1,121 research outputs found
REPRESENTASI TOKOH DALAM NOVEL ALKUDUS KARYA ASEF SAEFUL ANWAR: KAJIAN TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER
Penelitian ini meneliti tentang tindakan sosial tokoh dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar. Tindakan sosial adalah suatu aktivitas/perilaku manusia dalam mencapai suatu kepentingan subjektif individu. Penelitian ini bertujuan mendeskripiskan tindakan sosial tokoh dalam novel Alkudus yang kemudian diklasifikasikan dalam tipe-tipe tindakan sosial. Tipe-tipe tindakan sosial ini terbagi menjadi dua kategori. 1) Tindakan Rasional adalah konsep pengambilan keputusan terhadap berbagai pilihan guna mencapai tujuan akhir menggunakan standar nilai yang logis. Rasionalitas terbagi menjadi rasionalits instrumental, rasionalitas nilai, rasionalitas praktis, dan rasionalitas subjektif. 2) Irasional/Nonrasional adalah pengambilan tindakan berupa pengambilan keputusan secara langsung dan tidak terstruktur, dalam perlakuannya tindakan irasional sering kali berakar dari kondisi emosi (afektif) dan kebiasan (tradisional) dari individu tanpa pemikiran secara matang terlebih dahulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika, pendekatan hemeneutika yang lebih ditekan disini adalah heremenetika umum yang digunakan dalam studi peraturan dan pernafisarn alkitab. Sumber data penelitian ini adalah novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar. Data penelitian ini adalah kalimat, paragraf dan dialog dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar yang termasuk dalam tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berbanding terbalik dengan novel yang dibawa bergenre agama ini, tindakan sosial yang paling mendominasi justru diperlihatkan dalam bentuk tindakan rasionalitas subjektif dan baru kemudian pada urutan kedua adalah tindakan rasionalitas nilai dan tindakan afektif. Tiga tipe tindakan sosial tersebut merupakan tipe tindakan yang jumlahnya mendominasi dalam novel dibandingkan tindakan sosial lainnya.
Kata Kunci: Tindakan Sosial, Rasionalitas, Hermeneutik
Telaah rindu dalam kumpulan puisi angin apa ini dinginnya melebihi rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto: kajian semiotika riffaterre
Penelitian ini berjudul “ Telaah Rindu dalam Kumpulan Puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu Karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto : Kajian Semiotika Riffaterre”, berlatar belakang banyak sekali makna yang tersirat di dalam kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “rindu” yang terdapat pada kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto dengan menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik yang akan dilanjutkan matriks, model, varian menjurut kajian semiotika Riffaterre. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang memfokuskan “rindu” dalam kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto. Data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto yang diterbitkan oleh penerbit Interlude di Yogyakarta tahun 2015. Berdasarkan pembacaan heuristik terhadap struktur kebahasaan terhadap kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto ditemukan adanya berbagai makna yang belum sesuai dengan tata bahasa, sehingga pembaca mengalam kesulitan untuk memaknainya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutik yang memberikan konvensi sastranya. Setelah mendapatkan dari pembacaan heuristik dan hermeneutik dilanjutkan dengan pencarian matriks, model, varian, sehingga dapat ditemukan makna rindu yang berbeda-beda di dalam sepuluh puisi. “Pucuk Kenangan”, “Bunga Rindu”, “Catatan Sewaktu Bulan Purnama” karya Fitriawan Nur Indrianto. “Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu” karya Asef Saeful Anwar. “Mencintai Masa Lalu”, “Pantai dan Kerang”, “Pelukan yang Tidak Sampai”, “Malam di Bawah Kipas Angin”, “Sajak Rindu”, “Pulang” karya Ramayda Akmal
Analisis Isi Nilai-nilai Sosial Pada Novel Alkudus Karya Asef Saeful Anwar dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Buku Fiksi di Kelas VIII
Kajian penelitian ini membahas tentang analisis nilai-nilai sosial pada novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran buku fiksi di kelas VIII. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai sosial apa saja yang terkandung di dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar, yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra pada kelas VIII melalui novel Alkudus.
Jenis penelitian ini menggunakan teknik deskripstif, dengan pendekatan kualitatif analisis isi dan subjek penelitian ini adalah novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalam novel Alkudus, untuk kemudian disesuaikan dalam penerapan kehidupan sehari-hari peserta didik. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan baca dan catat sedangkan instrumen menggunakan kartu data. Keabsahan data diperoleh melalui validasi dan reabilitas menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Alkudus karya asef Saeful Anwar mencakup nilai cinta kasih, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan tolong menolong. Dari ke lima nilai tersebut maka dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar dapat digunakan sebagai pembelajaran buku fiksi di kelas VIII karena bahasa yang ada di dalam novel mudah untuk dipahami, dapat dijadikan pembelajaran untuk menerapkan nilai-nilai sosial, merupakan sebuah bacaan yang memiliki nilai moral yang baik bagi peserta didik
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID DALAM NOVEL ALKUDUS KARYA ASEF SAEFUL ANWAR DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Latar Belakang penelitian ini berawal dari bergesernya keyakinan masyarakat karena
pengaruh dari beberapa hal yang diberitakan melalui media masa baik cetak maupun visual,
sebagaimana insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser ketika acara
peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, aksi tersebut terjadi karena terdapat
perbedaan pemahaman terhadap bendera yang berisi kalimat tauhid, dimana ada sebagian
kelompok umat Islam di Indonesia mengidentifikasi bendera tersebut sebagai bendera milik
organisasi terlarang yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Masyarakat pada umumnya belum
memahami bentuk tauhid itu sendiri yang nanti jika dibiarkan akan menciptakan suatu hal
yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Maka kepribadian akan ketauhidan mengenai
ke-Esaan Allah SWT haruslah diterapkan sedari masih duduk di sekolah formal maupun non
formal, pendidikam tauhid mempunyai peranan yang sangat penting untuk memberikan
pendidikan dan pemahaman terkait ketauhidan, penulis menemukan nilai-nilai pendidikan
tauhid yang terkandung dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar beserta relevansinya
dengan Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian library research dengan mengambil subjek
kajian novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar. Adapun pengumpulan datanya
menggunakan metode dokumentasi dengan mengumpulkan data yang relevan pada buku,
jurnal, berita, serta peraturan perundang-undangan yang terkait dan wawancara. Pendekatan
yang digunakan yaitu dengan objektif dan pendekatan pragmatis. Analisis data dilakukan
dengan menggunakan metode analisis isi atau content analysis, yaitu penarikan kesimpulan
dengan cara mengidentifikasi pesan tertentu dari suatu teks secara obyektif dan sistematis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Alkudus karya Asef Saeful
Anwar sarat akan nilai-nilai pendidikan tauhid yang dapat dijadikan landasan mengenal
tauhid bagi pembacanya. Nilai pendidikan tauhid tersebut seperti: 1) Nilai-nilai pendidikan
tauhid yang terkandung dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar adalah nilai
menyakini ke-Esaan Allah SWT, nilai menyakini rukun iman yang enam, nilai antusiasme
x
ibadah, nilai adil terhadap manusia, nilai saling mengasihi, dan nilai zuhud-wara’ 2) Novel
Alkudus juga mengandung nilai-nilai pendidikan tauhid yang mempunyai relevansi dengan
Pendidikan Agama Islam, karena nilai pendidikan tauhid tersebut mengacu pada penanaman
nilai-nilai Pendidikan Agama Islam serta mengajak kepada perubahan perilaku seseorang ke
arah kebaikan melalui belajar secara sistematis dan berkesinambunga
Kritik Gender Dalam Novel Alkudus Karya Asef Saeful Anwar: Sebuah Kajian Feminis
Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan deskriminasi, ketidakadilan, dan subordinasi yang dialami oleh perempuan dalam novel Alkudus karya Asef Saeful Anwar. Representasi tersebut membantu menjelaskan mengenai permasalahan ketimpangan gender yang ada di dalam novel. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji dalam sebuah penelitian yang berjudul “Kritik Gender dalam Novel Alkudus Karya Asef Saeful Anwar: Sebuah Kajian Feminis”. Untuk menemukan nilai-nilai ketimpangan relasi laki-laki dan perempuan dalam novel Alkudus, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Adapun landasan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kritik sastra feminisme melalui konsep feminisme marxis oleh Karl Marx untuk mengungkapkan kritik gender dalam novel Alkudus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan di dalam novel berupaya merebut ruang publik dari laki-laki, dengan cara membuktikan diri bahwa mereka juga bisa melakukan hal yang laki-laki lakukan, sebagai bentuk pengentasan opresi gender. Namun disisi lain ada juga tokoh-tokoh perempuan yang di hadirkan di dalam novel yang tidak menginginkan adanya perubahan tersebut, sehingga menyebabkan keberhasilan feminisme sulit terwujud. Memaknai kritik gender yang mewarnai berbagai kisah pada novel Alkudus, terlihat adanya dominasi laki-laki akibat faktor kebijakan kapitalisme dan patriarki, yang keduanya adalah kekuatan yang saling mendukung sebagai sumber penindasan terhadap perempuan
Anwar Returns The Prosecution and Release of Anwar Ibrahim
"Going to jail I consider a sacrifice I make for the people of this country. My struggle will continue, wherever I am sent and whatever is done to me. I pledge, and I will not be silenced, I will fight on for freedom and justice and I will never surrender." - Anwar, 10 February 2015. 16 May 2018: Anwar Ibrahim is released from prison and receives a full royal pardon from the King of Malaysia. This was an astonishing turn of events for the former Deputy Prime Minister who was serving a second prison term for sodomy, a charge that Anwar has always refuted. For Mark Trowell QC, who observed the criminal trials of Anwar Ibrahim, the release was "as historic as the release of Nelson Mandela in South Africa." Read about the dramatic twists and turns in the prosecution of Anwar Ibrahim, from when he was first charged with sodomy in September 1998 to his vindication 20 years later. This book covers not only the trials and prosecution Anwar was subjected to, and which led to the guilty verdict and sentence of five years' imprisonment in February 2015, it also recounts the changing political tide sweeping through Malaysia that culminated in his historic release in 2018. Mark Trowell also presents an exclusive interview with Datuk Seri Anwar Ibrahim. In a wide-ranging discussion, held in May 2018, Anwar reveals much about his time in prison, his new relationship with Prime Minister Mahathir Mohamad and his vision for Malaysia.Cover -- Title -- Copyright -- Contents -- Foreword -- Introduction -- The Release (2015-2018) -- 01 In conversation with Anwar Ibrahim (31 May 2018) -- 02 The final twist -- The Prosecution (2008-2015) -- The Trials: September 2008-January 2012 -- 03 Sodomy I: The first episode -- 04 Sodomy II: Anwar charged again -- 05 The international reaction -- 06 Pre-trial skirmishes and start of trial -- 07 Continuing fight for disclosure during trial -- 08 The affair -- 09 Was it Anwar's DNA? -- 10 Judge says case to answer -- 11 Defence case begins -- prosecution applies to reopen case -- 12 Final submissions -- 13 The acquittal: 9 January 2012 -- 14 The saga continues -- The Final Play: March 2014-February 2015 -- 15 Government wins 13th general election -- 16 Attempts to disqualify prosecutor -- 17 A week of action -- 18 Anwar convicted and sentenced to five years in prison -- 19 Karpal convicted of sedition -- 20 Failure to expunge "homosexual" remark from record -- 21 "A good lawyer dies in the saddle" -- 22 Sedition crackdown to silence dissent -- 23 The final appeal: Federal Court of Malaysia -- 24 The final verdict: 10 February 2015 -- 25 Interview with Anwar Ibrahim (9 July 2014) -- Timeline of events (1998-2018) -- Key players in the prosecution of Anwar Ibrahim -- Acknowledgements -- About the author"Going to jail I consider a sacrifice I make for the people of this country. My struggle will continue, wherever I am sent and whatever is done to me. I pledge, and I will not be silenced, I will fight on for freedom and justice and I will never surrender." - Anwar, 10 February 2015. 16 May 2018: Anwar Ibrahim is released from prison and receives a full royal pardon from the King of Malaysia. This was an astonishing turn of events for the former Deputy Prime Minister who was serving a second prison term for sodomy, a charge that Anwar has always refuted. For Mark Trowell QC, who observed the criminal trials of Anwar Ibrahim, the release was "as historic as the release of Nelson Mandela in South Africa." Read about the dramatic twists and turns in the prosecution of Anwar Ibrahim, from when he was first charged with sodomy in September 1998 to his vindication 20 years later. This book covers not only the trials and prosecution Anwar was subjected to, and which led to the guilty verdict and sentence of five years' imprisonment in February 2015, it also recounts the changing political tide sweeping through Malaysia that culminated in his historic release in 2018. Mark Trowell also presents an exclusive interview with Datuk Seri Anwar Ibrahim. In a wide-ranging discussion, held in May 2018, Anwar reveals much about his time in prison, his new relationship with Prime Minister Mahathir Mohamad and his vision for Malaysia.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
A fiscal needs approach to equalization transfers in a decentralized federation
The author reviews the conceptual basis for fiscal equalization transfers, analyzes the theoretical implications for optimal design of equalization transfers, and suggests quantitative approaches for assessing the fiscal needs of subnational governments and determining their entitlement to transfers. The author illustrates proposed methods using data for local and provincial Canadian governments. The proposed methods could be useful tools, he says, for undertaking systematic objective reviews of aggregate and sectoral public spending in developing countries. The author argues that in a decentralized federation, fiscal inefficiencies and inequities arise because of subnational governments'differing levels of ability to provide comparable public services at comparable tax rates. Fiscal equalization transfers that reduce or eliminate differentials in net fiscal benefits create a rare instance in economics when considerations of equity and efficiency coincide. These transfers must allow for differences in the spending needs and revenues-raising abilities of the various subnational governments. The author argues for a two-tiered approach to equalization. The first tier would be a federal responsibility to equalize the burden of federal taxes. The second tier would be an interprovincial equalization fund to be administered by the Council of Provincial Finance Ministers. It would entail a comprehensive equalization system that takes into account provincial spending needs. The standard of equalization would be negotiated.Public Sector Economics&Finance,Banks&Banking Reform,Municipal Financial Management,National Governance,Environmental Economics&Policies
Fiscal decentralization in developing and transition economies: progress, problems, and the promise
The author discusses the revolution in public sector thinking that is transforming the public sectors of developing and transition countries. Countries are reconsidering their fiscal systems and searching for the right balance between central government control and decentralized governance. Political decentralization has advanced in most countries. Subnational expenditures in developing countries as a percentage of total public expenditures have also increased over the past two decades. However, the process is far from complete. In many countries, the central government is still involved in the delivery of local services, local governments have few sources of own-revenues, local governments have limited access to borrowing for capital projects, and the design of intergovernmental transfers does neither address regional fiscal equity nor convey appropriate incentives for fiscal discipline, improved service delivery performance, and accountability to citizens. Decentralized public governance can help realign public sector incentives through greater accountability to citizens, and attenuate the"democracy deficit"caused by globalization and the role of supranational institutions and regimes. However, this requires careful examination of the entire fiscal system. Elements of a comprehensive package of fiscal system reforms would include: (a) Clarifying roles of various levels of government in public service delivery; (b) Reassigning taxing responsibilities to ensure local revenue autonomy, accountability, and efficiency without endangering an internal common market; (c) Designing fiscal transfers to ensure regional fiscal equity and to create an enabling environment for innovative and competitive service delivery; (d) Facilitating responsible credit market access to subnational governments; (e) Designing institutional arrangements for intergovernmental fiscal relations to better coordinate policies; and (f) Aligning operational capacity with the authorizing environment through the"accountability for results"framework of public management.National Governance,Banks&Banking Reform,Environmental Economics&Policies,Public Sector Economics&Finance,Municipal Financial Management,National Governance,Banks&Banking Reform,Public Sector Economics&Finance,Municipal Financial Management,Environmental Economics&Policies
Konsep Ketuhanan Dalam Novel Alkudus Karya Asef Saeful Anwar Dan Semua Ikan Di Langit Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie: Kajian Sastra Bandingan
Skripsi yang berjudul “Konsep Ketuhanan dalam Novel Alkudus Karya Asef Saeful Anwar dan Semua Ikan di Langit Karya Ziggy ZezsyaZeoviennazabrizkie: Kajian Sastra Bandingan” bertujuan, pertama untuk menemukan struktur dalam kedua novel terkait. Kedua, mengungkap konsep ketuhanan yang diusung oleh masing-masing novel untuk selanjutnya diperbandingkan dan dimaknai secara lebih mendalam.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif yang memfokuskan pada penelitian kepustakaan guna dapat mendapatkan data untuk kemudian dianalisis dan diperbandingkan. Data yang dihimpun dari penelitian kepustakaan dapat berupa buku, jurnal, laporan hasil dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya ataupun dapat berupa catatan. Pemaparan data dalam penelitian ini akan dilakukan dalam dua tahap yaitu mengidentifikasi struktur dalam novel dan dibedah unsur-unsurnya. Kedua, memaknai hasil dari pemaparan data tahap pertama dengan ilmu bantu, yakni sastra bandingan.
Hasil penelitian ini menerangkan bahwa teori yang ditetapkan berhasil membantu mengurai struktur, kompleksitas, serta menemukan konsep ketuhanan yang diusung oleh masing-masing novel, rupa umat dalam novel dan juga latar belakang lahirnya novel Alkudus dan Semua Ikan di Langit. Berbagai pandangan yang ditemukan dalam Alkudus maupun Semua Ikan di Langit mencerminkan tentang keberagaman umat dan bagaimana mereka memandang Tuhan dengan cara mereka masing-masing. Konsep ketuhanan yang ditemukan dalam novel Alkudus dan Semua Ikan di Langit mengimplikasikan banyak kredo yang ada di dunia ini pada komposisi yang sama ingin menggambarkan satu sosok yaitu Tuhan. Dengan adanya persamaan dan perbedaan tersebut, dapat ditarik kesimpulan tentang akar konsep ketuhanan melalui pemaparan tentang realitas Tuhan dalam kedua novel yang nyatanya sangat beragam namun manunggal
Analisis Komparatif Kitab Tarjuman Al-Mustafid dengan Tafsir Anwar At-Tanzil dan Tafsir Jalalain pada Ayat-ayat Sihir
This research presents a comparative analysis between the Tarjuman Al-Mustafid book with Anwar At-Tanzil's commentary, and Jalalain's commentary with a focus only on magic verses starting from Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah verse 102, and Al-Falaq. The research method used is a qualitative approach focused on library research with the main data coming from the books of Tarjuman Al-Mustafid, Tafsir Anwar At-Tanzil, and Tafsir Jalalain. The results of the research show that there is quite a big influence from Anwar At-Tanzil's interpretation and Jalalain's interpretation on Tarjuman Al-Mustafid in terms of the systematic writing and meaning of the verses. One important factor in the relationship with the interpretation of Jalalain is Abdurrauf's intellectual connection with Jalaluddin As-Suyuti, the author of the interpretation of Jalalain. Apart from that, Anwar At-Tanzil's tafsir is also an important reference source in writing this tafsir, as stated on the cover of Tarjuman Al-Mustafid's tafsir. In understanding the magic verses, Abdurrauf is more inclined or agrees with Tafsir Jalalain because it is used as a reference, and is influential when providing a more general explanation.Penelitian ini menyajikan sebuah analisis komparatif antara kitab Tarjuman Al-Mustafid dengan tafsir Anwar At-Tanzil, dan tafsir Jalalain dengan fokus hanya pada ayat-ayat sihir yang dimulai dari surat Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 102, dan Al-Falaq. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka (library research) dengan data utama yang berasal dari kitab Tarjuman Al-Mustafid, Tafsir Anwar At-Tanzil, dan tafsir Jalalain. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang cukup besar dari tafsir Anwar At-Tanzil dan tafsir Jalalain pada Tarjuman Al-Mustafid dari segi sistematika penulisan dan makna ayat. Salah satu faktor penting dalam hubungan dengan tafsir Jalalain adalah keterkaitan intelektual Abdurrauf dengan Jalaluddin As-Suyuti, penulis tafsir Jalalain. Selain itu, tafsir Anwar At-Tanzil juga menjadi sumber referensi penting dalam penulisan tafsir ini, seperti yang tercantum dalam sampul tafsir Tarjuman Al-Mustafid. Dalam memahami ayat-ayat sihir, Abdurrauf lebih condong atau sependapat dengan Tafsir Jalalain karena dijadikan sebagai rujukan, serta berpengaruh ketika memberikan penjelasan yang lebih umum
- …
