1,721,062 research outputs found

    PEMODELAN LAPISAN BAWAH PERMUKAAN KOTA BENGKULU DENGAN INVERSI HVSR

    Full text link
    Research on the determination of subsurface structures in Bengkulu City based on inversion of the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method from microtremor measurement data. Data acquisition was carried out with Gemini 2 SN 1405 PASI Mod Seismometer for 30 minutes for each station. This study aims to obtain subsurface structure based on microtermor data inversion. Microtermor data is processed using Geopsy software to obtain H / V spectral which is then reversed using OpenHVSR with the principle of forward modeling to obtain subsurface shear wave velocity (Vs) models at each measurement point. Subsurface models can be accepted and considered true with a high degree of confidence if the selected model produces H / V spectral in accordance with field data marked by small errors, where the field data curves and models can coincide. From this research, the value of Vs below the surface to a depth of 50 meters varies from 26 m / s to 2195 m / s consisting of 6 layers to 8 layers of roc

    Upaya Mitigasi Bencana Longsor Jalan Lintas Bengkulu-Kepahiang Berdasarkan Kecepatan Gelombang Geser (Vs)

    Full text link
    ABSTRAKProvinsi Bengkulu adalah provinsi yang rawan akan adanya bencana alam. Salah satu kejadian bencana alam adalah longsor yang terjadi di kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Kabupaten Bengkulu Tengah Berada pada topograafi yang berada pada elevasi 96 sampai 880 mdpl. Daerah Bengkulu tengah juga memiliki curah hujan yang tinggi dengan rata-rata 235-280 mm/tahun sehingga akan memperbesar potensi terjadinya gerakan tanah atau longsor. Nilai kecepatan gelombang geser (Vs) ini sangat penting karena berhubungan dengan ketahanan suatu area terhadap gempa bumi. Letak dan lokasi menentukan besar kecilnya kecepatan gelombang geser (Vs) yang dimiliki. Nilai Vs didapat berdasarkan nilai faktor amplifikasi (a0) dan nilai frekuensi dominan (f0) dari data penelitian 80 titik sebelumnya, lalu pada win-HVSR dilakukan forward modelling yang menghasilkan output lapisan Vs. Selain itu, kami juga membuat peta kerentanan bencana geologi berdasarkan nilai Vs menggunakan surfer dan Arcgis. Penelitian ini menyatakan bahwa titik lokasi L9B memiliki nilai Vs30 190 m/s terendah dan merupakan kelas situs tanah D dan memiliki jenis tanah sedang. Titik lokasi L9D memiliki nilai Vs30 tertinggi dan merupakan kelas situs tanah B dengan jenis batuan. Kata Kunci: Longsor, Kecepatan Gelombang Seismik (Vs), Peta Kerentanan Bencana Geologi. ABSTRACTBengkulu Province is a province that is prone to natural disasters. One of the natural disasters is a landslide that occurred in Bengkulu Tengah district, Bengkulu Province. Central Bengkulu Regency Located in the topography with elevation 96 to 880 masl. The central Bengkulu area also has high rainfall with  an average of 235-280 mm/year so it will increase the potential for land movements or landslides. Based on value of shear wave velocity (Vs) is very important because it relates to the resistance of an area to earthquakes. The location also determines the size of the shear wave velocity (Vs) that is owned. Vs is obtained based on the value of the amplification factor (a0) and the value of the dominant frequency (f0) from the previous 80 point research data, then at win- HVSR, forward modeling is carried out which results in the Vs. layer output. Apart from that, we also created a geological disaster vulnerability map based on the Vs value using surfers and Arcgis. This study states that the L9B location  point has the lowest Vs30 190 m / s value and is a class D soil site and has moderate soil types. The L9D location point has the highest Vs30 value and is a soil site class B with rock types. Keywords: Landslide, Shear Wave Velocity (Vs), Geological Disaster Vulnerability Map

    ANALISIS PERCEPATAN GETARAN TANAH UNTUK PEMETAAN MIKROZONASI DI PERMUKAAN TANAH KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa percepatan getaran tanah di permukaan tanah menggunakan metode Mc. Guirre serta meninjau kondisi jenis tanah untuk mengetahui daerah rawan bahaya gempa bumi. Data gempa berasal dari BMKG Kepahiang selama 41 tahun (1970-2011) dengan batasan daerah pengamatan 0,50 LS - 8,50 LS dan 980 BT - 1070 BT meliputi Kota Bengkulu dan Peta Geologi Lembar Bengkulu. Proses penelitian menggunakan program Microssoft Excel 2007 dan ArcView GIS 3.3. Hasil penelitian menunjukkan nilai percepatan getaran tanah terbesar 0,356456454 g pada tanah sedang serta 0,356087599 g pada tanah lunak dan terkecil 0,326864058 g pada tanah keras

    Identifikasi Sesar Segmen Ketahun Berdasarkan Metode First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) Data Anomali Gaya Berat GGMplus

    Full text link
    Daerah Bengkulu merupakan daerah yang dilalui oleh jalur subduksi Indo-Australia dan Eurasia. Jalur subduksi dapat teridentifikasi dengan metode gravitasi yang dapat menggambarkan bentuk bawah permukaan berdasarkan variasi medan gravitasi yang dapat dilihat oleh perbedaan rapat masa anatar batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Sesar Segmen Ketahun dengan menggunakan data anomali gayaberat GGMplus. Wilayah penelitian adalah daratan Lebong-Rejang Lebong. Metode First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) digunakan untuk melihat posisi dan karakteristik sesar. Dari analisis FHD dan SVD, daerah Sungai Lisai dan Ketenong merupakan sesar turun, sedangkan Pinang Berlapis, sekitar Pungguk Pedaro dan Rimbo Pengadang merupakan sesar naik. Talang Ulu dan sekitar Lubuk Pedaro merupakan sesar naik, Daerah Mangkorajo merupakan sesar geser, serta Danau Tapak Kaki merupakan sesar turun. Berdasarkan pemodelan data anomali diperoleh wilayah Kabupaten Lebong–Rejang Lebong memiliki sebaran densitas antara 1,97 gram/cm3-2,00 gram/cm3 yang merupakan batuan sedimen (debu bersisipan pasir,bongkahan lepas, kerakal, gambut dan kaolinit)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PETA RESPON PERCEPATAN GETARAN TANAH SETIAP JENIS BATUAN GEOLOGI DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Perhitungan nilai percepatan getaran tanah maksimum di daerah Kota Bengkulu dilakukan dengan menggunakan persamaan Kanai dengan meninjau nilai periode dominan getaran tanah, jarak sumber gempa terhadap stasiun pengukuran dan magnitudo gempa permukaan (Ms). Bengkulu merupakan daerah aktif gempa bumi yang secara geografis terletak dekat dengan batas pertemuan lempeng antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta variasi nilai percepatan getaran tanah maksimum setiap jenis batuan geologi di Kota Bengkulu. Batasan daerah pengamatan terletak pada 30 44,32’LS- 30 54’LS dan 1020 14,59’ BT-1020 22,21’ BT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kegempaan Bengkulu selama 40 tahun (1970-2010) dari BMKG Kepahiang dengan batasan sumber gempa bumi antara 20LS- 60 LS dan 1000BT– 1040BT dan data seismogram tiap jenis batuan yang direkam dengan sensor DS-4A dan TDL-303 Digital Portable Seismograph serta perangkat lunak DataPro.exe untuk menentukan frekuensi dominan getaran. Variasi percepatan getaran tanah maksimum Kota Bengkulu berkisar 192,341-926,497 gal. Nilai percepatan getaran tanah maksimum terbesar terjadi di sebelah barat Kecamatan Ratu Samban (Pantai Panjang) dengan jenis batuan geologi Batu Gamping Terumbu dan nilai percepatan getaran tanah maksimum terkecil terjadi di wilayah Kecamatan Muara Bangka Hulu dengan jenis batuan geologi Endapan Rawa. Jenis geologi yang aman berdasarkan nilai PGA di Kota Bengkulu adalah Endapan Rawa dan Andesit

    PENENTUAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE SEISMIK REFRAKSI (STUDI KASUS : KECAMATAN PONDOK KELAPA)

    No full text
    A Research has been done about determination of subsurface structure by using seismic refraction method in Kecamatan Pondok Kelapa, Centre of Bengkulu. Field data aquisition is done by using seismometer PASI Mod. 1624-P by using 24 geophones. with lines length of 50 meters and distance between geophones 2 meters. The processing data is done by using WinSim 12 software and Microsoft Office Exel. The processing methods by using Hagiwara methods. That result of processing data was obtained wave velocity P on the first layer about 290 m/s - 352 m/s, the second layer about 1642 m/s - 2020 m/s, and the depth of the boundary on the first layer range obout 1.21 meter- 4.66 meters. Based on the velocity it’s Interpreted that the first layer was soil that’s cover layer, while the second layer was sand and gravel

    IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN INVERSI HVSR DI KOTA MANNA, BENGKULU SELATAN

    No full text
    Kabupaten Bengkulu Selatan adalah dataran rendah dengan ketinggian rata�rata 74 meter di atas permukaan laut dan memiliki jenis tanah aluvial. Kota Manna adalah Ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan yang secara umum ditutupi oleh batu pasir konglomerat dan sisipan karbon yang merupakan Formasi Simpangaur. Kota Manna termasuk rawan gempa bumi sebagaimana halnya gempa besar 7,3 SR tahun 2000 dan 7,9 SR tahun 2007. Kota Manna juga dekat patahan Segmen Manna yang menyimpan potensi gempabumi. Kota Manna memerlukan upaya untuk mengurangi dampak bencana gempabumi, salah satunya adalah memetakan kelas situs batuan untuk menyusun rencana tata ruang wilayah. Penelitian ini bertujuan membuat peta klasifikasi kelas situs tanah berdasarkan nilai 30 yang diperoleh dari pengukuran mikrotremor. Pengukuran data mikrotremor dilakukan sebanyak 28 titik di Kota Manna sebelah Utara. Pengolahan data mikrotremor menggunakan software geopsy untuk membuat kurva HVSR yang selanjutnya dilakuan proses inversi dengan software HV-Inv Beta untuk memperoleh perlapisan nilai bawah permukaan dan kedalaman yang digunakan untuk menghitung 30. Nilai yang diperoleh dibuat secara 3D dengan mengunakan software Voxler dari kedalaman 0-40 meter. Nilai 30 dipetakan di seluruh wilayah penelitian untuk mendapatkan kelas situs tanah Kota Manna. Berdasarkan peta 30 tersebut, daerah penelitian diklasifikasikan menjadi tiga kelas situs batuan yaitu B, C, dan D. Selanjutnya dapat diginakan sebagai acuan untuk menyusun rencana tata ruang Kota Manna. Kata kunci: Geopsy, HVSR, inversi, mikrotremor, Manna, , 3

    Upaya Peningkatan Budaya Sadar Bencana Gempa Melalui Analisis Statistik Parameter Geofisika di Kota Bengkulu, Indonesia

    Full text link
    Potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi kerap menjadi isu utama bagi pembangunan dan masyarakat. Upaya peningkatan budaya sadar bencana gempa perlu dilakukan guna memberikan edukasi dalam menyikapi bahaya gempa yang dapat terjadi di Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian berbasis riset, dimana pengukuran geofisik digunakan untuk mendeskripsikan kerentanan seismik Kota Bengkulu, melalui kerja sama kemitraan oleh Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu. Hasil pengukuran geofisik selanjutnya diolah lebih lanjut untuk mendapatkan parameter amplifikasi (A0) dan frekuensi dominan (f0). Kedua parameter tersebut kemudian dianalisis untuk mendeskripsikan indeks kerentanan seismik (Kg) di Kota Bengkulu. Pema­paran hasil analisis juga dilakukan sebagai transfer pemahaman kerentanan seismik kepada mitra. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa terdapat 211 titik yang diinvestigasi. Secara umum tingkat kerentanan seismik di Kota Bengkulu rata-rata pada level rendah dengan sangat tinggi dengan nilai kerentanan rata-rata berkisar pada 2,69 sampai dengan 36,31. Kecamatan Ratu Samban, Ratu Agung, Gading Cempaka, Kampung Melayu, dan Teluk Segara digolong­kan sebagai wilayah dengan kerentanan sangat tinggi, dengan nilai maksimum rerata sebesar 36,31. Kecamatan Selebar dan Singaran Pati digolongkan sebagai wilayah dengan kerentanan tinggi dengan nilai maksimum rerata sebesar 5,97, Kecamatan Sungai Serut dengan kerentanan sedang dengan nilai maksimum rerata 4,41, dan Kecamatan Muara Bangka­hulu dengan kerentanan rendah dengan nilai maksimum rerata 2,69. Kegiatan ini membantu mitra dalam memetakan kerentanan seismik di Kota Bengkulu
    corecore