56,746 research outputs found

    PELAKSANAAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui pelaksanaan dan hambatan pemeliharaan sarana dan prasarana Pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri  dari  Kepala  sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarpras, kepala kompetensi, pegawai pemeliharaan dan siswa.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan reduksi data, penyajian data,  penarikan  kesimpulan dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan sarana dan prasarana Pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten belum optimal. Pemeliharaan yang dilakukan berupa pemeliharaan rutin, berkala, preventif, dan represif. Perencanaan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan satu tahun sekali pada awal ajaran baru. Pelaksanaan pemeliharaan  sarana pendidikan  belum  berjalan  secara optimal  dikarenakan  tidak semua sarana yang dimiliki sekolah terpelihara dan tidak dilakukan dengan teratur sehingga masih  ada  sarana  pendidikan  yang  rusak. Pengawasan   pemeliharaan   sarana  pendidikan  dilakukan  oleh  guru yang  menggunakan  sarana tersebut. Evaluasi pemeliharaan  sarana dan prasarana pendidikan  belum  maksimal  karena  hanya dilakukan secara lisan. Pelaksanaan  pemeliharaan  prasarana pendidikan dilakukan rutin setiap hari. Pengawasan pemeliharaan prasarana pendidikan dilakukan oleh wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana.  Hambatan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan  adalah  keterbatasan  dana dan keterbatasan sumber daya manusia pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan

    IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KUALITAS SARANA PRASARANA LINGKUNGAN DI URBAN FRINGE AREA KELURAHAN PUDAKPAYUNG

    No full text
    Kelurahan Pudakpayung adalah kelurahan paling selatan di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Daerah ini termasuk sebagai daerah pinggiran kota yang pertambahan jumlah penduduk dan pertambahan luas lahan permukimannya cukup tinggi. Tetapi tidak didukung dengan sarana prasarana lingkungan yang baik. Untuk itu perlu dilakukannya penelitian untuk melihat ketersediaan dan kualitas sarana prasarana lingkungan yang ada di daerah pinggiran kota ini. Sehingga dapat memberikan sebuah rekomendasi terkait ketersediaan dan kualitas sarana prasarana lingkungan khususnya di daerah pinggiran kota. Penelitian ini akan mengidentifikasi perubahan pola lahan permukiman dan kemudian mengidentifikasi ketersediaan, kualitas, dan penyebaran sarana prasarana lingkungan permukiman. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan ketentuan SNI 03-1733-2004, skoring dengan skala Likert, dan pemetaan spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan presentase perubahan pola lahan terbangun serta ketersedian, kualitas, dan persebaran dari setiap sarana prasarana lingkungan

    PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KARAWANG

    No full text
    Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang selalu memaksimalkan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya, madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan yang memposisikan kepala madrasah sebagai organisator pendidikan. Dalam hal ini sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Bab VII Pasal 42 No 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan. Hasil pembahasan dalam penelitian meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, proses pengadaan sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang dilaksanakan dengan musyawarah terlebih dahulu tentang rencana pengadaan sarana dan prasarana dengan pejabat madrasah dan orang tua peserta didik, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang masih kurang optimal yaitu, kurangnya petugas pemelihara sarana dan prasarana pendidikan, penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang masih membutuhkan gudang untuk penyimpanan sarana dan prasarana, agar barang terjaga dengan baik dan aman. Penelitian tentang pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang bertujuan untuk: (1) mengetahui tentang proses pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, (2) mengetahui tentang pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, (3) mengetahui cara penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan yang baik

    MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SMP ANNIHAYAH KABUPATEN KARAWANG

    No full text
    Manajemen sarana dan prasarana sangat penting bagi dunia pendidikan, dengan adanya sarana dan prasarana maka pendidikan sekolah akan menciptakan sekolah yang efektif dan efisien dan  untuk kebutuhan masa depan bangsa dalam menyalurkan bakatn ya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana yang ada di SMP Annihayah Kabupaten Karawang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sekolah untuk terus meningkatkan sarana dan prasarananya agar para siswa dapat belajar dengan baik, nyaman, dan dapat meningkatkan proses pembelajaran. Untuk meningkatkan sarana dan prasarana maka dibutuhkannya yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penggunaan, inventarisasi, pemeliharaan dan penghapusan. Berdasarkan penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa manajemen sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran SMP Annihayah sudah melakukannya dengan baik seperti perencanaan, pendistribusian pengguanaan, inventarisasi, pemeliharaan dan penghapusan, hal tersebut sudah tercukupi namun terdapat salah satu yang masih belum terpenuhi yaitu pengadaan sarana dan prasarana SMP Annihayah

    PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN OPTIMALISASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PADA SMP NEGERI 3 KARANG BAHAGIA BEKASI

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana manajemen sarana prasarana dalam peningkatan mutu pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Karang Bahagia Bekasi serta upaya yang dilakukan SMP Negeri 3 Karang Bahagia Bekasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran khususnya Agama Islam sehingga mencetak kualitas lulusan yang religious. Hasil penelitian menjelaskan bahwa SMP Negeri 3 Karang Bahagia Bekasi melaksanakan manajemen sarana prasarana dimulai perencanaan pengadaan sarana prasarana dengan melibatkan tim khusus, penggunaan sarana prasarana tidak memiliki SOP yang mengatur, Penggunaan sarana prasarana dilakukan dengan prinsip efektif dan efisien. Pengawasan sarana prasarana dilakukan mengontrol keadaan, keberadaan serta kondisi sarana prasarana agar sewaktu-waktu digunakan dapat terdeteksi. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agaman Islam dengan menyediakan sarana prasarana seperti ruang kelas dengan kelengkapan peralatan, perpustakaan dan masjid. Sebaiknya SMP Negeri 3 Karang Bahagia Bekasi memperhatikan standart KMA No. 211 Tahun 2011 dalam manajemen sarana prasarana guna menunjang proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga dapat berjalan sesuai dengan visi misi sekolah

    Persepsi santriwati tentang sarana dan prasarana perpustakaan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Sinjai

    No full text
    Hasil penelitian dan pembahasan ini menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh adalah yang menjawab Cukup puas (CP) 7,35 %, yang menjawab puas (p) 5,70 %, yang menjawab Tidak Puas (TP) 5,61 %, yang menjawa Sangat Tidak Puas (STP) 2,29 % dan yang menjawab sangat puas (SP) 2,10 %. Sehingga mendapatkan rata-rata sebesar 0,30 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa persepsi santriwati tentang sarana dan prasarana Perpustakaan Pondok Pesantren Darul Istiqamah SInjai berada dalam kategori kurang baik.ix, 69 hlm.; ilus.; 27 c

    Sarana dan prasarana pendidikan

    No full text
    Sarana dan prasarana pendidikan suatu faktor menunjang dalam proses kagiatan belajar mengajar, dalam suatu instansi sekolah sarana dan prasarana nya terpenuhi maka proses belajar mengajar nya pun akan efektif dan efesien. Dalam persektif pemerintah, kegiatan manajemen sarana dan pendidikan setidak-tidaknya memiliki delapan mata rantai kegiatan yaitu : 1) perencanaan sarana dan rasarana pendidikan; 2) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan; 3) penyaluran sarana dan prasaran pendidikan; 4) penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan; 5) pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan; 6) pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan; 7) inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan; 8) penghapusan sarana dan prasarana pendidikan dengan tujuan untuk mencapai tingkat pengamanan yang semaksimal mungkin terhada kekayaan milik negara. Matin (2019:3

    Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata Berbasis Budaya di Jawa Barat

    No full text
    ABSTRAK Persaingan di sektor pariwisata semakin kompetitif hal tersebut merupakan satu dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan dan mengembangkan industri pariwisata agar mampu bersaing dengan negara ASEAN lainnya, dalam sub sektor pariwisata budaya, Indonesia masih kalah dari negara ASEAN lainnya. Hal itu sangat disayangkan karena Indonesia sendiri memiliki berbagai macam keanekaragaman budaya. Dari data World Economic Forum 2009, dari 10 poin penilaian diketahui bahwa di Point “Culture Resource” Indonesia mendapatkan skor 3.21 dari top skor 6.77, dengan kondisi tersebut, maka perlu melakukan koreksi terhadap kegiatan budaya di Indonesia guna kembali meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Inquiry Filosofi. Hasil penelitian ditemukan bahwa Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara adalah dengan membangun dan memperbaiki sarana prasarana Pariwisata yang sudah ada melalui Inovasi dengan mengkombinasi unsur budaya dengan sarana prasarana pariwisata yang sudah ada atau belum terbangun. Dengan kombinasi sarana prasarana dengan unsur budaya lokal akan tercipta keunikan yang khas pada sarana prasarana Pariwisata di Jawa Barat dengan demikian tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat serta unsur budaya tidak akan hilang atau tergerus oleh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan asing yang datang di Jawa Barat dan pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kunjungan wisata di indonesia pada umumnya.   Kata Kunci : Budaya, Sarana Prasarana, Jawa Bara

    MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakagi oleh: faktor keterbatasan luas lahan sekolah yang tidak sesuai dengan standar sarana dan prasarana untuk membangun prasarana sekolah berupa bangunan gedung dan tempat bermain/olahraga. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana, pihak madrasah mengajukan proposal untuk menerima bantuan tetapi tidak semua proposal yang diajukan dari pihak madrasah mendapatkan hasil yang diinginkan sehingga proses pembelajaran kurang optimal karena sarana dan prasarana kurang memadai. Proses pengelolaan sarana dan prasarana masih belum berjalan dengan optimal dimulai dari penginventarisasian, pemakaian pemeliharaan, dan penghapusan sarana dan prasarana. Oleh Karen aitu, proses pengelolaan sarana dan prasarana ini masih dibutuhkannya perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan, pengadaan, pemakaian, penginventarisasian, penghapusan, faktor penghambat dan penunjang sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah Swasta Ar-Rosyidiyah Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan memakai metodede skriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, danstudi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui penafsiran deskriptif, uji keabsahan data, perpanjangan keikutsertaan, dan auditing. perencanaan sarana dan prasarana dilakukan dengan cara mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah, pengadaan sarana dan prasarana dilaksanakan sesuai dengan perencanaan sarana dan prasarana, pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan siswa, penginventarisasian yang sesuai dengan ketentuan data setiap tahunnya, penghapusan barang dilakukan dengan secara kondisional berdasarkan kondisi barang, faktor penghambat manajemen sarana dan prasarana adalah kurangnya dana, adapun faktor penunjangnya adalah fasilitas madrasah sudah memadai, berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak madrasah lebih fokus lagi dalam penempatan fasilitas bagi siswa, agar pengguna fasilitas tersebut merasakan nyaman

    Persepsi pemustaka terhadap sarana dan prasarana di upt perpustakaan universitas negeri jakarta

    No full text
    Prima Salimajanti (1113025100035). Persepsi Pemustaka terhadap Sarana dan Prasarana di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta. Di bawah bimbingan Lili Sudria Wenny, M.Hum. Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap sarana dan prasarana di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini hanya dibatasi pada persepsi pemustaka terhadap aspek sarana dan prasarana yang terdiri dari lokasi perpustakaan, luas ruang, penataan ruang, pencahayaan/ penerangan, sirkulasi udara, dekorasi/pewarnaan, perlengkapan dan perabot perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi Tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 7800 orang yang merupakan pengunjung pada bulan maret. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin yakni 99 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, studi kepustakaan dan observasi. Pengolahan data menggunakan rumus skala interval. Teknik analisis data menggunakan skala likert untuk memberikan skor pada tiap item pertanyaan. Hasil penelitian mengenai persepsi pemustaka menunjukan bahwa skor rata-rata terhadap lokasi perpustakaan adalah 3.73 (Positif). Skor rata-rata pada luas ruang perpustakaan adalah 2.49 (Negatif). Skor rata-rata pada penataan ruang perpustakaan adalah 2.78 (Positif). Skor rata-rata pada pencahayaan/ penerangan perpustakaan adalah 2.94 (Positif). Skor rata-rata pada sirkulasi udara adalah 3.11. Skor rata-rata pada dekorasi/ pewarnaan adalah 2.67 (Positif). Skor rata-rata pada perabot dan perlengkapan adalah 2.73 (Positif). Disimpulkan bahwa dari hasil skor rata-rata persepsi pemustaka terhadap sarana dan prasarana adalah 2.78 (Positif), artinya menurut pemustaka sarana dan prasarana di UPT Perpustakaan UNJ dapat dikatakan positifxi, 108 lemba
    corecore