Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
402 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA LHOKSUMAWE, ACEH UTARA
Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama satu hari yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2025 pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan di Kota Lhoksumawe, Aceh Utara. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan guru SD di Kota Lhoksumawe, Aceh Utara. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta pemutaran contoh video untuk membantu peserta memahami konsep secara lebih konkret. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian maka dapat dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif bagi peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar. Keterampilan public speaking yang baik tidak hanya bermanfaat ketika mengajar, tetapi juga berguna dalam berbagai kegiatan sekolah seperti rapat, sosialisasi program, atau kegiatan ekstrakurikuler. Oleh sebab itu, pelatihan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk meningkatkan kualitas interaksi guru dengan siswa maupun pihak lain di lingkungan sekolah
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER ANTI-BULLYING MELALUI MEDIA FILM PENDEK BAGI SISWA KELAS VI SDN 056425 DAMAR SERATUS
Kegiatan sosialisasi pendidikan karakter anti-bullying melalui media film pendek dilaksanakan di SDN 056425 Damar Seratus dengan melibatkan siswa kelas VI sebagai peserta utama. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, menumbuhkan empati, dan membangun sikap saling menghargai dalam interaksi sosial. Metode yang digunakan meliputi pemutaran film pendek “Memanusiakan Aku”, ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta refleksi siswa. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan melalui observasi dan penyusunan modul karakter, dilanjutkan pelaksanaan sosialisasi, dan diakhiri dengan evaluasi melalui kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme tinggi dan menunjukkan perubahan pemahaman serta sikap terhadap isu bullying. Sebanyak 92% siswa menyatakan bahwa sosialisasi pendidikan karakter anti-bullying melalui media film pendek ini sangat bermanfaat, sebanyak 93% siswa merasa tersentuh dan lebih empati, dan 92% siswa mengaku mampu membedakan perilaku bercanda dengan perundungan. Guru kelas VI juga melaporkan adanya perubahan positif pada perilaku siswa, seperti meningkatnya kepedulian, kehati-hatian dalam berbicara, dan keberanian melapor. Secara keseluruhan, program sosialisasi ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai karakter anti-bullying dan memperkuat kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundunga
WORKSHOP SENI RUPA 2D DAN 3D SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KOMPETENSI MAHASISWA PGSD STKIP AL MAKSUM
Kagiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kreativitas serta kompetensi mahasiswa PGSD STKIP Al Maksum melalui kegiatan workshop seni rupa 2D dan 3D. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya kemampuan seni bagi calon guru SD agar mampu menciptakan pembelajaran yang lebih hidup, inovatif, dan sesuai perkembangan anak. Workshop mencakup pelatihan berbagai teknik dasar menggambar, membuat kolase, hingga merancang karya tiga dimensi dengan bahan sederhana. Setelah mengikuti kegiatan, mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menghasilkan karya yang lebih kreatif dan beragam, serta tampak lebih percaya diri mengintegrasikan aktivitas seni dalam proses belajar mengajar. Mereka juga memperoleh pemahaman lebih kuat mengenai pemanfaatan media kreatif di ruang kelas. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menegaskan bahwa pelatihan seni rupa menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan daya cipta mahasiswa PGSD
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI STORYTELLING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA DI SEKOLAH DASAR
This study used the classroom action research (CAR) method. This classroom action research refers to the model developed by Kemmis and McTaggart, which consists of four main stages: (a) planning, (b) implementation, (c) observation, and (d) reflection. These four stages are carried out repeatedly in two or more cycles until significant improvements in speaking skills are achieved. The research subjects were 25 fourth-grade students at SD IT Hamas, consisting of 18 girls and 7 boys. The object of the study was storytelling. Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation. Data analysis used descriptive qualitative techniques. The results showed that in cycle 1, students' abilities were still low, with an average completion rate of 39%. While in cycle 2, there was a significant increase to 78%. This indicates that the implementation of appropriate learning strategies and intensive mentoring can help students express ideas, construct sentences coherently, and improve pronunciation and expression when speaking. Thus, the structured, gradual learning process has a positive impact on the development of students' speaking skills in elementary grades
PERAN GURU KELAS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
This study aims to examine the role of classroom teachers in shaping students' character through Pancasila education in elementary schools. The method used is a literature study by analyzing various sources related to character education. The study results indicate that classroom teachers serve as role models, mentors, motivators, and evaluators in instilling Pancasila values such as discipline, responsibility, tolerance, and mutual cooperation. Pancasila education has been shown to help students develop positive attitudes and prevent negative behaviors such as bullying. However, the character-building process still faces challenges such as environmental influences, lack of parental support, and teachers' limited understanding. This study concludes that collaboration between teachers, schools, and families is crucial to optimizing character education.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru kelas dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru kelas berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan evaluator dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan gotong royong. Pembelajaran Pendidikan Pancasila terbukti membantu siswa mengembangkan sikap positif dan mencegah perilaku negatif seperti perundungan. Namun, proses pembentukan karakter masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan, kurangnya dukungan orang tua, dan rendahnya pemahaman guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga sangat penting untuk mengoptimalkan pendidikan karakter
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL MELALUI PENDEKATAN TEKNOLOGI INFORMATIKA UNTUK PROMOSI UMKM DI KELURAHAN KWALA BINGAI
Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk dalam strategi pemasaran. Penggunaan media sosial yang tidak optimal dapat menghambat pertumbuhan bisnis, seperti kurangnya jangkauan audiens, konten yang kurang menarik, dan minimnya interaksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM melalui sosialisasi optimasi media sosial sebagai alat promosi di Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan praktik langsung menggunakan perangkat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi digital marketing dan pentingnya konten berkualitas di media sosial. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dasar dalam membuat konten promosi dan menganalisis performa postingan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat efektif untuk meningkatkan penjualan dan ekspansi pasar di era digital
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD T E R I N T E G R A S I K U I S BE R B A S I S WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang terintegrasi dengan kuis berbasis Wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII MTs Ar-Rahman. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu VIII-A sebagai kelas eksperimen dan VIII-B sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Kelas eksperimen mendapatkan perlakuan pembelajaran STAD terintegrasi Wordwall, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen esai berdasarkan indikator berpikir kritis Ennis. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan skor pretest ke posttest pada kedua kelas, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi (rata-rata 45,5 poin) dibanding kelas kontrol (39,1 poin). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 75,95% dan kelas kontrol 66,08%, keduanya masuk kategori “cukup efektif”. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) pada kedua kelas, dan analisis lanjutan menunjukkan bahwa model STAD terintegrasi Wordwall lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan kolaboratif dan media digital interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran.The Effect of the STAD Cooperative Learning Model Integrated with Wordwall- Based Quizzes on Students’ Critical Thinking Skills at MTs Ar-Rahman. This study aims to determine the effect of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model integrated with Wordwall-based quizzes on the critical thinking skills of eighth-grade students. The background of this study stems from the low critical thinking ability of students in science learning, which is still dominated by conventional methods. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two classes: class VIII-A as the experimental group and class VIII-B as the control group, each with 30 students. The experimental group received STAD learning integrated with Wordwall, while the control group used conventional methods. Data were collected through pre- tests and post-tests using essay items based on Ennis’s critical thinking indicators. The results showed an increase in test scores in both classes, with the experimental group showing a higher gain (average increase of 45.5 points) compared to the control group (39.1 points). The N-Gain score for the experimental group was 75.95% and 66.08% for the control group, both classified as “moderately effective.” Paired sample t-tests showed significant differences (p < 0.05) in both groups, and further analysis confirmed that the STAD model integrated with Wordwall was more effective in enhancing students’ critical thinking. The findings suggest that combining collaborative approaches with interactive digital media can foster an engaging learning environment and develop 21st-century skills. Therefore, this model is recommended for broader implementation
PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KULTURAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang potensial dalam pembelajaran sejarah dan budaya bagi mahasiswa, khususnya calon guru di bidang pendidikan IPS dan sejarah. Museum memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan mahasiswa dengan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, pemanfaatan museum sebagai bahan ajar masih tergolong minim dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami fungsi edukatif museum, mengenali koleksi yang relevan dengan kurikulum, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis museum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, kunjungan langsung ke museum, dan praktik penyusunan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap fungsi edukatif museum, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan koleksi museum ke dalam bahan ajar sejarah dan budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi kultural mahasiswa serta mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan kontekstual dalam memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran lokal
FAKTOR KESULITAN BELAJAR DAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 1 HINAI
Learning Difficulties Are A Condition In The Teaching Process Where Students Cannot Learn Optimally. This Study Has A Significant Purpose To Find Out How Much The Influence Of Difficulties On Social Studies Learning Materials At Smpn 1 Hinai In Influencing Student Learning Outcomes. The Purpose Of This Research Is Also To Find Out What Factors Cause Learning Difficulties In Students At Smpn 1 Hinai. This Research Is A Qualitative Research That Uses A Research Method Using A Descriptive Approach. The Results Of This Study Showed That Students At Smpn 1 Had Learning Difficulties Due To Several Factors, Including Internal Factors And Also External Factors. Internal Factors Are The Lack Of Motivation Given By Teachers And Parents And The Lack Of Interest Of Students In Participating In Social Studies Learning Activities Which Are Considered Boring Due To The Lack Of Tools And Props In Delivering The Material. Meanwhile, External Factors Are That Teachers Are Still A Little Confused In Delivering Learning Materials In Accordance With The Curriculum That Runs Due To The Lack Of Learning Books And Tools That Support The Learning Process. Therefore, The Role Of Teachers Is Very Influential In Supporting Students' Learning Interests And Overcoming Students' Learning Difficulties. Teachers Are Expected To Be Able To Convey Assignments In An Interesting Way To Arouse Students' Interest In Learning
DAMPAK EKONOMI KELUARGA DI WILAYAH TERPENCIL TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DALAM ERA DIGITAL
The family economy is a combination of income and social status of parents; The higher the social status, the greater the funds allocated for children's education costs. By considering children's research in the digital era, this study aims to examine the family economy in rural areas. This research combines the methodology of literature study with a qualitative approach. The findings of the study show that, especially in the digital era, family economic conditions have a significant impact on children's education. Education in remote areas often faces significant constraints, including uneven distribution of teachers, poor infrastructure, and limited access to high-quality learning resources. Children's education in the digital era is greatly influenced by their family's financial condition. Today's children need educational opportunities, and as technology evolves, they also need access to gadgets and the internet. Education in Indonesia has changed dramatically due to the rapid advancement of digital technology. The digitalization era has shifted the learning paradigm from traditional to a system that is much more interactive, easily accessible, and can adapt to the needs of the digital generation