860 research outputs found

    Gerakan Persaudaraan Muslimah (Salimah) dalam Memberi Pendidikan Keluarga Kepada Masyarakat

    No full text
    Family education is a solution to condition the crisis of character values in the now progressive generation. The implementation of an educational civilization development organization is now a hope for the future of every individual's life. The Muslim Brotherhood Organization (Salimah) is an organization that is engaged in transferring knowledge and skills as a form of community service. The study used descriptive qualitative methods with the method of collecting observational data on an object of research and supported by information from sources (research subjects). The purpose of the study was to find out the role of Salimah in providing educational values to the community. The results found that the role of the program that was echoed by Salimah in encouraging education for the community was "Salimah's Education House". The activities carried out include the Salimah Multi-Business Cooperative (Kossuma), Communities (Sabil@, KEP, KPSPL, KOB), Forum Silatururahim Majlis Taklim (Forsil MT), Association of Muballighoh Salimah Indonesia (IMSI), Salimah Education House, (Sister, Serasi, PAUD, TKIT, BSQ Senior School), Disaster and Disaster Management Post (P2MB), Salimah Management Leadership Training (PKPS),BQS Program (Baitul Al-Qur'an Salimah), Moral Education (special parenting for women), the Elderly School Program, and the Orphans and Duafha Development Program (P2AYD). Constraints in implementing the program include human resources and budgetary resources that help develop the realization of the Salimah program

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PROSEDUR SIMPANAN BERJANGKA PADA KJKS SALIMAH KENDAL

    No full text
    Tugas Akhir ini yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi Prosedur Simpanan Berjangka pada KJKS SALIMAH Kendal” memiliki tujuan untuk memaparkan mengenai prosedur yang berjalan pada KJKS SALIMAH Kendal dalam pembukaan sampai dengan penutupan. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, observasi langsung mengenai jalanya onal pada KJKS SALIMAH Kendal, serta pengumpulan informasi dari berbagaikegitan operasipenelitian dengan menggu sumber baik buku, internet dan data dari KJKS SALIMAH Kendal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Sistem Informasi Akuntansi yang diterapkan pada prosedur simpanan berjangka di KJKS SALIMAH Kendal sudah sangat baik karena sesuai dengan prosedur yang adan dan tidak terdapat penyimpanangan. Kata kunci : Prosedur, Simpanan Berjangka

    PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU TK SALIMAH DALAM MEMPERKENALKAN BAHASA INGGRIS KEPADA SISWA/I TK SALIMAH BINJAI

    No full text
    Kemampuan menentukan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa usia TK dianggap sangat perlu dimiliki oleh guru Sekolah TK. Hal ini untuk menunjang keberhasilan penguasaan kosakata bahasa Inggris yang merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasi oleh Siswa agar dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan akurat, lancar dan berterima di jenjang berikutnya nanti. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan guru TK Salimah dalam memperkenalkan bahasa Inggris kepada siswa/i TK Salimah Binjai. Sebanyak dua guru TK Salimah Binjai Kota mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Pebruari 2019. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian masyarakat yakni penambahan durasi dan waktu pengenalan bahasa Inggris dan pelatihan dilaksanakan secara berkelanjutan

    Strategi Pengelolaan Sekolah Lansia Salimah Melalui Optimalisasi Fasilitator

    No full text
    Pertumbuhan populasi lansia di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan urgensi akan penguatan kapasitas edukasi yang inklusif dan berkelanjutan. Program Sekolah Lansia Salimah (Salsa) yang diinisiasi oleh PD Salimah Sukoharjo mengalami keterbatasan pelaksanaan akibat minimnya fasilitator yang terlatih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran fasilitator melalui intervensi terstruktur berupa sosialisasi, edukasi, pelatihan, kunjungan lapangan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Metode partisipatif berbasis komunitas diterapkan, melibatkan 12 Pimpinan Cabang (PC) Salimah sebagai sasaran utama. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan (p < 0.001), disertai pembentukan unit Salsa aktif di wilayah Bendosari. Tim fasilitator terbentuk di seluruh PC, dilengkapi dengan modul pelatihan dan didampingi secara daring pasca kegiatan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas komunitas dalam penyelenggaraan pembelajaran lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kata kunci: lansia, fasilitator, Sekolah Lansia Salimah (Salsa

    Strategi Pengembangan Usaha Produk Olahan Ikan PT. Salimah Prima Cita

    No full text
    Indonesia dianugerahi laut yang luas dengan berbagai sumber daya alam yang kaya. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer (National Geoghrapic Indonesia, 2013) sedangkan luas wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2. Potensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang dikaruniai sumber daya kelautan yang besar termasuk kekayaan keanekaragaman hayati dan non hayati kelautan terbesar. Kapasitas supply sangat besar, didukung konsumsi terhadap komoditas perikanan yang terus meningkat merupakan peluang yang sangat besar yang harus dimanfaatkan. Salah satu perusahaan yang menfaatkan potensi ini adalah PT. Salimah Prima Cita. Usaha PT. Salimah Prima Cita yang sedang berkembang membutuhkan langkah-langkah strategis yang tepat. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha PT. Salimah Prima Cita, 2) merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha yang tepat untuk diterapkan di PT. Salimah Prima Cita, 3) mengetahui prioritas strategi yang tepat untuk di implementasikan di PT. Salimah Prima Cita. Berdasarkan pengolahan data menggunakan matriks IFE menghasilkan faktor yang menjadi kekuatan utama dari PT. Salimah Prima Cita, yaitu kualitas dan variasi produk yang ditawarkan dengan total skor 0,372, dan faktor yang menjadi kelemahan utama yaitu fasilitas distribusi dengan total skor 0,134. Pengolahan matriks EFE menghasilkan faktor yang menjadi peluang utama dari PT. Salimah Prima Cita, yaitu perkembangan kesadaran masyarakat terhadap produk halal dengan total skor 0,436, dan faktor yang menjadi ancaman utama, yaitu harga jual produk pesaing dengan total skor 0,236. Berdasarkan analisis Matriks Grand Strategy, posisi perusahaan terdapat pada kuadran I, dengan nilai dari sumbu X 0,748 dan sumbu Y 2,386. Strategi yang tepat untuk perusahaan pada kuadran ini adalah strategi integrasi kebelakang dan peneterasi pasar. Metode analisis matriks (SWOT) digunakan untuk mengetahui alternatif strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha PT. Salimah Prima Cita. Hasil pengolahan matriks SWOT didapatkan 8 alternatif strategi yaitu membangun aliansi strategis dengan pemasok, penetrasi pasar, meningkatkan pelayanan pelanggan dan mengadakan pelatihan dan pengembangan untuk karyawan, diferensiasi produk dan melakukan promosi secara agresif, pembelian fasilitas distribusi dan peningkatan hubungan baik dengan pelanggan (distributor, agen dan end user). Metode analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks) digunakan untuk mengetahui prioritas strategi pengembangan bisnis PT. Salimah Prima Cita. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan matriks QSPM, prioritas strategi yang dapat dijalankan PT. Salimah Prima Cita yaitu membangun aliansi strategis dengan pemasok dengan total skor 6,693

    Pembangunan aplikasi e-commerce pada Toko Salimah Fashion

    No full text
    Toko Salimah Fashion merupakan salah satu tempat usaha yang bergerak dibidang distributing outlet yang berada di jalan dr. Djunjunan No. 32 Pasteur. Mekanisme transaksi yang berlangsung saat ini dilakukan dengan cara konsumen harus datang langsung ke toko untuk mendapatkan informasi produk, sehingga akan menyulitkan konsumen yang berada di luar maupun di dalam kota Bandung, selain itu pegawai toko Salimah Fashion kesulitan dalam proses pembuatan laporan penjualan. Selain itu konsumen kesulitan untuk menentukan produk yang ingin dibeli dikarenakan toko Salimah Fashion memiliki produk yang cukup banyak dari kategori yang berbeda. Berdasarkan masalah diatas diperlukan aplikasi e-commerce untuk mengatas kendala diatas. Penerapan e-commerce diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi semua orang yang berada di luar maupun di dalam kota Bandung untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang, mempermudah dalam pembuatan laporan penjualan. Alat yang digunakan untuk menggambarkan model sistem adalah berupa diagram alir data, diagram konteks dan Data Flow Diagram (DFD), serta dalam perancagan basis data menggunakan kamus data dan Entity Relationship Diagram (ERD).Berdasarkan analisis dan pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa fungsionalitas yang ada pada aplikasi e-commerce telah berjalan dengan baik dan menghasilkan keluaran seperti yang diharapkan. Pengujian beta dilakukan dengan cara kuesioner pada konsumen dan menghasilkan kesimpulan bahwa aplikasi e-commerce sudah dapat membantu dalam menyediakan informasi tentang produk toko Salimah Fashion dan membantu merekomendasikan produk. Pengujian beta juga dilakukan dengan cara wawancara kepada pegawai toko Salimah Fashion dan menghasilkan kesimpulan bahwa aplikasi e-commerce sudah dapat membantu dalam pembuatan laporan penjualan

    Pusat Salimah Sumatera Utara (Arsitektur Metafora)

    No full text
    Islam sees the obligation to increased and educated female character with the virtues and perfection early on. Among a good education is meant to provide education in accordance with the presence of women in the community, according to the scientific profession, and in accordance with the nature of her own. Women are half the society, as it is said, women is a foundation in a family. It's currently so many problems faced by the society, even in our country. Therefore women as part of the society also should participate in solving problems. Salimah (Persaudaraan Muslimah) purpose to increase quality of women both physically, mentally and spiritually. In this North Sumatra Salimah Center project is using methapors theme with idea a women in hijab is like a pearl in oyster , beautiful yet protected.176 HalamanSkripsi Sarjan

    PELATIHAN PENERAPAN EVALUASI PROGRAM KERJA ORGANISASI SALIMAH SUMATERA UTARA

    No full text
    Pelatihan penerapan evaluasi program kerja ini dilaksanakan bertujuan untuk menjadikan Salimah Wilayah Sumut menjadi organisasi kemasyarakatan yang menerapkan evaluasi program kerja dengan lengkap dan tepat sehingga program kerjanya memiliki kemanfaatan lebih bagi pengembangan organisasi dan kebutuhan/kepentingan masyarakat. Metode yang dipakai dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah berbentuk pelatihan. Pelatihan ini dibagi dalam 4 tahapan yaitu identifikasi masalah dan persiapan pelaksanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan penerpan evaluasi kerja, pendampingan praktek penerapan evaluasi kerja selama pelatihan dan setelah pelatihan, dan evaluasi hasil pelatihan kepada pemimpin Salimah. Hasil pelatihan penerapan evaluasi program kerja dirasakan oleh perserta bermanfaat dalam menambah wawasan dan keterampilan mereka dalam mengelola program kerja. Penggunaan metode evaluasi yang tepat dalam menangani permasalahan penerapan program kerja keorganisasian dan kemasyarakatan menjadi hal baru dan diterapkan oleh departemen yang ada di Salimah. Ditemukan selama ini program kerja yang ada tidak dievaluasi apakah sudah sesuai visi, misi, tujuan dan sasarannya tercapai apa tidak dan tidak dianalisis outcome nya dan manfaatnya buat masyarakat

    STRATEGI KOMUNITAS SALIMAH DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS MASYARAKAT DUSUN PURWOREJO DESA WATUALANG NGAWI

    No full text
    The aims and focus of this research were (1) to find out the activities of the Salimah community in increasing the religiosity of the people of Purworejo hamlet, Watualang Ngawi village. (2) To find out the strategy of the Salimah community in increasing the religiosity of the people of Purworejo hamlet, Watualang Ngawi village. (4) to find out the implications of the activities carried out by the Salimah community in increasing the religiosity of the people of Purworejo hamlet, Watualang Ngawi village. which in the hamlet are still common and rarely have religious activities before. This study used a qualitative research method, namely by collecting data and information, in the form of documenting the activities carried out by the Salimah community activities, the researcher also conducted interviews with the head of the Ngawi sub-district community who is also the head of the Purworejo Taklim Assembly activities, interviews with the head of the Salimah community branch Watualang village, as well as members of the Taklim Assembly who are related to the issues to be studied. The researcher also made direct observations and participated in a series of Taklim Assembly activities. Researchers used a series of qualitative methods, namely by searching data through interviews, observation, and documentation. The results of the study showed that (1) the religious activities of the people of Purworejo Hamlet, Watualang Ngawi Village, included: taklim assembly activities, Friday blessing activities, social activities, and funeral practice activities. (2) The strategy used by the Salimah community in increasing religiosity is by using a rational and sentimental strategy with a door-to-door da'wah approach and the da'wah method which is carried out using lectures and questions and answers. (3) The implications of the activities held by the Salimah community in increasing the religiosity of the people of Dusun Purworejo are based on five aspects of religiosity, namely ideology, worship, appreciation, knowledge, and practice. This is manifested by changes in lifestyle, namely that people are more diligent in worship, participating in studies, diligent in giving alms, cooperation, maintaining friendship, and tolerance, and hearts are peaceful and serene

    MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA ORGANISASI SALIMAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KELUARGA SEJAHTERA (Studi di Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Kesetaraan Gender masa era globalisasi dianggap isu penting yang harus diatasi bersama. Keluarga pengurus Organisasi Salimah terperangkap dalam lingkaran kemiskinan dan kebodohan yang menyebabkan munculnya problematika, tidak seimbangnya pengetahuan akibat rendahnya Pendidikan, lemahnya ekonomi dan adanya ketimpangan yang cukup besar dalam kontribusi perempuan di sektor pemahaman ilmu keagamaan dalam lingkup keluarga pengurus dan anggota Organisasi Salimah. Saat ini dianggap belum berkembang secara terstruktur dan sistematis, maka tujuan penulisan tesis ini ingin mengetahui : (1) Bagaimana Model Pemberdayaan Perempuan pada Organisasi Salimah? (2) Bagaimana Implikasi Model Pemberdayaan Perempuan pada Organisasi Salimah dalam meningkatkan kualitas keluarga sejahtera? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), yang bersifat kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi secara spesifik terhadap 100 orang pengurus dan anggota, diantaranya wawancara mendalam (indepth interview) terhadap 25 orang pengurus daerah dan 15 orang pengurus cabang, serta 60 orang sebagai anggota. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kesesuaian keadaan Organisasi Salimah dengan Model Pemberdayaan Perempuan menurut Sara H. Longwee. (1) Model Pemberdayaan perempuan yang mencakup tiga hal, yang pertama Capacity Building yang bermakna membangun kemampuan perempuan pada Organisasi Salimah melalui penyelenggaraan pendidikan informal untuk perempuan diberikan pelatihan tentang keterpaduan pengetahuan, teknologi, ekonomi dan keagamaan. Yang kedua Culture Change yaitu perubahan budaya yang berpihak kepada perempuan, perubahan budaya perempuan pada Organisasi Salimah secara signifikan, karena pada awal nya pengurus dan anggota Salimah tidak pernah beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, maka melalui program kegiatan ini diantaranya pelatihan menjahit, pengajian, pengolahan kuliner, mempelajari ilmu Agama Islam, teknologi dan sebagainya sehingga dapat saling beradaptasi. Yang ketiga Struktural Adjustment iii yaitu penyesuaian structural yang memihak perempuan dalam upaya memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, sebagai upaya pencapaian kesetaraan Gender pada Organisasi Salimah yaitu peningkatan keluarga prasejahtera menjadi keluarga sejahtera yang berkualitas dan Islami. (2) Implikasi model pemberdayaan perempuan dalam menigkatkan kualitas keluarga sejahtera diantaranya melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar, sosial psikologis dan pengembangan diri sebagai indicator keluarga sejahtera III seperti : adanya koperasi yang membantu permodalan, berwirausaha menjual produk yang dihasilkan dari pelatihan seperti jus buah, kerupuk, keripik pisang berbagai rasa, pelatihan keterampilan pemberdayaan perempuan: menjahit pakaian taplak meja, jilbab dan sapu tangan melalui sekolah ibu terpadu (SISTER), yang dimulai dari diri pribadi dengan meningkatkan keimanan, ketakwaan, sosial psikologis dan pengembangan keluarganya sesuai dalam Indicator sakinah III dengan beberapa kegiatan diantaranya mengikuti parenting cara mendidik anak sehingga tertanamnya pembelajaran secara Islami sejak dini dengan berdirinya sekolah PAUD, SALSA, BQS, yang mengatasi buta hurup baca tulis, membaca Al-Qur”an bagi lansia dan menambah pemahaman ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an. Kata Kunci : Organisasi Salimah, Pemberdayaan Perempuan, Keluaarga Sejahtera Islami yang Sakinah. iv ABSTRACT Mass Gender Equalityglobalization era considered an important issue that must be addressed together. The Salimah Organization management family is trapped in a cycle of poverty and ignorance which causes problems, an imbalance in knowledge due to low education, weak economy and considerable inequality in the contribution of women in the sector of understanding religious knowledge within the family of administrators and members of the Salimah Organization. Currently it is considered not yet developed in a structured and systematic way, so the purpose of writing this thesis is to find out: How is the Model of Women's Empowerment in the Salimah Organization? What are the Implications of the Women's Empowerment Model in the Salimah Organization in improving the quality of prosperous families? This type of research is field research (Field Research), which is qualitative. Sources of data were obtained through specific observations of 100 administrators and members, including in-depth interviews (indepth interview) against 25 regional administrators and 15 branch administrators, as well as 60 people as members. The results of this study state that the fit of the Salimah Organization with the Women's Empowerment Model according to Sara H. Longwee. Women's Empowerment Model which includes three things, the firstCapacity Building which means building the ability of women in the Salimah Organization through the provision of informal education for women given training on the integration of knowledge, technology, economics and religion. The secondCulture Change namely cultural changes in favor of women, changes in women's culture in the Salimah Organization significantly, because at first Salimah's management and members never adapted to the community environment, so through this activity program including sewing training, recitation, culinary processing, studying Islamic Religion , technology and so on so that they can adapt to each other. The third Structural Adjustments namely structural adjustments that favor women in an effort to meet the specific needs of women, as an effort to achieve gender equality in the Salimah Organization, namely increasing pre-prosperous families to become quality and Islamic prosperous families. The implications of the women's empowerment model in improving the quality of prosperous families include making efforts to fulfill basic needs, socio-psychological and self- v development as an indicator of a prosperous family III such as: the existence of cooperatives that help with capital, entrepreneurship selling products resulting from training such as fruit juice, crackers, banana chips of various flavors, training in women's empowerment skills: sewing tablecloths, headscarves and handkerchiefs through integrated mother schools (SISTER), which starts from oneself by increasing faith, piety, social psychology and family development according to Indicator sakinah III with several Activities include participating in parenting ways to educate children so that Islamic learning is embedded from an early age with the establishment of PAUD, SALSA, BQS schools, which overcome literacy, read the Al�Qur'an for the elderly and increase understanding of Islamic teachings based on the Qur'an. Keywords: Salimah Organization, Women Empowerment, Peaceful Islamic Prosperous Familie
    corecore