96 research outputs found
Prosedur teknik pembuatan produk kerajinan cor kuningan “UD Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi,
ABSTRAK Rifa’i Syaikhuddin, Mochammad. 2017. Prosedur teknik pembuatan produk kerajinan cor kuningan “UD Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :Drs. A.A.G Rai Arimbawa M.Sn. Kata Kunci : Kriya, Cor Kuningan, Mojokerto Potensi industri kriya cor logam merupakan salah satu hasil kerajinan di Jawa Timur. Salah satunya ada di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Diantaranya adalah cor logam kuningan benda-benda kuno peninggalan sejarah dengan program pelestarian budaya. Hasil kriya cor logam masih dipengaruhi dari kerajaan Mojopahit. Tujuan dari potensi industri ini untuk program pelestarian budaya dan kegiatan pengembangan potensi di bidang ekonomi khususnya ekonomi kreatif. Pembuatan cor kuningan adalah salah satu cara untuk melestarikan warisan benda-benda kuno. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup proses produksi, bentuk kriya cor logam, dan pemasaran cor logam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan kebahasaan dalam bentuk deskripsi dan paparan data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen pengrajin cor kuningan itu sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan Trianggulasi data. Kegiatan analisis data di mulai dari tahap I Proses pra produksi, Tahap II Proses Produksi, dan Tahap III finishing. Berdasarkan hasil analisis data tersebut di peroleh hasil penelitian prosedur proses pembuatan produk kerajinan cor kuningan “ UD. Budha Spesial” Trowulan. Proses tersebut diantaranya yaitu Pertama, tahap persiapan atau pra produksi yang diperlukan adalah alat dan bahan yang berpengaruh pada saat proses pembuatan karya kerajinan. Alat dan bahan tersebut meliputi lilin malam, tanah liat, dan bahan kuningan. Kedua, tahap produksi, pada tahap produksi ini terdapat beberapa prosedur diantaranya adalah pembuatan model awal, finishing model, ndalani, naceli, mill, mbungkus, mbakar, ngecor, mbukaki, dan proses lanjutan. Ketiga, tahap finishing yaitu tahap produksi akhir yang tahapannya hanya menggunakan gerinda dan las. Pada tahap ini pengrajin lebih banyak menggunakan teknik natural dan buatan. Untuk menambahkan keunikan tersendiri dapat melapisinya dengan cilbu pelindung semir, dan juga dengan menggunakan HCl (asam klorida) untuk menghasilkan efek kuno yang unik. Perlu adanya pengembangan gaya dan bentuk kerajinan cor kuningan ‘UD. Budha Spesial” Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, sehingga produk yang dihasilkan lebih bervariasi dan unik. Produksi kerajinan cor kuningan diperlukan pengembangan desain kerajinan cor kuningan melalui eksplorasi bentuk dan motif yang memiliki nilai artistik. Perlu adanya pemanfaatan media (alat dan bahan) yang lebih bervariasi, sehingga dapat menimbulkan kesan khusus yang diperoleh sebagai efek dan penggunaan alat dan bahan yang berbeda. Dengan adanya penelitian ini dapat menjadi acuan bagi daerah Kabupaten Mojokerto agar mengembangkan pemasaran produk cor kuningan dilingkup dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga pengrajin di daerah Kabupaten Mojokerto dapat lebih berkembang.
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DI CV JATI MULIA KAUMAN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan
Keputusan Pembelian Di CV. Jati Mulya Kauman Tulungagung ini ditulis oleh
Mochammad Faisal Rifa’i, NIM 1742143172, Pembimbing Dr. H. Dede
Nurrohman, M. Ag.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya kompetisi dalam
dunia industri mebel di Tulungagung. Melihat kondisi tersebut maka CV. Jati
Mulya memerlukan adanya perancangan strategi pemasaran produk yang tepat
agar mampu bersaing dengan industri mebel lain dan tetap mampu bertahan dalam
persaingan industri yang semakin ketat.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan
strategi pemasaran dalam meningkatkan keputusan pembelian produk di CV. Jati
Mulya Kauman Tulungagung? (2) Bagaimana faktor penghambat strategi
pemasaran dalam meningkatkan keputusan pembelian produk di CV. Jati Mulya
Kauman Tulungagung? (3) Bagaimana faktor pendukung strategi pemasaran
dalam meningkatkan keputusan pembelian produk di CV. Jati Mulya Kauman
Tulungagung?.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan metode deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti
melakukan pengecekan ulang untuk mendapatkan data yang diperoleh dan
menggunakan teknik triangulasi, dengan tujuan untuk mendapatkan kevalidan
data. Setelah itu, menganalisanya melalui reduksi data dan pembuatan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan strategi pemasaran dalam
meningkatkan keputusan pembelian di CV. Jati Mulya Kauman Tulungagung
lebih pada penekanan strategi bauran pemasaran yaitu 4P (Product, Price, Place,
Promotion) yaitu: 1) aspek produk dengan menjelaskan keunggulan produk,
produk yang beragam, dan produk yang berkualitas; 2) aspek tempat dengan
kerjasama dengan toko-toko mebel dan pemerataan yang baik dan fasilitas yang
baik; 3) aspek harga dengan cara harga sesuai dengan kualitas, dan harga
kompetitif. 4) aspek promosi dengan promosi secara offline dari mulut ke mulut,
menggunakan kartu nama, katalog, mengikuti pameran dan promosi secara online
yaitu dengan membuat akun bisnis di facebook, instagram, whatsapp dan toko
online.
Faktor penghambat strategi pemasaran dalam meningkatkan keputusan
pembelian di CV. Jati Mulya Kauman Tulungagung diantaranya yaitu 1) terlalu
banyak yang memproduksi; 2) barang mudah didapat; 3) persaingan harga. Faktor
pedukung strategi pemasaran dalam meningkatkan keputusan pembelian di CV.
Jati Mulya Kauman Tulungagung yaitu dengan 1) pelayanan prima; 2) nama baik
perusahaan; 3) produksi dalam jumlah besar; 4) dukungan Pemerintah
ANALISIS KONTRASTIF ABREVIASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の略語の対象分析
ABSTRACT
Bilal, Mochammad. 2017. “Contrastive Analysis of Abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. Undergraduate Japanese Literature thesis. University of Diponegoro. The first thesis supervisor is Drs. Surono, S.U. The second thesis supervisor is Lina Rosliana, S.S, M.Hum.
This thesis discusses “Contrastive Analysis of abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. The reason behind the choose of title by the author is due to lack of discussion about the comparasion between Japanese and Indonesian language. Furthermore, author had interested to discuss the form of abbreviation in bahasa Indonesia and Japanese language.
The data in this research are attained from written sources, such as; internet articles from asahi.com and kompas.com. Whilst the method used in the analysis is “bagi unsur langsung”, later the data are analyzed by contrastive method to compared the data which are divide into two steps, those are description and and comparasion of the results of data analysis.
Abbreviation of Japanese and Indonesian booth have 8 similarities, namely on booth have abbreviation who is not be read in its entirety, abbreviation who spell entirety, abbreviation who take 2, 3 or 4 first letters, abbreviation who take first letter from every syllables, abbreviation who had partial deletion, abbreviation who combine with foreign word, abbreviation with combination of syllables, and abbreviation who had changes in written form. The diffrences in meanwhile, abbreviation who are not found in Japanese language has 25 forms and abbreviation who are not found in Indonesian language has 2 forms.
.
Keywords: contrastive, abbreviation, Indonesian Language, Japanese Language
Penentuan Lokasi Alternatif Relokasi Pasar Bojonegoro Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process
Relokasi pasar tradisional merupakan tantangan strategis yang sering dihadapi oleh pemerintah daerah, khususnya dalam merespons dinamika perkotaan dan tuntutan efisiensi tata ruang. Bojonegoro menghadapi permasalahan relokasi pasar akibat dari tanah yang ditempati oleh pasar bojonegoro saat ini merupakan tanah aset pemerintah daerah yang sudah habis masa sewa 30 tahun pada tahun 1992-2022. Pencarian lokasi alternatif untuk relokasi pasar dapat menggunakan beberapa metode antara lain Analytical Network Process, Analytic Hierarchy Process, Sample Additive Weighting dan Fuzzy AHP. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan satu dari ke tiga lokasi alternatif relokasi Pasar Kota Kabupaten Bojonegoro menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan karena mampu membandingkan kriteria secara berpasangan dan cocok untuk studi spasial, serta dapat diintegrasikan langsung ke dalam sistem informasi geografis melalui Weighted Overlay. Enam parameter utama yang memengaruhi pemilihan lokasi, yaitu penggunaan lahan, jaringan jalan, potensi risiko banjir, kemiringan lereng, jumlah dan kepadatan penduduk per desa. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter risiko banjir menjadi faktor paling dominan dengan bobot sebesar 44%, disusul jumlah penduduk (15%), penggunaan lahan (14%) dan sisanya adalah 27% terdiri dari kemiringan lereng, jaringan jalan, dan kepadatan penduduk. Dari tiga lokasi alternatif yang dianalisis, alternatif 2 memperoleh bobot tertinggi sebesar 54% dan direkomendasikan sebagai lokasi relokasi pasar yang paling optimal, ditinjau dari aspek spasial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan berbasis data spasial untuk penataan pasar tradisional.
====================================================================================================================================
Traditional market relocation is a strategic challenge often faced by local governments, especially in responding to urban dynamics and demands for spatial efficiency. Bojonegoro faces the problem of market relocation as the land occupied by the current Bojonegoro market is a local government asset that has expired its 30-year lease in 1992-2022. The search for alternative locations for market relocation can use several methods including Analytical Network Process, Analytic Hierarchy Process, Sample Additive Weighting and Fuzzy AHP. This research aims to determine one of the three alternative locations for the relocation of the Bojonegoro Regency City Market using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. The AHP method is used because it is able to compare criteria in pairs and is suitable for spatial studies, and can be integrated directly into geographic information systems through Weighted Overlay. Six main parameters influenced site selection: land use, road network, potential flood risk, slope, and population size and density per village. The results of the analysis show that the flood risk parameter is the most dominant factor with a weight of 44%, followed by population (15%), land use (14%) and the remaining 27% consists of slope, road network and population density. Of the three alternative locations analyzed, alternative 2 obtained the highest weight of 54% and was recommended as the most optimal market relocation location, in terms of spatial aspects. This research is expected to be an option for local governments in spatial data-based decision-making for traditional market arrangement
Development of a Mobile Learning E-book on Islamic Integrated Human Circulatory System for Class VIII SMP/MTs Students
The purpose of this research and development is to describe the results of the validity and response of mobile learning e-books on the material of the Islamic integrated human circulatory system for class VIII SMP/MTs students. The method used is research and development with a 4-D model by Thiagarajan which includes four stages, namely define, design, development, and dissemination. However, in this research it is limited to the development stage. The subjects of this research include validators and students. The validators include material experts, media experts, Al-Qur'an and Tafsir experts, and practitioners. The object of this research is class VIII-C students of SMP Negeri 1 Tempeh, Lumajang Regency which is divided into two stages in the response test, namely a small scale of 10 students and a large scale of 30 students. The data analysis technique used is descriptive analysis in the form of expert validation instruments and student responses using a Likert scale. The results showed that the mobile learning e-book was feasible based on the percentage of material experts by 94%, media experts by 95%, experts in Al-Qur'an and Tafsir science by 95%, and teachers by 96%. Also obtained from the results of student responses on a small scale to get a percentage of 91% and a large scale of 94%. This means that in terms of readability and attractiveness, it is very interesting and feasible to be applied in learning. Overall, mobile learning e-books can be said to be very valid and interesting to apply in learning activities for the human circulatory system
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL SISWA DI ERA MERDEKA BELAJAR
Teachers play a very important role in the learning process, especially in increasing students' digital literacy in the era of independent learning. The aim of this research is to analyze the role of teachers in improving digital literacy skills in students in the era of independent learning. The method applied in this research is study library research. The research results explain that digital literacy is the ability to observe, study, organize and evaluate information using digital technology. The teacher's role in increasing digital literacy is as a developer, who is expected to be able to design learning content. As a digital system user, teachers first use the digital system they want to use. As a supervisor, be able to teach students how to use digital systems to help students learn. As a facilitator, you can help students who have difficulty learning how to use digital systems. There are many things teachers can do to increase digital literacy among students, including using digital media in learning. Teachers can also work with school libraries to increase students' awareness of the availability of digital resources and can integrate digital skills into subjects. From a pedagogical perspective, good digital literacy plays an important role in fostering children's recognition of good material in certain areas of learning by developing children's curiosity and creativity
EFEKTIFITAS SELF ASSESMENT SYSTEM OLEH WAJIB PAJAK PENSIUNAN PADA PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 MELALUI E-FILING
Mochammad Reza Ananda, Dr. Shinta Hadiyantina,SH.,M.H., Agus Yulianto, SH.,M.H. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : [email protected]  ABSTRAK Pada skripsi ini mengangkat tentang permasalahan tentang efektifitas dari kegiatan self-assesment oleh wajib pajak terutama pensiunan pada pelaporan pajak penghasilan 21 melalui E-filing. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan maupun kenyataan di lapangan bahwa pensiunan disini banyak yang lebih memilih melapor langsung daripada secara online. Berdasarkan hal tersebut , skripsi ini mengangkat satu rumusan masalah yaitu, 1) Apakah efektifitas Self Assessment System yang dilakukan oleh wajib pajak pada proses kegiatan e-Filing pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 sudah berjalan efektif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Hukum Yuridis-Empiris. Peneliti memilih jenis penelitian ini karena dilatar belakangi dengan adanya suatu kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan teori dan harapan para pembuat peraturan perundang – undangan, penelitian juga didasari karena adanya perilaku yang nyata terjadi di masyarakat karena disebabkan oleh berlakunya hukum normatif. Dari hasil penelitian penulis memperolehjawaban dari rumusan masalah yaitu, kegiatan e-filing ini dirasa belum berjalan secara maksimal dikarenakan tidak semua wajib pajak yang sudah pensiun ini tahu cara melaporkan dengan menggunakan aplikasi yang disediakan oleh pihak perpajakan dan juga kurangnya pengetahuan mengenai cara mengubah status menjadi non-efektif, yang bertujuan untuk menon-aktifkan NPWP dari piak yang terkait serta menggugurkan kewajiban untuk melapor SPT Tahunan. Kata Kunci: Pensiunan, Pajak Penghasilan, Self Assesment, E-filing ABSTRACT This thesis discusses about a problem related to the effectiveness of tax report through e-filing by retired taxpayers. It was motivated by complaints and reality in the field that many pensioners preferred to report directly rather than through online. Based on that, this thesis raised a question, namely: 1) whether the effectiveness of self assesment system by retired taxpayers in the process of e-Filing related to the report of income tax Article 21 has been implemented effectively. The type of research used empirical legal research. The researcher chose this type of research because it was motivated by the fact in the field which was not appropriate with theory and expectation from legislators. From the result of the research, the author found the answer that this e-filing activity seems not run maximally because not all retired tax payers. Keyword: Retired taxpayer, Income tax, Self assessment, E-filingÂ
3-lead acquisition using single channel ECG device developed on AD8232 analog front end for wireless ECG application
ETHNOBOTANICAL STUDY OF JAMU GENDONG IN THE PERSPECTIVE OF THE KULON PASAR COMMUNITY JEMBER KIDUL VILLAGE
Plants have beneficial values for the people of Indonesia. Not a few of the people who use plants as traditional medicine. One traditional medicine that is still there and has been passed down from generation to generation is jamu carrying. The purpose of this research is to describe the local knowledge (ethnobotany) of jamu gendong in the community perspective of Kulon Pasar Desa Jember Kidul. This research was conducted in Kulon Pasar, Jember Kidul Village, Kaliwates District, Jember Regency. The method used in this research is qualitative, with the takeover technique in the form of purposive sampling technique. In addition, it also uses interview and observation techniques to collect data. The results of this study indicate that the people of Kulon Pasar work as jamu sellers. The jamu gendong sold includes kencur rice, keys suroh, ginger, tamarind turmeric, and sinom. Plants that are used in the manufacture of carrying herbal medicine include kencur, ginger, lock, green betel, turmeric, and tamarind. There are five types of herbal medicine from the Zingiberaceae family, two types of herbal medicine from the Fabacae family, one type of herbal medicine from Poaceae, and one type of herbal medicine from the Piperaceae family. Parts of the plant used in the manufacture of carrying herbal medicine are pulp, rhizome, leaves and fruit. Jamu carrying which has benefits to improve body health
- …
