25 research outputs found
Opnaissel Sebagai Hiasan Pada Busana Pri Berbahan Denim
ABSTRAK Reni Erawati. 2010. Opnaissel Sebagai Hiasan Pada Busana Pria Berbahan Denim. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tiga Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra.Dwi Astuti S.A., M. Kes. Kata Kunci: Opnaissel sebagai hiasan, busana pria, denim. Opnaissel adalah hiasan berupa lipit-lipit kecil yang dibuat secara berkelompok yang disetik bagian luar bahan dengan lebar minimal 0.5 cm atau sesuai dengan keinginan. Opnaissel tidak harus selalu dibuat dengan arah vertikal, karena opnaissel dapat dibuat dengan berbagai arah. Busana pria adalah apapun yang dipakai pria mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Denim adalah kain yang terbuat dari serat kapas yang ditenun secara diagonal dengan benang lungsin berwarna biru dan umumnya memiliki lebar kain 140 cm. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah penulis mencoba untuk membuat busana pria juga menarik dan unik dengan hiasan opnaissel yang dibuat beragam dengan bahan berupa denim. manfaat yang diperoleh dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah menambah pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca untuk membuat busana pria berbahan denim dengan opnaissel sebagai hiasannya. Proses pembuatan yang dilakukan meliputi cutting, sewing, dan finishing. Hasil yang diperoleh dari pembuatan busana pria ini adalah berupa baju pria tanpa lengan dan celana panjang yang dibuat dengan bahan denim dengan hiasan berupa opnaissel. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 145.000
Pengaruh Pelatihan Dan Kerjasama Tim Terhadap Produktivitas Tim Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh pelatihan dan kerjasama tim terhadap produktivitas Tim Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus. Dimana diajukan dua variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu pelatihan dan kerjasama tim berperan sebagai variabel bebas dan produktivitas berperan sebagai variabel terikat.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey terhadap Tim Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudusdan dianalisis dengan regresi. Tahap pertama menguji validitas dan reliabilitas pertanyaan setiap variabel. Tahap kedua, meregresi variabel pelatihan dan kerjasama tim terhadap produktivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan kerjasama tim berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas. Pelatihan diharapkan terus dilakukan kepada petugas Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) Kantor BPS Kabupaten Kudus untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan petugas dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan serta mengadakan acara-acara untuk mempererat kerjasama tim.
Kata Kunci: pelatihan, kerjasama tim dan produktivitas
PENDEKATAN LINGKUNGAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN
Penyajian dalam rumusan masalah yang dikemukakan dalam pembelajaran ini adalah bagaimana penerapan pendekatan lingkungan pada pembelajaran IPA dan hasil belajar siswa kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.Pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA adalah pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan salah satu pendekatan yang mengembangkan kebiasaan siswa menggunakan dan memperlakukan lingkungan secara bijaksana dimana siswa diajak langsung berhadapan dengan lingkungan dimana fakta dan gejala alam tersebut berada.Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan Mc. Taggart melalui langkah-langkah (1) Perencanaan (planning), (2) Tindakan (action), (3) Observasi (observation), (4) Refleksi (reflekction). Data penelitian disajikan secara deskriptif kualitatif yang diperoleh dari hasil analisis dan refleksi dari setiap tindakan yaitu melalui pengamatan dan penilaian hasil evaluasi.Beberapa temuan esensial yang ditemukan pada penelitian ini adalah (1) penilaian proses pada siklus I kurang yaitu 76,9%, sedangkan pada siklus II nilai proses siswa dalam pembelajaran ada peningkatan; (2) aktivitas dan kerjasama siswa dalam setiap siklusnya mengalami peningkatan mulai dari langkah kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir; (3) semua tahapan pembelajaran melalui pendekatan lingkungan dapat dilalui dengan baik oleh siswa. Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penggunaan pendekatan lingkungan dapat meningkatkanhasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Hal ini terbukti dari hasil nilai yang diperoleh pada siklus I nilai rata-rata siswa 6,17, rata-rata nilai proses 76,9%, dan siswa yang nilainya di bawah KKM 60%. Siklus II nilai rata-rata siswa 7,07, rata-ratanilai proses 84%, dan siswa yang nilainya di bawah KKM 16,7% dan siklus III nilai rata-rata siswa 8,13, rata-rata nilai proses 91,9%, dan 100% nilai siswa di atas nilai KKM.Dengan demikian proses pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan lingkungan membawa perubahan berarti terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukan pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN
Abstrak : Penyajian dalam rumusan masalah yang dikemukakan dalam pembelajaran ini adalah bagaimana penerapan pendekatan lingkungan pada pembelajaran IPA dan hasil belajar siswa kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA adalah pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan salah satu pendekatan yang mengembangkan kebiasaan siswa menggunakan dan memperlakukan lingkungan secara bijaksana dimana siswa diajak langsung berhadapan dengan lingkungan dimana fakta dan gejala alam tersebut berada. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan Mc. Taggart melalui langkah-langkah (1) Perencanaan (planning), (2) Tindakan (action), (3) Observasi (observation), (4) Refleksi (reflekction). Data penelitian disajikan secara deskriptif kualitatif yang diperoleh dari hasil analisis dan refleksi dari setiap tindakan yaitu melalui pengamatan dan penilaian hasil evaluasi. Beberapa temuan esensial yang ditemukan pada penelitian ini adalah (1) penilaian proses pada siklus I kurang yaitu 76,9%, sedangkan pada siklus II nilai proses siswa dalam pembelajaran ada peningkatan; (2) aktivitas dan kerjasama siswa dalam setiap siklusnya mengalami peningkatan mulai dari langkah kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir; (3) semua tahapan pembelajaran melalui pendekatan lingkungan dapat dilalui dengan baik oleh siswa.
Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penggunaan pendekatan lingkungan dapat meningkatkanhasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Hal ini terbukti dari hasil nilai yang diperoleh pada siklus I nilai rata-rata siswa 6,17, rata-rata nilai proses 76,9%, dan siswa yang nilainya di bawah KKM 60%. Siklus II nilai rata-rata siswa 7,07, rata-ratanilai proses 84%, dan siswa yang nilainya di bawah KKM 16,7% dan siklus III nilai rata-rata siswa 8,13, rata-rata nilai proses 91,9%, dan 100% nilai siswa di atas nilai KKM.Dengan demikian proses pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan lingkungan membawa perubahan berarti terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukan pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
STUDI PERBANDINGAN ANTARA KETAMIN DAN XYLAZIN SEBAGAI ANESTETIK UMUM PADA KUCING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ketamin dan Xylazin terhadap frekuensi pulsus, frekuensi respirasi dan temperatur tubuh kuCing.
Faktor Determinan Minat Kewirausahaan Mahasiswa Akuntansi di Yogyakarta
The increase in the number of students becoming candidates for employment has led to an increase in unemployment among students. The study aims to test whether there is an influence between entrepreneurship learning, family environment and income expectations on entrepreneurial interests of accounting students. This research population is a student of the accounting study program of public and private colleges in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). In the study, sampling techniques used purposive samplings with respondents of 123 students as well as data analysis techniques included descriptive analysis, classical assumption tests, and hypothesis tests. Based on the analysis of data from the study, it can be concluded that entrepreneurial learning has a positive influence on entrepreneurship interests of accounting students, the family environment has a positively influenced enterprise interests for accounting student, and income expectations have a positive impact on enterprising interest of accountancy students. The difference with previous research is by adding an entrepreneurial learning variable. The results of this research imply in the field of accounting that enables entrepreneurs to obtain a variety of financial information that is important in running their business
Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual, dan Kecerdasan Finansial Terhadap Pemahaman Akuntansi Mahasiswa di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
This study aims to prove the influence of intellectual intelligence, spiritual intelligence and financial intelligence on the understanding of accounting students at Sarjanawiyata Tamansiswa University. the theory of planned behavior is used to test the relationship between each variable, namely the independent and dependent variables. The method used in this research is a quantitative research method. The number of respondents used in this study were 155 respondents who were taken using the purposive sampling technique for accounting students at Sarjanawiyata Tamansiswa University. The test used in the study is the validity test, the reliability test is used for the feasibility questionnaire. Data analysis techniques used in this study are descriptive statistical tests, classical assumption tests and hypothesis test. The results of this study indicate that intellectual intelligence, spiritual intelligence and financial intelligence have a positive and significant effect on understanding accounting. This research contributes to providing a reference for increasing students' understanding of accounting through the levels of intellectual intelligence, spiritual intelligence and financial intelligence
FUNGSI PRAPERADILAN SEBAGAI LEMBAGA KONTROL HORIZONTAL DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA
Pre jurisdiction is a new institution that function as the horizontal control toward the performance and the duty of legal upholder, in this case, the investigator and general accusatory. The case formulation has been emerged by the author in this legal writing is "whether after the presence of pre jurisdiction institution has really functions as horizontal control in the process of legal jurisdiction. In this writing, the author used normative legal research method, i.e. the literary study focused on the norms and also supported by the field research. Base on the result of this research, the pre jurisdiction institution only has authority to evaluate the validity about the pledge, caught, ending the investigation, the ending of accusation, the submission of substitution of detriment and also rehabilitation. Pre jurisdiction has no authority to conduct investigation as conduct the calling of the accused in doing criminal action. Thus, the conclusion could drawn is the pre jurisdiction institution that formerly valid in the system of the procedure of criminal less functions as the horizontal controller institution in the system of the procedure of criminal. The author hopes in future, prejurisdiction could conduct its function maximally
ANALYSIS OF TRAINING NEEDS FOR STUDENTS COLLEGE IN CIREBON CITY
Training is needed to create superior human resources. This is, of course, done by analyzing training needs. The urgency of this research is to look at the analysis of training needs for students. Training needs analysis also aims to analyze the gap (differentiation) between expected and actual competencies according to needs and developments. The fundamental difference between this research and previous research is that it focuses on training design and methods, while previous research only focuses on analyzing the training carried out. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The results of this research analysis of training needs include preparation, guidelines, references, and objectives of the training program. It is hoped that the things described above will answer the training needs of students in Cirebon. In order to become superior human resources, they can contribute significantly to the development and progress of the city of Cirebon. Of course, the author reminds us that there is a need for synergy between formal education institutions, the government, and institutions with good credibility to collaborate in organizing this training
The association of caries severity with children's quality of life at TK Bersama Ceria Delitua
Oral and dental health is a component of overall health that can significantly impact a child's quality of life. Dental caries is a major oral health problem among preschool children. This study aimed to determine the relationship between the severity of dental caries and the quality of life of children attending TK Bersama Ceria Delitua kindergarten. This analytical survey employed a cross-sectional design. The study population consisted of all children enrolled. A sample size of 30 participants was selected using purposive sampling. Data collection was conducted through questionnaires and dental examinations. Data analysis was performed using Spearman's rank correlation coefficient. The mean decay (d) score was 5.47 ± 2.474, the mean extraction (e) score was 0.80 ± 1.064, and the mean filling (f) score was 0.13 ± 0.434. The overall mean def-t score was 6.40 ± 2.908. The mean child quality of life, as measured by the Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS), was 46.43 ± 7.873. Spearman's correlation analysis revealed a significant positive correlation between the severity of dental caries and children's quality of life (p = 0.003; r = 0.521), indicating a strong relationship. The study concludes that a higher def-t score is associated with a poorer quality of life in children
