405 research outputs found

    Ruji-korn/IR-markers: IR-marker

    No full text
    IR-marker syntax cod

    Analisa ruji (dowel) dan batang pengikat (tie bar) pada perkerasan kaku

    No full text
    Tegangan pada batang ruji (dowel) merupakan hasil dari geser, lentur dan tahanan. Tegangan ini bisa dianalisa secara analitis untuk menentukan factor factor yang mempengaruhi karakteristik penyaluran beban. Selanjutnya, efektifitas dari batang ruji untuk menyalurkan beban pada sambungan tergantung pada karakteristik tanah dasar juga. Sebagai hasilnya hampir semua agensi telah membuat standarisasi dari ukuran ruji ini, dimana diameter dan panjang ruji tergantung pada tebal perkerasan. Didalam menganalisa tegangan pada ruji, sangat penting bagi para perencana untuk memahami penyebab dan besarnya tegangan yang terjadi

    Rancang bangun Alat Pembuat Ruji Bambu

    Get PDF
    Salah satu hasil hutan di negara indonesia adalah bambu. Bambu ( Bambuseae ) merupakan tanaman hasil hutan yang sangat melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan pengolahannya. Bambu memiliki banyak kegunaan dan fungsi di antaranya sebagai bahan bangunan, bahan baku industri kerajinan, sarana upacara adat, bahan makanan, bahan baku serat, sebagai tanaman penahan erosi dan konservasi tanah serta air. Sampai saat ini pemanfaatan bambu sudah sangat luas di masyarakat kita mulai kebutuhan rumah tangga hingga konstruksi bangunan. Salah satu pemanfaatan bambu adalah pembuatan ruji bambu ( stick bamboo ) untuk bahan kerajinan masyarakat. Ruji bambu merupakan hasil olahan bambu yang sudah banyak digunakan dalam berbagai produk kerajinan. Proses pembuatan dan pengujian mesin pembuat ruji bambu dilakukuan di laboratorium Mekatronik Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Juli sampai Oktober 2010. Penelitian ini menggunakan perlakuan beda diameter 3 mm, 4 mm dan 5 mm. Dan dilakukan 30 kali pengulangan kemudian dibandingkan dengan perhitungan secara teoritis. Rancangan mesin pembuat ruji bambu terdiri dari beberapa bagian yaitu: mesin penggiling (gerinda tipe silindris ), plat penyangga (tebal 1 mm dan panjang 50 mm), lubang pemasukan (diameter luar 1,2 mm, diameter dalam 10 mm dan panjang 150 cm), kerangka (500x200x200 mm) dan motor penggerak (0,4 HP). Prinsip kerja mesin pembuat ruji bambu adalah bilah bambu yang akan diolah dimasukkan pada lubang pemasukan kemudian dibiarkan masuk mesin penggiling dan berputar mengikuti putaran roda pengatur. Bilah bambu yang berputar akan terpotong sisi yang menonjol oleh gerinda pemotong. Bilah akan maju kedepan dikarenakan sudut miring dari roda pengatur. Setelah selesei tergiling bambu akan terlempar keluar. Diameter ruji yang dihasilkan memiliki keseragaman tinggi, keragaman yang ditimbulkan oleh pengaruh perlakuan adalah 0,988; keragaman yang di timbulkan oleh pengaruh galat percobaan sebesar 0,0019, dan keragaman karena pengaruh galat penarikan contoh sebesar 0,0050. Kecepatan memintas / menggiling ruji bambu tercepat pada diameter 3 mm dan 4 mm yaitu 3,214 detik per biji, sedangkan yang paling lambat pada ruji bambu dengan diameter 5 mm, dengan kecepatan 3,333 detik per biji. Proses pengumpanan masih dilakukan secara manual, perlu desain dan konstruksi ulang untuk lubang pengeluaran agar proses penggilingan dapat berjalan berkelanjutan

    Analisa usaha ruji (dange) dan tingkat kesejahteraan keluargadi Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara

    Get PDF
    Potensi sagu (Metroxilon sagu Rottb) sebagai sumber bahan pangan dan bahan industri telah disadari sejak tahun 1970-an, namun sampai sekarang pengembangan tanaman sagu di Indonesia masih jalan di tempat. Tanaman tradisional ini yang cukup berpotensi, di mana sejak dahulu, pati sagu telah dimanfaatkan sebagai makanan pokok di beberapa daerah seperti: kapurung, sagu lempeng ruji (dange), sinole, bubur sagu serta jajanan seperti bagea. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui hasil produksi usaha ruji (dange) dalam satu kali produksi; (2) Mengetahui pendapatan usaha ruji dalam satu bulan produksi; (3) Mengetahui hubungan produksi ruji dengan pendapatan, dan; (4) Mengetahui tingkat kesejahteraan para pelaku usaha ruji (dange). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian yaitu (1) Para pembuat ruji (dange) dapat menghasilkan dalam 1 kali produksi 1.500 lembar; (2) Pendapatan yang diperoleh pada proses produksi ruji (dange) adalah sebesar Rp 1.687.500,- yang membutuhan biaya produksi sebesar Rp 578.000,- hasil tersebut menjelaskan bahwa proses usaha ruji (dange) dapat memberikan keuntungan, hal tersebut terbukti dengan setiap biaya yang dikeluarkan oleh produsen sebesar Rp 578.000,- akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1.109.500,-; (3) Berdasarkan hasil uji t dihasilkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara produksi dan pendapatan. Peningkatan jumlah produksi dange oleh pembuat ruji (dange) berpengaruh terhadap pendapatan keluarga; (4) Para pembuat ruji (dange) tergolong sejahtera II karena dapat memenuhi segala kebutuhan rumah dan keluarga, seperti biaya pendidikan terhadap anak-anak, beli baju baru, perabotan rumah tangga serta mempunyai kendaraan pribadi roda dua (motor). Kata Kunci: Ruji (Dange), Produksi, Pendapatan, Kesejahteraa

    Thailand's response to the United States on labor rights

    Get PDF
    For more about the East-West Center, see http://www.eastwestcenter.org/Ruji Auethavornpipat, former East-West Center in Washington visiting fellow, explains that "Washington suggests Thailand has not done enough to improve working conditions for both Thai and migrant workers despite numerous domestic reforms in recent years.

    Addressing the root causes of conflict-driven human trafficking in Southeast Asia

    Get PDF
    For more about the East-West Center, see http://www.eastwestcenter.org/Ruji Auethavornpipat, Visiting Fellow at the East-West Center in Washington, explains that “The trafficking of the Rohingya is clearly driven by violent conflicts in Myanmar’s Rakhine State. Without tackling this root cause, human trafficking networks may continue to operate in the shadows.

    Tackling human trafficking in ASEAN

    Get PDF
    ASEAN's new convention against human trafficking is noteworthy progress on an issue that plagues Southeast Asia. But without a focus on prevention, trafficking won't stop, writes Ruji Auethavornpipat. On 6 February, the Philippines became the sixth member of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) to ratify the ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP). The ACTIP will now come into force in 30 days

    ANALISA VARIASI JARAK ANODA-KATODA DAN WAKTU PELAPISAN LOGAM NIKEL-KHROM TERHADAP PROSES PENGUJIAN TEKAN MATERIAL RUJI (SPOKE)

    Get PDF
    Ruji sepeda motor dalam penggunaannya mendapatkan pembebanan terus menerus dengan besaran yang tidak sama yang mengakibatkan kegagalan-kegagalan mekanis ataupun mengalami kerusakan, ditambah material ruji menggunakan baja karbon rendah yang memiliki keuletan tinggi namun kekerasan rendah dan tidak tahan aus. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material ruji bertahan lama dalam pemakaiannya. Penelitian yang sudah ada bahwa pelapisan dapat memperbaiki sifat mekanik yaitu kuat tarik dan tekan suatu material. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi waktu pelapisan 15 menit, 20 menit, 25 menit, dan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, 25 cm, sedangkan variabel terikatnya adalah pengujian tekan. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan standar pengujian tekan ASTM E-9. Hasil penelitian ini diperoleh nilai uji tekan tertinggi adalah dengan variasi jarak anoda-katoda 15 cm, dengan waktu lama pencelupan pelapisan 25 menit sebesar 748,53 Mpa, pada hasil foto mikro di variasi ini logam pelapis nikel-khrom paling tebal melapisi material dengan tebal lapisan sebesar 20.05 mikrometer, dan ion-ion pelapis lebih masuk kedalam pori-pori dan mengisi celah-celah pada permukaan material. Adapun spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit adalah pada variasi jarak anoda-katoda 25 cm dengan waktu lama pencelupan pelapisan 15 menit sebesar 702,91 Mpa dengan hasil ketebalan lapisan yang tipis pada hasil foto mikronya yaitu 1.98 mikrometer. Pada hasil foto mikro di variasi ini ion-ion pelapis kurang masuk kedalam pori-pori permukaan material dan kurang mengisi celah-celah yang ada pada permukaan material. Pada hasil uji tekan dan foto mikro menunjukan bahwa semakin lama proses pencelupan maka semakin banyak ion-ion logam pelapis yang melapisi material yang dapat meningkatkan ketebalan lapisan logam pelapis, dan semakin dekat jarak anoda-katoda maka pergerakan ion-ion semakin cepat dan logam pelapis lebih masuk untuk mengisi celah-celah pada permukaan material, yang mengakibatkan kenaikan kuat tekan pada suatu material Kata kunci :ruji sepedah motor (spoke), baja karbon rendah,waktu pelapisan, jarak anoda-katoda, pengujian tekan, pelapisan loga

    RANCANG BANGUN GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN TIPE RUJI DENGAN PENGUJIAN MAGNETISASI DAN TORSI COGGING UNTUK PEMBANGKIT SKALA KECIL

    No full text
    Generator Sinkron Magnet Permanen (PMSG) Tipe Ruji untuk aplikasi pembangkit listrik skala kecil, dengan fokus pada pengaruh magnetisasi dan torsi cogging. PMSG yang dirancang menggunakan magnet permanen Ferrite C5/Y30 dengan 20 kutub ini dioptimalkan untuk beroperasi pada kecepatan rendah. Pengujian dilakukan dalam rentang kecepatan 80 hingga 500 rpm, menghasilkan tegangan keluaran antara 0,8 V hingga 3,9 V. Pengujian dengan beban resistansi berkisar 333,33 hingga 1000 ohm menunjukkan tegangan keluaran berkisar antara 2,29 V hingga 3,93 V. Simulasi magnetisasi menggunakan Ansys Maxwell menunjukkan kerapatan fluks magnetik mencapai 56816,4 mT, sementara torsi cogging yang diukur berkisar antara 0,8 Nm hingga 1,75 Nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi generator berfluktuasi dalam rentang sempit, yaitu antara 58,8% hingga 59,1%. Stabilitas kinerja ini menegaskan bahwa desain PMSG tipe ruji memiliki kestabilan performa yang baik meskipun terdapat variasi beban. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tegangan keluaran generator dapat ditingkatkan dengan memperbanyak lilitan kumparan, namun diperlukan optimasi untuk mengurangi torsi cogging agar efisiensi lebih maksimal. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penggunaan magnet permanen jenis lain dalam upaya meningkatkan performa magnetisasi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan PMSG untuk pembangkit listrik skala kecil yang lebih efisien dan stabil. Kata kunci : Generator Sinkron Magnet Permanen, Magnetisasi, Tipe Ruji, Torsi Coggin

    ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PUTING SUSU LECET DI BPM RUJI AMINAH AMD.KEB KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Banyak kendala yang timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Di indonesia masalah tersering dalam menyusui adalah puting susu lecet sekitar 57% ibu menyusui dilaporkan pernah menderita kelecetan pada putingnya. Ada beberapa penyebab puting susu lecet yaitu salah satunya teknik menyusui yang tidak benar. Dengan puting susu lecet sehingga ibu sulit untuk memberikan ASI eksklusif mungkin hanya sedikit ASI yang didapatkan bayi. Tujuan : Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas 4 hari postpartum Ny. I umur 36 tahun dengan puting susu lecet di Bidan Praktek Mandiri Ruji Aminah Amd. Keb Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang secara menyeluruh dengan pendekatan 7 langkah varney. Metode : Jenis laporan study kasus dengan metode 7 langkah varney, lokasi BPM Ruji Aminah, Amd. Keb Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Subyektif studi kasus adalah ibu nifas dengan puting susu lecet Ny. I P2A0 umur 36 tahun dengan mengajarkan teknik menyusui yang benar, waktu studi kasus pada tanggal 25 Mei sampai 3 juli 2019. Teknik pengambilan data antara meliputi wawancara serta observasi dan data sekunder meliputi studi dokumentasi dan kepustakaan. Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. I umur 36 tahun P2A0 dengan puting susu lecet yang berlansung secara bertahap dengan asuhan teknik menyusui yang benar dan perawatan payudara dalam waktu 3 hari lecet pada puting susu sudah teratasi. Kesimpulan : Diharapakan dapat lebih mengembangkan teori dan praktek ibu postpartum dengan puting susu lecet
    corecore