332 research outputs found
KESADARAN DAN KETIDAKSADARAN TOKOH ARA DALAM CERPEN “INGATAN ARA” KARYA DEWI RIA UTARI: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA
Shiva, Nailis. 2018. "Awareness and Unconsciousness of Fig Characters in Short Story" Memory of Ara "by Dewi Ria Utari. Essay. 1st degree (S-1) in Indonesian Literature Language. Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, Semarang. Advisor 1 Drs. Mulyo Hadi Purnomo, M. Hum. Advisor II Laura Andri R.M., S.S., M.A.
Short story "Memory of Ara" tells about personality changes experienced by the figure Ara from an extravers to become an intravers. The author tries to examine and express the awareness and unconsciousness experienced by the figure of Ara by using sequence theory, structural theory, and the literary psychology approach of Carl Gustav Jung. Sequence theory is used to determine the main character and find the sequence of stories. Structural theory is used to determine the short story intrinsic element which is focused on the character and characterization, plot, and background. The literary psychology approach of Carl Gustav Jung is used to express the awareness and unconsciousness experienced by Ara figures as well as to discover the personality changes of the figure of Ara. The method used in this study is a qualitative descriptive method using a structural approach and a literary psychology approach.
The results of the analysis of awareness and unconsciousness of the figure of Ara in the short story "Ara Memory" by Dewi Ria Utari are (1) personality changes of Ara characters from extravers to intravers, (2) awareness experienced by Ara figures, including mental attitudes consisting of extravers and intravers, functions soul which consists of feeling, thingking, sensing, and intuisting, as well as personal unconsciousness experienced by the figure Ara.
Keywords: short stories, structural, psychology, consciousness, unconsciousness
An Analysis of Women’s Language Features Used by Indonesian Female Author in the Book of Dear Tomorrow by Maudy Ayunda
The study deals with women’s language features used by Indonesian
female author in the book of Dear Tomorrow by Maudy Ayunda(DTMA). The
aim of the study were to describe the use of women’s language features and
language function in DTMA based on types of women’s language features by
Robinn Lakoff. The source of data was collected from two chapters of DTMA.
Documentation method was used in collecting the data. This study used
descriptive qualitative method for analyzing the data and to describe the findings.
The findings showed that not all types of women’s language features were used
by those two chapters of DTMA. There were 66 utterances from six types of
women’s language features that occured in DTMA, they were 19 lexical hedges or
fillers, 1 empty adjective, 17 intensifier, 10 hypercorrect grammar, 1 superpolite,
and 18 emphatic stress. Based the amount of the dominant type used of women’s
language features in DTMA was lexical hedges or fillers. Kind of language
function that used in DTMA was express function, metalinguistic function, and
directive function
ANALISIS BENTUK DAN MAKNA ONOMATOPE DALAM BAHAN AJAR E-BOOK NHK DAN ONOMATOPE GITAIGO KAMUS KARANGAN GOMI TARO E - Book NHK Japan の 教材 と 五味太郎著『日本語擬態語辞典』に掲載されているオノマトペの種類と意味の分析。
Frista Utari, Desi. 2022. Analisis bentuk dan makna onomatope dalam materi ajar e-book NHK Jepang dan kamus onomatope gitaigo karangan Gomi Taro. Skripsi Program Studi S-1bahasa Jepang. Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Pembimbing Abdul Latif Jaohari, S. Pd., M.Pd.
Onomatope lebih dikenal dengan kata tiruan bunyi. Tiruan bunyi ini sering dijumpai pada berbagai bacaan, yaitu komik, novel dan lain sebagainya. Tiruan bunyi ini sangat beragam dan banyak jenisnya. Onomatope menggambarkan tiruan bunyi berasal dari alam atau benda mati, makhluk hidup, keadaan atau situasi tertentu, menggambarkan suasana hati manusia. Bentuk onomatope dibagi menjadi lima, yaitu giongo, giseigo, gitaigo, giyougo, gijougo.
Dalam kamus onomatope gitaigo, ekspresi onomatope diklasifikasikan menjadi tiga jenis tata bahasa, yaitu jenis kata keterangan, jenis kata kerja majemuk, jenis kata sifat Na.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek data yang dianalisis berupa kata- kata yang terdapat dalam sumber, data kamus onomatope gitaigo karangan Gomi Taro dan materi ajar e-book NHK Jepang, dilengkapi dengan tayangan onomatope pada channel youtube. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menyimak dan mencatat tayangan youtube agar lebih paham makna dan dapat mengenal contoh dalam kalimat, melakukan literasi pada sumber data kamus dan e-book, memilah sesuai jenis dan bentuknya.
Hasil dari penelitian ini menemukan, dua puluh satu bentuk onomatope dari bahan ajar e-book NHK Jepang, dari bab satu sampai bab sepuluh, dengan klasifikasi delapan gitaigo ((擬態語), lima giongo ((擬音語), lima gyougo (擬容語), tiga gijougo (擬情語). dan tidak ditemukan onomatope klasifikasi giseigo (擬声語)
Hibiscus sabdariffa L extract drying with different carrier agent: Drying rate evaluation and color analysis
Axial segmentation of lungs CT scan images using canny method and morphological operation
ANALISIS TANDA DALAM TIGA CERPEN KARYA FRANSISCA DEWI RIA UTARI
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari semakin uniknya penyampaian peristiwa melalui tanda dalam suatu karya sastra yang diterbitkan melalui media koran, atau yang biasa disebut sebagai sastra koran. Salah satu cerpenis koran yang karyanya menarik perhatian peneliti adalah Fransisca Dewi Ria Utari. Adapun karyanya yang menarik perhatian peneliti dan dipilih peneliti sebagai objek kajiannya, yaitu "Liang Liu", "Pohon Mati", dan "Bunga Mawar Kuning di Halaman Belakang". Ketiga cerpen ini dipilih, karena ketiga cerpen ini memiliki proses cerita unik yang diungkapkan secara intrinsik melalui tanda. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan, yaitu (1) mendeskripsikan struktur cerpen; (2) mendeskripsikan makna dari tanda-tanda tumbuhan yang terkandung di dalam ketiga cerpen; dan (3) mendeskripsikan kaitan tanda-tanda tumbuhan yang terkandung di dalam ketiga cerpen dengan kehidupan, cinta, dan kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pisau analisis yang digunakan pada penelitian ini, yaitu analisis struktur menurut T. Todorov dan analisis semiotik sastra menurut Charles S. Peirce yang disempurnakan oleh Charles W. Morris. Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) ketiga cerpen ini memiliki struktur yang utuh dan banyak menggunakan tanda dalam menyiratkan pesan di dalam cerpen; (2) ketiga cerpen ini memiliki pemaknaan yang unik, yang kebanyakan disampaikan melalui tanda yang masuk ke dalam ikon, indeks, dan simbol; dan (3) kesemua tanda yang terkandung pada masing-masing cerpen memiliki hubungan antar-tanda yang bersifat kausal dan makna dari masing-masing tanda memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan, cinta, dan kematian.
Kata kunci: sastra koran, cerpen, analisis struktur, semiotik, ikon, indeks, simbol
ABSTRACT
This research departs from the increasingly unique delivery of events through signs in a literary work published through newspaper media, or commonly referred to as newspaper literature. One newspaper writer whose work attracts the attention of researchers is Fransisca Dewi Ria Utari. As for her work that attracted the attention of researchers and selected researchers as the object of her studies, namely "Liang Liu", "Pohon Mati", and "Sepetak Mawar Kuning di Halaman Belakang". These three short stories were chosen because these three short stories have unique stories that are intrinsically expressed through signs. The purpose of this study was carried out, namely (1) describing the structure of the short story; (2) describe the meaning of plant signs contained in the three short stories; and (3) describe the relationship of plant signs contained in the three short stories with life, love, and death. The method used in this research is a descriptive-analytical method. The theory used in this research is structural analysis according to T. Todorov and semiotic analysis of literature according to Charles S. Peirce, perfected by Charles W. Morris. The results of this study, namely (1) these three short stories have a complete structure and use a lot of signs in implying messages in the short stories; (2) these three short stories have unique meanings, most of which are conveyed through plant marks; and (3) all signs contained in each of the short stories have a causal relationship between the signs and the meaning of each sign has a close relationship with life, love, and death.
Keywords: newspaper literature, short stories, structural analysis, semiotics, icon, index, symbo
STUDI PEWARNAAN ALAMI KUNYIT (Curcuma domestica) MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG DAN KAPUR
ABSTRAK Utari, Hesti. 2013. Studi Pewarnaan Alami Kunyit (Curcuma domestica) Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung, dan Kapur). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S. T, M. T, (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci: Pewarnaan alami, Kunyit (Curcuma domestica), Fiksator, Tawas, Tunjung, Kapur Kunyit (Curcuma domestica) dapat digunakan sebagai pewarna tekstil yang berasal dari serat selulosa, salah satunya adalah serat kapas. Agar zat warna alam kunyit dapat terserap dengan baik maka diperlukan zat pembangkit seperti tawas, tunjung, dan kapur. Fungsi zat pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna ke dalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam kunyit. Untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan perlu dilakukan pengamatan terhadap kain hasil pencelupan. Pengamatan dapat dilakukan secara visual (organoleptik), yaitu dengan membandingkan kain hasil pencelupan dengan nama-nama warna untuk kain dalam fabric colour chart. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kain mori prima hasil pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian pencelupan zat warna alam kunyit menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur dengan metode 1 kali celup dan 10 kali fiksasi menunjukkan bahwa:(1) Warna utama yang dihasilkan oleh rimpang kunyit adalah day lilly (2) Melalui proses fiksasi menggunakan fiksator yang berbeda-beda yaitu tawas, tunjung, dan kapur maka diperoleh hasil pencelupan kunyit yang berbeda-beda warna (3) Fiksator tawas menghasilkan warna golden slipper dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit (4) Fiksator tunjung menghasilkan warna old gold dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit (5) Fiksator kapur menghasilkan warna TH gold dalam pewarnaan alam menggunakan kunyit. pengembangan Borg & Gall
Author\u27s Acceptance in Relating Reader’s Response to Digital Novels
Technology development in the digital era has transformed the world of literature, particularly for digital novels. The comment sections on digital literature provide a platform for direct interaction between authors and readers, which can influence the author\u27s creative process. Therefore, this research aims to examine the author acceptance in responding to readers\u27 feedback on their digital novels and to explore its impact on the creative process of the works produced. This study employed a descriptive qualitative method with a literary reception approach to understand readers\u27 responses to three digital novels: "BarraKilla" by Nova Adhita, "Paradise Garden" by Khojina, and "Abi Ghea" by Chelsea Karina. Data were collected through documentation techniques and online observations of readers\u27 comments, then it was analyzed using content analysis techniques and was validated through author interviews. The results of this study showed that readers\u27 responses to digital novels are categorized into three aspects: domination, negotiation, and opposition. Dominant reception can support the plot and strengthen the narrative, while negotiation and opposition receptions can be considered in adjusting the story and evaluating it for the author. This study concludes that digital novel authors respond to readers\u27 feedback through domination, negotiation, and opposition, where this interaction influences the story\u27s development and creates a dynamic relationship between the author and the reader
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM KASUS JUDI ONLINE (Studi Putusan No. 1207/Pid.B/2015/PN.Jkt.Tim; No. 330/Pid.B/2011/PN.Pms; No. 215/Pid.B/2014/PN.Gsk; No. 365/Pid.B/2016/Pn.Mlg; No. 831/Pid.B/2013/PN.Sda)
Utari Nadya N, Dr. Bambang Sugiri, S.H., M.H.; Alfons Zakaria, S.H.,LL.M. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected] ABSTRAK Negara Indonesia adalah Negara Hukum dimana segala tindakan dan perbuatan berdasarkan atas hukum seperti yang tertuang dalam Pasal 1 ayat (3) UUDNRI Tahun 1945. Semua elemen negara wajib untuk menaati hukum dari Pemerintah hingga masyarakat semuanya harus menaati hukum dan juga harus bertindak sesuai dengan hukum tak terkecuali para penegak hukum. Pada skripsi ini mengangkat permasalahan disparitas putusan hakim pada kasus Judi online (Putusan No.  1207/Pid.B/2015/PN.Jkt.Tim; No. 330/Pid.B/2011/PN.Pms; No. 215/Pid.B/2014/PN.Gsk; No. 365/Pid.B/2016/Pn.Mlg; No. 831/Pid.B/2013/PN.Sda). Hal tersebut dilatar belakangi oleh banyaknya kasus judi online dan dalam persidangan terdapat perbedaan atau disparitas yang dilakukan oleh hakim dalam memutuskan pidana kepada pelaku. Disparitas ini yang membuat masyarakat tidak mempercayai sistem peradilan Indonesia karena dianggap tidak dapat adil kepada pelaku. Namun hakim mempunyai pertimbangan dalam memutuskan pemidanaan, faktor faktor yang mempengaruhinya seperti dakwaan yang digunakan Jaksa Penuntut Umum adalah dakwaan alternatif yang dimana hakim bebas memilih Pasal mana yang akan digunakan, keyakinan hakim juga dapat menjadi pertimbangan untuk memutuskan pemidanaan terhadap terdakwa, lalu jumlah uang yang digunakan, frekuensi waktu, usia, dan pekerjaan pelaku dapat menjadi alasan mengapa bisa terjadi disparitas dengan kasus yang memiliki banyak persamaan dari segi perbuatan, cara melakukan, rentan usia pelaku dan motivasi pelaku. Namun dalam faktanya hakim juga mempertimbangkan unsur-unsur terkandung dalam setiap Pasal yang di dakwakan oleh Penuntut Umum, dari keterangan sksi. Kata kunci: Alasan Terjadinya Disparitas  ABSTRACT Indonesia is a legal state where all actions must be based on law as what is contained in Article 1 paragraph (3) of Basic Constitution of the Republic of Indonesia 1945. All elements of state are obliged to obey the law formulated by government. Censequently, citizents, inlcuding law enforcers, have to obey the law and act accordingly. This study discussed issues on disparity of judge’s decision on the case of online gambling (Putusan No.  1207/Pid.B/2015/PN.Jkt.Tim; No. 330/Pid.B/2011/PN.Pms; No. 215/Pid.B/2014/PN.Gsk; No. 365/Pid.B/2016/Pn.Mlg; No. 831/Pid.B/2013/PN.Sda). This study was conducted in response to big number of online gambling cases and that there was disparity or difference in judge’s decision imposed to the perpetrator. The disparity made the the citizens lose their trust to the legal system in Indonesia because it did not treat the perpetrators equally. In making decisions, judge’s had their own considerations. The factors affecting tthe decision were: alternative indictment which allowed judges to decide on which article to use, judge’s belief that could be taken into account in making indictment. Then the amount of money spent, frequency of time, age and the profession of the perpetrators could be the reasons for the disparity to happen for the cases with similarities in tems of deed/ action, mthod of doin, age, and motivation of the perpetrators. In reality, judges also considered elements contained in each article that was charged by the public prosecutor and witness’ information. Keywords: the reasons for disparit
- …
