Yarsi Academic Journals
Not a member yet
    1729 research outputs found

    EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL CURCURMA LONGA TERHADAP CELL LINE HEPG2

    Full text link
    Penyakit sirosis hati penyebab kematian ketiga di Indonesia dan ketujuh di dunia. Pengobatan alternatif maupun komplementer menggunakan tanaman kunyit perlu dibuktikan secara in vitro, in vivo dan klinis. Pada penelitian ini dilakukan uji in vitro efek hepatoprotektor ekstrak etanol rimpang kunyit menggunakan sel line HepG2. Dilakukan penelitian terhadap sel line HepG2 yang sudah di induksi dengan hepatotoksin CCl4 dan ditambah ekstrak etanol rimpang kuyit dengan dosis 250, 125, 62.5, 31, 16 dan 7.8 ppm, viabilitas sel di ukur dengan membandingkan kontrol terhadap perlakuan dengan ekstrak etanol rimpang kunyit untuk mengetahui toksisitas yang diukur dengan menggunakan microplate reader. Ekstrak etanol kunyit memiliki efek hepatoprotektor terhadap sel HepG2. Dosis optimal ekstrak etanol kunyit untuk melindungi sel HepG2 adalah 7,8 ppm. Spektrofotometer FTIR ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki persamaan dengan hasil spektrofotometer FTIR curcuminPendahuluan: Penyakit sirosis hati penyebab kematian ketiga di Indonesia dan ke tujuh di dunia. Pengobatan alternatif maupun komplementer menggunakan tanaman kunyit perlu dibuktikan secara in vitro, in vivo dan klinis. Pada penelitian ini dilakukan uji in vitro efek hepatoprotektor ekstrak etanol rimpang kunyit menggunakan sel line HepG2.Metode: Dilakukan penelitian terhadap sel line HepG2 yang sudah di induksi dengan hepatotoksin CCl4 dan ditambah ekstrak etanol rimpang kuyit dengan dosis 250, 125, 62.5, 31, 16 dan 7.8 ppm, viabilitas sel di ukur dengan membandingkan kontrol terhadap perlakuan dengan ekstrak etanol rimpang kunyit untuk mengetahui toksisitas yang di ukur dengan menggunakan microplate reader.Hasil: Ekstrak etanol kunyit memiliki efek hepatoprotektor terhadap sel HepG2. Dosis optimal ekstrak etanol kunyit untuk melindungi sel HepG2 adalah 7,8 ppm. Spektrofotometer FTIR ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki persamaan dengan hasil spektrofotometer FTIR curcumin

    Uji Inhibisi α-Glukosidase Dan Uji Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Pasien Dm Tipe 2 Di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat

    Full text link
    Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi insulin dan atau terganggunya fungsi insulin di dalam tubuh. Hingga saat ini, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia kian meningkat dan diprediksi akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Salah satu herbal yang sering digunakan dalam terapi diabetes adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek inhibisi rebusan daun salam terhadap aktivitas enzim α-glikosidase dan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan kadar gula darah puasa (GDP) pasien diabetes.  Penelitian ini menggunakan Non-Equivalent Control Group Design dengan sampel terdiri atas 30 pasien dari  Puskesmas Cempaka Putih yang menderita penyakit DM tipe 2. Sampel ini dibagi kedalam 4 kelompok yaitu kelompok P1 dengan dosis 5gr/300 cc, kelompok P2 dengan dosis 5 gr/250 cc, kelompok P3 dengan dosis 5 gr/200 cc,  dan kelompok pembanding (KP)  dengan dosis metformin 500 mg/hari, serta 1 kelompok  responden  normal sebagai kelompok kontrol. Pemberian daun salam diberikan 1 kali per  hari di pagi hari selama 8 hari. Analisis data dilakukan dengan Uji ANOVA dengan signifikansi p<0.05 menggunakan SPSS versi 27. Uji normalitas dilakukan menggunakan Saphiro-Wilk, uji homogenitas menggunakan Levene’s test serta uji lanjut menggunakan Uji  Post Hoc Tukey HSD. Hasil uji statistik didapatkan distribusi data normal p=0,69 (p>0,05) dan homogen (p>0.05). Dosis rebusan daun salam 5gr/200cc memberikan penurunan gula darah yang signifikan pada pasien diabetes (p < 0,001), dan juga memberikan penghambatan yang signifikan (<0,001) terhadap enzim α-glukosidase dibanding kelompok lain. Terdapat korelasi positif dengan kekuatan sedang (nilai koefisien korelasi 0.542), antara penghambatan α-glukosidase terhadap penurunan kadar glukosa darah responden. Disimpulkan bahwa daun salam berpotensi sebagai anti diabetes melalui salah satu mekanisme penurunan GDP pada DM tipe-2 akibat aktivitas inhibisi dari daun salam terhadap aktivitas enzim α-glukosidase

    Model Prediksi Faktor Risiko Stunting Di Kabupaten Pandeglang

    Full text link
    Indonesia menghadapi masalah serius terkait gizi, terutama dalam hal kasus gizi kurang pada anak balita dan usia masuk sekolah, baik laki-laki maupun perempuan. Masalah gizi pada usia sekolah memiliki konsekuensi yang merugikan, termasuk rendahnya kualitas pendidikan, tingginya angka absensi, dan tingginya angka putus sekolah. Malnutrisi dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu lama, sedangkan stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis pada anak balita. Stunting ini mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat dan anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada anak di wilayah Kabupaten Pandeglang. Desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi adalah balita di Kabupaten Pandeglang Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.478 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi logistik ganda. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik diperoleh variabel panjang badan, anak 3, status gizi, pendidikan orang tua, dan infeksi yang merupakan prediksi faktor risiko kejadian stunting. Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa masih diperlukan upaya pemberdayaan keluarga, terutama ibu dari balita, dalam hal pencegahan penyakit infeksi, memanfaatkan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga, dan meningkatkan sanitasi lingkungan

    Pengaruh Faktor Sosiodemografis dan Pengetahuan terhadap Perilaku Rasional Dokter Gigi dalam Penggunaan Antibiotik di Jakarta Selatan

    Full text link
    Tingginya prevalensi penyakit infeksi di Indonesia telah menyebabkan peningkatan penggunaan antibiotik, namun sering kali penggunaan tersebut tidak rasional, yang berisiko memicu resistensi bakteri dan efek samping. Penelitian ini difokuskan pada dokter gigi di Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan terhadap perilaku dokter gigi dalam penggunaan antibiotik yang rasional di Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 106 responden dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Mayoritas dokter gigi menunjukkan tingkat pengetahuan yang rendah (59,4%) dan perilaku yang kurang baik (51,9%) terkait penggunaan antibiotik yang rasional. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara usia, pengalaman praktik, dan pengetahuan dengan perilaku dokter gigi dalam penggunaan antibiotik rasional (p<0,05). Regresi logistik mengidentifikasi usia (POR 3,2; CI 1,4-7,4) dan pengetahuan (POR 2,8; CI 1,2-6,4) sebagai faktor determinan perilaku tersebut. Perilaku dokter gigi di Jakarta Selatan terkait penggunaan antibiotik yang rasional masih tergolong kurang baik, dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang rendah dan faktor sosiodemografi (usia dan pengalaman praktik)

    A Gingivektomi dengan metode scalpel pada gingiva enlargement gigi 11 dan 21

    No full text
    Introduction: Aesthetic factors greatly affect a person's self-confidence. One of the periodontal tissue conditions that causes many aesthetic complaints is gingival enlargement. Gingivectomy is a treatment that can be done in cases of gingival enlargement. This case report describes the management of gingivectomy using the scalpel method in the case of gingival enlargement of teeth 11 and 21. Case History: A 47-year-old female patient came with complaints of swollen gums in the upper front between the incisors. The patient wants the gums to be treated. Previously, the gums had been operated on in 2014 in Brunei but the gums returned to swelling 8 months later. The management in this case was gingivectomy with the scalpel method, namely sterilization of the operating area and infiltration anesthesia. Making bleeding points using a pocket marker. The incision is made with blades no. 11, 12, 15. Remove granulation tissue, calculus and soft cementum by scaling and root planning, then control bleeding and irrigation. Perform gingivoplasty and irrigation with 10% Nacl and Povidone Iodine. Manipulation and application of periodontal dressing, then the patient was given medication and postoperative instructions. Discussion: In this case the choice of treatment using a scalpel because epithelial regeneration can take place in a short time when compared to laser and electrosurgery. Conclusion: The use of a scalpel can be an alternative to the management of gingivectomy with a relatively low cost and a better incision, creating the least amount of tissue damage and faster healing.Pendahuluan: Faktor estetika sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang. Salah satu kondisi jaringan periodontal yang banyak menimbulkan keluhan estetik adalah gingiva enlargement. Gingivektomi merupakan perawatan yang dapat dilakukan pada kasus gingiva enlargement. Laporan kasus ini menjelaskan mengenai penatalaksaan gingivektomi dengan metode scalpel pada kasus gingiva enlargement gigi 11 dan 21. Riwayat Kasus: Pasien wanita usia 47 tahun datang dengan keluhan gusi bengkak di depan atas antara gigi seri. Pasien ingin gusi tersebut dilakukan perawatan. sebelumnya gusi sudah pernah dioperasi tahun 2014 di Brunei namun gusi kembali bengkak 8 bulan kemudian. Penatalaksanaan pada kasus ini dilakukan gingivektomi dengan metode scalpel yaitu dilakukan sterilisasi daerah operasi dan anestesi infiltrasi. Pembuatan bleeding point dengan menggunakan pocket marker. Insisi dilakukan dengan blade no 11,12,15. Membersihkan jaringan granulasi, kalkulus dan sementum lunak dengan scalling dan root planning, lalu kontrol pendarahan dan irigasi. Melakukan gingivoplasti dan irigasi dengan Nacl dan Povidone Iodine 10%. Manipulasi dan aplikasi periodontal dressing, kemudian pasien diberikan medikasi dan instruksi pasca operasi. Diskusi: Pada kasus ini pemilihan perawatan menggunaan scalpel karena regenerasi epitel dapat berlangsung dalam waktu singkat bila dibanding dengan laser dan electrosurgery. Kesimpulan: Penggunaan scalpel dapat menjadi alternatif untuk penatalaksanaan gingivektomi dengan biaya yang relatif murah dan insisi yang lebih baik, menciptakan paling sedikit kerusakan jaringan dan penyembuhan lebih cepat

    Mengeksplorasi Faktor Pendorong dan Penarik Minat Berwirausaha Mahasiswa: Sebuah Pendekatan Group Model Building

    No full text
    This study examines the cognitive mechanisms underlying university students’ entrepreneurial intentions by analyzing the interplay of push and pull factors. Using a qualitative system dynamics approach through Group Model Building (GMB), a Causal Loop Diagram (CLD) was co-developed with 13 student-entrepreneurs, identifying fifteen interconnected cognitive drivers shaping entrepreneurial decision-making. The results reveal that pull factors particularly self-fulfillment, perceived opportunity, and supportive environments play a dominant role, while push factors primarily act as triggers that intensify entrepreneurial engagement. The CLD further uncovers reinforcing feedback loops in which entrepreneurial action enhances financial capability, social support, and self-efficacy, thereby sustaining intention over time. From a managerial perspective, the findings suggest that universities and policymakers should design entrepreneurship programs that simultaneously reduce barriers to employment dissatisfaction and strengthen opportunity-driven motivations, supported by experiential learning and ecosystem facilitation. Academically, this study contributes by integrating push–pull theory with cognitive mapping and system dynamics, offering a dynamic, feedback-based explanation of entrepreneurial intention that extends beyond static, variable-centered models.Penelitian ini mengkaji mekanisme kognitif yang membentuk niat kewirausahaan mahasiswa melalui identifikasi faktor push dan pull. Dengan pendekatan qualitative system dynamics menggunakan metode Group Model Building (GMB), sebuah Causal Loop Diagram (CLD) dikembangkan secara partisipatif bersama 13 mahasiswa telah berwirausaha. Model tersebut mengidentifikasi lima belas faktor kognitif yang saling terkait dalam pengambilan keputusan berwirausaha, terdiri atas faktor push yang menurunkan daya tarik pekerjaan konvensional dan faktor pull yang meningkatkan daya tarik kewirausahaan. Adanya reinforcing feedback loops menunjukkan bahwa pengalaman berwirausaha memperkuat kondisi finansial, lingkungan suportif, dan pemenuhan diri. Temuan ini menekankan perlunya pendidikan kewirausahaan yang mengaktifkan kedua mekanisme tersebut secara simultan

    "Factors Affecting Delayed Graduation of Professional-Stage Dental Students: A Qualitative Study"

    Full text link
    Timely graduation in professional dental education is an indicator of clinical learning success and the development of student competencies; however, delayed graduation remains common across dental faculties in Indonesia, influenced by both internal and external factors. This study aimed to identify factors contributing to delayed graduation among professional-stage dental students at YARSI University Faculty of Dentistry using a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) with students and in-depth interviews with academic staff and program administrators, followed by thematic analysis. Results indicated that internal factors included learning motivation, psychological condition, clinical skills, communication abilities, and time management, while external factors encompassed patient availability and compliance, faculty policies and discipline, clinic service management, infrastructure, and curriculum regulations, with complex interactions between internal and external factors affecting clinical education progress. In conclusion, delayed graduation among professional-stage dental students is influenced by a combination of internal factors such as motivation, psychological condition, clinical self-confidence, communication skills, and time management, as well as external factors including inconsistent faculty supervision, clinic service systems, requirement policies, patient availability, and financial burdens.Kelulusan tepat waktu pada pendidikan profesi dokter gigi merupakan indikator keberhasilan pembelajaran klinik dan pengembangan kompetensi mahasiswa, namun keterlambatan kelulusan masih sering terjadi di berbagai fakultas kedokteran gigi di Indonesia, dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan kelulusan mahasiswa tahap profesi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain fenomenologi, menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa serta wawancara mendalam dengan dosen pengelola dan pelaksana pendidikan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan faktor internal meliputi motivasi belajar, kondisi psikologis, keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, dan manajemen waktu, sedangkan faktor eksternal mencakup ketersediaan dan kepatuhan pasien, kebijakan dan disiplin dosen, manajemen pelayanan klinik, sarana prasarana, serta kebijakan kurikulum, dengan interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal yang memengaruhi progres pendidikan klinik. Kesimpulannya, keterlambatan kelulusan mahasiswa tahap profesi dokter gigi dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal seperti motivasi, kondisi psikologis, kepercayaan diri klinis, kemampuan komunikasi, dan manajemen waktu, serta faktor eksternal termasuk supervisi dosen yang tidak konsisten, sistem pelayanan klinik, kebijakan requirement, ketersediaan pasien, dan beban ekonomi

    Hubungan Status Gizi dengan Siklus dan Lama Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021—2022

    Full text link
    Pendahuluan: Siklus menstruasi terjadi karena keseimbangan antara hormon-hormon seks perempuan, yaitu follicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), esterogen, dan progesteron. Keseimbangan tersebut memunculkan menstruasi yang normal, dengan durasi 4-8 hari, interval antar siklus 24-38 hari, volume < 80 mL per hari, serta tidak menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Berdasarkan data Riskesdas 2018, persentase ketidakteraturan menstruasi pada wanita usia 10-59 tahun sebesar 14,5%. Salah satu hal yang berhubungan dengan gangguan menstruasi adalah status gizi. Status gizi merupakan gambaran tingkat kecukupan gizi individu yang bisa diukur salah satunya dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LiLa). Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh lemak tubuh yang akan berkontribusi dalam pelepasan hormon reproduksi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik obeservasional dengan desain studi cross-sectional. Penetapan sampel penelitian dengan teknik non-probabillity sampling. Sebanyak 81 mahasiswi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil: Dari Uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square dan hasil yang didapat dengan p-value <0.05, maka secara statistik terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan IMT dengan siklus menstruasi (p=0,009), terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LiLa dengan siklus menstruasi (p=0,033), terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan IMT dengan lama menstruasi pada mahasiswi (p=0,009), terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LiLa dengan lama menstruasi pada mahasiswi (p=0,015). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus dan lama menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021-2022

    Pengaruh Lama Paparan Handphone Terhadap Keluhan Dry Eye Syndrome Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Dry Eye Syndrome adalah gangguan pada permukaan mata dan lapisan air mata yang disebabkan oleh berbagai faktor, yang bermanifestasi sebagai iritasi, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan lapisan air mata. Dry Eye Syndrome sering kali disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan, termasuk komputer dan ponsel, yang lazim terjadi pada pekerja dan pelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan dan pengaruh lama paparan layar handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada mahasiswa kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan tinjauannya dalam islam. Hasil menunjukan bahwa pada penelitian durasi lama paparan handphone terhadap OSDI, diperoleh bahwa mayoritas tidak memiliki keluhan Dry Eye Syndrome. Sementara, berdasarkan hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh nilai sig. yaitu 0.007 (>0.05), sehingga mengartikan terdapat pengaruh lama paparan handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada Mahasiswa. Dalam pandangan islam, Penggunaan handphone merupakan hal yang umum dan lazim. penggunaan handphone yang tidak bijak dapat menyebabkan kebutaan dan hilangnya nikmat mata hingga buta hati. Oleh karena itu, para ulama telah menetapkan beberapa adab mengenai pemahaman etika dan tata krama saat menggunakan handphone

    Hubungan Sarapan Pagi dengan Kelelahan Fisik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Asupan energi memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya kelelahan fisik. Asupan kalori yang rendah akan mengakibatkan tubuh terasa lemah, baik fisik maupun kemampuan untuk berfikir. Mahasiswa dengan frekuensi makan utama kurang dari tiga kali sehari berisiko mengalami kelelahan dua kali lebih besar daripada yang makan lebih dari tiga kali sehari. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Data diperoleh dari sumber primer yakni kuisioner dan akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 memiliki kebiasaan sarapan pagi adalah kurang baik, sementara tingkat kelelahan fisik mahasiswa berada di tingkat rendah dan sedang. Hasil hipotesis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sarapan pagi dengan kelelahan fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2020. Menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh melalui pola makan sehat dan manajemen waktu yang baik merupakan salah satu bagian dari maqashid syariah yaitu memelihara jiwa (hifz nafs) sesuai dengan penjelasan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang didukung dengan hadits

    1,614

    full texts

    1,729

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yarsi Academic Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇