149 research outputs found

    HUBUNGAN PEMAKAIAN AIR CONDITIONER (AC) DI RUANG KELAS TERHADAP KEJADIAN SINDROMA MATA KERING (DRY EYE SYNDROME) PADA SISWA SMA SURAKARTA

    No full text
    Rusmita Hardinasari, G0012197, 2015. Hubungan Pemakaian Air Conditioner (AC) di Ruang Kelas terhadap Kejadian Sindroma Mata Kering (Dry Eye Syndrome) pada Siswa SMA Surakarta. Latar Belakang: Pemakaian Air Conditioner (AC) dikehidupan sehari-hari seakan sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. AC digunakan untuk memberikan kenyamanan, namun di sisi lain AC menyebabkan udara menjadi kering sehingga menimbulkan gangguan pada mata, salah satunya sindroma mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemakaian AC dengan kejadian sindroma mata kering. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah Siswa kelas XI di SMA N 1 dan SMA N 2 Surakarta. Sebanyak 59 siswa diambil dari SMA N 1 yang memiliki kelas ber-AC, sedangkan 58 siswa diambil dari SMA N 2 Surakarta dengan kelas tidak ber-AC. Pengambilan sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Kemudian dilakukan penilaian status sindroma mata kering pada sampel menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI). Selanjutnya, sampel dikelompokkan menjadi normal dan menderita sindroma mata kering. Analisis data menggunakan uji Chi Square, dan diolah dengan Statistical Product And Service Solution (SPSS) 20.00 for Windows. Hasil Penelitian: Jumlah siswa di ruang kelas ber-AC yang menderita sindroma mata kering 62,7%. Sedangkan siswa di ruang kelas tidak ber-AC yang menderita sindroma mata kering 53,4%. Pada analisis data dihasilkan p = 0,310. Simpulan Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pemakaian AC terhadap kejadian sindroma mata kering (Dry Eye Syndrome) pada Siswa SMA Surakarta. Kata Kunci: pemakaian AC, sindroma mata kering / dry eye syndrome, siswa

    KORELASI POLA MAKAN BERGIZI DENGAN TUMBUH KEMBANG MOTORIK ANAK DI MI MUHAMMADIYAH 1 SIMO JENANGAN PONOROGO

    No full text
    ABSTRACT Rusmita Reni. 2020. Korelasi Pola Makan Bergizi dengan Tumbuh Kembang Motorik Anak di MI Muhammadiyah 1 Simo Ponorogo. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah Fakultas Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing (1) Dr. Syarifan Nurjan, M.A (II) Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I. Kata Kunci: Pola Makan bergizi, Tumbuh Kembang Anak, Tumbuh Kembang Motorik. Gizi merupakan persoalan penting yang harus diperhatikan dalam `tumbuh kembang anak. Faktor-faktor yang menjadi penentu tumbuh kembang anak adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sedangkan Pertumbuhan dan perkembangan motorik anak sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik atau karena kelainan indokrin. Dengan begitu, pertumbuhan dan perkembangan motorik berkaitan dengan Pola makan anak yang bergizi. Tujuan penelitian yang dilakukan di MI Muhammadiyah 1 Simo Jenangan adalah untuk mengetahui pola makan bergizi, tumbuh kembang motorik anak dan korelasi antara pola makan bergizi terhadap tumbuh kembang motorik anak di MI Muhammadiyah 1 Simo Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitif (Quantitative Research). Dimana data berkaitan dengan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dalam menentukan sampel. Teknik pengumpulan data melalui angket, Observasi, dokumentasi dan penilaian yang diambil dari objek yang ada di MI Muhammadiyah 1 Simo Jenangan Ponorogo. Hasil dari penelitian ini adalah pola makan bergizi anak pola makan bergizi anak yang dikonsumsi terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Tumbuh kembang motorik sangat baik dilihat dari ketrampilan lokomotorik, monlokomotor dan ketrampilan proyeksi. Terdapat hubungan dengan kategori kuat antara pola makan bergizi dengan tumbuh kembang motorik anak dengan nilai signifikasi 0, 000 lebih kecil dari nilai α = 0,05 dan nilai koefisien korelasi pola makan bergizi dengan tumbuh kembang motorik anak di MI Muhammadiyah 1 Simo Ponorogo adalah 0,711

    The relationship between job satisfaction and life satisfaction among Majlis Amanah Rakyat (MARA) employees / Rusmita Imban and Nurul Vianna Nasir

    No full text
    This study will investigate the relationship between job satisfaction and lifesatisfaction among public employees from organization of Majlis Amanah Rakyat(MARA). Modern organizational systems are moving towards more humanistic approach in dealing with their employees to make them satisfied with their work. The trend in organizations to make their employees satisfied is changing, by identifying several other factors and roles of workers’ life than just the hours they spend in office.Satisfaction with the job is a part of life satisfaction that can only happen if employees can create a balance in their work and family/personal life. The satisfaction between job and life are closely related among employees. In order to compete in the globalization era, people work for money. Money will work for their happiness and lastly to their satisfaction. However, if the employees do not satisfy with their job or even their work place, it will not motivate them and affects the life as they feel give up with their job and feels like retiring

    Pengembangan Software Media Pembelajaran Bahan Kimia dalam Makanan Untuk Siswa SMP/MTs Kelas VIII

    No full text
    ABSTRAK   Rusmita,  Aprilia  Indah.  2010.  Pengembangan  Software  Media  Pembelajaran Materi  Bahan  Kimia  dalam  Makanan  untuk  Siswa  SMP/MTs  Kelas VIII.  Skripsi,  Jurusan  Pendidikan  Kimia  FMIPA  Universitas  Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Parlan, M.Si. (2) Drs. Muhadi.   Kata kunci : media pembelajaran, media pembelajaran berbasis komputer, bahan kimia dalam makanan. Ilmu kimia merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih baru bagi siswa SMP. Selain itu sebagian besar konsepnya  bersifat informatif dan banyak memuat hafalan. Hal ini membuat siswa cepat merasa bosan jika materi tersebut dibelajarkan dengan menggunakan model konvensional (cemarah). Salah satu materi yang bersifat informatif dan banyak memuat hafalan adalah bahan kimia dalam makanan. Untuk membantu siswa dalam memahami materi tersebut, maka dibutuhkan suatu media pembelajaran yang menarik bagi siswa dan dapat  meningkatkan keefektifan proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang bersifat inovatif sebagai media alternatif pembelajaran untuk materi bahan kimia dalam makanan. Pengembangan media pembelajaran pada materi Bahan kimia dalam makanan ini dilakukan mengikuti model rancangan Tiagaradjan dengan model 4- D (four D models) yang telah dilakukan sedikit penyesuaian. Model ini lebih rinci dan sistematis. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Define (pendefinisian), (2) Design (perancangan), dan (3) Develop (pengembangan). Validasi media pembelajaran dilakukan dengan memberikan angket/kuisioner kepada sejumlah validator. Validator terdiri dari dua orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua orang guru IPA SMP Negeri 15 Malang. Kelayakan hasil media yang dikembangkan ditentukan dari hasil validasi. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran bahan kimia dalam makanan yang dikemas dalam CD (compact disc). Media pembelajaran yang dirancang digunakan guru sebagai alat bantu pembelajaran di kelas dan dapat digunakan untuk belajar mandiri siswa dengan bantuan guru sebagai fasilitator . Hasil uji kelayakan validasi isi menunjukkan bahwa media yang dihasilkan mempunyai tingkat kelayakan 86,00%. Dari hasil uji kelayakan ini diketahui bahwa media ini layak digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran untuk materi bahan kimia dalam makanan di SMP/MTs Kelas VIII. Untuk mengetahui efektifitas media yang telah dikembangkan, perlu dilakukan uji lapangan

    UPAYA GURU TPQ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL-MUBAROKAH Ds. BORO Kec.KEDUNGWARU Kab.TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “ Upaya Guru TPQ Dalam Meningkatkan Kualitas Membaca Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Mubarokah Ds.Boro Kec.Kedungwaru Kab.Tulungagung ” ini ditulis oleh Putri Rusmita Sari, NIM. 3211113151, pembimbing Drs. H. Muh. Kharis, M.Pd. Kata kunci: Guru TPQ dan Membaca Al-Qur’an Penelitian ini dilatar belakangi adanya upaya guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca AL-Qur’an. Karena di lembaga tersebut terdapat upaya yang tergolong berbeda dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an. Salah satunya, seperti dalam hal kenaikan Jilid/Juz. Kepala TPQ berperan sebagai penentu kelulusan kenaikan santri untuk melanjutkan atau tetap pada Jilid/Juz tersebut. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perencanaan guru TPQ dalam upaya meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro? 2) Bagaimana pembimbingan guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro? 3) Apa faktor pendukung dan faktor penghambat upaya guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pembimbingan, dan faktor pendukung maupun penghambat upaya guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro. Skripsi ini bermanfaat Bagi kepala TPQ sebagai bahan dan evaluasi dalam mengambil kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas belajar membaca Al-Qur’an terutama di lingkungan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang dipimpinnya. Bagi guru sebagai masukan untuk menemukan pendekatan pengajarn yang lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an bagi murid-muridnya terutama di lingkungan yang diajarnya. Bagi orang tua sebagai masukan bagi orang tua murid untuk mendidik putra-putri mereka dalam pembelajaran Al-Qur’an terutama saat berada di rumah sehingga kelak bisa berguna bagi diri sendiri dan lingkungannya. Dalam penelitian ini menggunakan 1) Jenis penelitian Kualitatif-deskriptif. 2) Sumber datanya primer dan skunder. 3) Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, interview, dokumentasi. 4) Tehnik dalam menganalisis data menggunakan tehnik Reduksi data, Penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. 5) Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan kepercayaan (kredibilitas), ketekunan pengamatan, Tringulasi dan pengecekan teman sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian: 1) Perencanaan yang dilakukan oleh guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro berjalan cukup baik. Dengan menyiapkan materi, metode, fisik dan mental, persiapan alat bahan, dan evaluasi. 2) Pembimbingan guru TPQ dalam meningkatkan kualitas xiv membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro yaitu pembimbingan pengenalan huru-huruf hijaiyah. membiasakan membaca secara klasikal (nderes), membaca secara individu, dan memberikan materi pelajaran. 3) Faktor pendukung upaya guru TPQ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Mubarokah Boro meliputi minat santri, dukungan orang tua, sarana dan prasarana di TPQ. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya minat santri, kurangnya perhatian orang tua dan lingkungan pertemanan

    Evaluasi Program Penyediaan Rumah Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Dikecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir Pada Tahun 2018

    No full text
    This study aims to determine and analyze the results of the Riau provincial government policy especially in the Rokan Hilir District in the Livable Healthy Home Assistance Program in one of the sub-districts, Pujud District, and to find out the obstacles in the implementation of government policy in the Decentable Healthy Home Assistance Program in Pujud District. The assessment indicators used by the author in this study are as many as 5 (five) assessment indicators used, namely Effectiveness, Adequacy, Equity, Responsiveness, Resolution. The type of research located in Pujud District, Rokan Hilir Regency is a descriptive survey, prioritizing data, field notes, questionnaire observations, interviews and documentation as data collection tools. The population and sample in this study amounted to 23 people, the Head of the Department of Housing, Residential and Land Areas of Riau Province, the District Head of Pujud, Impulse of Pujud, the number of people who received Livable Healthy Homes was 12 people and the people who did not get Livable Healthy Homes were 8 people. The type of data collection used in this study is from primary data, secondary data from the organizational structure of the District. And for data analysis tenkin clarified with the results of Observation, Questionnaire, Interview, documentation, the data were analyzed and processed to explain the purpose of this study, then compared with theories related to the title of the study to conclude that the Evaluation of the Provision of Occupable Houses for Communities Poor in Pujud District, Rokan Hilir Regency in 2018

    Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru

    No full text

    PENERAPAN MODEL KREATIF PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI

    No full text
    Tesis ini berjudul “Penerapan Model Kreatif Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi (Eksperimen Kuasi terhadap siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Susukan Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2006/2007)”. Masalah yang diteliti yaitu menguji keefektifan Model Kreatif Pemecahan Masalah dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri 2 Susukan. Model Kreatif Pemecahan Masalah mengacu pada teori belajar konstruktivisme dan termasuk ke dalam rumpun model belajar information-processing models yakni model pembelajaran yang melatih kemampuan siswa memproses informasi dalam pikirannya. Model tersebut dikembangkan oleh Parness, presiden Creative Problem Solving Foundation dan Shallcross (1985). Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah penelitian ialah The Randomized Pretest - Postest With Control Group Design. Kelas VIII di SMP Negeri 2 Susukan berjumlah 3 kelas dengan jumlah siswa 120 orang terdiri atas kelas VIII A, VIII B, dan VIII C. masing-masing 40 siswa dengan karakteristik kelas homogen tidak ada kelas unggulan. Setelah diadakan pengundian, kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Untuk mendapatkan data yang relevan penulis menggunakan tes mengarang. Data tes mengarang yang dikumpulkan berupa tes awal (prates) dan tes akhir (pascates) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Skor rata-rata prates dan pascates kemampuan menulis kelas eksperimen adalah 54, 30 dan 74,75 dengan thitung (8,28) > ttabel (1,67) pada derajat kebebasan 78 untuk P ttabel (1,67) pada derajat kebebasan 78 untuk P < 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis kelas eksperimen yang menggunakan Model Kreatif Pemecahan Masalah dengan kemampuan menulis kelas kontrol yang menggunakan Model Ekspositori. Dengan demikian Model Kreatif Pemecahan Masalah meningkatkan hasil pembelajaran menulis karangan argumentasi sedangkan model pembelajaran ekspositori yang digunakan pada kelas kontrol kurang dapat meningkatkan hasil pembelajaran menulis karangan argumentasi. Pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan Model Kreatif Pemecahan Masalah memiliki kelemahan-kelemahan yaitu : (1) langkah-langkah pembelajaran Model Kreatif Pemecahan Masalah menyulitkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas; (2) bahan pembelajaran harus dipilih menurut kriteria yang cukup banyak. Oleh karena itu pembelajaran menulis karangan argumentasi memerlukan kesiapan dan kompetensi guru yang memadai

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SUSU SAPI FH (Fries Holland) PADA LAKTASI YANG BERBEDA DI UPT RUMINANSIA BESAR DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KAMPAR

    No full text
    FH milk is very sensitive toward mikro charging while temperature and moist air. FH milk that is put at unsulpported hihgt temperature and moist air, it will become hot covering and it will influence decretion of milk production. This research have conducted on July-Agustus 2010 in UPT Ruminansia Besar Dinas Peternakan Kabupaten Kampar. Body temperature, stable temperature, respiration rate and heart rate is as a parameter used as an indicator to FH anviranment adaptation. This research aimed to know the factors that influence FH milk production. This research is done at 8 cows. This research finding indicate lactation I milk production is 2,43±0,50 liter, bod temperature is 37,76±0,530C, stabel temperature is 27,24±1,010C, respiration rate is 32,75±1,03 time per minute and heart rate is 58,871±1,63 time per minute. Lactation II milk production is 2,97±0,07 liter, body temperature is 33,16±5,080C, stabel temperature is 27,24±1,010C, respiration rate is 32,62±1,76 time per minute and heart rate is 58,51±1,06 time per minute. Lactation III milk production is 2,52±0,57liter, body temperature is 37,76±0,500C, stabel temperature is 27,24±1,010C, respiration rate is 31,5±3,54 time per minute and heart rate is 57,75±3,19 time per minute. Doble linier regression, F and T test indicate that body T, stable T, respiration rate and heart rate is not influence toward FH milk production at each lactation stage in UPT Ruminansia Besar Dinas Peternakan Kabupaten Kampar

    Principal’s Leadership in Teacher’s Performance Development

    No full text
    This study was conducted to find out and describe the principal’s leadership in fostering teacher’s performance at SMA Negeri 3 Banyuasin III. The research method is a qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques used: (1) observation; (2) interviews; (3) run. Research data analysis techniques: (1) data reduction; (2) data presentation; (3) conclusion and verification. Based on the results of the research it is known that: the principal plays an active role, in fostering teachers in preparing lesson plans, teachers in carrying out learning are in accordance with the curriculum. The teacher assesses learning outcomes every midterm, and per semester. The obstacle faced by school principals and teachers is the lack of learning resource facilities as supporting media for teachers in conveying learning, so that the learning process delivered does not work as expected and is less than optimal. The strategy carried out by the principal is by empowering the ability of teachers and utilizing makeshift learning resource facilities with a strategy of providing examples related to the daily lives of students in the real world related to the learning material delivered refers to active, innovative learning, which is creative, effective and fun
    corecore