekebalan tubuh). Selain itu menurut Toussaint, Williams, Musick, dan Everson (2001 dalam Worthington, 2005) kesehatan fisik dapat terpengaruh secara negatif jika individu terus-menerus menerapkan sikap unforgiving, dan terpengaruh secara positif jika individu mempraktekkan forgiveness.Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peneliti bermaksud akan melakukan analisis mengenai kaitan forgiveness dengan tingkat kesehatan ODHA, khususnya pada istri yang terinfeksi HIV/AIDS dari suaminya. Pengambilan data dilakukan oleh Y. Wijayanti pada 2 orang subjek, dengan metode wawancara dan observasi. Selanjutkan dilakukan analisis tentang fase-fase forgiveness serta tingkat kesehatan dari kedua subjek

    Health Anxiety dan Keterpaparan Media Daring di Aceh

    Full text link
    Kecemasan kesehatan terjadi ketika individu merasakan adanya perubahan pada tubuh, yang kemudian ditafsirkan sebagai gejala penyakit serius. Salah satu yang menjadi pemicu seseorang mengalami kecemasan kesehatan adalah terpapar oleh informasi yang tersedia di media secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan kesehatan dengan keterpaparan media dan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 378 individu dewasa awal di Aceh yang dipilih dengan metode sampling non probabilitas dengan kriteria berusia 20-34 tahun dan menggunakan media sosial. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Short Health Anxiety Inventory (SHAI) dengan nilai alpha 0,92 dan Skala Keterpaparan Media dengan nilai alpha 0,73. Analisis data menggunakan teknik korelasi spearman’s rho menunjukkan koefisien korelasi (r) = 0,211 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p<0,05). Artinya, terdapat hubungan positif antara kecemasan kesehatan dengan keterpaparan media online pada dewasa awal di Aceh. Sejumlah 82,6% dewasa awal di Aceh memiliki kecemasan kesehatan ringan dan 79,6% dewasa awal di Aceh memiliki akses informasi kesehatan di media online dalam tataran kadang-kadang hinga sering

    Pemanfaatan Teknologi Media Pembelajaran Youtube dan E-Modul Antenatal Untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa Melakukan Simulasi Pemeriksaan Abdomen Ibu Hamil Leopold 1-4 (Penelitian Tindakan Kelas)

    Full text link
    Pembelajaran keterampilan prosedur keperawatan maternitas tidak dapat dilakukan secara tatap muka di laboratorium selama pandemi covid 19. Pemanfaatan teknologi pembelajaran YouTube dan e-modul dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa melakukan simulasi pemeriksaan abdomen ibu hamil Leopold 1-4 . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterampilan mahasiswa melakukan simulasi pemeriksaan Leopold 1-4 melalui pemanfaatan teknologi media YouTube dan e modul. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian tindakan kelas dengan model siklus. Sampel penelitian total sampling mahasiswa semester III yang mengikuti perkuliahan keperawatan maternitas I semester ganjil tahun akademik 2021/2022 sebanyak 18. Dosen memberikan kuliah secara daring menggunakan zoom dan menggunakan media pembelajaran YouTube dan e modul antenatal. Mahasiswa melakukan latihan secara mandiri simulasi pemeriksaan Leopold 1-4. Pengumpulan data untuk menilai keterampilan mahasiswa dilakukan dengan upload bukti simulasi prosedur keterampilan Leopold 1-4 pada Learning Management System (LMS) STIKes Jayakarta. Analisa data menggunakan deskriptif analitik untuk menilai keterampilan pemeriksaan Leopold 1-4. .Hasil Penelitian didapatkan pada siklus I mahasiswa yang mengumpulkan tugas upload melalui LMS sebesar 94%. Pada siklus II mahasiswa yang mengumpulkan tugas 100%. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sampai semua mahasiswa mampu melakukan keterampilan pemeriksaan Leopold 1 sampai 4. Pada Siklus I mahasiswa melakukan simulasi Leopold 1 adalah 66.7% benar, Leopold 2 adalah 50 % benar, Leopold 3 adalah 66.7% benar, Leopold 4 adalah 61.1 % benar. Pada Siklus II mahasiswa melakukan simulasi Leopold 1 adalah 72.2% benar, Leopold 2 adalah 72.2 % benar, Leopold 3 adalah 72.2% benar, Leopold 4 adalah 61.1 % benar. Pada Siklus III mahasiswa dapat melakukan simulasi Leopold 1 -4 100 % benar. Kesimpulan pada siklus III semua mahasiswa dapat menunjukkan simulasi pemeriksaan Leopold 1-4 dengan benar. Rekomendasi mahasiswa diberikan kesempatan untuk latihan berulang secara mandiri. Penilaian selanjutnya dilakukan melalui penilaian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) secara tatap muka di laboratorium dengan tetap menjaga protokol kesehatan

    Pengaruh Kelekatan Anak dengan Orang Tua terhadap Perkembangan Kognitif Anak dan Remaja

    Full text link
    Piaget menjelaskan, perkembangan kognitif peserta didik perlu didasari dari pengajaran atau strategi yang diberikan oleh pengajar. Serta proses pengajaran/pendidikan dapat membantu peserta didik dalam menilai atau menentukan sejauh mana perkembangan kognitif yang mereka miliki. Hanya saja dalam kondisi pandemi Covid-19 ini kegiatan pembelajaran tidak dapat dilakukan sebagaimana biasanya. Kegiatan pembelajaran kini dilakukan dengan jarak jauh, dilakukan secara online, dan sebagian melakukannya secara tatap muka terbatas. Peranan orang tua saat ini lebih mendominasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak selama dirumah dibandingkan peran guru disekolah. Disamping itu, peran dalam memberikan pengajaran bukan hanya tanggung jawab seorang guru, tetapi orang tua juga berperan penting dalam perkembangan kognitif pada anak. Oleh sebab itu, dalam makalah ini peneliti tertarik untuk melihat sejauh mana pengaruh yang diberikan dari kelekatan anak dan orang tua terhadap perkembangan kognitif pada anak & remaja. Berdasarkan kajian literatur didapati bahwa kelekatan secara aman antara ibu dan anak menunjukkan skor yang lebih tinggi pada perkembangan kognitif anak jika dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki kelekatan secara aman dengan orangtuanya. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melihat keterkaitan antara kelekatan anak dan orang tua terhadap perkembangan kognitif pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature Review. Sebanyak 17 jurnal yang peneliti temukan, akhirnya ditetapkan sebanyak sembilan jurnal yang dijadikan sebagai sumber utama dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan anak dengan orang tua berpengaruh pada perkembangan kogitif anak dan remaja. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan tentang pentingnya kelekatan orang tua dan anak bagi perkembangan kognitif anak dan remaja

    POLA KOMUNIKASI ISLAMI ANTARA ORANGTUA DAN REMAJA DALAM MEMBICARAKAN ISU SEKSUALITAS: STUDI KABUPATEN BANYUMAS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja pada orang tua dan mengetahui pola komunikasi seksualitas secara Islami antara orang tua dan anak di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Populasi penelitian ini adalah keluarga remaja (suami istri) yang bertempat tinggal di Kabupaten Banyumas. Sampel/cuplikan dengan teknik purposive yaitu keluarga yang mempunyai anak usia 10-18 tahun yang bersekolah di Sekolah berbasis Islam. Adapun informan dalam penelitian ini adalah orang tua yang anaknya di sekolah Islam usia 10-18 tahun. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan teknik pertanyaan semi terbuka pada orang tua untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua untuk memberikan informasi tentang seksualitas secara Islami pada anak. Analisis data dalam penelitian menggunakan dengan model interaktif dari Hubermans melalui tahapan reduksi data, sajian data dan verifikasi. Hasil penelitian yang pertama, orang tua Muslim belum mengetahui tentang komunikasi seksualitas secara Islami yang materi atau topik pembicaraan tentang seksualitas diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadist. Pengetahuan orang tua masih sebatas pada ketentuan Isti’dza,Istinja dan bersuci. Kedua,orang tua belum secara khusus meluangkan waktu untuk mengajarkan pada anak-anak mereka tentang topik sesksualitas secara Islami. Ada orang tua yang menganggap persoalan tersebut penting untuk disampaikan dengan bingkai nilai-nilai agama agar tidak tabu untuk dibicarakan. Pembicaraan seksualitas dilakukan oleh orang tua setelah anak bertanya atau ada kejadian yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Orang tua mengalami kesulitan untuk memilih bahasa yang tepat untuk berbicara pada anak tentang masalah seksualitas

    KORELASI ANTARA PENGETAHUAN AKAN AIDS DAN PERILAKU SEKS BERISIKO PADA REMAJA KOMUNITAS TAMAN X DI DEPOK

    Full text link
    Pengetahuan akan AIDS tidak dapat dipisahkan dengan perilaku seks berisiko yang dilakukan oleh beberapa kelompok yang salah satunya terjadi di kalangan remaja. Pengetahuan akan AIDS merupakan salah satu hal yang memengaruhi perilaku seks berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi pengetahuan akan AIDS dengan perilaku seks berisiko serta variabel-variabel penunjang lainnya seperti usia partisipan, jenis kelamin, pendidikan terakhir, tempat tinggal partisipan, status pacaran, usia pacaran pertama kali, dan jumlah pacaran seumur hidup. Hipotesis dalam penelitian ini terdapat korelasi antara pengetahuan akan AIDS dan perilaku seks berisiko. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, kemudian alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku seks berisiko dan skala pengetahuan akan AIDS dengan validitas berkisar antara 0.309 hingga 0.744 dengan reliabilitas alat ukur sebesar 0.873. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 45 remaja yang sering berkumpul di sebuah taman x di kota Depok, Jawa Barat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan akan HIV/AIDS dengan semua jenis perilaku seks berisiko, terutama dengan usia hubungan seks pertama kali (r = -0.191, p > .05), dan jumlah pasangan seks dalam kurun waktu 6 bulan terakhir (r = -0.076, p > .05). Pengetahuan akan HIV/AIDS sebagai faktor internal bukan merupakan variabel yang memengaruhi perilaku seks berisiko. Hasil penelitian ini memperkuat penelitian sebelumnya bahwa aspek kognisi bukan faktor yang krusial dalam memengaruhi dilakukannya perilaku seks berisiko. Keakuratan pengetahuan akan HIV/AIDS juga tidak serta merta membuat individu mengembangkan perilaku seks aman

    KUALITAS HIDUP PADA IBU DENGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI

    Full text link
    Kehamilan merupakan suatu fase yang paling dinantikan oleh rata-rata wanita, sebagai ekspresi rasa perwujudan diri dan identitasnya sebagai wanita. Kehamilan juga merupakan salah satu episode yang mencemaskan dalam kehidupan seorang wanita. Wanita perlu melakukan penyesuaian terhadap keadaan tersebut, karena dapat berpengaruh besar terhadap kondisi fisik dan terhadap psikologis seorang wanita yang pernah mengalaminya. Kehamilan bagi seorang wanita merupakan hal yang penuh kebahagiaan sekaligus kecemasan, cemas mengenai hal-hal buruk yang dapat menimpa dirinya dan janin, terutama pada saat proses persalinan. Masalah kesehatan pada ibu hamil, baik secara fisik maupun psikis, memiliki dampak terhadap kualitas hidup Ibu. Wanita memiliki suatu keadaan yang dapat meningkatkan risiko selama kehamilan, sekitar 5-10% dari kehamilan termasuk kehamilan dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pada ibu hamil dengan risiko tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kualitas hidup yang disusun peneliti berdasarkan teori dari WHOQOL. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 55 ibu hamil risti yang didapatkan dari 2 institusi kesehatan di Jakarta Pusat. Hasil pelaksanaan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21,8% subjek yang memiliki kualitas hidup yang rendah, 63,6% subjek dengan kualitas hidup yang sedang, dan 14,5% subjek dengan kualitas hidup yang tinggi. Selain itu, terdapat perbedaan kualitas hidup antara ibu bekerja dengan tidak bekerja, dan ibu yang menempuh pendidikan hingga SMA dengan pendidikan sarjana

    HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PERAWAT RUMAH SAKIT “Y” SERTA TINJAUANNYA DALAM ISLAM

    Full text link
    Kondisi kerja perawat berperan penting dalam berlangsungnya sistem pelayanan kesehatan di suatu rumah sakit. Penelitian ini memiliki tujuan dan manfaat untuk mengetahui dan memberikan informasi kepada perawat terkait kondisi kerja perawat sebagai tenaga medis di rumah sakit, diantaranya kondisi kelelahan kerja dan kondisi kesejahteraan psikologis perawat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kelelahan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada perawat di rumah sakit “Y”. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner kelelahan kerja perawat dengan 19 item dan kesejahteraan psikologis perawat dengan 77 item. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Hasil penelitian terhadap 80 sampel subjek perawat di rumah sakit “Y” dengan menggunakan analisa data Pearson Product Moment diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar r = - 0,762 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kelelahan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada perawat di rumah sakit “Y”. Hasil penelitian ini juga menunjukan 41,25 % perawat di rumah sakit “Y” mengalami kondisi kelelahan kerja dalam kategori sedang dan 43,75% perawat juga mengalami kondisi kesejahteraan psikologis dalam kategori sedang. Berdasarkan tinjauan dalam Islam, setiap muslim diharuskan memilih pekerjaan yang sesuai dengan ajaran agama Islam, salah satunya adalah dengan memilih profesi yang dapat bermanfaat bagi pengobatan masyarakat seperti profesi perawat

    PEMBERDAYAAN DIRI (SELF EMPOWERMENT) UNTUK MENCEGAH MUNCULNYA PREMANISME MELALUI TEKNIK FOCUS GROUP DISCUSION (FGD) PADA ANAK-ANAK JALANAN DI DKI JAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan melalui teknik focus group discussion (FGD) untuk mengarahkan anak jalanan berperilaku positif. Secara umum, realita anak jalanan melakukan kekerasan dalam berbagai bentuk yang akhirnya setelah menginjak usia remaja dan dewasa dikenal dengan sebutan preman di masyarakat. Sampel penelitiannnya diambil Stasiun Karet Tanah Abang. Penelitian menggunakan teknik FGD dilakukan dalam empat sesi pertemuan, setiap sesi berlangsung selama dua hari. Subjek penelitian terbagi dalam delapan kelompok yang mana tiap kelompok terdiri dari 10 anak,bertempat di Taman Tanah Abang Karet. Usia anak yang menjadi subyek penelitian berkisar antara 10 – 15 tahun (remaja awal) dan tidak memiliki cacat fisik. Hasil penelitian mengetahui kehidupan keluarga, potensi-potensi yang dimiliki, gambaran masa depannya dan mencegah premanisme serta mengarahkan perilaku anak yang positif

    DAMPAK KEJADIAN TRAUMATIK TERHADAP FUNGSI OTAK PADA PENDERITA POSTTRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD)

    Full text link
    Tulisan ini merupakan review deskriptif dari berbagai jurnal dan laporan penelitian dalam satu dekade terakhir tentang dampak kejadian trauma terhadap fungsi otak dengan memanfaatkan teknik pencitraan otak fMRI (functional magnetic resonance imaging) dan beberapa perangkat lain yang mendukung. Berbagai kejadian traumatik seperti kecelakaan, kekerasan seksual, perang atau bencana alam dapat memicu gangguan stress paska trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD). Hasil studi menunjukkan bahwa PTSD mengandung dua konstruk yakni neurological hypersensitivity dan psychological hypersensitivity. Berdasarkan konstruksi ini dapat dipahami bahwa gangguan PTSD akan berkaitan dengan perubahan dalam sistem neurobiologis otak. Studi pencitraan otak memperlihatkan terjadinya peningkatan respon pada bagian amigdala pada saat kemunculan simptom trauma. Sedangkan pada korteks prefrontal medial terjadi pengecilan volume dan penurunan respon selama kemunculan simptom trauma. Studi berikutnya juga menemukan terjadinya penurunan volume hipokampus pada penderita PTSD. Hal ini seiring dengan terjadinya peningkatan aliran darah pada hipokampus dan girus para hipokampus. Keadaan ini berkorelasi positif dengan tingkat keparahan simtom yaitu semakin parah simtom PTSD maka berkorelasi dengan semakin berkurangnya volume hipokampus. Berdasarkan penemuan-penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada penderita yang mengalami PTSD maka akan berpengaruh pada fungsi otak yakni terkait dengan kapasitas memori. Hal ini didukung oleh studi terbaru yang dilakukan oleh Povlovic S, Hasanovic M dan Prelic NK (2012) terhadap veteran perang yang mengalami PTSD. Hasil studi memperlihatkan para veteran perang tersebut memperoleh skor yang rendah dalam kapasitas memori, efisiensi atensi, ketrampilan persepsi visual, elastisitas kemampuan berfikir asosiatif dan kemampuan belajar jangka pendek

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇