156 research outputs found
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Menggunakan Analisis Rantai Nilai dan Sumber Penghidupan
Kopi merupakan komoditas global yang dengan nilai tambah dan potensi ekspor untuk negara-negara penghasil kopi. Sektor kopi Indonesia didominasi oleh produsen kecil. Pulau Flores- Propinsi Nusa Tengga Timur termasuk di Desa Baofeo, dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas tinggi namun produksinya rendah. Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan pendapatan petani kopi di Desa Baofeo. Analis rantai nilai dan sumber penghidupan digunakan dalam studi ini. Data-data dikumpulkan melalui wawancara dengan pelaku budi daya di dalam rantai nilai, FGD, dan workshop validasi dengan stakholder terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani Boafeo dari kopi masih tergolong rendah. Rendahnya penghasilan ini disebabkan oleh produktivitas yang rendah rendah (300kg/ha) dibandingkan dengan potensi yang dapat dicapai (1.000 kg/ha) dan rendahnya harga jual kopi. Industri pengolahan yang ada di desa belum memberikan kontribusi terhadap perbaikan harga biji kopi petani, dan keberadaan pasar kopi spesial dengan harga yang baik di Flores belum dapat diakses oleh petani
KONSEP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PANDANGAN ABDUR RAUF AS-SINGKILI
Tarjuman Al-Mustafid is the first book of Tafsir 30 juz in the archipelago, which became a guide for the people of Aceh at that time. The Kingdom of Aceh Darussalam was founded in 1496-1903, ruling for 407 years. Of the royal leaders (sultans) there were four sultanates who led successively, and Abdur Rauf As-Singkili as Qadhi malik al'amin who was appointed by the first sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin johan sovereign in 1661. Abdur Rauf was appointed and give responsibility as Qadhi, advisor, and religious interpreter of the kingdom. What are his thoughts in his commentary book Tarjuman Al-Mustafid, is the interpretation of the verse about leadership influenced by royal politics? The author is interested in writing this theme to find out the interpretation of the verses of the Koran about leadership according to Abdur Rauf As-Singkili, and to know the concept of women's leadership according to Abdur Rauf As-Singkili. The results of the study prove that Abdurrauf's interpretation of the leader in QS. An-Nisa' verses: 19, 20, 34 and 58, are not influenced by royal politics. Abdurrauf does not interpret that a woman can be a leader. However, his activities in the kingdom with his position as Kadhi Malik Al 'Adil, Abdurrauf has the responsibility as an advisor to the Sultanah as well as the application of law in the Kingdom of Aceh Darussalam. he allowed a woman to be the leader. This can be seen in several events and his work. Abdurrauf issued a fatwa to challenge the campaign of the embodiments who wished to overthrow Sultanah's position, and in his book Miraatul Thulab in his preamble there is a commendation of Sultanah Safiatuddin, "A very great sultan and a very noble king, namely your Majesty Seri Sulthanah Tajul Alam Safiatuddin Syah Sovereign Dhillullah fi NatureTarjuman Al-Mustafid merupakan kitab Tafsir 30 juz pertama di Nusantara, yang menjadi pedoman bagi rakyat Aceh pada masa itu. Kerajaan Aceh Darussalam berdiri pada tahun 1496-1903, berkuasa selama 407 tahun. Dari para pemimpin kerajaan (sultan) terdapat empat orang sultanah yang memimpin secara berturut-turut, dan Abdur Rauf As-Singkili sebagai Qadhi malik al’amin yang diangkat oleh sultanah pertama Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin johan berdaulat pada tahun 1661. Abdur Rauf diangkat dan beri tanggung jawab sebagai Qadhi, penasehat, dan serta juru keagamaan kerajaan. Bagaimana pemikiran beliau dalam kitab tafsirnya Tarjuman Al-Mustafid, apakah penafsiran ayat tentang kemimpinan dipengaruhi oleh politik kerajaan?. Penulis tertarik untuk menullis tema ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Al-Quran tentang kemimpinan menerut Abdur Rauf As-Singkili, dan untuk mengetahui konsep kepemimpinan perempuan menerut Abdur Rauf As-Singkili. Hasil penelitian membuktikan bahwa penafsiran Abdurrauf tentang pemimpin pada QS. An-Nisa’ ayat: 19, 20, 34 dan 58, tidak dipengaruhi oleh politik kerajaan. Abdurrauf tidak menafsirkan bahwa seorang perempuan boleh menjadi seorang pemimpin. Namun aktivitasnya pada kerajaan dengan jabatannya sebagai Kadhi Malik Al ‘Adil, Abdurrauf memiliki tanggung jawab sebagai penasehat Sultanah sekaligus sebagai penerapan hukum di Kerajaan Aceh Darussalam. beliau membolehkan seorang perempuan menjadi pemimpin. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa peristiwa dan karyanya. Abdurrauf mengeluarkan fatwa untuk menantang kampanye kaum wujudiyah yang berkeinginan untuk menjatuhkan jabatan Sultanah, dan dalam karyanya kitab Miraatul Thulab dalam mukaddimahnya terdapat sanjungan terhadap Sultanah Safiatuddin, “Sultan yang amat besar dan raja yang amat mulia, yaitu paduka Seri Sulthanah Tajul Alam Safiatuddin Syah Berdaulat Dhillullah fi Alam.
Studi Dampak Proyek Mikrokeuangan Pasca Gempa bumi Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
To respond the impact ofY ogyakarta earthquake May, 272006 in finance sector and SMEs, one of collaboration institution of Indonesia - Germany designed three main sub component project interventions. One of sub components is in the form of fund loan which is proposed as a productive loan to SMEs
The objectives of the research is to figure out how far the project of micro finance support has effect on the recovery process of productive SMEs with low income of earthquake victims.
The research is the empirical research by using the approach of condition of the beneficiaries "before and after treatment" that is the condition of the respondents when the earthquake happened or before the project and the condition when the project impact assessment is held.
The respondents of the research are clients (beneficiaries) and non-clients. The selection of the respondents was be done through survey approach that is the respondents was be decided sysistematic random sampling. Impact study in the level of client was be done by the approach "with and without treatment" i.e. comparing the condition of the respondents who got the credit and they who did not (non beneficiaries) as control. Non-clients respondents were selected by purposive sampling by using simillar criteria with client respondenst.
The research has found that the program has give benefit and impact to clients. Client\u27s business get betterIt can be seen from the improvement of the business before and after the getting the loan. However, the improvement is not significant. The improvement of client\u27s business is higher than that of non-customer (control). However, the difference of the improvement is not significant. The household economic stability of the clients is increased better than that of non-client. Nevertheless, the difference of the improvement is not significant.
Key word: Earthquake, Microfinance, impac
Tsunami, Migrasi Terpaksa, Dan Rencana pengungsi di Aceh Barat dan Nagan Raya
ABSTRAK
Research of the forced migration and Internal Displaced Persons (IDPs) intentions after the tsunami disaster in Aceh Barat and Nagan Raya districts of NAD is focusing on some questions regarding the migration patterns and \u27DP households plans related to their home stay and occupation plans in next three months. This research used cluster sample survey with probability proportional to size (PPS) and the figures and locations for IDPs whith provided by the 77111 (Indonesian National Army) as January of 23,2005 as a sample frame. Research found that IDPs tend to stay in the near area to their original place.
Keywords: IDPs, tsunami, and forced migratio
TSUNAMI, MIGRASI TERPAKSA, DAN RENCANA PENGUNGSI DI ACEH BARAT DAN NAGAN RAYA
Research of the forced migration and Internal Displaced Persons (IDPs) intentions after the tsunami disaster in Aceh Barat andNagan Raya districts of NAD is focusing on some questions regarding the migration patterns and IDP households plans related to their home stay and occupation plans in next three months. This research used cluster sample survey with probability proportional to size (PPS) and the figures and locations for IDPs whith provided by the TNI (Indonesian National Army) as January of23,2005 as a sample frame. Research found that IDPs tend to stay in the near area to their original place
Longitudinal Livelihood Study: A Case Study of Traditional Weavers in Grogol Village, Weru Subdistrict, Sukoharjo Regency, Central Java
Dampak Gempa Lombok dan Sumbawa 2018 Terhadap Sumber Penghidupan dan Strategi Kelangsungan Hidup Keluarga Korban
Abstrak. Gempa Lombok dan Sumbawa 2018 mengakibatkan 564 kematian, 1.584 luka-luka, dan 396.032 warga mengungsi. Selain itu, gempa tersebut merusak 239.954 rumah. Studi ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh dampak gempa terhadap sumber penghidupan keluarga korban dan stategi kelangsung hidup mereka pasca gempa. Studi ini menggunakan data mentah dari survei rumah tangga korban yang dilakukan oleh UNDP. Jumlah sampel yang adalah 770 keluarga yang diambil secara sistematik random sampling dari daftar keluarga korban gempa di 7 kecamatan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Studi ini menemukan bahwa gempa berdampak pada penghidupan 74,32% rumah tangga yang tersebar di seluruh kabupaten. Dampak paling signifikan adalah berkurangnya pendapatan, kehilangan pekerjaan, berkurangnya kemampuan fisik untuk bekerja, hilangnya pemasok dan pasar. Dampak tersebut bervariasi antar kabupaten/kota. Untuk mengatasi terganggunya sumber mata pencaharian, kegiatan/upaya keluarga korban antara lain meminjam, mengurangi konsumsi, menjual aset, dan berganti pekerjaan. Abstract.The 2018 Lombok and Sumbawa earthquakes resulted in 564 deaths, 1,584 injuries, and 396,032 residents displaced. Also, the earthquake damaged 239,954 houses. This study is conducting to examine further the impact of the earthquake on the livelihoods and livelihood strategy. This study uses raw data from the household survey. The total sample was 770 families taken by systematic random sampling from a list of earthquake victim families in 7 districts. Data were analyzed descriptively quantitatively. This study found that the earthquake's impact on livelihoods for 74.32% household spread across all districts. The most significant impact is reduced income, loss of employment, reduced physical ability to work, loss of suppliers and markets. These impacts vary between districts/cities. To overcome the disruption to their livelihood sources, the survivor's family's activities/efforts include borrowing, reducing consumption, selling assets, and changing jobs.
ANALISIS KONTEKS WILAYAH TERHADAP PERCERAIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR
Kajian terhadap terjadinya perceraian lebih banyak dilihat dari faktor individual dan rumah tangga dan kurang banyak dikaji dari aspek konteks wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks wilayah dengan menganalisis kecenderungan dan sebaran spasial tingkat perceraian di Jawa Timur tahun 2012-2020 dan menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi wilayah dengan tingkat perceraian di Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik. Analisis kecenderungan dan persebaran tingkat perceraian di Jawa Timur dilakukan secara deskriptif dan menggunakan indeks Hoover. Sementara itu, analisis hubungan antara tingkat perceraian dengan faktor sosial ekonomi wilayah menggunakan uji korelasi Pearson. Penelitian ini menemukan adanya peningkatan tingkat perceraian di Jawa Timur dari tahun 2012-2020 dengan persebaran tingkat perceraian yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu. Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya indeks Hoover. Faktor konteks wilayah di Jawa Timur yang berhubungan signifikan dengan tingkat perceraian adalah rata-rata lama sekolah dan persentase penduduk miskin. Perceraian memiliki korelasi positif dengan rata-rata lama sekolah dan sementara memiliki korelasi negatif dengan persentase penduduk miskin. Penelitian ini merekomendasikan cara mengurangi tingkat perceraian di Jawa Timur, yaitu tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki tingkat pendidikan dan kemakmuran penduduk, tetapi juga memperbaiki kualitas pendidikan dan mendorong dekonsentrasi pendidikan dan kemakmuran
Knowledge base system menggunakan metode forward chaining berbasis website untuk deteksi kesehatan mental
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Deteksi Kesehatan Mental Berbasis Knowledge Base System dan Website Menggunakan Metode Forward Chaining. Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kesehatan mental masyarakat, sementara penggunaan media sosial juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Diagnosis mandiri semakin umum dilakukan sebagai respons terhadap kurangnya kepercayaan terhadap dokter. Oleh karena itu, pengembangan sistem ini menjadi penting untuk membantu dalam mengidentifikasi gejala-gejala penyakit mental dan memberikan rekomendasi penanganan dini. Metode Forward Chaining digunakan untuk menganalisis gejala-gejala dan mencari pola-pola yang mengarah pada diagnosis yang tepat. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai sebesar 87.5%, yang mengindikasikan bahwa sistem yang telah dikembangkan berada dalam kategori "Sangat Baik" dan dinyatakan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan upaya deteksi dini, pemahaman, dan penanganan kesehatan mental
KRISIS EKONOMI DAN PERGESERAN PEMANFAATAN ANGKATAN KERJA PEREMPUAN: KASUS DI DKI JAKARTA
Issues on marginalization of women in labour market have always become an important discussion in developing countries. The success of economic development represented by high economic growth for some extend has even been argued as factor behind the low role of women in labour market. Does it mean that when economic growth decrease women participation in labour market will be better? In fact the economic crisis hit Indonesia since 1997, which lower the economic growth becoming minus, put women as first victim. Their role in labor market were even worsening. At least the evidence can be seen from the result of this study. Their participation in labour market is increasing, but it can not be interpreted as a better condition! maight be true that women were forced to enter labour market because of economic pressure in the household due to the crisis
- …
