217 research outputs found

    TEKNIK PERMAINAN GITAR DALAM KOMPOSISI GITAR “CAPRICHO ARABE” KARYA FRANSISCO TARREGA

    Get PDF
    Latar belakang penulisan skripsi ini berawal dari pengamatan serta pengalaman penulis dalam memainkan komposisi gitar “Capricho Arabe” karya Fransisco Tarrega yang menghasilkan anggapan dasar bahwa komposisi gitar “Capricho Arabe” dapat dijadikan lagu model dalam pembelajaran gitar, karena untuk dapat memainkan karya ini dibutuhkan teknik permainan yang memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriftif analisis. Metode ini memberikan gambaran secara sitematis, faktual dan akurat mengenai faktor-faktor dan sifat-sifat tertentu yang terdapat dalam objek penelitian. Dalam penelitian ini juga akan menggunakan pendekatan interpretatif sebagai usaha peneliti untuk memahami karya musik, yaitu komposisi gitar “Capricho Arabe” karya Fransisco Tarrega. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, komposisi gitar ”Capricho Arabe” diantaranya terdiri dari 3 bagian, dengan karakter jenaka, gembira. Teknik slur dan slide dalam memainkan ornamen appoggiuatura menamilkan kesan dinamis, penggunaan teknik petikan Appoyando untuk sebagian melodi dan teknik petikan Tirando untuk iringan, menghasilkan warna suara yang berbeda sehingga masing-masing memiliki karekter tersendiri. Teknik Barre dan teknik speed membuat hubungan yang jelas antara frase kalimat, sehingga menghasilkan kesatuan karya yang utuh. Secara keseluruhan teknik permainan yang terdapat dalam komposisi gitar ”Capricho Arabe” merupakan acuan teknik dasar, secara musikal menjadi bagian penting dalam interpretasi. Sehingga teknik-teknik yang digunakan dalam komposisi gitar ”Capricho Arabe” mempunyai banyak manfaat dalam permainan gitar

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SOLFEGGIO UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Latar belakang penulisan Tesis ini berawal dari pengalaman peneliti selaku tenaga pengajar pada Pogram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya. Mata kuliah Pendidikan Seni Musik merupakan salahsatu mata kuliah yang terdapat dalam kurikulum Prodi PGSD. Dalam pelaksanaannya, perkuliahan pendidikan seni musik hanya ditawarkan dalam satu semester, sehingga pendalaman tentang pendidikan seni musik dirasakan sangat kurang. Hal ini berakibat pada minimnya pengetahuan mahasiswa terhadap pengetahuan pendidikan musik. Bertitik tolak dari permasalahan diatas, peneliti berinisiatif untuk memasukan pokok bahasan solfeggio dalam perkuliahan pendidikan seni musik di Prodi PGSD. Adapun selama ini, penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran solfeggio menggunakan bahan ajar yang di peruntukan untuk mahasiswa jurusan pendidikan musik. Hal ini kurang sesuai dengan kondisi mahasiswa PGSD yang memiliki kemampuan musikal yang beragam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Developement (R & D). Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Solfeggio untuk mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Setelah melihat permasalahan di lapangan, kemudian dirancang model untuk diujicobakan kepada mahasiswa PGSD.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Solfeggio merupakan suatu pembelajaran musik yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar musikal. Kemampuan ini meliputi kemampuan mendengar, kemampuan menirukan dan kemampuan membaca notasi musik, (2) Karakteristik bahan ajar solfeggio disesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar, serta mengacu pada kurikulum pembelajaran musik di sekolah dasar, (3) Bentuk akhir produk dari penelitian dan pengembangan ini adalah berupa modul bahan ajar solfeggio yang berisi materi teori musik dasar dan latihan-latihan keterampilan musikal. Latihan tersebut meliputi latihan membaca pola ritmik, interval dan melodi. Produk bahan ajar solfeggio tersebut merupakan rangkaian materi yang disusun secara sistematis agar pembelajaran musik, khususnya solfeggio dapat terlaksana dengan baik

    ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    This study aims to analyze the scientific literacy abilities of fifth-grade students in elementary schools, specifically comparing the differences between urban and rural schools. Scientific literacy is defined as the ability to utilize scientific knowledge to identify questions, explore new knowledge, describe scientific phenomena, and draw conclusions based on scientific evidence. The importance of scientific literacy is emphasized in the context of the 21st century, which demands individuals possess superior qualities to compete globally. This research employed a descriptive quantitative approach with a survey method, involving 30 fifth-grade students from two elementary schools (SD A in a rural area and SD B in an urban area). Data were collected through a written test consisting of 20 items. Descriptive analysis results indicate that the majority of students in both schools fall into the "High" category for scientific literacy, but students in SD B (urban) show a higher achievement level, especially in the "Very High" category. Inferential analysis using an independent samples t-test revealed a statistically significant difference in scientific literacy learning outcomes between students from SD A and SD B. The average scores of students in SD B were higher than those in SD A, indicating a gap in scientific literacy abilities between students in urban and rural areas

    PENGGUNAAN MEDIA RHYTM SECTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MUSIKALITAS PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran seni musik yang efektif di sekolah dasar akan berakibat pula pada keterbatasan keterampilan musikal peserta didik sehingga dil-akukanlah penelitian ini untuk menguji keefektifan media rhytm section untuk meningkat-kan kemampuan musikalitas peserta didik kelas V B SD Negeri Mangkubumi Tasikmalaya sebagai kelas eksperimen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendeka-tan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen, instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah rubrik sebagai pedoman penilaian untuk mengukur kemampuan musikalitas melalui pretest dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data penelitian menggunakan uji statistik Normalized Gain dan uji statistik pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan musikalitas peser-ta didik pada hasil pretest-posttest di kelas eksperimen dengan menggunakan media rhytm section. Peningkatan kemampuan musikalitas di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, hal tersebut dapat dibuktikan melalui hasil pretest dan posttest di masing-masing kelas. Berdasarkan hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa media rubrik rhytm berada pada kategori efektif untuk meningkatkan kemampuan musikalitas siswa kelas V SD

    Upacara Seren Taun Masyarakat Sunda Sebagai Media Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Education is an educational process to educate children. Education does not only make children smart and skilled, but education also has a more important goal, namely to make children have a good attitude. This change in attitude occurs because of the veil of values through character education. Currently, character values in children have begun to fade due to the influence of various technological advances in all fields. This will certainly facilitate and speed up the entry of foreign values and culture that are not yet known about the good and bad for children. Efforts to cover national character can be done by combining aspects of education and aspects of local culture. In practice, local coloring is colored with a variety of positive values that can be used as meaning in living life. This study aims to analyze the character values contained in the Sundanese seren taun ceremony. The method used is descriptive analysis. Data collection was obtained by conducting direct review of documents, photos, videos. The seren tau ceremony is a cultural activity in West Java. In its implementation, the ceremony has a variety of cultural activities in which it has its own value and meaning. These activities can be used as educational media for elementary school students as an effort to build character

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN MUSIKALITAS SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan musikalitas peserta didik dikarenakan guru yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional dan hanya terdapat 90% siswa dalam kategori kurang musikal dan 10% siswa dalam kategori tidak musikal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, rubrik penilaian dan observasi. Data yang diperoleh berupa data hasil tes dan rubrik penilaian sebagai data primer dan hasil observasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data  yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan musikalitas peserta didik dikarenakan guru yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional dan hanya terdapat 90% siswa dalam kategori kurang musikal dan 10% siswa dalam kategori tidak musikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan musikalitas peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental  yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, rubrik penilaian dan observasi. Data yang diperoleh berupa data hasil tes dan rubrik penilaian sebagai data primer dan hasil observasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data  yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik, hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan kemampuan musikalitas peserta didik menjadi 96,66% orang siswa dikategorikan sangat musikal dan 6,67% orang siswa dalam kategori musikal. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik

    Identifikasi Gaya Belajar Anak Usia Dini melalui Pendekatan Deskriptif di TK Gugus I Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya

    Get PDF
    This study aims to describe the learning styles of 4–5 year old children in Kindergarten Cluster I, Cipedes District, based on the VAK (Visual, Auditory, and Kinesthetic) model. Understanding children's learning style tendencies is crucial to support a learning process that aligns with the developmental characteristics of early childhood. This study used a quantitative approach with descriptive methods. The research sample consisted of 123 children aged 4–5 years selected using a random sampling technique. Data were collected through observation questionnaires completed by 12 class teachers, and analyzed using descriptive statistics with the help of SPSS and Microsoft Excel. The results showed that most children had visual and kinesthetic learning styles in the high category, each with 99 children (80.5%). Auditory learning styles were also quite high, with 78 children (63.4%), while no children were in the low category for all three types of learning styles. These findings indicate that visual and kinesthetic learning styles are more dominant than auditory in children aged 4–5 years at the research location. These findings demonstrate the importance of teachers understanding children's learning style tendencies to design appropriate learning. This research provides practical contributions for early childhood education teachers in designing varied activities that address all learning styles. Its novelty lies in the quantitative mapping of early childhood learning styles at the local level as a basis for data-driven learning plannin

    KONTEKS MUSIKALITAS PADUAN SUARA SDN 2 SUKAMANAH KOTA TASIKMALAYA DALAM MENYANYIKAN LAGU-LAGU WAJIB NASIONAL

    Get PDF
    Skripsi dengan Judul " Konteks Musikalitas Paduan Suara SDN 2 Sukamanah Kota Tasikmalaya dalam Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional" menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konteks musikalitas paduan suara di SDN 2 Sukamanah dalam membawakan lagu-lagu wajib nasional. Fokus utama mencakup kesesuaian nyanyian paduan suara dengan notasi lagu asli, pola latihan yang diterapkan oleh pembina, serta dampaknya terhadap kemampuan musikal peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan paduan suara, terdapat ketidaksesuaian dengan notasi asli lagu wajib nasional, khususnya penambahan ornamentasi vokal lokal yang menjadi ciri khas di SDN 2 Sukamanah. Pola latihan yang diterapkan oleh guru masih bersifat sederhana, tidak menggunakan bahan ajar tertulis maupun media pembelajaran yang memadai. Meskipun variasi lokal tersebut memberi ruang bagi ekspresi musikal yang lebih hidup dan kontekstual, hal ini juga menimbulkan kesenjangan terhadap standar musikal yang berlaku secara nasional. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan paduan suara yang lebih terstruktur, berbasis teori musik, dan mampu menyeimbangkan antara pelestarian ekspresi musikal lokal dengan keterpaduan standar nasional. This thesis, entitled “The Context of Musicality in the Choir of SDN 2 Sukamanah, Tasikmalaya City in Performing National Songs”. This thesis employs a qualitative approach using a case study method. The purpose of the study is to examine the context of musicality in the choir at SDN 2 Sukamanah in performing national songs. The main focus includes the alignment of the choir’s singing with the original musical notation, the training patterns implemented by the instructor, and the impact on the students' musical abilities. The findings reveal inconsistencies between the choir's performance and the original notation of national songs, particularly due to the addition of local vocal ornamentations that have become a distinctive feature at SDN 2 Sukamanah. The training model applied by the teacher remains simple, lacking written teaching materials and adequate learning media. Although these local variations provide space for more expressive and contextual musical expression, they also create a gap with nationally accepted musical standards. Therefore, this study recommends the development of a more structured choir training program based on music theory, aimed at balancing the preservation of local musical expression with adherence to national standards

    GERAK DAN LAGU SEBAGAI MODEL STIMULASI PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI

    Get PDF
    This research is based on the facts in the field about the condition of early childhood education learning at currently that tendency is still using conventional learning. Learning to use still seem monotonous and have not been able to optimize aspects of child development in improving early childhood kinesthetic intelligence. Therefore, research was conducted to determine the contribution of movement and song learning in developing early childhood kinesthetic intelligence. This study used quasi-experimental methods Non-equivalent pre-test and post-test control group design. Data collection techniques conducted in this study using three techniques, namely structured observation, field notes, and documentation. Thee results showed that movement and song learning can provide contribute positively to improve kinesthetic intelligence early childhood significantly with a 95% confidence level. Keywords: Early childhood, Kinesthetic-Intelligence, Motion, Songs Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta di lapangan mengenai kondisi pembelajarann pendidikan anak usia dini saat ini yang kecenderungannya masih menggunakan pembelajaran konvensional. Pembelajaran yang digunakan masih terkesan monoton dan belum mampu mengoptimalkan aspek perkembangan anak dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi pembelajaran gerak dan lagu dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan melalui desain kelompok pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan tiga teknik, yaitu observasi terstruktur, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gerak dan lagu dapat memberikan kontribunsi secaraa positif untuk  meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia dini secara signifikan dengan tingkat kepercayaan 95%. Kata Kunci:  Anak Usia Dini, Kecerdasan kinestetik, Gerak, Lag

    Analisis Hasil Akreditasi Terhadap Sekolah Luar Biasa

    Get PDF
    Akreditasi di pandang sebagai cerminan mutu pendidikan suatu sekolah, semakin tinggi akreditasi sekolah yang dimiliki semakin baik pula pendidikan yang dimiliki oleh sekolah tersebut . Dengan adanya akreditasi yang tinggi dapat menumbuhkan kesan yang baik dimata masyarakat khususnya bagi orang tua yang akan menyekolahkan anak anaknya , selain itu akreditasi yang tinggi dapat memberikan manfaat bagi sekolah tersebut. Salah satu manfaat yang paling penting yaitu pada tenaga pendidik atau guru yang mengajar serta fasilitas atau saran dan prasarana di sekolah dengan akreditasi yang tinggi. Standar isi dan standar proses yang dimiliki oleh guru tentunya harus baik serta sarana dan pra sarana yang dimiliki harus mendukung kegiatan pembelajaran ini,hal tersebut tentu harus dipenuhi oleh sekolah,ini di karenakan kedua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap akreditasi sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh dari hasil akreditasi terhadap sekolah luar biasa dengan melihat standar isi dan standar proses yang dimiliki oleh sekolah tersebut selain itu pengecekan sarana dan pra sarana yang dimiliki oleh sekolah juga menjadi tujuan dari penelitian ini, hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah luar biasa tersebut harus sesuai dengan ketentun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan study kasus sebagai rancanganny
    corecore