Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
    402 research outputs found

    SOSIALISASI EDUKASI PENGGUNAAN INTERNET SEHAT DI LINGKUNGAN MASJID

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan keagamaan seperti masjid. Penggunaan internet yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti terpapar hoaks, pornografi, kekerasan digital, dan penipuan daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital warga melalui sosialisasi tentang penggunaan internet sehat di Masjid Al Ikhlas, Dusun Pemancar, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan praktik langsung menggunakan perangkat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konten berbahaya di internet dan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi digital. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dasar dalam memverifikasi informasi dan menggunakan internet secara aman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi ruang edukatif untuk membentuk perilaku digital yang sehat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat

    MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM ASLI RISOL

    Full text link
    Sebagai alat bagi perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki prospek yang signifikan karena iklim ekonomi saat ini dan laju kemajuan teknologi yang cepat. Kemajuan teknologi, khususnya dalam penggunaan media sosial, belum dianut oleh banyak pelaku bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu upaya promosi yang memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan perusahaan dan teknik pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar. Tindakan pertama yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis adalah menggunakan media sosial sebagai forum utama untuk mempromosikan pemasaran produk UMKM. karena media sosial merupakan cara yang mudah diakses dan terjangkau untuk mempromosikan produk. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajarkan orang-orang bagaimana memanfaatkan aplikasi media sosial, khususnya Instagram, melalui pembinaan dan pelatihan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan survei UMKM terkait yang dimulai dengan perencanaan, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus dengan UMKM. Setelah itu, para pelaku menawarkan instruksi dan pembinaan tentang cara membuat profil media sosial. Pendampingan, pelatihan, dan pemberian profil media sosial kepada pelaku usaha agar dapat mendongkrak kuantitas penjualan produk merupakan hasil dari tahapan kegiatan ini. &nbsp

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA DISKRIT II

    Full text link
    Permasalahan yang sering dihadapi mahasiswa dalam memahami mata kuliah Matematika DIskrit II menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan model problem based learning (PBL) dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematis pada mata kuliah tersebut. Subjek di penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan teknik informatika semester 4 kelas F STKIP Al Maksum. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan instrument pengumpul data berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan lembar pengamatan aktivitas dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa model PBL mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa pada mata kuliah matematika diskrit.  Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dari siklus I ke siklus II, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 63,2 menjadi 73,6. Selain itu, seluruh rangkaian proses pembelajaran yang berlangsung pada siklus II juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model PBL dalam memperbaiki proses pembelajaran dan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswaThe recurring difficulties faced by students in understanding the course Discrete Mathematics II served as the primary motivation for conducting this study. The purpose of this research is to examine how the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model can enhance students' mathematical problem-solving abilities in the course. The subjects of this study were fourth-semester students from Class F of the Informatics Engineering Education Study Program at STKIP Al Maksum. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, using problem-solving test items and observation sheets for both lecturer and student activities as data collection instruments. The results revealed that the PBL model effectively improved students’ mathematical problem-solving skills in Discrete Mathematics. There was a noticeable increase in the average score from 63.2 in the first cycle to 73.6 in the second cycle. Moreover, the overall learning process in the second cycle showed better development compared to the previous cycle. Therefore, it can be concluded that the PBL model contributes positively to improving both the learning process and students’ problem-solving abilities in mathematics

    PENERAPAN APLIKASI SIMULASI FRITZHING BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

    Full text link
    Sistem pembelajaran dituntut kreatif dalam memilih metode yang mendorong mahasiswa lebih aktif dan produktif. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) memiliki mata kuliah Elektronika Dasar yang dapat ditingkatkan kualitasnya melalui model Project-Based Learning (PjBL) dengan media pembelajaran Fritzing. Fritzing memungkinkan simulasi perancangan dan penggunaan rangkaian elektronika secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa semester IV, antara kelas kontrol IV-D dan kelas eksperimen IV-C. Hasil validasi menunjukkan kelayakan soal tes sebesar 86,5% dan media pembelajaran 85%. Hasil belajar mahasiswa menunjukkan nilai penggunaan komponen sebesar 85,5%, perancangan sistem 87%, dan perakitan sistem 86%, dengan rata-rata keseluruhan 86,16%, yang termasuk kategori A (nilai 85–100). Uji statistik menghasilkan thitung = 11,154 ≥ ttabel = 1,699, artinya Ho diterima. Ini menunjukkan hasil belajar mahasiswa dengan model PjBL berbantuan Fritzing lebih baik dari standar minimum (≥ 74), dan layak diterapkan pada mata kuliah Elektronika Dasar.The learning system is required to be creative in selecting methods that encourage students to be more active and productive. The Informatics Engineering Education Study Program (PTI) includes the Basic Electronics course, which can be enhanced through the application of the Project-Based Learning (PjBL) model using Fritzing as a learning media. Fritzing enables visual and interactive simulation for designing and using electronic circuits. This study aims to determine the feasibility of the learning tools and student learning outcomes in the fourth semester, comparing control class IV-D and experimental class IV-C. Validation results show that the test items reached a feasibility percentage of 86.5%, and the learning media scored 85%. Students' learning outcomes indicated scores of 85.5% in using electronic components, 87% in system design, and 86% in circuit assembly using Fritzing, with an average of 86.16%, classified as grade A (85–100). Statistical analysis yielded tcount = 11.154 ≥ ttable = 1.699, meaning Ho is accepted. This indicates that student learning outcomes using the PjBL model with Fritzing media are above the minimum standard (≥ 74) and are appropriate for implementation in the Basic Electronics course

    PERAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    Full text link
    This Article Discusses The Role Of Culture In Social Science Education As An Important Element In Character Building, Social Understanding And Student Identity. Culture Serves As A Medium To Introduce Students To The Values, Norms, Traditions And Diversity Of Society, So That They Can Understand Social Dynamics More Deeply. Through Culture-Based Education, Students Not Only Learn About Social Concepts, But Also Develop Attitudes Of Tolerance, Empathy And Respect For Differences.  This Research Uses A Qualitative Approach With A Case Study Method In A School That Integrates Culture In The Social Science Curriculum. Data Were Collected Through In-Depth Interviews, Observation, And Document Analysis, Then Analyzed Thematically. The Results Show That Cultural Integration In Learning Is Able To Improve Students’ Understanding Of Local And Global Social Contexts, Strengthen National Identity, And Prepare Them To Become Broad-Minded Citizens.  This Article Emphasizes The Importance Of Culture As An Integral Part Of Social Science Education To Create Relevant, Contextual And Meaningful Learning. It Is Hoped That The Findings Can Serve As A Reference For Educators And Policy Makers In Developing Culture-Based Education

    DAMPAK KESEJAHTERAAN GURU DI WILAYAH TERPENCIL DALAM MENANGANI KETIMPANGAN PENDIDIKAN

    Full text link
    Education Inequality In Remote Areas Is Still A Problem That Hinders The Equitable Distribution Of The Quality Of Education In Indonesia. One Of The Main Factors Is The Low Welfare Of Teachers Which Has A Direct Impact On Their Motivation And Performance. This Study Aims To Examine The Impact Of Teacher Welfare In An Effort To Overcome Educational Inequality In Remote Areas. The Method Used Is Qualitative With A Literature Study Approach, By Analyzing Various Literature And Previous Research Results. The Results Of The Study Show That The Welfare Of Teachers, Which Includes Economic Aspects, Facilities, And Social Support, Affects The Quality Of Learning. Improving Teachers' Welfare Is Able To Increase The Seriousness And Success Of Teaching, Which Ultimately Contributes To Reducing Educational Inequality. The Policy Of Improving Teacher Welfare Needs To Be A Priority In The Equitable Distribution Of National Education

    PENGUATAN TATA KELOLA KEUANGAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH MELALUI LITERASI DAN PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ENTITAS BERORIENTASI NONLABA

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kota Medan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan. Metode pelaksanaan meliputi lokakarya, pendampingan langsung, simulasi pencatatan transaksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap kemampuannya dalam menyusun laporan keuangan yang relevan, akuntabel, dan transparan. Pelatihan ini juga mengidentifikasi kebutuhan akan literasi keuangan yang berkelanjutan dan digitalisasi pelaporan. Dampaknya adalah peningkatan tata kelola keuangan yang baik dalam organisasi nirlaba

    DISEMINASI DAN IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS BERBASIS HOTS DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang belum secara optimal mengembangkan literasi sains berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kondisi ini juga ditemukan pada sekolah dasar di Kabupaten Langkat, ditandai dengan keterbatasan pemahaman guru terhadap model pembelajaran inovatif dan minimnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan mengimplementasikan model pembelajaran inkuiri berbasis proyek sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran IPA yang berorientasi HOTS. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif melalui tahapan analisis kebutuhan, diseminasi model, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 76 guru SD/MI di Kabupaten Langkat yang berasal dari sekolah negeri dan swasta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85,5% guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap model inkuiri berbasis proyek, 77,6% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri dengan kategori sangat valid, dan keterlaksanaan pembelajaran di kelas mencapai 83,4% dengan kategori baik. Selain itu, sikap dan respons guru terhadap kegiatan berada pada kategori sangat baik. Hasil ini menegaskan bahwa model inkuiri berbasis proyek efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA serta memperkuat literasi sains berbasis HOTS di sekolah dasar. Kata Kunci: Inkuiri Berbasis Project, HOTS, Literasi Sains, IP

    MAGHRIB MENGAJI: UPAYA PENINGKATAN KEGIATAN KEAGAMAAN REMAJA DI DUSUN DONDONG TIMUR II, DESA STABAT LAMA BARAT, KECAMATAN WAMPU, KABUPATEN LANGKAT

    Full text link
    ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi Maghrib Mengaji di Dusun Dondong Timur II, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Tradisi membaca Al-Qur’an setelah salat Maghrib merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang penting dalam membentuk karakter religius anak dan remaja. Namun, perubahan sosial akibat perkembangan teknologi digital menyebabkan minat generasi muda terhadap kegiatan keagamaan menurun drastis. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk revitalisasi nilai keagamaan berbasis masyarakat dengan melibatkan tokoh agama, orang tua, dan mahasiswa STKIP Al Maksum Langkat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, meliputi observasi, pelatihan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi hasil belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta sebesar 80% dibandingkan sebelum program, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan di waktu Maghrib. Program ini juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan agama dalam keluarga. Dengan demikian, kegiatan Maghrib Mengaji terbukti efektif dalam mengembalikan nilai-nilai religius, sosial, dan moral masyarakat di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Maghrib Mengaji, Pembinaan Keagamaan, Pengabdian Masyarakat.   ABSTRACT This community service activity aims to revive the Maghrib Mengaji tradition in Dondong Timur II Hamlet, Stabat Lama Barat Village, Wampu District, Langkat Regency. The tradition of reciting the Qur'an after Maghrib prayer is a form of non-formal education that is important in shaping the religious character of children and adolescents. However, social changes due to the development of digital technology have caused the younger generation's interest in religious activities to decline drastically. This activity was designed as a form of community-based revitalization of religious values ​​by involving religious leaders, parents, and students of STKIP Al Maksum Langkat. The implementation method used a participatory approach, including observation, training, activity implementation, and evaluation of learning outcomes. The results of the activity showed an 80% increase in participants' Qur'an reading ability compared to before the program, as well as increased community participation in religious activities at Maghrib time. This program also strengthened social relations between residents and raised awareness of the importance of religious education in the family. Thus, the Maghrib Mengaji activity has proven effective in restoring religious, social, and moral values ​​​​in society amidst the current of modernization. Keywords: Maghrib Koran Reading, Religious Formation, Community Service

    PELATIHAN ICE BREAKING PADA GURU SD TUNAS PELITA BINJAI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA

    Full text link
    ABSTRACT Ice breaking training for teachers plays a crucial role in improving the quality of learning in elementary schools. The objective of this activity was to equip teachers at Tunas Pelita Elementary School with the skills to implement effective ice-breaking to create a pleasant learning atmosphere and encourage active student participation. The activity was held on Thursday, Nov 13, 2025, with 20 teachers participating. The implementation method included interactive lectures, group discussions, and simulations of ice-breaking practices in classroom situations. The training was divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the activity showed that teachers became more confident and creative in managing the classroom, and were able to create a conducive atmosphere from the beginning of the lesson. Evaluation through a questionnaire showed an increase in participants' understanding of the concept and techniques of ice-breaking. Thus, this training made a real contribution to improving student learning outcomes by increasing their motivation and engagement in class. &nbsp

    393

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇