1,019 research outputs found
Identitas politikus selebritas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil
Instagram has become a new public space in politics used to influence and attract public sympathy by a politician, one of whom is Ridwan Kamil. This article aims to explain the process of building and maintaining the identity of celebrity politician Ridwan Kamil on the Instagram account @ridwankamil as a way of carrying out a hegemony project. Mixed methods are used in this article through a corpus-based digital humanities approach, a theoretical framework of critical discourse analysis, hegemony, celebrity politicians, and self-presentation. The research results show two findings. First, Ridwan Kamil built the identity of a celebrity politician through his Instagram account by using visual images to show his physical characteristics. Second, Ridwan Kamil often uses the words "Bandung" and "West Java" as nodal points which refer to the area of political power he has, then uses the words "I" and "us" as well as three self-presentation techniques, namely self-branding, life streaming, and micro-celebrity to maintain the identity of celebrity politicians. This article argues that the identity of celebrity politicians is a hegemonic project because the chains of equality and the illusion of closeness created by celebrity politicians obscure power relations, but on the other hand, show themselves as rulers.Instagram menjadi ruang publik baru di dunia politik yang digunakan untuk memberikan pengaruh dan menarik simpati publik oleh seorang politikus, salah satunya Ridwan Kamil. Artikel ini bertujuan menjelaskan proses membangun dan mempertahankan identitas politikus selebritas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil sebagai cara melakukan proyek hegemoni. Metode campuran digunakan dalam artikel ini melalui pendekatan humaniora digital berbasis korpus, kerangka teori analisis wacana kritis, hegemoni, politikus selebritas, dan presentasi diri. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan. Pertama, Ridwan Kamil membangun identitas politikus selebritas melalui akun Instagram melalui citra visual untuk menunjukkan ciri fisik dirinya. Kedua, Ridwan Kamil kerap menggunakan kata “Bandung” dan “Jawa Barat” sebagai titik nodal yang mengacu pada wilayah kekuasaan politik yang dimilikinya, lalu menggunakan kata “saya” dan “kita” serta tiga teknik presentasi diri, yakni self-branding, life streaming, dan micro-celebrity untuk mempertahankan identitas politikus selebritas. Artikel ini berargumen bahwa identitas politikus selebritas merupakan proyek hegemoni karena rantai kesetaraan dan ilusi kedekatan yang diciptakan politikus selebritas mengaburkan relasi kuasa, tetapi di sisi lain menunjukkan dirinya sebagai penguasa
Retorika Ridwan Kamil dalam menyampaikan pesan dakwah analisis video youtube “Ceramah Tarawih 4 Ramadan 1443 H ~ Dr. (H.C) Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.”
Pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh komunikan jika menggunakan prosedur dan pendekatan yang baik dan benar. Bagi seorang da'i, retorika menjadi langkah krusial dalam proses dakwah karena merupakan ilmu yang mempelajari seni bertutur kata. Setiap da'i tentunya memiliki gaya dan kepribadian yang unik, serta manfaat yang unik. Dakwah masih terus berkembang hingga saat ini, mulai dari sarana dan media yang digunakan untuk itu. Salah satunya adalah dakwah dengan menggunakan media YouTube. Seperti yang dilakukan Ridwan Kamil, ceramahnya di unggah oleh channel media YouTube Masjid Kampus UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika Ridwan Kamil memanfaatkan Ethos, Pathos, dan loghos dalam menyampaikan pesan keagamaan.
Kajian ini menggunakan teori retorika Aristoteles yang berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan yang menjadi inti pemikiran retoris, yaitu ethos sebagai ukuran kredibilkitas seorang da'i, pathos sebagai ukuran pemahaman seorang da'i terhadap karakter seorang mad'u dan keadaan emosional, dan loghos sebagai ukuran masuk akal atau cerna pesan secara penggunaan bahasa.
Teknik yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah analisis isi content analysis, yang meliputi pemeriksaan dan pengolahan secara metodis isi pesan atau data informasi, baik yang disajikan di media cetak maupun media elektronik. Dalam hal ini, video ceramah Ridwan Kamil di YouTube dianalisis untuk menentukan jenis retorika yang penting untuk komunikasi atau isi komunikasi. Melalui studi literatur dan metodologi observasi, penulis berupaya mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung penelitian ini.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Ridwan Kamil memiliki tingkat dominasi lohgos yang lebih besar. Karena banyak sekali argument yang disampaikan merupakan sebuah pengalaman pribadi tentang perjalanan sebagai seorang pemimpin. Personalnya adalah pribadi yang kritis, berwibawa, dan berpendidikan, sehingga seorang da'i dengan personal ini akan memiliki ethos yang positif
POLITIK MASKULIITAS DAN BAHASA SEKSIS: BAPAKISME RIDWAN KAMIL DALAM AKUN INSTAGRAM @RIDWANKAMIL
The New Order's masculinity politics, which perpetuates hegemonic masculinity through the concept of bapakism, is still influential after the reform. The implications can be seen from the dominance of the "father" image often displayed by politicians via social media, one of whom is Ridwan Kamil. This article aims to explain Ridwan Kamil's construction of masculinity in the Instagram account @ridwankamil using mixed methods by combining a corpus-based digital humanities theoretical framework and concepts of the politics of masculinity and bapakisme. The results of the research show that, Ridwan Kamil predominantly displays hegemonic masculinity through caption language on his Instagram by often positioning himself as "father" and society as "children" and subordinating women using sexist language. This article argues that politicians use political masculinity as rhetoric and ideology to strengthen their position of power and gain support from society, which is also still heteronormative.Politik maskulinitas Orde Baru yang melanggengkan maskulinitas hegemonik melalui konsep bapakisme masih berpengaruh setelah reformasi. Implikasinya dapat dilihat dari dominasi citra “bapak” yang kerap ditampilkan oleh seorang politikus melalui media sosial, salah satunya Ridwan Kamil. Artikel ini bertujuan menjelaskan konstruksi maskulinitas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil menggunakan metode campuran dengan menggabungkan kerangka teori humaniora digital berbasis korpus dan konsep tentang politik maskulinitas serta bapakisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ridwan Kamil dominan menampilkan maskulinitas hegemonik melalui bahasa takarir di Instagramnya dengan kerap memosisikan dirinya sebagai “bapak” dan masyarakat sebagai “anak” serta mensubordinasi perempuan menggunakan bahasa yang seksis. Artikel ini berargumen bahwa politik maskulinitas digunakan oleh politikus sebagai retorika dan ideologi yang hegemonik untuk mengukuhkan posisi kuasanya serta memperoleh dukungan dari masyarakat yang juga masih heteronormatif
PERBANDINGAN KONSEP PERWALIAN MENURUT HUKUM PERDATA BARAT DAN HUKUM PERDATA ISLAM
MUHAMAD RIDWAN
Perbandingan Konsep Perwalian menurut Hukum Perdata Barat
dan Hukum Perdata Islam
Perwalian adalah salah satu permasalahan yang penting di kalangan
masyarakat Indonesia yang bertumpu pada hukum yang mengatur hubungan antara
perorangan yang disebut dengan hukum perdata, dengan melihat pertumbuhan kasus�kasus penemuan bayi yang tidak memiliki orang tua, tentunya hukum yang berkaitan
dan mengatur hal-hal tersebut harus tersusun dengan rapi agar dapat menyelesaikan
hal-hal tersebut, walaupun di negara Indonesia sudah ada aturan tersendiri, namun
penulis merasa masih perlu diadakan penelitian hukum dengan membandingkan
aturan yang baru dengan aturan yang lama, agar penulis dapat mengetahui apakah
aturan yang berlaku sekarang memiliki nilai tambah dari aturan sebelumnya atau
sebaliknya.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan
yuridis normatif, yakni melihat obyek yang dibahas dari sudut pandang peraturan
perundang-undangan dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini tergolong library
research, data dikumpulkan dengan mengutip, menyadur dan menganalisis beberapa
literatur yang memiliki relevansi dengan masalah yang dibahas serta
menyesuaikannya dengan dasar-dasar hukum perwalian yang terdapat dalam alQuran
dan dan Hadist dalam sebuah perbandingan.
Setelah mengadakan penelitian terhadap konsep perwalian dalam perspektif
hukum perdata barat yaitu KUH Perdata (BW) dan hukum perdata Islam yaitu
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan
Kompilasi Hukum Islam dapat ditarik kesimpulan yang menunjukkan bahwa hukum
perdata barat lebih luas mengatur ketentuan tentang perwalian jika dibandingkan
dengan hukum perdata Islam akan tetapi Undang-undang Republik Indonesia Nomor
1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang dalam penulisan tesis ini dikategorikan
sebagai hukum perdata Islam lebih sesuai dengan ideologi negara Indonesia yakni
Pancasila, yang memuat ketentuan untuk menghormati agama dan kepercayaan anak
yang berada dalam perwaliannya serta Kompilasi Hukum Islam yang memuat
ketentuan bahwa wali tidak hanya memberikan pendidikan melainkan juga bimbingan
agama yang mencerminkan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
yang kemudian perbedaan konsep kedua hukum tersebut penulis bedakan ke dalam
enam bagian, yakni 1) mengenai ketentuan umur, 2) pengangkatan wali, 3) kewajiban
wali terhadap diri anak, 4) kewajiban wali terhadap harta anak, 5) ketentuan
perwalian terhadap anak yang lahir di luar perkawinan, dan 6) ketentuan tentang
perwalian pengawas, perwalian oleh perkumpulan, yayasan dan lembaga sosial, 7)
wali nikah
Peranan KH Zainal Abidin dalam mengembangkan pendidikan agama islam di Pesantren Ar-Ridwan Jatiluhur Bekasi
Peranan dalam pengembangan pendidikan Islam amatlah penting dalam usaha mencetak peserta didik yang kamil (sempurna), baik itu kamil dalam hubungannya dengan manusia, maupun hubungannya dengan Allah SWT, sang Khalik, maka dari itu amat penting peran pesantren yang notabene sebagai markas pendidikan Islam, untuk lebih mengembangkan pendidikan Islamnya, agar para peserta didik dapat menjadi insan kamil yang telah disebutkan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan KH. Zainal Abidin dalam mengembangkan pendidikan Islam di pesantren Ar-Ridwan dan menggambarkan bentuk peranan yang dilakukan oleh kyai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan menggambarkan sesuatu hal seperti keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan yang dilakukan oleh KH. Zainal Abidin dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan Islam di pesantren Ar-Ridwan. Dalam penelitian ini, peranan KH. Zainal Abidin yang diteliti adalah pengembangan pendidikan Islam di pondok pesantren Ar-Ridwan baik dari segi bidang kelembagaannya maupun bidang ide dan gagasan beliau yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan Islam. Proses analisa data, berasal dari telaah data yang didapat dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang berada di lapangan penelitian, kemudian data dicatat, dipelajari dan dideskripsikan sebagai suatu hasil kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa dalam bidang kelembagaan, KH. Zainal Abidin mendirikan lembaga formal dan non formal. Selanjutnya dalam bidang ide gagasan, KH. Zainal Abidin memiliki banyak ide gagasan agar pendidikan Islam dapat berkembang, diantaranya sebagai berikut: 1. membuat program kesenian; 2. membentuk organisasi santri; 3. membentuk koperasi; 4. memberikan beasiswa dan keringanan; 5. mengusahakan legalitas Ijazah Salafi; 6. memberikan latihan mubaligh. Dari hasil tersebut bahwa peranan terbesar yang dilakukan oleh KH. Zainal Abidin adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan, baik itu yang bersifat formal maupun non formal, dengan adanya lembaga tersebut, serta didorong oleh sifat keihlasan mendidiklillahi ta?alamaka dapat berkembanglah pendidikan Islam baik di pondok pesantren Ar-Ridwan sendiri, maupun disebagian masyarakat Bekasi hingga dapat melahirkan generasi-generasi ulama yang produktif
DAMPAK AUDIOBOOK MANUSKRIP CARITA PARAHIYANGAN DALAM YOUTUBE SINTA RIDWAN TERHADAP LITERASI BUDAYA SUNDA DI KALANGAN SUBSCRIBER AKTIF
Penelitian ini membahas Dampak Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan dalam YouTube Sinta Ridwan terhadap Literasi Budaya Sunda di Kalangan Subscriber Aktif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen dan tahapan produksi Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan, serta dampak dari adanya Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan pada literasi budaya Sunda di kalangan subscriber aktif Sinta Ridwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Eli M Noam berupa organizational structure, risk reduction dan product development, serta teori cultur lagh dari Ogburn berupa invention, accumulation, diffusion, dan adaptation. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik tringulasi sumber dan tringulasi teknik serta menggunakan uji kredibilitas dengan member check. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian ini menemukan 1) Manajemen produksi Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan pada konsep pertama, organizational structure masih belum ada struktur organisasi yang jelas, namun produksinya dilakukan Sinta Ridwan bersama tim. Konsep kedua pada proses risk reduction atau pengurangan resiko yaitu sudah menyesuaikan target penonton dan melakukan diversifikasi melalui media Instagram. Terakhir pada konsep product development dilakukan dengan menyiapkan konsep, melakukan tahapan produksi. 2) Tahapan produksi dilakukan dengan tahap a) pra-produksi yaitu menyiapkan foto-foto Manuskrip Carita Parahiyangan oleh Sinta Ridwan, b) produksi yaitu berupa penyuntingan teks dan perekaman pembacaan Manuskrip Carita Parahiyangan oleh tim, c) pra-produksi yaitu editing konten dan editing cover. 3) Dampak pada literasi budaya sunda yaitu adanya pengalaman baru dalam pencarian dan belajar Manuskrip Carita Parahiyangan melalui audiobook dalam YouTube Sinta Ridwan. Belajar manuskrip melalui audiobook, menghasilkan pemahaman dari banyaknya kosakata bahasa Sunda kuno seperti kata sia, manèh, aing dan kata èwe. Pengalaman baru ini, dalam kacamata Ogburn dapat terjadi setelah melewati empat elemen yaitu, a) invention, b) accumulation, c) diffusion, d) adaptation
Strategi partai keadilan sejahtera dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial dalam pilwalkot Bandung tahun 2013
Kemunculan Partai Keadilan Sejahtera dapat dilihat pertama kali di Indonesia pada pemilihan umum tahun 1999, yang pada saat itu masih bernama Partai Keadilan (PK) yang didirikan pada tanggal 20 Juli 1998. Dalam perkembangannya, adanya ketentuan UU No. 12 tahun 2003 tentang Partai Politik, berkaitan dengan Electoral Threshold (ET), Partai Keadilan tidak dapat mengikuti Pemilu 2004 karena hasil Pemilu 1999, Partai Keadilan memperoleh suara yang kecil.
Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat merupakan konsekuensi logis dari amandemen UUD 1945 yang membuka secara lebar hak politik rakyat dalam menggunakan hak politiknya. Masyarakat didorong ke arah pemilikan kesadaran, kegairahan serta memiliki kapasitas untuk menentukan pilihannya secara rasional, memberikan bekal yang cukup untuk secara cerdas mampu memilih pemimpin daerah yang dikehendakinya secara langsung tanpa diwakilkan. Salah satu pemilukada yang diselenggarakan adalah pemilukada kota Bandung tahun 2013 yang dimenangkan oleh pasangan calon Ridwan Kamil dan Oded M. Danial yang diusung beberapa partai politik, salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemenangan ini di luar prediksi para pengamat politik sehingga menjadi menarik untuk diteliti bagaimana strategi PKS dalam memenangkan pasangan calon yang diusung.
Peranan PKS dalam Pemilukada kota Bandung 2013 dilakukan sejak tahun 2012 dengan menggelar Pemilihan Umum Internal untuk menentukan bakal calon walikota-wakil walikota Bandung. Setelah melalui proses yang panjang, tanggal 15 Maret 2013 menetapkan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial sebagai pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung Periode 2013-2018. Dalam kampanye politiknya, DPD PKS kota Bandung melakukan program yang bersifat penguatan internal, yaitu konsolidasi kader PKS, membentuk tim kampanye dan tim pemenangan. PKS kota Bandung juga memiliki strategi pemenangan, diantaranya direct selling, menyusun track record kandidat, memetakan visi Kota Bandung, meningkatkan popularitas dan elektabilitas, mengetuk hati tokoh dan warga, optimalisasi kader dan jaringan, melakukan kampanye karaos, kampanye media massa dan media sosial serta tim pemenangan di tingkat TPS. Tanggal 23 Juni 2013, dilaksanakan pemungutan suara untuk memilih walikota dan wakil walikota Bandung periode 2013-2018. Pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial (RIDO) memperoleh kemenangan mutlak dengan 45,24% suara
POLA PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT AL-HABIB ABDULLAH BIN ALAWI AL-HADDAD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPRIBADIAN SANTRI (Studi di Pondok Pesantren at-Taqwa Alawiyah, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta)
MUHAMAD RIDWAN. Pola Pendidikan Akhlak Menurut al-Habib
Abdullah bin Alawi al-Haddad dan Implikasinya Terhadap Kepribadian
Santri (Studi di Pondok Pesantren at-Taqwa Alawiyah, Maguwoharjo,
Sleman, Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan
Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2019.
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pendidikan akhlak
dalam kehidupan umat manusia sehingga menempati kedudukan yang
vital. Berbekal dengan pendidikan akhlak, manusia bisa menjadi
berakhlāqul karīmah dan memiliki moral yang tinggi. Pondok pesantren
sebagai salah satu lembaga pendidikan agama yang menawarkan solusi
membina manusia untuk menjadi insan muttaqīn, cerdas, berakhlak mulia
dan memiliki keterampilan yang dapat memberikan kemaslahatan bagi
umat manusia. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian bagaimana pola
pendidikan akhlak menurut al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang
dianut dan ditanamkan dalam kepribadian santri di Pondok Pesantren at-
Taqwa Alawiyah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research. Adapun
pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif,
kehadiran peneliti di lapangan sangat penting. Peneliti bertindak langsung
sebagai instrumen dan sebagai pengumpul data hasil observasi yang
mendalam serta terlibat aktif dalam penelitian. Data yang berbentuk katakata
diperoleh dari para informan, sedangkan data tambahan berupa
dokumen. Analisa data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada,
lalu melakukan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan
x
tahap akhir dari analisa data ini mengadakan keabsahan data dengan
menggunakan ketekunan pengamatan triangulasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola pendidikan
akhlak menurut al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad dikelompokkan
menjadi dua pola pembahasan yaitu akhlak Ilahiyah (Pendidikan akhlak
yang berhubungan dengan Allah Swt.) dan akhlak Insaniyah (Pendidikan
akhlak yang berhubungan dengan manusia), (2) Implementasinya melalui
berbagai upaya atau cara yaitu dengan pembiasaan, peneladanan,
penanaman kesadaran, pengintensifan pelajaran akhlak dan internalisasi
ilmu yang diperoleh, (3) Implikasinya terhadap kepribadian santri yaitu
tertanamnya akhlāqul karīmah pada diri santri, sadar akan tanggungjawab,
tekun, berbuat kebajikan, dan takzim (adanya penghormatan santri
terhadap ustaz), (4) Faktor pendukung yaitu Asātiẓ berkompetensi, sarana
prasarana cukup memadai, dan lingkungan pesantren yang nyaman. Faktor
penghambat yaitu kurangnya kesadaran santri, munculnya rasa malas pada
diri santri, dan masih kurang dalam pemberian teladan baik
ANALISA PERBAIKAN FAKTOR DAYA MENGGUNAKAN PANEL KAPASITOR BANK DI LABORATORIUM POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Laporan Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik OLEH MUHAMAD RIDWAN 0618 3031 1309 POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG 2021
Banyak permasalahan yang dihadapai suatu sistem tenaga listrik dalam penyediaan energi listrik, salah satunya terkait dengan kualitas dan kuantitas daya listrik. Dikarenakan beberapa hal seperti sifat beban yang bersifat induktif akan berpengaruh terhadap faktor daya. Nilai faktor daya yang sudah di tetapkan oleh PLN yaitu lebih dari 0,85. Jika faktor daya kurang dari 0,85 maka akan terjadi kelebihan daya reaktif. Kelebihan daya reaktif ini dapat menyebabkan meningkatnya rugi – rugi daya, membesarnya jatuh tegangan, memburuknya faktor daya serta mengurangi kapasitas penyaluran daya. Setelah dilakukan percobaan dengan menyalakan 8 motor induksi di laboratorium Politeknik Negeri Sriwijaya maka dapat diamati bahwa jika faktor daya semakin mengalami kerusakan, maka semakin besar nilai arus yang didapat. Sedangkan pada tegangan tidak berpengaruh pada perubahan nilai cos φ tersebut. Untuk memperbaiki cos φ yang rusak, maka harus di suplai daya reaktif melalui kapasitor bank sebesar 3 KVar. Setelah cos φ diperbaiki menjadi 0,95, maka didapat nilai arus yang menjadi lebih kecil dari sebelum cos φ diperbaiki
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS V MI DARUSSALAM PIKATAN WONODADI BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul Penerapan Model Kontekstual Untuk Meningkatkan Prestasi
Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Peserta Didik Kelas V MI Darussalam
Pikatan Wonodadi Blitar. Ditulis oleh Muhamad Ridwan NIM 2817133115,
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Pembimbing: Drs.
H. Jani, MM, M.Pd.
Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual dan Prestasi Belajar IPS.
Dari hasil pengamatan awal di MI Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar
selama dalam pembelajaran ditemukan bahwa terdapat peserta didik yang bermain
sendiri, usil dengan temannya serta kurang aktifnya peserta didik dalam
pembelajaran. Sementara itu prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
menunjukkan masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu
dibawah 75. Disamping itu ditemukan bahwa pembelajaran masih menggunakan
metode ceramah. Dalam penelitian ini peneliti melakukan inovasi pembelajaran
yang belum pernah dilakukan sebelumnya yakni menggunakan model
pembelajaran Kontekstual untuk mengatasi masalah tersebut yang secara langsung
berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
peserta didik kelas V MI Darussalam PikatanWonodadi Blitar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan
model Kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar IPS peserta didik kelas V
MI Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar? 2) Bagaimana peningkatan prestasi
belajar IPS melalui penerapan model Kontekstual untuk meningkatkan prestasi
belajar IPS peserta didik kelas V MI Darussalam PikatanWonodadi Blitar?.
Adapun tujuan dari penelitian tersebut adalah: 1) Mendeskripsikan
penerapan model Kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar IPS peserta
didik kelas V MI Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar. 2) Mendeskripsikan
peningkatan prestasi belajar IPS melalui penerapan model Kontekstual untuk
meningkatkan prestasi belajar IPS peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan
Wonodadi Blitar.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas (PTK) karena masalah yang dipecahkan berasal dari praktik
pembelajaran di kelas sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar. Proses
pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) ini meliputi: 1. Tahap perencanaan
(Plan), 2. Tahap pelaksanaan (Action), 3.Tahap observasi (Observe), 4.Taha
prefleksi (Reflecsion). Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan
wawancara, observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Tes digunakan
untuk memperoleh data tentang prestasi belajar peserta didik kelas V MI
Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar. Sedangkan metode wawancara observasi
dan catatan lapangan digunakan untuk menggali data tentang proses pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), respon peserta didik dan keadaan peserta didik
dan guru.
Penerapan model Kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar IPS
peserta didik kelas V MI Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar. Model
pembelajaran yang digunakan oleh peneliti dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) kelas V materi Koperasi adalah model pembelajaran Kontekstual.
Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran Kontekstual antara lain: 1)
Mengembangkan ppemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan
cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan
dan ketrampilan barunya, 2) Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk
semua topik, 3) Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, 4)
Menciptakan masyarakat belajar, 5) Menghadirkan model sebagai contoh belajar,
6) Melakukan refleksi di akhir pertemuan, 7) Melakukan penialain yang
sebenarnya dengan berbagai cara.
Peningkatan prestasi belajar IPS melalui penerapan model Kontekstual
untuk meningkatkan prestasi belajar IPS peserta didik kelas V MI Darussalam
Pikatan Wonodadi Blitar. Setelah peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas
dengan menggunakan model pembelajaran Kontekstual, akhirnya dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran Kontekstual yang diterapkan dapat
menyelesaikan masalah peserta didik dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
yang secara langsung juga dapat meningkatkan prestasi belajar peseta didik kelas
V MI Darussalam Pikatan Wonodadi Blitar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa
prestasi belajar mengalami peningkatan, mulai dari tes observasi awal, pada tes
siklus I dan siklus II yaitu prosentase ketuntasan peserta didik pada tes observasi
awal sebesar 15%, hasil prosentase ketuntasan peserta didik siklus I mengalami
peningkatan menjadi 40%, kemudian meningkat lagi pada siklus II yaitu sebesar
100%
- …
