92 research outputs found
Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Antropologi Sastra)
Objek kajian dalam penelitian ini adalah novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sensitif mengenai perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pada tahun 1960-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter, alur, dan latar serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropologi sastra. Hasil dari penelitian yang berjudul "Aspek Religius dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan" ini adalah ditemukannya 4 komponen religi menurut Emile Durkheim, yaitu(1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek agama dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali.
Kata kunci: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kambing dan Hujan, Mahfud Ikhwa
Aspek Religi Dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud IKhwan (Kajian Antropologi Sastra)
Objek kajian dalam penelitian ini adalah Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sangat sensitif, yaitu tentang perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di tahun 60-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar, serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan pendekatan antropologi sastra.
Hasil dari penelitian yang berjudul “Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan” adalah ditemukannya 4 komponen agama menurut Emile Durkheim, yaitu (1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek religiusitas dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM
ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children
OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE
ABSTRAKSI
Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di
Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar,
Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si
Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan
menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan
teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara
mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara
harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat
dilaksanakan oleh floating crane.
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif,
sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara,
observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama
pada saat bongkar muat.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV.
Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan
floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat
batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala
seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering
tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang
kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik
antara kapal dan operator crane.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat
sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal
pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak
optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap
permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan
memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja
floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung.
ABSTRACTION
Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In
MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic
Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri
Murdiwati, S.Sos, M.Si
To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane.
Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and
implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded
,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading
carried out by a floating crane.
The method used by the author is descriptive qualitative method , while the
data collection methods used were interviews , observation and literature relating to
cargo handling especially during loading and unloading .
The results of research conducted during practice at the author MV . Energy
Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles
in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity
, is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance
hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during
loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor
communication between the ship and the crane operator .
In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before
carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of
loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author
advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to
improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the
supervision of floating crane work during the loading procces take place
Iklim Komunikasi Organisasi Di Bagian Master Control Room Pt. Riau Media Televisi Pekanbaru
Organizational Communication Climate in the Master Control Room Section PT. Riau Media Television Pekanbaru Anggi Alfando 179110164 The title of this research is the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The results of presurvey interviews with temporary researchers in the Master Control Room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru that the author sees a communication gap between superiors and subordinates at MCR where superiors reduce employees due to the pandemic carried out by MCR which has an impact on a lack of Human Resources (HR) in the MCR section which can consequently affect implementation. The location of this research is at PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Pekanbaru television media. The research subjects were Ms. Ifur as the head of the RTV section, Mr. Yudi as the Manager of the MCR section, Jo as the senior master control room (MCR), Riski as the junior master control room (MCR), and Usman as the crew, staff or employees outside the MCR. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. Organizational Communication Climate Master Control Room Section PT. Riau Media Televisi Pekanbaru is measured using indicators of Support (supportiveness), Decision Making, Trust, Openness, and High Performance Goals that have not run optimally such as lack of trust and openness from superiors to subordinates and lack of support given in completing a given job
PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK DAN SERIAL NETFLIX 13 REASONS WHY SEASON 3; KAJIAN SASTRA BANDINGAN
Mayriska, Nadya Anggi. 2020. "Comparison of Women's Resistance To Oppression in Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Seasons 3 Netflix Series: A Comparative Literature Study". Thesis. (S1) Faculty of Humanities Diponegoro University of Semarang.
The object of research that author use is the Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The purpose of this study is to describe (1) elements of the structure of narratology in Marlina The Killer in Four Acts movie (2) elements of the stucture of narratology 13 Reasons Why Season 3 Netflix series (3) comparison of women's resistance in Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The research method that used is a comparative method with a structural approach.
Based on the research that has been done, it can be concluded that the structure of Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series includes: (1) story and plot, (2) time sequence, (3) space, (4) characters and characterization, (5) objectives, (6) problems and conflicts, and (7) narrative structure patterns. There are similarities in women’s resistence, it is that two object are equally resistant because there is physical, psychological, and sexual violence experienced previously. The difference between these two objects is the support of the people around and the availability of facilities in women's resistance activities carried out.
Keywords: comparison, feminism, movi
A Short Highlight of Open Science Framework based on One Author
Open Science Framework is encouraged by the European Union and many other political and scientific institutions, but scientific practice is proving slow to change. We have chosen articles from one author that will provide a resource to change scientific research into open scientific research and commit to open science principles
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Pada Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik: Anggi Larasati, Titin Sunarti, Budiwati
This research is motivated by the low motivation of students to learn physics at SMA Negeri 1 Wonoayu. Based on the preliminary study conducted by the author in Class XI-3, it shows that 51.2% of students have low motivation to learn physics. Learning that is solely based on textbooks and not connected to the students' conditions, including their past experiences and their social and cultural backgrounds, can lead to low student participation and motivation. Therefore, efforts are needed from teachers to make physics learning more engaging, one of which is by implementing the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. CRT is a teaching approach that utilizes students' cultural references as a means to learn a subject matter. This research is a collaborative classroom action research conducted in two cycles. Data related to student motivation was obtained through a motivation questionnaire, while student learning outcomes in the knowledge domain were obtained through written tests. The research results show a significant improvement in physics learning motivation, starting from the initial observation, Cycle 1, and ending in Cycle 2, which are 48.8%, 70.5%, and 82.9%, respectively. Additionally, student learning outcomes also improved from Cycle 1 to Cycle 2, increasing from 61.1% to 94.4%. This indicates that the implementation of the CRT approach in physics learning is effective in enhancing student motivation and learning outcomes.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar fisika peserta didik di SMA Negeri 1 Wonoayu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Kelas XI-3, menunjukkan bahwa 51,2% peserta didik memiliki motivasi yang rendah untuk belajar fisika. Pembelajaran yang hanya berpacu pada buku teks dan tidak dikaitkan dengan kondisi peserta didik, baik dikaitkan dengan pengalaman yang pernah dilalui maupun keadaan lingkungan, sosial, dan budayanya dapat menyebabkan tingkat partisipasi dan motivasi peserta didik menjadi rendah. Untuk itu, diperlukan suatu upaya dari guru agar dapat mengemas pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, salah satunya dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). CRT ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengangkat referensi budaya peserta didik untuk dijadikan sebagai media dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data terkait motivasi belajar peserta didik didapatkan melalui angket motivasi belajar, sedangkan hasil belajar peserta didik pada ranah pengetahuan didapatkan melalui tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar fisika yang cukup signifikan, mulai dari observasi awal, siklus 1 hingga akhir siklus 2, yakni masing-masing sebesar 48,8%, 70,5% dan 82,9%. Selain itu, hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan ketuntasan dari siklus 1 dan siklus 2, yakni dari 61,1% menjadi 94,4%. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan CRT pada pembelajaran fisika efektif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran fisika dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching merupakan pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan guru guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen pada Produk Minuman Sippin
52 HalamanLoyalitas konsumen merupakan komitmen seorang konsumen terhadap suatu pasar berdasarkan sikap positif dan tercermin dalam pembelian ulang secara konsisten, sehingga agar produsen tidak kehilangan konsumennya produsen perlu mengetahui faktor apa saja yang bisa mempertahankan konsumen mereka, terutama produsen yang bergerak di bidang makanan dan minuman, Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apa saja Faktor Faktor yang mempengaruhi Loyalitas konsumen Sippin, Penelitian ini berlokasi di gerai Sippin Cabang MMTC Pancing, Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu angket, Populasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah konsumen outlet Minuman kekinikan Sippin MMTC Pancing yang jumlahnya tidak diketahui, Teknik
sampling yang digunakan dalam peneltian ini adalah accidental sampling, dengan jumlah 120 responden yang penulis kumpulkan selama 10 hari riset penelitian, Metode analisis data yaitu pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dan metode Borda, adapun hasil penelitian ini adalah. Adapun hasil dalam penelitian ini
adalah harga merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 4 dari 10. Dalam penelitian ini kualitas merupakan variabel dengan peringkat 3 dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 2 dari 10. Dalam
penelitian ini kepercayaan merupakan variabel dengan peringkat 2 dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 3 dari 10. Dalam penelitian ini kualitas merupakan variabel yang paling rendah dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 1 dari
10. Consumer loyalty is a consumer's commitment to a market based on a positive attitude and is reflected in consistent repeat purchases, so that producers do not lose their consumers. Producers need to know what factors can retain their consumers, especially producers operating in the food and beverage sector. This
research The aim is to find out what factors influence Sippin consumer loyalty. This research is located at the Sippin outlet, MMTC Pancing Branch. This research uses a quantitative research type with a descriptive approach, namely a questionnaire. The population used by researchers in this research is consumers of the
contemporary Sippin MMTC drink outlet. The number of fishing rods is unknown. The sampling technique used in this research is accidental sampling, with a total of 120 respondents which the author collected during 10 days of research research. The data analysis method is data processing using statistical calculations and the Borda method. The results of this research are. The results in this research are that price is the most dominant variable in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 4 out of 10. In this research, quality is the variable with the 3rd rank in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 2 out of 10. In this research, trust is the variable with rank 2 in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 3 out of 10. In this research, quality is the lowest variable in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 1 out of 10
Analisis Kesalahan Kata Baku dan Tidak Baku Teks Deskriptif Siswa Kelas IV
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku pada teks deskriptif karya siswa dan upaya guru dalam mengurangi bentuk kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku pada teks deskriptif siswa kelas IV SD Negeri Widorokandang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik catat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari analisis karangan teks deskriptif siswa, terlihat kesalahan umum penggunaan kata baku dan tidak baku. (1) Kesalahan dalam penulisan kata baku ejaan yang tidak sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), (2) Kesalahan penghilangan huruf vokal akibat kekurangtelitian dan kecepatan saat menulis, (3) Kesalahan penulisan kata baku ragam tulisan yang seharusnya tidak digunakan, yaitu kata tidak baku. Hasil wawancara dengan guru wali kelas IV mengungkapkan upaya guru untuk mengurangi kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku, termasuk dorongan agar siswa terus melatih penggunaan kata baku dalam tulisan, motivasi untuk mengaplikasikan kata baku, serta diskusi, koreksi, dan perbaikan bersama dalam mengatasi kesalahan siswa
- …
