Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
    402 research outputs found

    EFEKTIVITAS CERITA RAKYAT SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI MORAL DAN PANCASILA PADA SISWA SDN 056425 DAMAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas cerita rakyat sebagai media penanaman nilai moral dan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas V SDN 056425 Damar Seratus. Penelitian menggunakan metode mixed methods model sequential explanatory, melibatkan 32 siswa dengan instrumen berupa angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran dilakukan melalui tiga cerita rakyat yaitu Si Pitung, Putri Tangguk, dan Malin Kundang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman nilai moral dengan rata-rata pretest 62,5% menjadi 87,8% pada posttest. Pemahaman nilai Pancasila juga meningkat dari 58,2% menjadi 85,4%. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai 0,674 untuk nilai moral dan 0,65 untuk nilai Pancasila, keduanya berada pada kategori sedang-tinggi. Data observasi dan wawancara mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa siswa lebih antusias, mampu mengidentifikasi pesan moral, serta mengaitkan nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, cerita rakyat terbukti efektif sebagai media pembelajaran karakter yang kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.This study aims to analyze the effectiveness of folk tales as a medium for instilling moral values and Pancasila values in fifth-grade students at SDN 056425 Damar Seratus. The research employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory model, involving 32 students and using instruments such as questionnaires, observations, interviews, and documentation. The learning process utilized three folk tales, namely Si Pitung, Putri Tangguk, and Malin Kundang. The results showed a significant improvement in students’ understanding of moral values, with the average score increasing from 62.5% in the pretest to 87.8% in the posttest. Understanding of Pancasila values also increased from 58.2% to 85.4%. The N-Gain calculation indicated values of 0.674 for moral understanding and 0.65 for Pancasila values, both categorized as medium–high. Observation and interview data supported these findings, showing that students were more enthusiastic, able to identify moral messages, and capable of relating Pancasila values to daily life. Thus, folk tales proved to be an effective medium for character education that is contextual, engaging, and meaningful for elementary school student

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DESAIN GRAFIS DASAR BERBASIS KOLABORASI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA

    Full text link
    Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan desain grafis dasar berbasis kolaborasi dilaksanakan di STKIP AL Maksum, dengan melibatkan seluruh mahasiswa semester Prodi Pendidikan Teknik Informatika sebagai fasilitator dan masyarakat lokal sebagai peserta. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital masyarakat, menumbuhkan kreativitas, dan membangun sikap kolaboratif dalam pemanfaatan teknologi informatika. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi tools desain seperti adobe photosop dan mind mapping, ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta refleksi peserta. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan melalui observasi kebutuhan masyarakat dan penyusunan modul desain, dilanjutkan pelaksanaan pelatihan, dan diakhiri dengan evaluasi melalui kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dan menunjukkan perubahan pemahaman serta keterampilan dalam desain grafis. Sebanyak 92% peserta menyatakan bahwa pelatihan desain grafis dasar ini sangat bermanfaat, sebanyak 93% peserta merasa lebih kreatif dan percaya diri, dan 92% peserta mengaku mampu menerapkan konsep desain dalam kegiatan sehari-hari. Dosen pembimbing juga melaporkan adanya perubahan positif pada kemampuan mahasiswa, seperti meningkatnya kepemimpinan, kerjasama tim, dan kemampuan mengajar. Secara keseluruhan, program pemberdayaan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai keterampilan digital dan memperkuat kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan UMKM dan pendidikan

    EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PENGUATAN EMPATI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang Bullying serta menumbuhkan empati sebagai Upaya pencegahan perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas V dan VI MIS Al-Khairiyah Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui pemutaran video edukasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan refleksi pengalaman siswa. Media video digunakan untuk membantu siswa memahami bentuk dan dampak Bullying secara konkret dan kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai berbagai bentuk Bullying termasuk Bullying fisik, verbal, dan sosial. Selain itu, terjadi penguatan sikap empati yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepekaan siswa terhadap perasaan teman, kehati-hatian dalam bertindak, serta penolakan terhadap perilaku Bullying. Dengan demikian, edukasi berbasis penguatan empati terbukti efektif sebagai strategi preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah dasar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional sisw

    PELATIHAN PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH SMA YAPIM KAMPUNG PON

    Full text link
    Video Interaktif adalah media pembelajaran berbasis Audio Visual, program pembelajaran yang menggunakan teks gambar, video untuk dapat meningkatkan motivasi dan kognitif siswa dalam proses belajar. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk member pelatihan kepada guru-guru dan siswa SMA Yapim Kampung Pon dalam penggunaan Media Pembelajaran Video interaktif melalui Aplikasi Canva dan Aplikasi Cupcut sehingga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam belajar Bahasa Inggris.  Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dibagi menjadi lima bagian yaitu kegiatan pre-test, explorasi, elaborasi, konfirmasi dan post –test. Pada tahap pre-test para peserta mengerjakan soal diberikan tanpa menggunakan video interaktif, pada tahap eksplorasi naraumber melakukan brainstorming yang berhubungan dengan video interaktif, setelah melakukan brainstorming narasumber melakukan kegiatan elaborasi yaitu penelasan materi tentang penggunaan video interaktif dan menerapkan video interaktif dalam pembelajaran , pada tahap konfirmasi peserta diarahkan untuk membentuk kelompok dan mempersentasekan hasil kelompok di depan kelompok lainnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakaat ini peserta menyatakan rasa senang mengikuti pengabdian serta inginnya dilibatkan kembali pada kegiatan sejenis ini, hal ini dapat dilihat dari angket yang disebarkan  diperoleh  70% peserta meyatakan setuju dan 30% peserta menyatakan sangat setuju. Dari hasil  post-test peserta terdapat peningkatan nilai post-test meningkat menjadi 80,50 atau 68,94 %  dimana hasil rata-rata pre-test 55.50 dan selisih antara hasil pre-test dan post-post test adalah 25 dengan demikian   dapat disimpulkan bahwa  secara keseluruhan peserta merasa senang dan memperoleh manfaat yang signifikan dari kegiatan pengabdian tersebut serta berharap agar ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut

    WORKSHOP PENGUATAN LITERASI DI MIS PANCA DHARMA STUNGKIT

    Full text link
    Tujuan dari kegiatan workshop yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi di Mis Panca Dharma Stungkit. Workshop penguatan literasi dilaksanakan di Mis Panca Dharma Stungkit sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi literasi pendidik dan peserta didik. Kegiatan ini diselenggarakan selama 1 hari pada Rabu, 16 April 2025, pukul 08.00 sd 17.00 Wib. Workshop ini diikuti oleh para guru di Mis Panca Dharma Stungkit dengan jumlah perserta sebanyak 28 orang. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan workshop disimpulkan bahwa kegiatan workshop penguatan literasi di Mis Panca Dharma Stungkit telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari seluruh peserta. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan 28 guru ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis literasi yang aplikatif dan kontekstual

    ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI SMA PERSIAPAN STABAT

    Full text link
    This study focuses on "Analysis of Students' Cognitive Abilities on Global Warming Materials in Stabat Preparatory High School". The purpose of the research is to find out the understanding of Biology learning in the cognitive realm in the XIC Science class of Stabat Preparatory High School. Descriptive research method with the form of survey study research, with a population of grade XI students. Data collection tools for interviews, questionnaires, test questions and documents. The results of the study show that from the results of the test questions faced to students, it can be seen that there are 16 students who have cognitive abilities that are included in the good category and there are 5 students who are included in the sufficient category. Based on these results from the 21 samples taken, it can be said that the cognitive abilities of students in Biology learning are quite good. And if the percentage of 84.33% of students who understand well and 17.76% of students understand adequately the test questions that are being done.Penelitian ini berfokus pada “Analisis Kemampuan Kognitif Siswa pada materi pemanasan global di SMA Persiapan Stabat”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemahaman pembelajaran Biologi pada ranah kognitif di kelas XIC IPA SMA Persiapan Stabat. Metode penelitian deskriptif dengan bentuk penelitian studi survey, dengan populasi siswa kelas XI. Alat pengumpul data panduan wawancara, angket, soal tes dan dokumen. Hasil penelitian bahwa dari hasil dari tes soal yang dihadapkan kepada peserta didik dapat diketahui bahwa ada 16 peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif yang masuk kriteria kategori baik dan ada 5 peserta didik yang masuk dalam kriteria cukup. Jika dihat berdasarkan hasil ini dari 21 sampel yang diambil bisa dibilang bahwa SMA Persiapan Stabat ini kemampuan kognitif peserta didik pada pembelajaran Biologi cukup baik. Dan jika dipersentasekan 84,33% peserta didik yang memahami baik dan 17,76% peserta didik memahami dengan cukup akan tes soal yang dikerjakan

    HUBUNGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN IPS

    Full text link
    Current environmental problems, both global and national, are largely caused by human behavior, therefore environmental problems can be minimized by instilling a sense of environmental care. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental knowledge and environmental care attitudes. The population and sample in this study were 77 students of the Social Studies Education Study Program at STKIP Al Maksum, class of 2022 and 2023. The instruments used were environmental knowledge test questions and an environmental care attitude questionnaire. Based on the results of the study, the results obtained on the variable of environmental knowledge level of students of the Social Studies Education Study Program at STKIP Al Maksum were included in the High category as many as 46 (60%) respondents, then 31 (40%) respondents were included in the medium category and no respondents were included in the low category. On the environmental care attitude variable, students of the Social Studies Education Study Program were included in the high category as many as 49 (64%) respondents, then 28 (36%) respondents were included in the good category and no respondents were included in the bad category. The results of the study indicate that the closeness of the relationship between knowledge and environmental care attitudes is in the very high category with a correlation coefficient value of 0.985. In addition, a significance value of 0.000 is obtained which is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05) so H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is a significant and positive relationship between environmental knowledge and the formation of environmental care attitudes of students in the Social Studies Education Study Program.Masalah lingkungan hidup yang terjadi saat ini, baik dari lingkungan global maupun lingkup nasional, sebagian besar bersumber dari perilaku manusia, maka dari itu masalah lingkungan dapat diminimalisir dengan menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan IPS STKIP Al Maksum angkatan 2022 dan 2023 yang berjumlah 77 orang. Instrumen yang digunakan berupa soal test pengetahuan lingkungan dan angket sikap peduli lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pada variabel tingkat pengetahuan lingkungan mahasiswa Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum masuk dalam kategori Tinggi sebanyak 46 (60%) responden selanjutnya 31 (40%) responden masuk dalam katgori sedang dan tidak ada responden yang masuk dalam kategori rendah. Pada variabel sikap peduli lingkungan mahasiswa Prodi Pendidikan IPS masuk dalam kategori tinggi sebanyak 49 (64%) responden selanjutnya 28 (36%) responden masuk dalam kategori baik dan tidak ada responden yang masuk dalam kategori tidak baik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keeratan hubungan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,985. Selain itu juga diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan lingkungan dengan pembentukan sikap peduli lingkungan mahasiswa Prodi Pendidikan IPS

    PELATIHAN MINAT DAN JIWA ENTREPRENEURSHIP PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DENGAN PEMANFAATAN SOSIAL MEDIA DI KEBUN RAJA DESA CEMPA

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan jiwa entrepreneurship pada kelompok ibu rumah tangga di Kebun Raja, Desa Cempa, melalui pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha rumahan, namun seringkali terkendala kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran digital. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep kewirausahaan, membangun mindset usaha, serta strategi pemasaran melalui platform seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, dan praktik langsung menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep entrepreneurship dan keterampilan dasar penggunaan media sosial untuk promosi produk. Selain itu, beberapa peserta mulai menunjukkan inisiatif dalam membentuk kelompok usaha kecil berbasis rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi ibu rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan, dibutuhkan pendampingan lanjutan dan kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat berkelanjutan dan berdampak luas di lingkungan masyarakat desaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan jiwa entrepreneurship pada kelompok ibu rumah tangga di Kebun Raja, Desa Cempa, melalui pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha rumahan, namun seringkali terkendala kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran digital. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep kewirausahaan, membangun mindset usaha, serta strategi pemasaran melalui platform seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, dan praktik langsung menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep entrepreneurship dan keterampilan dasar penggunaan media sosial untuk promosi produk. Selain itu, beberapa peserta mulai menunjukkan inisiatif dalam membentuk kelompok usaha kecil berbasis rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi ibu rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan, dibutuhkan pendampingan lanjutan dan kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat berkelanjutan dan berdampak luas di lingkungan masyarakat desa

    PELATIHAN CALISTUNG BAGI ANAK-ANAK DISABILITAS YAYASAN MATTERS BUKIT LAWANG

    Full text link
    Pelatihan calistung memberikan dasar penting bagi anak-anak disabilitas untuk dapat mengikuti pendidikan formal dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Setiap anak disabilitas memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, metode pelatihan harus disesuaikan, baik dari segi materi, media, maupun waktu belajar. Alat bantu visual, audio, dan teknologi seperti aplikasi pembelajaran interaktif sangat membantu dalam menyampaikan materi calistung secara efektif. Dengan kemampuan dasar calistung, anak-anak disabilitas dapat lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara sosial dan akademik. Proses pelatihan harus disertai dengan evaluasi berkala untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan memastikan kemajuan anak

    PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan buku cerita bergambar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D. Thiagarajan Model 4D meliputi empat tahap  yaitu define, design, develop dan disseminate. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 050656 Stabat. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 20 terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Objek penelitian yaitu buku cerita bergambar. Teknik pengumpulan data yaitu obsevasi, wawancara, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (a) kelayakan buku cerita bergambar, dan (b) keefektifan buku cerita bergambar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi oleh materi dengan persentase 75.00% dikategorikan layak, hasil validasi bahasa dengan persentase 89.00% dikategorikan sangat layak, dan hasil validasi media dengan persentase 93.45% dikategorikan sangat layak dan hasil nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,65 yang tergolong dalam kategori sedang ke tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa buku cerita bergambar yang dikembangkan layak dan efektif digunakan untuk siswa kelas V di SD Negeri 050656 Stabat.This study aims to determine the feasibility and effectiveness of picture storybooks. This type of research is research and development (R&D). This research uses the 4D development model. Thiagarajan 4D model includes four stages namely define, design, develop and disseminate. This research was conducted at SD Negeri 050656 Stabat. The subject of the research was grade V students totaling 20 consisting of 8 male students and 12 female students. The object of the research is picture storybooks. Data collection techniques are observation, interview, test, and questionnaire. The data analysis techniques used were (a) the feasibility of picture storybooks, and (b) the effectiveness of picture storybooks. Based on the results of the study, it shows that the results of validation by material with a percentage of 75.00% are categorized as feasible, the results of language validation with a percentage of 89.00% are categorized as very feasible, and the results of media validation with a percentage of 93.45% are categorized as very feasible and the results of the N-Gain average value of 0.65 which is classified in the medium to high category. Based on the results of the study, it is concluded that the picture storybook developed is feasible and effective for fifth grade students at SD Negeri 050656 Stabat

    393

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇