1,720,965 research outputs found
Evaluasi Program Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan Model CIPP
Program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menguasai bahasa Arab secara fungsional, meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin dan terstruktur, diperlukan evaluasi yang komprehensif untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan program, perencanaan, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab aktif di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat evaluatif. Model CIPP digunakan untuk menganalisis program secara menyeluruh, mencakup aspek konteks, input, proses, dan produk. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren. Informan penelitian terdiri atas pengelola program dan pengajar bahasa Arab. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program pembelajaran bahasa Arab aktif relevan dengan kebutuhan pesantren serta sejalan dengan visi dan misi Pondok Pesantren Al-Falah Puteri, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi dengan kurikulum tradisional berbasis kajian kitab turats. Pada aspek input, program didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi pedagogis yang memadai serta materi pembelajaran yang variatif, namun masih terdapat keterbatasan pada durasi program, sarana prasarana, dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pengajar. Pada aspek proses, pelaksanaan program berlangsung secara terstruktur dan menerapkan pendekatan komunikatif dengan interaksi yang cukup intens antara pengajar dan santri, meskipun pemanfaatan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari pesantren masih tergolong sedang akibat keterbatasan waktu dan kepadatan aktivitas. Pada aspek produk, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbahasa Arab santri pada tingkat dasar serta aspek afektif, seperti motivasi dan kepercayaan diri, meskipun capaian hasil belajar menunjukkan variasi antar santri.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru tergolong efektif pada tingkat dasar, namun masih memerlukan pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan, terutama dalam aspek integrasi kurikulum, peningkatan intensitas penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas harian, penguatan sarana pembelajaran, serta sistem evaluasi progra
PERANAN STRATEGI MENGHADAPI MASALAH DAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS
Peranan Strategi Menghadapi Masalah dan Tipe Kepribadian dengan prestasiBelajar Bahasa Inggris. Menghadapi era global berarti menghadapi abad penuh tantangan dantingkat kesulitan yang cukup tinggi karena terjadi globalisasi dunia yang meliputi seluruh aspekkehidupan masyarakat, tidak hanya bidang ekonomi, tetapi juga bidang sosial, politik, dan budaya.Setiap individu dalam seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk meningkatkan kualitas dirinyasehingga mampu bersaing dalam perjalanan kehidupan ini. Salah satu bidang yang dituntut untukmeningkatkan kualitas diri sehubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasidalam zaman globalisasi ini adalah bidang bahasa. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa asingyang sedang dominan dalam pergaulan internasional merupakan suatu kualitas individu yangdibutuhkan. Penguasaan bahasa asing merupakan satu akses untuk meraih keberhasilan dalamberbagai bidang. Dari posisi geografis, Indonesia terletak dalam posisi yang sangat strategis untukmuncul sebagai negara besar sekaligus sebagai negara lintasan antar benua yang harus mampumenyerap kemajuan dari warga dunia yang melintasinya. Semua perkembangan dalam bidangekonomi, sosial, dan politik negara Indonesia mengarah kepada keterbukaan pada dunia luar
EFEKTIVITAS PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI DI KELAS VII MTsN LAKUDO KABUPATEN BUTON
Pokok masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah minat belajar siswa sebelum penerapan strategi pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) pada kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton, Bagaimanakah minat belajar siswa setelah penerapan strategi pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) pada kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton, dan Apakah penerapan strategi pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai minat belajar siswa dalam mata pelajaran biologi di kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton tahun ajaran 2012/2013 sebelum penerapan strategi pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dan sesudah penerapan strategi pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIB yang berjumlah 22 orang. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket minat belajar siswa, dan tes hasil belajar. Teknik analisis yang digunakan peneliti adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial.
Melalui metode dan analisis data tersebut, maka diperoleh deskripsi bahwa dengan menggunakan strategi CTL (Contextual Teaching and Learning) terjadi peningkatan minat belajar. Untuk hasil minat belajar siswa kelas VIIB MTsN Lakudo Kabupaten Buton sebelum penerapan strategi CTL (Contextual Teaching and Learning) masuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 40,91% dan minat belajar siswa kelas VIIB MTsN Lakudo Kabupaten Buton setelah penerapan strategi pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata 86,36%. Peningkatan hasil minat belajar siswa juga didukung oleh hasil observasi dan angket minat belajar. Untuk hasil analisis statistik inferensial (ujit) diperoleh thitung=5,97, dan karena thitung >ttabel (5,97 > 2,080) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi CTL (Contextual Teaching and Learning) terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar biologi siswa kelas VII MTsN Lakudo Kabupaten Buton
Evaluasi Program Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan Model CIPP
Program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menguasai bahasa Arab secara fungsional, meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin dan terstruktur, diperlukan evaluasi yang komprehensif untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan program, perencanaan, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab aktif di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat evaluatif. Model CIPP digunakan untuk menganalisis program secara menyeluruh, mencakup aspek konteks, input, proses, dan produk. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren. Informan penelitian terdiri atas pengelola program dan pengajar bahasa Arab. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program pembelajaran bahasa Arab aktif relevan dengan kebutuhan pesantren serta sejalan dengan visi dan misi Pondok Pesantren Al-Falah Puteri, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi dengan kurikulum tradisional berbasis kajian kitab turats. Pada aspek input, program didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi pedagogis yang memadai serta materi pembelajaran yang variatif, namun masih terdapat keterbatasan pada durasi program, sarana prasarana, dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pengajar. Pada aspek proses, pelaksanaan program berlangsung secara terstruktur dan menerapkan pendekatan komunikatif dengan interaksi yang cukup intens antara pengajar dan santri, meskipun pemanfaatan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari pesantren masih tergolong sedang akibat keterbatasan waktu dan kepadatan aktivitas. Pada aspek produk, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbahasa Arab santri pada tingkat dasar serta aspek afektif, seperti motivasi dan kepercayaan diri, meskipun capaian hasil belajar menunjukkan variasi antar santri.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru tergolong efektif pada tingkat dasar, namun masih memerlukan pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan, terutama dalam aspek integrasi kurikulum, peningkatan intensitas penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas harian, penguatan sarana pembelajaran, serta sistem evaluasi progra
IMPLEMENTASI METODE ACTION SILENT DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTs.NU SABILUL MUTTAQIN JEPANG MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Penelitian ini bermaksud melihat kemampuan siswa di MTs. NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Fokus penelitian ini dijabarkan menjadi pertanyaan; 1) Bagaimana implementasi metode Action Silent dalam mengembangkan kemampuan berfikir analitis siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII A di MTs. NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus tahun pelajaran 2015/2016?; 2) Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat Implementasi Action Silent dalam mengembangkan kemampuan berfikir analitis siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII A di MTs. NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap instansi terkait yaitu, MTs. NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus mengenai implementasi metode pembelajaranAction Silent, kemudian observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari kepala smadrasah, guru, dan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan yakni terkait dengan suasana proses pembelajaran SKI di kelas VII A, dan penerapan metode pembelajaran Action Silent pada mata pelajaran SKI.
Dari hasil analisis data dapat diperoleh temuan-temuan penelitian sebagai berikut: Pertama, proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs. NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus menggunakan metode Action Silent yaitu metode hening dalam melakukan aktivitas. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas menulis, dengan cara pendidik tidak banyak bicara atau diam, pendidik hanya memberi penjelasan seminim mungkin selanjutnya akan dikembangkan
sendiri oleh peserta didik. Metode pembelajaran yang menekankan pada kreativitas siswa, berfikir analitis, menganalisis suatu materi pembelajaran yang dituangkan dalam tulisan lalu menerangkan / mempresentasikan materi kepada temannya didepan kelas. Metode pembelajaran tersebut bertujuan untuk melatih mental siswa agar berani berbicara didepan kelas. Kedua, proses pembelajaran di MTs.NU Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus menggunakan metode Action Silent terdapat faktor yang mendukung yaitu tingkat intelegensi peserta didik yang baik, adanya kreativitas peserta didik, dan fasilitas pembelajaran yang mendukung, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan musholla, sedangkan faktor yang menghambatnya yaitu adanya kurang perhatian dari pihak keluarga siswa,tetapi semua hal itu dapat diatasi guru dengan memotivasi dan menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan peserta didik.
Kata kunci : Action Silent, Kemampuan Berfikir Analitis, Sejarah Kebudayaan Isla
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI DISTRIBUSI RASKIN DI KELURAHAN TEMPULING KECAMATAN TEMPULING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Program distribusi raskin merupakan program pemerintahyang memiliki tujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin di Kelurahan Tempuling Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Hal ini menjadi latar belakang sehingga perlu dilakukan kajian untuk melihat efektivitas dan efisiensi distribusi raskin agar penerima raskin memperoleh manfaat maksimal dari program distribusi raskin. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui perbedaan harga antara harga patokan pemerintah dan harga ditingkat rumah tangga penerima raskin di Kelurahan Tempuling, (2) Untuk mengetahui tingkat efektivitas program raskin di Kelurahan Tempuling, (3) Untuk mengetahui tingkat efisiensi distribusi raskin di Kelurahan Tempuling. Pengambilan sampel dilakukan dengan rumus Slovin.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perbedaan harga antara harga patokan pemerintah dan harga di tingkat rumah tangga penerima raskin sebesar Rp. 600,-. (2) Program distribusi raskin tidak efektif dengan rata-rata tingakat efektivitas 31 %. (3) Program distribusi raskin efisien dengan nilai efisiensi 0,15
Problematika Menulis Puisi Siswa SD Kelas V SDN Kidal KAbupaten Malang
ABSTRAK Rubiah. 2016. Problematika Menulis Puisi Siswa SDN Kidal. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.Kemampuan menulis puisi merupakan salah satu kemampuan bersastra yang perlu dimiliki oleh seorang siswa. Memiliki kemampuan menulis puisi tidak semudah yang dibayangkan orang. Keluhan terhadap kemampuan menulis puisi banyak terjadi pada siswa khususnya. Kemampuan menulis puisi siswa masih jauh dari memadai. Berbagai aspek yang mempengaruhi kemampuan menulis puisi pada siswa antara lain kurangnya motivasi dalam belajar, siswa kurang mampu mengembangkan ide, kurangnya kosa kata yang dimiliki siswa dan siswa kurang mampu menulis puisi. Dalam menulis puisi, siswa semestinya memperhatikan unsur-unsur yang terdapat di dalam puisi agar puisi yang ditulis menjadi lebih indah. Namun jika siswa tidak mampu menulis puisi dengan memanfaatkan unsur-unsur puisi, hal tersebut mungkin karena adanya faktor-faktor yang membuat siswa merasa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif pemecahan menulis puisi untuk siswa.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif karena data yang dihasilkan berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal beserta alternatif pemecahannya. Sumber data utama dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal yang diperoleh melalui wawancara kepada siswa kelas V SDN Kidal. sumber data pendukung berupa deskripsi angket yang diberikan kepasa siswa. Sedangkan data penunjang dalam penelitian ini berupa deskripsi wawancara dengan guru. Serta dokumen yang digunakan sebagai alternatif pemecahan problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal. Data tersebut selanjutnya dianalisis, dideskripsikan, dan diambil kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal terbagi menjadi dua bagian, yaitu problematika pada tahapan menulis puisi dan faktor internal yang menjadi penyebab problematika menulis puisi. Problematika pada tahapan menulis puisi dibagi menjadi tujuh, yaitu pembebasan tema, pembatasan tema, kesulitan merangkai, kesulitan membahasakan ide baru, kesulitan menentukan judul, kesulitan menyesuaikan tema, dan kesulitan menentukan diksi. Faktor internal penyebab problematika menulis puisi oleh siswa adalah motivasi siswa yang kurang dalam menulis puisi serta wawasan siswa yang kurang terhadap manfaat menulis puisi. Dari problematika tersebut dijelaskan mengenai alternatif pemecahannya. Alternatif pemecahan yang bersumber dari guru. Guru menggunakan metode dan media yang menarik dan sesuai dengan pembelajaran.Problematika menulis puisi siswa dapat dilihat ketika pemberian tema. Dalam pemberian tema terdapat siswa yang kesulitan ketika mendapat tema yang bebas sebaliknya ada siswa yang merasa kesulitan saat mendapat tema yang ditentukan. Setelah kesulitan tersebut siswa dihadapkan pada kesulitan merangkai ide yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan. Siswa sulit membahasakan ide-ide baru. Setelah lepas dari merangkai siswa sulit menentukan judul dan diksi yang sesuai. Tidak berhenti pada problematika tersebut, saat puisi siswa utuh siswa takut akan ketidaksesuaian tema dengan puisi yang telah dibuat. Dalam hal ini guruberperan dalam memberikan batasan tema yang akan digunakan.Faktor internal penyebab problematika menulis puisi dapat diketahui melalui motivasi dan wawasan yang dimiliki dalam menulis puisi. Ketidaktertarikan siswa menjadi salah satu penyebab lemahnya motivasi siswa dalam menulis puisi. Sehingga minat yang kurang tersebut juga mempengaruhi kepuitisan puisi siswa. Siswa yang berminat cenderung dapat menulis bahasa yang indah dalam puisinya begitupun sebaliknya. Serta ketidaktahuan siswa tentang manfaat menulis puisi yang menjadikan siswa enggan untuk menulis puisi. Penyebab selanjutnya yaitu wawasan siswa mengenai menulis puisi. Wawasan siswa yang kurang terhadap menulis puisi menjadikan siswa mengalami kesulitan saat menuliskan puisi. Siswa perlu memperbanyak buku mengenai menulis puisi ataupun membaca beragam jenis puisi agar memiliki kosakata yang cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disusun kegunaan sebagai referensi bagi guru sebelum mengajarkan puisi. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai rujukan bagi penulis buku yang ingin menulis buku tentang problematika menulis puisi. Bagi peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini dengan masalah penelitian yang berbeda dan lebih mendalam lagi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
