652 research outputs found
PERTANIAN KOTA DALAM PERSPEKTIF PANGAN, EKONOMI, ESTETIKA, DAN LINGKUNGAN DI KOTA MAKASSAR
DIAH RETNO DWI HASTUTI. Pertanian Kota dalam Perspektif Pangan, Ekonomi, Estetika, dan Lingkungan di Kota Makassar (dibimbing Rahim Darma, Darmawan Salman, dan Slamet Santosa). Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi pertanian kota sebagai penyedia pangan, sumber pendapatan, penambah keindahan, serta penyerap karbon dan penyedia oksigen bagi penduduk Kota Makassar. Sementara metode yang digunakan adalah survei di mana untuk menjawab tujuan pertama dan kedua dipilih metode area sampling. Sementara sampel untuk tujuan ketiga menggunakan metode non-probability sampling yang dilakukan secara daring dan tujuan keempat menggunakan plot contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian kota mampu mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga petani, baik dari tanaman pangan maupun sayuran. Akan tetapi, bukan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota secara keseluruhan. Begitu pula dengan pendapatan real yang dapat dibelanjakan untuk kebutuhan di luar pertanian masih rendah akibat tingginya produksi yang dikonsumsi sendiri. Sedangkan dari perspektif estetika pertanian ini memberi nilai estetika tinggi bagi masyarakat, baik yang pernah atau tinggal maupun yang belum pernah datang ke Makassar. Pertanian kota ini pun mampu menambah serapan karbon dan menyediakan oksigen bagi penduduknya sebagai salah satu ruang terbuka hijau yang produktif. Oleh karena itu, pertanian kota lebih signifikan dampaknya pada penambah keindahan kota dan penyerap karbon dari sektor lain
Pemanfaatan onggok tapioka (Manihot esculenta) yang difermentasi sebagai komponen pakan pengganti dedak pada benih ikan patin siam (Pangasionodon hypophthalmus) [Skripsi] / Diah Retno Ningsih
Bibliografi : 41-43vii, 40 hlm. : ill. ; 28 cm. . -- Lamp. (15 lemba
SUBALTERNITAS TOKOH DIAH AYU DAN MAHARANI: ANTARA KUTUKAN DAN SENJATA
The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other.The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other
Hubungan Pengetahuan, Paparan Pictorial Health Warnings pada Kemasan Rokok dan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dengan Kebiasaan Merokok Siswa di SMP Negeri 3 Palu.
ABSTRAK
DIAH RETNO KINASIH. Hubungan Pengetahuan, Paparan Pictorial Health Warnings pada Kemasan Rokok, dan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dengan Kebiasaan Merokok Siswa di SMP Negeri 3 Palu (dibawah bimbingan Muh Ryman Napirah).
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Skripsi
Januari 2022
Kebiasaan merokok adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara teratur (dilakukan setiap hari) untuk menghisap rokok. Kebiasaan merokok siswa SMP Negeri 3 Palu menjadi salah satu bentuk kenakalan remaja yang dilakukan dan tidak dapat terhindarkan meskipun telah diterapkan berbagai aturan larangan merokok di lingkungan sekolah. Jumlah pelajar yang ketahuan merokok di lingkungan SMP Negeri 3 Palu terus mengalami peningkatan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan merokok siswa di SMP Negeri 3 Palu, seperti pengetahuan, paparan pictorial health warnings pada kemasan rokok, dan kebijakan kawasan tanpa rokok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 217 siswa yang diambil dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ-value 0,000), paparan pictorial health warnings pada kemasan rokok (ρ-value 0,042), dan kebijakan kawasan tanpa rokok (ρ-value 0,000) dengan kebiasaan merokok siswa di SMP Negeri 3 Palu. Ini berarti Teori Lawrence Green yang mejelaskan tentang perilaku seseorang berpengaruh bagi kebiasaan merokok siswa. Diharapkan bagi pemerintah kota Palu dan phak sekolah lebih mensosialisasikan bahaya merokok dikalangan remaja dan lebih mengawasi dan melaksanakan aturan dengan lebih ketat.
Kata Kunci : Kebijakan KT
ITEM ANALYSIS ON TEACHER-MADE TRY-OUT TEST OF UAN 2010/2011 OF JUNIOR HIGH SCHOOLS IN MALANG
ABSTRACT Widowati, Diah Retno. 2011. Item Analysis of a Teacher-Made Try-Out Test of UAN 2010/2011 of Junior High Schools in Malang. Sarjana’s Thesis, English Language Teaching, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A. Key words: teacher-made test, validity, reliability, item validity, discrimination index, item difficulty, distracters This study is a descriptive study on a teacher-made try-out test of UAN of junior high schools in Malang. The study was intended to know the face validity, content validity, reliability, the item validity, discrimination index, item difficulty, and effectiveness of the distracters of the teacher-made try-out of UAN 2010/2011 of junior high school in Malang. The data collected and analysed in this study are in the forms of primary and secondary data. The primary data consist of the first try-out test for academic year 2010/2011 constructed by English teachers of junior high school in Malang, and the students’ scores of the try-out test in a test administered by the researcher in a number of classes in three junior high schools in Malang. The secondary data include the result of the students’ questionnaires and teachers’ interviews. The validity of the test were analysed using a set of criteria to determine the validity of the test. The students’ test scores were analysed using an ITEMAN software to indicate the reliability, the item validity, discrimination index, item difficulty, the effectiveness of the distracters and of the test. Based on the research findings, it was found that the teacher-made try-out test of UAN 2010/2011 of junior high schools in Malang has good face validity and content validity. The teacher-made try-out test of UAN 2010/2011 of junior high school in Malang is also good in terms of the reliability, item validity, discrimination index, and item difficulty. However, the research found out that the distracters of the items are not good.
DAMPAK LINGKUNGAN EKS LOKALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK (Studi Deskriptif Perkembangan Psikologis Anak Usia 6-12 Tahun yang berada di Lingkungan Eks Lokalisasi Pandansari Kabupaten Tegal Tahun 2019)
UTAMI DIAH RETNO. 2019. “Dampak Lingkungan Eks Lokalisasi Terhadap
Perkembangan Psikologis Anak (Studi Deskriptif Perkembangan Psikologis Anak
Usia 6-12 Tahun yang berada di Lingkungan Eks Lokalisasi Pandansari
KabupatenTegal Tahun 2019)”. Skripsi. Bimbingan dan Konseling. Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I: Dr.
H. Suriswo, M.Pd, Pembimbing II: Dr. Maufur, M.Pd.
Kata Kunci: Eks Lokalisasi, dan Perkembangan Psikologis Anak.
Lingkungan yang menjadi eks lokalisasi terdapat tidak sedikit anak-anak
didalamnya oleh karenanya banyak anak-anak yang terkena imbas dari
berlangsungnya kegiatan orang- orang dewasa yaitu meliputi seks, minuman
alkohol, kata- kata nakal dan kotor para orang dewasa, kekerasan, dan yang lainnya
sehingga pada saat sudah menjadi eks lokalisasi anak-anak masih merekam
kegiatan yang pernah berlangsung kemudian anak melampiaskannya kepada orang
sekitar yaitu misalnya berkata kasar kepada orang tua, berbicara kotor, merokok,
latah dengan kalimat yang jorok, atau lebih parahnya lagi berhubungan seks dengan
teman lawan jenisnya, ini menjadi titik acu dalam penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari lingkungan eks
lokalisasi terhadap perkembangan psikologis anak usia 6-12 tahun di lingkungan
Pandansari desa Munjung Agung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal tahun 2019.
Dengan memilih dua subyek sebagai informan utama yaitu GM dan AS. Teknik
pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data kualitatif deskriptif dengan langkah-langkah reduksi data,
penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak lingkungan eks lokalisasi
pandansari berbeda antara satu anak dengan anak yang lain. Simpulan yang
diperoleh bahwa dampak lingkungan eks lokalisasi terhadap perkembangan
psikologis anak usia 6-12 tahun di Pandansari desa Munjung Agung Kecamatan
Kramat Kabupaten Tegal tahun 2019 yang dilihat dari kedua anak yaitu AS, tumbuh
menjadi pribadi yang pemalu, tidak percaya diri (minder), dan penurut. Sedangkan
GM menjadi anak yang agresif, nakal, mudah marah, dan tidak peduli ketika
dinasihati orangtua.
Saran yang menjadi pertimbangan di dalamnya yaitu : diharapkan agar
pemerintah lebih memperhatikan kondisi lingkungan Pandansari, Masyarakat
sekitar pandansari lebih mengerti latar belakang anak antara satu dengan lainnya.
para orangtua sepatutnya mengetahui perkembangan psikologis anak sejak dini,
perlu adanya perhatian dari orangtua terhadap dunia anak, orangtuapun harus
pandai-pandai mendidik anak sehingga anak menjadi tumbuh dengan memiliki
kepribadian yang baik, dan harapannya agar dampak yang terjadi pada anak-anak
bisa membuat orang tua, masyarakat, atau orang lainnya dapat mengambil
hikmahnya dan membuat dampak yang tidak baik menjadi dampak yang baik
TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP STRATEGI SHARE IN JAR DALAM PEMASARAN KOSMETIK (Studi Kasus Produk Nature Republic Aloe Vera di Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Diah Ayu Retno Bidari, 17101163104, Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap
Strategi Share in Jar dalam Pemasaran Kosmetik (Studi
Kasus di Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung
Kabupaten Tulungagung), Jurusan Hukum Ekonomi
Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, IAIN
Tulungagung, 2020, Pembimbing: Dr. Kutbuddin Aibak,
S.Ag, M.H.I.
Kata kunci :Etika Bisnis Islam, Strategi Share in Jar, Pemasaran Kosmetik
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya strategi share in jar yang terjadi di
Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Strategi share
in jar dilarang karena dapat merugikan orang lain. Apalagi jika tidak sesuai
dengan etika bisnis islam maka para penjual disarankan untuk tidak menggunakan
strategi ini dikarenakan dalam prosedur pengemasan bisa terjadi pengurangan
kadar yang terkandung dalam kosmetik itu sendiri.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana strategi
share in jar dalam pemasaran dan dalam meningkatkan volume penjualan produk
kosmetik Nature Republic Aloe Vera di Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung
Kabupaten Tulunagung, 2) Bagaimana strategi share in jar dalam pemasaran dan
dalam meningkatkan volume penjualan produk kosmetik Nature Republic Aloe
Vera di Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung ditinjau
dari etika bisnis Islam. Adapun tujuan penelitian ini anatara lain : 1) Untuk
mendiskripsikan strategi share in jar dalam pemasaran dan dalam meningkatkan
volume penjualan produk kosmetik Nature Republic Aloe Vera di Khoyiir Store
Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. 2) Untuk menganalisis strategi
share in jar dalam pemasaran dan dalam meningkatkan volume penjualan produk
kosmetik Nature Republic Aloe Vera di Khoyiir Store Kecamatan Tulungagung
ditinjau dari etika bisnis Islam.
Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
analisis data dengan proses pengumpulan data, pembersihan data,
penyederhanaan/meringkas data, penyajian dalam bentuk deskriftif verbalitas,
penelitian kembali, dan perumusan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Dalam strategi share in jar
penjual membeli produk asli kemudian dibagi dalam kemasan yang lebih kecil
dan mudah dibawa kemana-mana dengan harga lebih ekonomis. Dalam
meningkatkan volume penjualan produk kosmetik penjual mempromosikan
produk dengan memposting di media sosial seperti facebook, instagram, dan e
comerce seperti shopee. 2) Sistem share in jar pada Toko Khoyiir diTulungagung barang yang dijual dalam keadaan baik tetapi setelah dikemas dalam
wadah yang baru, tidak ada kejelasan spesifikasi produk dan proses sterilisasi
dalam pengemasannya. Maka jual beli kosmetik share in jar berdasarkan analisis
manfaat dan mudharatnya, tidak diperbolehkan karena kosmetik share in jar
tersebut dikhawatirkan melampui batas kadalursa dan kesterilisasi dalam
pengemasan yang dapat menimbulkan bahaya pada konsumen
Perbanyakan Mikro dan Karakter Morfo-genetika Talas (Colocasia esculenta) Kultivar Kaliurang Diploid dan Tetraploid
Talas Kaliurang merupakan tanaman umbi sebagai pangan fungsional.
Kultivar ini toleran terhadap hama dan penyakit tertentu, selain rasanya yang enak.
Untuk pengembangannya, talas Kaliurang memiliki kendala dalam penyediaan
benih bermutu. Benih unggul dapat diupayakan melalui induksi poliploid. talas
Kaliurang tetraploid telah berhasil dihasilkan oleh Ermayanti et al. (2018). Kendala
dalam penyediaan benih yang terbatas dapat diupayakan melalui perbanyakaan
mikro dengan teknik kultur in vitro. Komposisi media untuk perbanyakan mikro
menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses ini, komposisi media untuk
menunjang penyediaan benih talas Kaliurang belum pernah dilakukan. Informasi
morfologi talas Kaliurang (diploid dan tetraploid) juga belum pernah
diinformasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media yang optimum
untuk perbanyakan mikro tanaman talas Kaliurang diploid dan tetraploid
menggunakan perlakuan tiamin dan adenin pada media dasar (media MS dengan
penambahan 2 mg/L BAP), hingga proses aklimatisasinya, dan memastikan
kestabilan tingkat ploidi talas Kaliurang tetraploid setelah perlakuan perbanyakan
mikro dan menganalisis karakter morfologi dan genetik talas Kaliurang diploid dan
tetraploid.
Penelitian ini dilakukan sejak Mei 2018 hingga September 2019. Sampel
yang digunakan adalah stok tunas in vitro, koleksi Pusat Penelitian Bioteknologi,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong. Perbanyakan mikro
dilakukan pada klon diploid dan tetraploid hasil induksi poliploid dengan kolkisin,
pada media dasar (MS dengan penambahan 2 mg/L BAP) dengan enam kombinasi
perlakuan tiamin dan adenin. Pertumbuhan tanaman diamati setiap minggu selama
enam minggu, pada jumlah tunas, daun, dan akar, serta panjang petiol. Tingkat
ploidi diamati menggunakan alat flositometer, untuk mengkonfirmasi stabilitas
ploidi tanaman tetraploid. Karakter morfologi dicatat, mengacu pada Mayo et al.
(1997) dan IPGRI (1999), dan dianalisis keragamannya dengan metode UPGMA
menggunakan NTSys 2.11. Analisis morfometrik geometris dilakukan dalam tiga
langkah utama: Digitasi daun menggunakan tpsDig untuk memperoleh data
kuantitatif, analisis statistik untuk mengevaluasi variasi bentuk menggunakan
tpsRelw dan tpsSplin, dan analisis kelompok berdasarkan jarak euclideus
menggunakan program R versi 3.6.1. Analisis molekuler dilakukan dengan
mengisolasi DNA dari daun menggunakan kit Zymo plant. Amplifikasi PCR dengan
20 primer ISSR pada suhu 35 – 60 ᴼC. Hasil PCR diamati menggunakan
elektroforesis dan difoto menggunakan GelDoc. Pita polimorfik diberi skor menjadi
data biner, dan dikompilasi dalam matriks data, yang akan digunakan untuk
mengetahui keragamannya dengan metode UPGMA menggunakan NTSys 2.11.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan 4 mg/L tiamin dan 2 mg/L
adenin pada media dasar merupakan media optimal untuk perbanyakan mikro talas
Kaliurang, dengan rata-rata 3.45 tunas. Persentase keberhasilan aklimatisasi
mencapai 99.1 %. Ploidi tanaman telah stabil.
Secara fenotipik, tanaman tetraploid menunjukkan perubahan fenotipe yang
memisahkannya dari diploidnya. Ciri morfologi berbeda pada 22 karakter
morfologi, yaitu karakter Is, Ts, VSbZ, VSbY, AbC, AdC, TP, TC, SbC, AdVL1C,
AdVL2C, AdVL3C, UpC, UpT, TpC, pC, pdCo, pCo, ptDoC, BptC, GptC dan Td.
Analisis morfologi menunjukkan adanya 2 kelompok besar, dengan koefisien
kemiripan 0.35 – 0.78. Kelompok I terdiri dari klon K0 dan kelompok II dibagi
menjadi 2 sub-kelompok, sub-kelompok A yang terbagi dari klon K1 dan K2, dan
sub-kelompok B terdiri dari K3. Karakter morfometri berbeda pada titik Ts, Vn1,
Vn,2 Vn3, dan Vp. Morfometri daun terbagi menjadi 3 kelompok, kelompok I
terdiri dari K0, kelompok II terdiri dari K2, dan kelompok III memasukkan klon K1
dan K3.
Tanaman tetraploid menunjukkan perubahan genetik dari diploidnya hanya
pada klon K2 dan K3, yaitu pada primer (CT)8G T400, (AG)8YC T350,750, (AC)8CYT
T350 dan (CTC)6 T1000, sedangkan klon K1 tidak berbeda kelompok dengan
diploidnya. Penanda ISSR menunjukkan 2 kelompok; kelompok I terdiri dari klon
K0 dan K1, dan kelompok II terdiri dari klon K2 dan K3, dengan koefisien
kemiripan antara kedua kelompok 0.71
KUALITAS DENDENG ASAP IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS SP), TUNUL (SPHYRAENA SP) DAN LELE (CLARIAS SP) DENGAN METODE PENGERINGAN CABINET DRYER
Telah dilakukan percobaan tentang pembuatan dendeng dari ikan tongkol (Euthinus sp),
dan tunul (Sphyraena sp) dan lele (Clarias sp) dengan penambahan aroma asap
menggunakan metode pengeringan cabinet dryer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui perubahan kualitas dari masing-masing ikan yang dibuat menjadi produk
dendeng asap serta membandingkan kualitas dari ikan tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah eksperimental laboratories dengan rancangan percobaan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK). Alat pengering yang digunakan adalah cabinet dryer
berbentuk kotak vertikal. Suhu proses yang dipakai adalah 65oC. Bahan baku ikan dan
bumbu diperoleh dari pasar lokal Semarang. Asap yang digunakan adalah asap cair
tempurung kelapa yang diredestilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
organoleptik dari dendeng asap ikan tongkol, tunul dan lele berturut-turut adalah
3,66<μ<4,11; 3,35<μ<3,85 dan 3,98<μ< 4,38. Penurunan kandungan lisin pada masingmasing
ikan berturut-turut adalah 27,84%, 43,81% dan 35,08%. Rendemen yang
dihasilkan berturut-turut sebesar 40,98%, 35,19% dan 42,16%. Kandungan proksimat pada
masing-masing ikan mengalami perubahan nyata. Kadar protein (dry base) mengalami
penurunan berturut-turut dari masing-masing ikan 10,13%, 3,96% dan 6,03%. Kadar lemak
(dry base) juga mengalami penurunan berturut-turut sebesar 14,76%, 14,41% dan 39,45%
sedangkan kadar abu mengalami kenaikan berturut-turut 13,64%, 2,97% dan 46,15%.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah semua produk dendeng yang dihasilkan dapat
diterima konsumen dengan baik terutama dendeng ikan lele. Perubahan yang paling
banyak terjadi pada pembuatan dendeng ikan lele untuk parameter rendemen, kadar lemak,
kadar abu. Penurunan kadar lisin dan kadar air terbanyak pada dendeng ikan tunul.
Penurunan kadar protein terbanyak pada dendeng ikan tongkol
HUBUNGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR YAPEN TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PAPUA
Perairan Pesisir Yapen Timur merupakan suatu perairan terbuka yang banyak
dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti penangkapan ikan, pemukiman penduduk,
industri dan jalur pelayaran. Beberapa faktor tersebut secara langsung maupun tidak
langsung mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Pesisir Yapen Timur yang
berdampak pada keberadaan organisme. Fitoplankton (plankton nabati) merupakan
produsen primer dalam rantai makanan sehingga dimanfaatkan oleh zooplankton sebagai
makanannya, adapun zooplankton (plankton hewani) merupakan konsumen pertama
sehingga sangat penting sebagai penghubung antara produsen dan konsumen sebagai
jenjang tropik yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara
kelimpahan fitoplankton dan zooplankton di perairan pesisir Yapen Timur. Penelitian ini
bersifat deskriptif dan menggunakan metode purposive sampling. Sampel didapatkan dari
lima belas titik sampling. Analisis data menggunakan Regresi Korelasi, APH, Shannon-
Wiener dan data Geo-statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata kelimpahan
ditemukan tertinggi (16.391 ind/L) pada fitoplankton dan terendah (11.006 ind/L) pada
zooplankton, keanekaragaman fitoplankton (2,74) dan zooplankton (2,73) mengindikasikan
kestabilan komunitas biota serta tekanan lingkungan berada pada tingkat sedang (moderat),
hubungan antara kelimpahan fitoplankton dan zooplankton berdasarkan nilai koefisien
korelasi (R = 0,181) mengindikasikan hubungan sangat lemah, pengaruh kelimpahan
zooplankton terhadap fitoplankton dengan nilai koefisien determinasi sebesar 26,3 % dan
73,7 % dipengaruhi oleh faktor lain
- …
