403 research outputs found

    ANALISA KAPASITAS PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO DI KOTA SAMARINDA

    No full text
    Ruas Jalan Letjen Suprapto yang merupakan jalan yang berada di pusat Kota Samarinda dan sering dipergunakan oleh pengguna jalan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Sehingga menimbulkan banyak konflik yang berpengaruh cukup besar terhadap arus lalu lintas, dan kapasitas pada ruas Jalan Letjen Suprapto. Kapasitas adalah kemampuan ruas jalan menampung arus atau volume lalu lintas yang ideal dalam satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati potongan jalan tertentu dalam satu jam (kendaraan/jam), atau dengan mempertimbangan berbagai jenis kendaraan yang melalui suatu jalan digunakan satuan mobil penumpang sebagai satuan kendaraan dalam perhitungan kapasitas maka kapasitas menggunakan satuan mobil penumpang per jam atau (smp/jam).Adanya beberapa permasalahan yang terjadi pada ruas jalan ini, seperti kapasitas jalannya yang sudah tidak sesuai,  yang ditandai dengan kondisi lingkungan dan volume kendaraan yang  padat,  jalur kendaraan dari arah masuk  atau keluar dari Jalan Letjen Suprapto yang  berada pada ruas jalan tersebut, banyak aktivitas samping jalan pada ruas jalan ini yang sering menimbulkan konflik, kadang-kadang besar pengaruhnya terhadap arus lalu-lintas yang terutama berpengaruh pada kapasitas dan kinerja jalan seperti pejalan kaki, angkutan umum, kendaraan lain berhenti, kendaraan lambat, kendaraan masuk dan keluar dari lahan di samping jalan. Selain itu sering terjadinya kecelakaan akibat sistem pengendalian yang sudah tidak sesuai lagi dengan padatnya kendaraan di kota Samarinda

    ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS RUAS JALAN LETJEN. SUPRAPTO SURAKARTA (TRAFFIC CHARACTERISTIC ANALYSIS OF LETJEN SUPRAPTO ROAD LINK)

    No full text
    Letjen Suprapto road link is two ways secondary artery street. It serves mix traffics;i.e long distance and local traffic. The traffics are consisted of heavy and light vehicles, motorcycles and unmotorised. As The Indonesian Highway Capacity Manual 1997 was formulated based on the limited data, especially for the urban road links of the 35 surveyed road links on the big cities of Indonesia, while Letjen Suprapto road link is located at, medium city of Surakarta, therefore, its traffic characteristics may be different from the general cities. This study is intended to know the adjustments level must be conducted to improve the IHCM-97 result for Letjen Suprapto road link, by analysing traffic characteristics. The traffict characteristics was analysed by using : Greenshields, Greenberg and Underwood models. The survey is carried out for all kinds of vehicles that pass through the Letjen Suprapto road link.The observation was conducted for the duration of 15 minutes. The data of flow, space mean speed and density were obtained from several calculation stages. Based on the optimum speed and density parameter, the Greenshields and Underwood models are the relatively fit to illustrate the traffic characteristics of Letjen Suprapto road link. Its capacity is less then the IHCM-97 calculation with the adjusment levels range from 0,82 to 0,98. Jalan Letjen. Suprapto berfungsi sebagai jalan arteri sekunder untuk lalu lintas dua arch dan melayani lalu lintas campuran yaitu lalu lintas menerus, dan lalu lintas lokal dengan jenis kendaraan kendaraan berat, kendaraan ringan, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Mengingat penyusunan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 didasarkan pada data yang terbatas terutama untuk ruas jalan perkotaan, dan 35 ruas jalan yang disurvai berasal dari kota-kota besar di Indonesia. Jalan Letjen. Suprapto terletak di kota Surakarta dengan penduduk ± 546000 jiwa merupakan kota sedang, sehingga perilaku lalu-lintasnya tenth berbeda dengan kota-kota besar pada umumnya. Maka penelitian ini bertujuan u ntuk m engetahui s eberapa p enyesuaian yang h arus d ilakukan p ada h asil hitungan menurut MKJI-97 untuk ruas jalan Letjen. Suprapto dalam yang tarletak dalam kota sedang dengan menganalisis karakteristik lalu-lintasnya. Dalam analisis karakteristik lalu-lintas ruas jalan Letjen. Suprapto ini digunakan model Greenshields, Greenberg dan model Underwood. Survai data dilakukan untuk semua jenis kendaraan yang lewat di jalan tersebut dengan periode waktu pengamatan 15 menitan dan ,melalui beberapa tahapan perhitungan diperoleh data volume (flow), data kecepatan rata-rata ruang (space mean- speed) dan data kerapatan (density). Berdasarkan tinjauan kecepatan dan kerapatan optimum, model Greenshields dan model Underwood relatif cocok menggambarkan karakteristik lalu-lintasnya. Kapasitas ruas jalan jalan Letjen. Suprapto lebih kecil dan basil hitungan menurut MKJI-97 dengan penyesuaian kapasitas ruas antara 0,82 - 0,98

    ANALISIS KAPASITAS DAN BOK PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO ( PEMBANGUNAN ) - IR. H. JUANDA KOTA SAMARINDA

    No full text
    Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat.Seiring pertumbuhan penduduk dan besarnya pembangunan serta meningkatnya transportasi, maka jumlah kendaraan atau volume lalu lintas pada ruas jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarinda yang di padati lalu lintas setiap harinya sering mengalami kemacetan dan penurunan kecepatan di beberapa segmen jalan, selain itu kondisi di beberapa segmen jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarida  juga mengalami kerusakan dan lubang-lubang pada beberapa segmen jalan.Ruas jalan Ir. H. Juanda yang dimana terdapat beberapa perguruan tinggi yaitu Stikes Muhammadiyah dan Universitas 17 Agustus 1945 yang membuat kondisi lalu lintas relative sangat padat dan dilintasi oleh berbagai macam kendaraan. Volume lalu-lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik per satuan waktu pada lokasi tertentu. Untuk mengukur jumlah arus lalu-lintas, biasanya dinyatakan dalam kendaraan per hari, smp per jam, dan kendaraan per menit, Metode yang di terapkan dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan untuk mencari volume lalu lintas, hambatan  samping, derajat kejenuhan, kecepatan serta bok kendaraan ringan.Hasil analisis yang di peroleh dari data-data lalu lintas tersebut adalah untuk jalan Letjen Suprapto volume lalu lintas puncak 2903,60 smp/jam, derajat kejenuhan 0,49, kecepatan 37 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.791 jalur 2 Rp. 4.720, dan untuk jalan Ir H Juanda volume lalu lintas puncak 3075,35 smp/jam, derajat kejenuhan 0,54, kecepatan 35 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.595 jalur 2 Rp. 4.681

    performance of the unsignalized intersection of Jenderal Suprapto-S. Parman road.

    No full text
    With the increase in population and increasing the number of private vehicle ownership, it will cause traffic problems due to the many movements of community mobility, one of which is at the intersection. Bandar Lampung is one of the developing cities that experience these problems. One of the intersections in Bandar Lampung to be reviewed is the unsignalized intersection with 4 arms on Jendral Suprapto-S. Parman road. The purpose of this study is to evaluate and compare the performance of the intersection of Jenderal Suprapto-S. Parman road. Then the results of the analysis using KAJI are capacity (C) 2735 pcu / hour, degree of saturation (DS) 1.12, delay deviation (D) 43.01 sec / pcu and queuing probability (QP%) 60% - 122% with level service C. Analysis with the VISSIM program is a delay of 3.35 seconds / pcu (North), 5.4 seconds / pcu (West), 68.29 seconds / pcu (South), 33.89 seconds / pcu (East), while for long queue 31.68 m (North), 23.98 m (East), 190.3 m (South) and 31.13 m (West) with service level B. While the results of the Queue Theory analysis a delay of 49 seconds / pcu ( North), 39.2 seconds / pcu (West), 72.8 seconds / pcu (South) 124 seconds / pcu (East), while the queue length is 50 m (North), 63 m (East), 40 m (South ) and 25 m (West)

    STUDI PERENCANAAN BUNDARAN SIMPANG EMPAT (STUDI KASUS JALAN Ir. H. JUANDA - JALAN KADRIE OENING - JALAN A. WAHAB SYAHRANIE - JALAN LETNAN JEND. SUPRAPTO) SAMARINDA

    No full text
    Simpang bersinyal pada simpang jalan Ir. H. Juanda - jalan Kadrie Oening -jalan A. Wahab Syahranie - jalan Letnan Jend. Suprapto akan dilakukanperencanaan dan analisa bundaran untuk mengetahui penggunaan yang lebihefektif antara Simpang Bersinyal atau Bundaran pada simpang tersebut. Metodeyang digunakan dalam pengerjaan terdiri dari tiga tahap yaitu analisa simpangbersinyal, perencanaan bundaran dan analisa bundaran. Adapun metode yangdigunakan dalam analisa simpang bersinyal dan analisa bundaran adalah metodeMKJI (Manual Kapasitas Jalan Insonesia) 1997 dan metode yang digunakandalam perencanaan bundaran adalah Pedoman Teknik Nomor 20 Tahun 2004 Btentang perencanaan bundaran. Dari hasil perhitungan analisa pada simpangdapat dilihat nilai derajat kejenuhan simpang bersinyal lebih rendah dari nilaiderajat kejenuhan bundaran, maka dapat diketahui bahwa pada simpang jalan Ir.H. Juanda - jalan Kadrie Oening - jalan A. Wahab Syahranie - jalan LetnanJend. Suprapto penggunaan simpang bersinyal (Traffic Light) masih lebihefektif dari pada penggunaan Bundaran pada simpang tersebu

    STUDI PERHITUNGAN KAPASITAS DRAINASE PADA JALAN LETJEN SUPRAPTO KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di daerah Jl Letjen Suprapto, Kota Balikpapan. Penyebab terjadi banjir di daerah ini dikarenakan padatnya penduduk dan tidak mampunya saluran drainase menampung air yang dating dari hujan untuk dialirkan kedaerah lain. Kurannya normalisasi juga menyadi penyebab tidak mampunya daerah ini menampung air yang datang.Metode yang digunakan pada perhitungan curah hujan rancangan adalah metode Normal dan metode Log person tipe III. Dan yang memenuhi persyaratan adalah metode Log person Tipe III.Dari hasil perhitungan existing dengan kala ulang 2, 5, dan 10 Tahun didapatkan hasil dari kemampuan saluran sebagian tidak mencukupi menampung debit banjir rancangan dan sebagian lagi mencukupi, maka dimensi saluran ada yang tidak mencukupi di rubag dengan dimensi rencana Lebar (B) = 1,25 m dan Tinggi (H) = 1,25 m. Dimensi ini sangat mencukupi untuk menampung debit rancangan 25 yahun kedepan dengan nilai debit = 2,090 m3/detik

    Sosialisasi Pentingnya Penguatan Motivasi Diri Dalam Mengantisipasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Pemuda HKBP Suprapto Jakarta Pusat

    No full text
    Remaja merupakan salah satu tabungan bangsa dan sangat dinanti oleh tokoh proklamator sebagai generasi penerus yang berperan dalam pembanguan bangsa dan negara. Remaja memiliki hak dan kewajiban ikut serta dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih baik serta ber akhlak mulia di dalam sosial masyarakat, salah satu sumber daya manusia yang memiliki potensi dan memiliki peranan yang strategis dan memiliki kedudukan sebagai generasi penerus cita-cita bangsa di tengah kehidupan masyarakat. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku manusia, bukan semata-mata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Sebagai masalah perilaku banyak faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada anak dan remaja sangat diperlukan. Pemuda Jemaat HKBP Suprapto dikategorikan memiliki ketahanan diri tinggi terhadap penyalahgunaan narkotika jika pengetahuan dan pemahamannya terkait bahaya penyalahgunaan narkotika mampu diterapkannya pada situasi tersebut. Oleh karena itu, pada kajian ketahanan diri pemuda terhadap penyalahgunaan narkotika di Gereja ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kemampuan/ketangguhan Pemuda Jemaat HKBP Suprapto dalam mengantisipasi ancaman penyalahgunaan narkotika. Mewujudkan pemuda yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika pada remaja diperlukan suatu pembinaan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penulis mencoba melakukan suatu kajian ilmiah terkait ketahanan diri pada pemuda terhadap penyalahgunaan narkotika di HKBP Suprapto dengan menganalisis faktor-faktor yang menentukan ketahanan diri pemuda secara onsite. kata kunci: manajemen sumber daya manusia, ketahanan diri, motivasi dir

    PERHITUNGAN SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN LETJEND SUPRAPTO, MUHAMMAD YAMIN, SISWONDO PARMAN, DR. SOETOMO DI KOTA SAMARINDA

    No full text
    Salah satu sector dalam usaha mengembangkan salah satu daerah adalah membangun sarana dan prasarana transportasi. Kebutuhan akan pelayanan jasa dan angkutan umum sangat berdapampak pada semakin tingginya angka kemampuan kepemilikan kendaraan bermotor maupun yang bukan kendaraan bermotor dan seterusnya serta ditunjang perubahan jalur jalan dan angkutan umum di kota Samarinda.Dari hasil perhitungan pada persimpangan Jalan Letjend Suprapto – Jalan Muhammad Yamin – Jalan Siswondo Parman – Jalan Dr. Soetomo             didapat harga derajat Kejenuhan (DS) pada jam – jam puncak rata – rata diatas 0,926, Kejenuhan (DS) pada jam – jam  rata – rata diatas 1,069, dengan factor – factor utama yang mempengaruhi dan harus diatasnya dengan : Kedisiplinan pengemudi perlu ditertibkan. Untuk mengatur pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi harus ada polisi yang berjaga pada jam – jam puncak untuk mengawasi dan mengatasi terjadinya kemacetan.Hendaknya instansi terkait selalu mengontrol secara rutin

    Effect of low-dosage vitamin A and riboflavin on iron-folate supplementation in anaemic pregnant women

    No full text
    A double-blind, placebo, controlled trial was conducted in Banyudono subdistrict, Boyolali regency, Central Java province, Indonesia. The aim of the study was to determine whether adding low-dosage vitamin A and riboflavin can enhance the effect of iron-folate supplementation in anaemic pregnant women. From July to November 2000, 202 pregnant women were screened for anaemia (haemoglobin <11.0 g/dL). One hundred and three pregnant women (51%) were found to be anaemic and were then allocated alternately into four groups. Over a period of 60 days, group IF (n = 29) received iron-folate tablets (200 mg FeSO4 and 250 µg folic acid) + 5 mg glucose; group IFR (n = 22) received iron-folate tablets + 5 mg riboflavin; group IFA (n = 29) received iron-folate tablets + 2.75 mg retinyl palmitate (equal to 5000 IU vitamin A); and group IFRA (n = 23) received iron-folate tablets + 5 mg riboflavin + 2.75 mg retinyl palmitate. At the end of the study 19 pregnant women (18.4%) were excluded from the analysis because of various reasons. Statistical analysis was based on 84 women (81.5%): group IF, n = 25; group IFR, n = 22; group IFA, n = 18; and group IFRA, n = 19. Haemoglobin measurements were carried out using the Technicon H1* (cyanmethaemoglobin method). All groups showed a significant increase in haemoglobin concentration (P 0.05), with the highest increment being in group IFR. Multiple comparisons only showed significant differences between group IFR and group IFA (P < 0.05). It can be concluded that iron-folate supplementation can increase haemoglobin concentrations in anaemic pregnant women. Adding riboflavin tends to enhance the effect of iron- folate supplementation, but this is not the case with adding vitamin A. Key words: anaemic pregnant women, iron-folate, low-dosage vitamin A, riboflavin

    Analisis Resonansi Harmonisa dan Rancangan Single Tuned Filter pada Sistem Distribusi Tenaga Listrik PT. Growth Sumatera Industry Ltd

    No full text
    The harmonics produced by industries loads and house hold in the distribution system is increasing in the future. This is caused simultaneously by two things: the use of capacitor bank:s as the improvement of power factor and the use of power electronics (inverter) in order to increase efficiency. This recearch was aimed to analyze the harmonics which occu"ed in the system of the industrial power distribution and design a passive filter, 'single tuned filter' type, which would reduce or mitigate harmonics. The designed filter was simulated by using MATLAB/Simulink Power System Bolck:set. The result of the research showed that after order-3, 5, and 7 of single tuned filter had been installed, obtained for THDv of 26,28% decrease become 1,57% and this value was under IEEE 519-1992 standard, i.e.,5%; whereas THDi of28,63% would decrease to 1,47%, and this value was under IEEE 519-1992 standard, i.e., 8%.150 HalamanTesis Magiste
    corecore