Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
Not a member yet
    402 research outputs found

    IMPLEMENTATION OF SNAKES AND LADDERS GAME TO IMPROVE THE SPEAKING ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHER EDUCATION STUDENTS

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah speaking for elementary school (English fof Children). Pada hakikatnya penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan speaking pada mata kuliah speaking for elementary school dengan menggunakan pendekatan snakes and ladders game. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar kelas III-C. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes yaitu soal tes kemampuan speaking  dan non-tes berupa lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan speaking dari siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 68,5 pada siklus I menjadi 82,0 pada siklus II begitu juga dengan seluruh proses pembelajaran yang dilaksanakan dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan. Maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan snakes and ladders game dapat meningkatkan kemampuan speaking mahasiswa pada mata kuliah Speaking for Elementary School.This research is based on the difficulties of students in learning for elementary school (English for Children) courses. In essence, this class action research aims to improve speaking skills in speaking for elementary school courses by using the snakes and ladders game approach. This research was carried out at the Al Maksum College of elementary school teacher education study program in brade III-C. The instruments used consisted of the test instruments, namely speaking ability test questions and non-tests in the form of the students activity observation sheets. The results of this study show that speaking ability from cycle I to cycle II has increased with an average score of 68.5 in cycle I to 82.0 in cycle II as well as the entire learning process carried out from cycle I to cycle II has also increased. Therefore, it can be concluded that the snakes and ladders game approach can improve students’ speaking skills in the Speaking for Elementary School Course

    EFEKTIVITAS KOMUNIKASI NONVERBAL GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 BAHOROK

    Full text link
    Komunikasi antara guru dan siswa memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Komunikasi nonverbal, yang mencakup ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, dan isyarat lainnya, memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan yang positif antara guru dan siswa. Motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh cara guru menyampaikan materi pelajaran, baik melalui kata-kata maupun tindakan nonverbal yang dapat menambah daya tarik atau sebaliknya, membuat siswa kurang tertarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis data melalui kuesioner yang dibagikan kepada siswa. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat seberapa besar pengaruh komunikasi nonverbal guru terhadap motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal guru yang positif, seperti kontak mata yang penuh perhatian, ekspresi wajah yang ramah, dan gerakan tubuh yang mendukung, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebaliknya, komunikasi nonverbal yang negatif, seperti sikap tubuh tertutup atau ekspresi wajah yang tidak ramah, dapat menurunkan motivasi siswa untuk belajar. Temuan ini menunjukkan pentingnya keterampilan komunikasi nonverbal bagi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah..Communication between teachers and students plays an important role in the learning process. Nonverbal communication, which includes facial expressions, body movements, eye contact, and other gestures, has an important role in creating a positive relationship between teachers and students. Students' learning motivation is greatly influenced by the way teachers convey the subject matter, either through words or nonverbal actions that can add to the attraction or vice versa, make students less interested. This study uses a quantitative approach with survey methods and data analysis through questionnaires distributed to students. The data obtained was analyzed to see how much the teacher's nonverbal communication had an effect on students' learning motivation. The results of the study showed that positive teacher nonverbal communication, such as attentive eye contact, friendly facial expressions, and supportive body movements, can increase students' motivation to learn. Conversely, negative nonverbal communication, such as a closed body attitude or unfriendly facial expressions, can lower students' motivation to learn. These findings show the importance of nonverbal communication skills for teachers in creating an effective and enjoyable learning environment. It is hoped that the results of this study can be a reference in improving the quality of teaching in school

    PELATIHAN BAHASA INGGRIS GRATIS UNTUK SISWA MTS FATHUR RAHMAN AL-QALASADI DI KELAS IX KEC. BATANG SERANGAN, KABUPATEN LANGKAT

    No full text
    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa melalui pendekatan yang menyeluruh dan interaktif. Program ini dirancang untuk memberikan dasar-dasar keterampilan bahasa Inggris yang meliputi kosakata, tata bahasa, percakapan, serta keterampilan mendengarkan dan menulis, yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini dilaksanakan menggunakan berbagai media pembelajaran seperti permainan bahasa, materi audio-visual, serta latihan percakapan yang mendorong siswa untuk aktif berbicara dan berinteraksi dalam bahasa Inggris. Pengajaran dilakukan oleh pengajar yang berkompeten, baik dari kalangan pengajar lokal maupun relawan yang berpengalaman dalam pengajaran bahasa Inggris. Selain memberikan materi pelajaran, pelatihan ini juga mencakup evaluasi dan umpan balik untuk memantau perkembangan siswa secara berkala. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya menguasai dasar bahasa Inggris, tetapi juga termotivasi untuk terus belajar bahasa Inggris sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan global di masa depan

    PENDEKATAN ETNOGRAFI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGAJARKAN KEBERAGAMAN BUDAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pendekatan etnografi dalampembelajaran IPS untuk mengajarkan keberagaman budaya kepada para siswa. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganpendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dananalisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnografi efektifdalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya, keterampilanberpikir kritis, dan empati. Siswa lebih terlibat dan menunjukkan minat tinggi dalamkegiatan belajar yang melibatkan observasi dan wawancara budaya. Guru melaporkanbahwa pendekatan ini membantu mereka dalam menyampaikan materi pembelajarandengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan para siswa.Meskipun dalam penerapannya terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumberdaya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Pendekatan etnografi memberikanpengalaman belajar yang nyata dan bermakna, membantu membentuk sikap toleransi danpenghargaan terhadap perbedaan budaya. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungandari sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkanpotensi pendekatan ini dalam pembelajaran IPS.This study aims to explore the application of ethnographic approaches in social studies learning to teach cultural diversity to students. The research method used in this study is qualitative research with a case study approach, involving participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The results of the study show that the ethnographic approach is effective in improving students' understanding of cultural diversity, critical thinking skills, and empathy. Students are more engaged and show a high interest in learning activities that involve cultural observation and interviews. Teachers report that this approach helps them deliver learning materials more effectively and build closer relationships with students. Although there are challenges in its implementation such as time and resource limitations, the benefits obtained are much greater. The ethnographic approach provides a real and meaningful learning experience, helping to form an attitude of tolerance and respect for cultural differences. This research suggests the need for support from schools, governments, and communities to overcome challenges and maximize the potential of this approach in social studies learning

    PEMANFAATAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS V SDN 056009 TELAGA JERNIH KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT

    Full text link
    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mengharuskan guru untuk mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung keberhasilan pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan media pembelajaran agar siswa memahami materi yang disampaikan. Media pembelajaran adalah sarana untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Media pembelajaran yang menarik dapat dilakukan dengan aplikasi internet seperti canva. Canva adalah salah satu aplikasi yang cukup populer dan digemari oleh banyak orang. Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru dikelas V SDN 056009 Telaga Jernih. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan yaitu tahap pengenalan dan tahap pelaksanaan. Tahap pengenalan dilakukan dengan mengenalkan aplikasi canva kepada guru dan siswa kelas V SDN 056009 Telaga Jernih sebagai media pembelajaran dikelas. Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan mengajari siswa membuat poster dengan memanfaatkan aplikasi canva. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu guru dalam memanfaatkan aplikasi canva sebagai media pembelajaran sehingga siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru

    Pelatihan Pembuatan Soal Akhir Sekolah Kelas 6 SD Berbasis HOTS Pada Kelompok Kerja Guru SD Negeri Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat

    Full text link
    Pelatihan penyusunan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru SD Negeri dalam pembuatan soal-soal ujian akhir sekolah yang diberikan dalam menilai hasil belajar siswa selama ini masih dalam tataran Lower Order Thinking Skills (LOTS). Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman guru-guru tentang konsep HOTS serta kurangnya kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun soal berbasis HOTS. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan soal berdasarkan pedoman penulisan soal HOTS khususnya guru kelas IV, V, dan VI. Melalui metode ceramah dan praktik, pelatihan ini ternyata dapat membuka wawasan pengetahuan dan pemahaman guru tentang bagaimana menyusun soal serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam membuat soal pada jenjang keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat digunakan untuk mengukur perkembangan daya pikir dan nalar siswa dengan semestinya sesuai dengan capaian akhir pembelajaran yang diharapkan yaitu agar siswa dapat berpikir krtitis dan kreatif sehingga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya untuk mengenali dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari

    PENDAMPINGAN KOMUNITAS PECINTA MUSEUM DAN SEJARAH DALAM MEMPROMOSIKAN MUSEUM DAERAH KABUPATEN LANGKAT MELALUI KEGIATAN NIGHT AT THE MUSEUM

    Full text link
    ABSTRAK Kegiatan pendampingan kepada Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan peran Museum Daerah Kabupaten Langkat sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya melalui program interaktif Night at the Museum. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik dan edukatif yang memadukan hiburan, pembelajaran, serta apresiasi terhadap sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan Kopimurah, pengelola museum, dan masyarakat/pemuda setempat secara aktif. Pendampingan mencakup berbagai kegiatan, seperti perencanaan acara malam di museum, pengemasan narasi sejarah yang menarik, serta pelibatan peserta dalam aktivitas edukatif dan interaktif. Dokumentasi kegiatan meliputi catatan lapangan, video dokumentasi, dan publikasi, yang bertujuan untuk memperluas promosi museum kepada khalayak yang lebih luas. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terutama golongan peuda terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal, khususnya melalui museum sebagai media pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini berhasil menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah lokal. Night at the Museum tidak hanya menjadi program hiburan edukatif, tetapi juga membuka peluang pengembangan museum sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi di Langkat. Kata kunci: , Pendampingan, Museum Daerah Kabupaten Langkat, Kopimurah, Night at the Museum   ABSTRACT Community Assistance for Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) in Promoting the Regional Museum of Langkat Regency through the Night at the Museum Program. The assistance program for Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) aims to enhance the appeal and role of the Regional Museum of Langkat Regency as a learning space for history and culture through the interactive "Night at the Museum" program. This program is designed to provide a unique and educational experience that combines entertainment, learning, and appreciation for local history. The method employed in this activity is a participatory approach, actively involving Kopimurah, museum managers, and local youth or community members. The assistance encompasses various activities, including planning evening events at the museum, crafting engaging historical narratives, and involving participants in educational and interactive activities. The program's documentation includes field notes, video recordings, and publications aimed at broadening the museum's promotion to a wider audience.The results of this assistance show an increase in public awareness, especially among young people, of the importance of preserving local history and culture, particularly through the museum as an educational medium. Furthermore, this program successfully attracted the interest of younger generations to better understand and appreciate local history. "Night at the Museum" has not only become an educational entertainment program but also opened opportunities for developing the museum as a cultural and educational tourism destination in Langkat. In conclusion, this program contributes to preserving and promoting local cultural heritage while creating creative interaction spaces that foster community pride in their cultural legacy. Keywords: Assistance, Regional Museum of Langkat, Kopimurah, Night at the Museum

    Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Teknologi dan Informatika di SMK Harapan Mandiri Medan

    Full text link
    Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan moral peserta didik, terutama dalam pembelajaran Teknologi dan Informatika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran di SMK Harapan Mandiri Medan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta studi kasus terkait penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Peserta didik diberikan pemahaman tentang disiplin, kerja sama, etika digital, serta dampak positif dan negatif teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai kejujuran, kritis, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas berbasis teknologi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya nilai-nilai karakter dalam penggunaan teknologi. Dengan adanya integrasi pendidikan karakter, diharapkan peserta didik tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam bidang Teknologi dan Informatika, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai moral dalam setiap aspek kehidupan serta menjadi individu yang bertanggung jawab dan berdaya saing di era digital. Pembelajaran berbasis karakter ini juga berkontribusi pada pembentukan generasi yang lebih adaptif dan inovatif

    MENGAJARKAN ECOLITERACY LEWAT ECOPRINT: MENGHUBUNGKAN KREATIVITAS DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN

    Full text link
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan ecoliteracy kepada siswa SD Negeri 056001 Karang Rejo melalui teknik seni ecoprint, yang menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan dedaunan lainnya untuk mencetak pola pada kain atau kertas. Teknik ini dipilih karena selain dapat mengembangkan kreativitas siswa, juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keberagaman hayati. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap, mulai dari pengumpulan bahan alami, pembuatan karya seni, hingga refleksi mengenai hubungan antara manusia dan alam. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menjaga keberagaman hayati, daur ulang, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa teknik ecoprint tidak hanya meningkatkan keterampilan seni siswa, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang isu-isu lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran berbasis ecoliteracy di sekolah dasar. Penelitian ini juga merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan

    Penyuluhan Dampak Pencemaran Udara Dilingkungan Masyarakat Dari Pabrik Kelapa Sawit PT LSP Bahorok

    Full text link
    Pencemaran udara merupakan salah satu zat yang dapat membahayakan kehidupan serta kesehatan manusia. Pencemaran udara dapat timbul dari sumber alami alam maupun kegiatan manusia salah satu nya limbah pabrik seperti asap yang di hasilkan dari pabrik kelapa sawit .Pencemaran udara yang terjadi dipicu dari bentuk gas, cair, dan padat tertentu yang terpendam di udara. Partikel berasal dari aerosol, debu, asap pabrik, kebakaran hutan, asap kendaraan bermotor, dan asap rokok. Beberapa polutan yang biasanya menyebar, yakni logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida (SO2). Indonesia sendiri masuk dalam jajaran negara yang tingkat polusinya cukup tinggi. Limbah kelapa sawit adalah sisa hasil tanaman kelapa sawit yang tidak termasuk dalam produk utama atau merupakan hasil ikutan dari pengolahan kelapa sawit. Berdasarkan tempat pembentukan limbah kelapa sawit dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu limbah perkebunan kelapa sawit dan limbah insdutri kelapa sawit (Eko, 2013). Pencernaan pabrik kelapa sawit berasal dari unit interaksi pengukusan (sanitasi), siklus penjelasan dan pelepasan dari hidrosiklon. Dari hasil kajian tersebut, kemudian dapat dikaji dan disimpulkan bagaimana performa perusahaan dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di sekitar areal usaha. (Badrun, 2010) Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat naratif melalui pengambilan data,survei,observasi lapangan serta kajian dokumentasi yang dicermati dari Dampak Limbah Pabrik Kelapa Sawit terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup Dilingkungan masyarakat PT LSP Bahorok.Pencemaran udara merupakan salah satu zat yang dapat membahayakan kehidupan serta kesehatan manusia. Pencemaran udara dapat timbul dari sumber alami alam maupun kegiatan manusia salah satu nya limbah pabrik seperti asap yang di hasilkan dari pabrik kelapa sawit.   Air pollution is a substance that can endanger human life and health. Air pollution can arise from natural sources and human activities, one of which is factory waste such as smoke produced from palm oil factories. Air pollution that occurs is triggered by certain gas, liquid and solid forms that are pent up in the air. Particles come from aerosols, dust, factory smoke, forest fires, motor vehicle exhaust and cigarette smoke. Some of the pollutants that are usually spread are heavy metals, carbon monoxide (CO), nitrogen oxides (NOx), ozone (O3), volatile organic compounds (VOC), and sulfur dioxide (SO2). Indonesia itself is included in the ranks of countries with high levels of pollution. Oil palm waste is the residue from the oil palm plant which is not included in the main product or is a by-product of oil palm processing. The digestion of the palm oil mill originates from the steam interaction unit (sanitization), the digestion cycle and the release of the hydrocyclone. From the results of this study, it can then be studied and concluded how the company's performance in carrying out environmental management and monitoring around the business area. (Badrun, 2010) The type of research used is qualitative research that is narrative in nature through data collection, surveys, field observations and documentation studies that examine the Impact of Palm Oil Mill Waste on Environmental Preservation in the PT LSP Bahorok community. Air pollution is a substance which can endanger human life and health. Air pollution can arise from natural sources and human activities, one of which is factory waste such as smoke produced from palm oil factories

    393

    full texts

    402

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals /(STKIP Al Maksum Langkat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇