204 research outputs found

    STRATEGI PERSONAL BRANDING GRUP MUSIK DIINSTAGRAM (STUDI KASUS: AKUN INSTAGRAM @NALLAROFFICIAL)

    No full text
    ABSTRAK (A) Rizky Bagus Cahya Putra/915200067 (B) STRATEGI PERSONAL BRANDING GRUP MUSIK DI INSTAGRAM (STUDI KASUS: AKUN INSTAGRAM @NALLAROFFICIAL) (C) xvi+ 55 halaman, Tahun 2023, table 1, gambar 21, Lampiran 7 (D) Public Relations Abstrak: Nallar merupakan grup musik yang baru berkembang di Indonesia yang terdiri dari tiga (3) personil, dengan membawa aliran Pop, rhythm & blues (R&B). Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana Nallar menggunakan personal branding dengan memanfaatkan media sosial Instagram, sebagai penunjang Nallar dalam berkarya di industri musik guna memperkenalkan grup musik Nallar pada khalayak ramai, penelitian ini menggunakan teori personal branding dengan beberapa aspek yang ada yang di usung oleh Peter Montoya, sebagai landasan dalam pembuatan penelitian ini. Penelitian yang peneliti teliti juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dan memiliki hasil penelitian yaitu pada melakukan personal branding grup musik Nallar menggunakan delapan (8) aspek dari Peter Montoya dalam menunjang kegiatannya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Pentingnya penelitian ini di teliti karena guna menjadi acuan para pemain musik atau musisi diluar dalam melakukan kegiatan personal branding nya. Lalu kesimpulan dari penelitian ini terdapat bahwa Nallar melakukan kegiatan personal branding nya dengan membuat konten-konten menarik dengan memanfaatkan fiturfitur yang terdapat pada Instagram dengan menggunakan beberapa aspek yang tersebut diatas untuk menarik audience atau pengguna Instagram juga untuk menjadi contoh grup musik di Indonesia dalam berkarya, dengan tujuan grup musik Nallar bisa lebih dikenal dengan karya yang di buatnya Kata Kunci: Nallar, Grup musik, Media sosial, Instagram, Personal branding (E) Farid Rusdi, S.S., M.S

    STRATEGI PERSONAL BRANDING GRUP MUSIK DIINSTAGRAM (STUDI KASUS: AKUN INSTAGRAM @NALLAROFFICIAL)

    No full text
    ABSTRAK (A) Rizky Bagus Cahya Putra/915200067 (B) STRATEGI PERSONAL BRANDING GRUP MUSIK DI INSTAGRAM (STUDI KASUS: AKUN INSTAGRAM @NALLAROFFICIAL) (C) xvi+ 55 halaman, Tahun 2023, table 1, gambar 21, Lampiran 7 (D) Public Relations Abstrak: Nallar merupakan grup musik yang baru berkembang di Indonesia yang terdiri dari tiga (3) personil, dengan membawa aliran Pop, rhythm & blues (R&B). Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana Nallar menggunakan personal branding dengan memanfaatkan media sosial Instagram, sebagai penunjang Nallar dalam berkarya di industri musik guna memperkenalkan grup musik Nallar pada khalayak ramai, penelitian ini menggunakan teori personal branding dengan beberapa aspek yang ada yang di usung oleh Peter Montoya, sebagai landasan dalam pembuatan penelitian ini. Penelitian yang peneliti teliti juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dan memiliki hasil penelitian yaitu pada melakukan personal branding grup musik Nallar menggunakan delapan (8) aspek dari Peter Montoya dalam menunjang kegiatannya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Pentingnya penelitian ini di teliti karena guna menjadi acuan para pemain musik atau musisi diluar dalam melakukan kegiatan personal branding nya. Lalu kesimpulan dari penelitian ini terdapat bahwa Nallar melakukan kegiatan personal branding nya dengan membuat konten-konten menarik dengan memanfaatkan fiturfitur yang terdapat pada Instagram dengan menggunakan beberapa aspek yang tersebut diatas untuk menarik audience atau pengguna Instagram juga untuk menjadi contoh grup musik di Indonesia dalam berkarya, dengan tujuan grup musik Nallar bisa lebih dikenal dengan karya yang di buatnya Kata Kunci: Nallar, Grup musik, Media sosial, Instagram, Personal branding (E) Farid Rusdi, S.S., M.S

    Struktur Cerkak Ing Kene Ana Cahya

    No full text
    Javanese short stories are one of the genres in modern Javanese literature. Short stories (short stories) in modern Javanese literature are called cekak stories (cerkak). The focus of the study of Javanese short stories is short stories contained in Javanese magazines, such as Jaya Baya magazine and Panyebar Semangat magazine. One of the stories that has pana magazine panjebar semangat is a cerkak entitled ""Ing Kene Ana Cahya" " by Sri Setya Rahayu. This research uses an objective approach and uses the theory of Structuralism. Based on the analysis of Structuralism in "Ing Kene Ana Cahya" ing, it can be concluded that the cerkak uses a mixed flow. In the character element, there are several figures, namely Widuri, Suryadi and Pak Tamin. The background element is divided into two, namely the setting of the place and the background of time, the setting where the event occurs is on the House and Street, the background time on the story of "Ing Kene Ana Cahya" occurs during the day. The point of view used in the story here is the third person point of view, where the author tells about the main character who experiences the events that occur

    Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRACT Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya PribadiRizky Cahya Purnama. 2016. Tari Gandrung Banyuwangi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Gaya Pribadi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.Kata Kunci: Tari Gandrung Banyuwangi, Inspirasi, Penciptaan Lukisan, Gaya PribadiGandrung merupakan sebuah tarian yang dahulunya di pentaskan pada suatu penyelenggaraan upacara di istana Majapahit, yaitu bentuk tarian istana yang dikenal dengan istilah ”juru I angin” yaitu seorang wanita yang menari sambil menyanyi dengan sangat menarik. Bentuk tarian inilah yang mungkin sebagai asal- usul dari perkembangan kesenian gandrung. Hal ini dapat dibuktikan bahwa penari Gandrung selalu diikuti oleh seorang pemain kluncing yang selalu melawak dengan bentuk – bentuk  lawakan yang berhubungan dengan tarian Gandrung yang sedang dimainkan. Ciri unsur keistanaan yang terdapat dalam bentuk kesenian Gandrung dapat dibuktikan sampai sekarang, antara lain dalam hal busana ( pakaian ), rias dan bentuk – bentuk nyanyiannya, yaitu bentuk teknis pembawaan lagu – lagu atau vokal pada jaman kehidupan kerajaan – kerajaan Blambangan pada jaman dahulu.Pada penciptaan karya seni lukis ini pencipta mendapatkan inspirasi dan gagasan dari tari gandrung dikerenakan kekaguman si pencipta terhadap masyarakat Banyuwangi yang senantiasa  melestarikan tradisi, adat - istiadat, dan budayanya hingga saat ini. Harapan pencipta dengan mengangkat tari gandrung dalam karya lukis adalah ikut serta mengenalkan tradisi warisan leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Yang mulanya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mengerti menjadi mengerti akan keberadaan kebudayaan tari gandrung Banyuwangi. Proses dalam penciptaan karya lukis ini bermula dari perancangan konsep yang di dalamnya terdapat ide atau gagasan, tema, dan obyek yang akan diciptakan. Setelah itu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk proses visualisasi yaitu membuat sketsa di atas kertas sebelum pada akhirnya dpindahkan pada media kanvas. Tahapan pertama pada media kanvas adalah menggunakan teknik block dengan menggunakan warna yang sudah ditentukan. Tahapan yang kedua menggunakan teknik dusel dan dilanjutkan dengan tahapan yaitu proses pemberian kesan gelap terang, pencahayaan, penegasan objek dan detail objek tahap yang terakhir yaitu menempel kain batik atau dengan teknik kolase.Hasil dari penciptaan karya lukis ini adalah visualisasi objek (tari gandrung) dengan menggunakan gaya pribadi pencipta. Dalam penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis dengan media estetik berupa garis, warna, tekstur, bentuk dan ruang sebagai simbolisasi dari konsep, media fisik berupa kanvas, cat akrilik, dan kain batik khas Banyuwangi. Menggunakan empat teknik yaitu teknik block, dusel, detail garis untuk cahaya, gelap terang, dan penegasan bentuk serta yang terakhir teknik tempel atau kolase. Berdasarkan hasil penciptaan diharapkan dapat memberikan pengalaman baik berupa wujud, proses maupun kreativitas melalui pemikiran pencipta dalam berkarya seni

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN TEMPE STUDI KASUS PADA UMKM RIZKY JAYA DI KOTA BATU

    No full text
    The development of the agro-industry in Batu City has spurred the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), including those involved in tempeh processing. However, many MSMEs have not conducted comprehensive financial feasibility assessments to ensure business sustainability. This study aimed to analyze the financial feasibility of the tempeh processing business at UMKM Rizky Jaya and test its resilience to cost fluctuations through sensitivity analysis. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document studies. A Feasibility analysis utilized indicators such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Break-Even Point (BEP), and Revenue Cost Ratio (R/C). The business generates an annual net profit of IDR 262,645,791 with an NPV of IDR 607,995,760 (at a 10% discount rate), IRR of 90%, PP of 389 days, BEP of 10,395 units, and R/C Ratio of 1.35. The tempeh processing business at UMKM Rizky Jaya is financially viable and shows strong resilience to market fluctuation risks. This study recommends the need for product diversification and technology utilization to enhance long-term competitiveness

    Pemanfaatan Fermentasi Kotoran Ternak Sebagai Media Tumbuh Cacing Sutera (Tubifex sp.).

    No full text
    Limbah ternak merupakan salah satu faktor pencemar lingkungan dikarenakan masih terdapatnya nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah ternak sebagai media tumbuh cacing sutera sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan limbah ternak ke lingkungan. Limbah ternak yang terdiri dari kotoran puyuh, kotoran ayam dan kotoran sapi kemudian difermentasi, ditambah lumpur tanah dan dialiri air. Penggunaan fermentasi kotoran ternak sebagai media tumbuh cacing sutera (Tubifex sp.) dengan kotoran burung puyuh, kotoran ayam, dan kotoran sapi menunjukkan semua fermentasi kotoran ternak yang digunakan memberikan hasil yang positif terhadap pertumbuhan cacing sutera

    Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Pemain Basket Menggunakan Simple Additive Weighting (Saw)

    No full text
    Penerepan metode Simple Additive Weighting dalam sistem pendukung keputusan seleksi pemain basket ini mampu menentukan pemain yang cocok sesuai dengan pelatih berdasarkan skor setiap kriteria yang nantikan akan digunakan rumus Nomalisasi untuk menormalisasiskan nilai pada tiap skor kriteria. Setelah tahap normalisasi kemudian perhitungan akan dilanjutkan penghitungan nilai preferensi menggunakan rumus Preferensi pada tiap data normalisasi. Perangkingan dilakukan berdasarkan nilai preferensi dan data yang diiuji diurutkan berdasarkan nilai preferensi tertinggi yang kemudian di seleksi 3 teratas berdasarkan nilai preferensi pada setiap posisi, setelah setiap posisi mendapatkan 3 teratas, maka sistem memberikan 15 pemain yang lolos seleksi . Pada penelitian ini metode Simple Additive Weighting memiliki tingkat akurasi yang tinggi yaitu 100% dengan pengambil keputusan tetap pada decision maker-nya atau pelatih

    Pemanfaatan Fermentasi Kotoran Ternak Sebagai Media Tumbuh Cacing Sutera (Tubifex sp.).

    No full text
    Limbah ternak merupakan salah satu faktor pencemar lingkungan dikarenakan masih terdapatnya nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah ternak sebagai media tumbuh cacing sutera sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan limbah ternak ke lingkungan. Limbah ternak yang terdiri dari kotoran puyuh, kotoran ayam dan kotoran sapi kemudian difermentasi, ditambah lumpur tanah dan dialiri air. Penggunaan fermentasi kotoran ternak sebagai media tumbuh cacing sutera (Tubifex sp.) dengan kotoran burung puyuh, kotoran ayam, dan kotoran sapi menunjukkan semua fermentasi kotoran ternak yang digunakan memberikan hasil yang positif terhadap pertumbuhan cacing sutera

    MAKNA KHALIFAH MENURUT SAYYID QUTHB DAN ROKHMAT S LABIB (Studi Komparatif)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian dengan nama Desi Cahya Rizky prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dengan judul “Makna Khalifah Menurut Sayyid Quthb (1906-1966 M) Dan Rokhmat S.Labib (1971 M) (Study Komperatif)” Manusia merupakan makhluk yang dianugrahi kesempurnaan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk Allah yang lain. Salah satu keistimewaan yang paling utama yamg dimiliki maanusia adalah akal. Kelebihan inilah yang membuat manusia memilki tanggungjawab berbeda dengan makhluk Allah yang lain. Tanggung jawab yang diemban manusia erat kaitannya dengan kapasitas manusia sebagai khalifah di bumi. Untuk itulah dalam penelitian ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang:1. Bagaimana penafsiran Sayyid Quthb dan Rokhmat S.Labib mengenai ayat-ayaat tentang khalifah, 2. Bagaimana analisis tentang khalifah atas pikiran `Sayyid Quthb dan Rokhmat S.Labib dalam kehidupan kontemporer. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat kepustakaan yang langkah-langkahnyaa melalui penggalian dan penelusuran terhadap kitab-kitab, buku-buku, catatan-catatan yang berubungan dengan penelitian ini. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode bersifat deskriptif analisis komperatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantaranya: Kata khalifah dengan makna pemimpin, dan seorang pemimpin itu berfungsi sebagai pemegang amanah untuk menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya untuk mengelola bumi dengan segenap potensi yang dimilikinya. Penafsiran dari surah Al-Baqarah ayat 30 berisi tentang kemuliaan bani Adam beserta anak dan cucunya dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah atau pemimpin di masa sekarang jauh dari yang diharapkan dalam Islam, sebagai seorang Islam kita harus bertanggungjawab atas diri sendiri, masyarakatnya. Sebagai pemimpin harus mengutamakan rakyatnya, baik dalam segi apapun

    Manajemen sarana dan prasarana dalam mengembangkan multiple intelligence peserta didik

    Full text link
    INDONESIA: Karya tulis ini menjelaskan permasalahan pengelolaan sarana dan prasarana dalam mengembangkan kecerdasan majemuk siswa. Penulis pun memberikan penjelasan yang luas dan mendalam mengenai hal tersebut. Keberhasilan suatu KBM sangat dipengaruhi oleh kondisi dan optimalisasi pengelolaan serta pemanfaatan sarana dan prasarana lembaga pendidikan. Dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan perlu dilakukan perencanaan yang matang, pengadaan yang tepat, penataan yang efisien, pemanfaatan yang optimal dan penghapusan yang terencana. Konsep Multiple Intelligences (MI) menekankan pada keunikan setiap individu dan selalu mencari kelebihan pada setiap siswa. Sarana dan prasarana merupakan faktor yang sangat berharga dalam melaksanakan tujuan pendidikan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk siswa. Karya tulis ini membahas menegnai problematika manajemen sarana dan prasarana dalam mengembangkan multiple intelligence peserta didik. Penulis pun memberikan penjelasan yang luas dan mendalam mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, buku ini penting dibaca dan dijadikan referensi bagi siswa, guru, kepala sekolah, dosen, konsultan dan pengambil kebijakan terkait yang ingin mampu mengembangkan keberhasilan sembilan kecerdasan majemuk siswa dalam dan mewujudkan pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan. Buku ini mengupas tujuh bab mulai dari Bab 1 pendahuluan hingga Bab 7 penutup. Pada bab pertama buku ini dipaparkan latar belakang pembahasan yang dibahas penulis. Bab 2 membahas tentang teori kecerdasan majemuk yang dijelaskan secara universal dan dalam konsep kajian Islam. Bab 3 memaparkan konsep pengelolaan fasilitas yang memuat definisi, prinsip dan ruang lingkup dalam pembahasan terkait. Bab 4 terkait pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Bab 5 berkaitan dengan sarana dan prasarana berbasis kecerdasan majemuk dalam meningkatkan kreativitas siswa. Bab 6 kecerdasan majemuk dalam terminologi Islam dan Bab 7 terkait studi lapangan disajikan di 3 lembaga pendidikan. ENGLISH: developing students' multiple intelligences. The author also provides a broad and in-depth explanation regarding this matter. The success of a KBM is greatly influenced by the conditions and optimization of management and utilization of educational institution facilities and infrastructure. In the management of educational facilities and infrastructure, it is necessary to carry out careful planning, appropriate procurement, efficient arrangement, optimal use and planned elimination. The concept of Multiple Intelligences (MI) emphasizes the uniqueness of each individual and always looks for strengths in each student. Facilities and infrastructure are very valuable factors in implementing educational goals to develop students' multiple intelligence. This paper collected For problems of management of facilities and infrastructure in developing students' multiple intelligences. The author also provides a broad and in-depth explanation regarding this matter. Therefore, this book is important to read and be used as a reference for students, teachers, principals, lecturers, consultants and related policy makers who wish to be able to develop the success of the nine multiple intelligences of students in and actualize the management of educational institutions' facilities and infrastructure. This book examines seven chapters starting from Chapter 1 introduction to Chapter 7 concluding. In the first chapter of this book, the background to the discussion discussed by the author is presented. Chapter 2 discusses the theory of multiple intelligence which is explained universally and in the concept of Islamic studies. Chapter 3 presents the concept of facilities management which consists of definitions, principles and scope in related discussions. Chapter 4 is related to management of facilities and infrastructure in multiple intelligence-based learning. Chapter 5 is related to multiple intelligence-based facilities and infrastructure in increasing student creativity. Chapter 6 multiple intelligence in Islamic terminology and Chapter 7 related to field studies presented at 3 educational institutions. ARABIC: يشرح هذا البحث مشاكل إدارة المرافق والبنية التحتية في تنمية الذكاءات المتعددة لدى الطلاب. ويقدم المؤلف أيضًا شرحًا واسعًا ومتعمقًا بخصوص هذا الأمر. يتأثر نجاح بشكل كبير بالظروف وتحسين الإدارة واستخدام مرافق المؤسسة التعليمية والبنية التحتية. في إدارة المرافق التعليمية والبنية التحتية، من الضروري إجراء التخطيط الدقيق والمشتريات المناسبة والترتيب الفعال والاستخدام الأمثل والإزالة المخططة. يؤكد مفهوم الذكاءات المتعددة (MI) على تفرد كل فرد ويبحث دائمًا عن نقاط القوة لدى كل طالب. تعتبر المرافق والبنية التحتية عوامل قيمة للغاية في تنفيذ الأهداف التعليمية لتنمية الذكاء المتعدد لدى الطلاب. هذه الورقة تم جمعها ل مشكلات إدارة المرافق والبنية التحتية في تنمية الذكاءات المتعددة لدى الطلاب. ويقدم المؤلف أيضًا شرحًا واسعًا ومتعمقًا بخصوص هذا الأمر. لذلك، من المهم قراءة هذا الكتاب واستخدامه كمرجع للطلاب والمعلمين ومديري المدارس والمحاضرين والاستشاريين وصانعي السياسات ذوي الصلة الذين يرغبون في أن يكونوا قادرين على تطوير نجاح الذكاءات التسعة المتعددة للطلاب في تحقيق إدارة مرافق المؤسسات التعليمية والبنية التحتية. يتناول هذا الكتاب سبعة فصول تبدأ من مقدمة الفصل الأول إلى خاتمة الفصل السابع. يعرض الفصل الأول من هذا الكتاب خلفية المناقشة التي تناولها المؤلف. ويناقش الفصل الثاني نظرية الذكاءات المتعددة الموضحة عالميا وفي مفهوم الدراسات الإسلامية. ويعرض الفصل الثالث مفهوم إدارة المرافق والذي يتكون من التعاريف والمبادئ والنطاق في المناقشات ذات الصلة. ويتعلق الفصل الرابع بإدارة المرافق والبنية التحتية في التعلم القائم على الذكاءات المتعددة. ويتعلق الفصل الخامس بالمرافق والبنية التحتية القائمة على الذكاءات المتعددة في زيادة الإبداع لدى الطلاب. الفصل السادس الذكاءات المتعددة في المصطلحات الإسلامية والفصل السابع المتعلق بالدراسات الميدانية المقدمة في ثلاث مؤسسات تعليمية
    corecore