52 research outputs found
MENSTRUASI DALAM TAFSIR FAKHRUDDIN AL-RAZY
Skripsi ini mengambil judul "Menstruasi dalam Tafsir Fakhrudin alRazy".
Adapun titik tekan yang diteliti mencakup dua persoalan yakni ingin
mengetahui bagaimana pemikiran al-Razy dalam menafsirkan ayat-ayat yang
berhubungan dengan menstruasi dan implikasi penafsiran al-Razy dalam
bangunan hukum. Hal ini penting dilakukan sebab pemikiran al-Razy yang
rasional dan latar belakang ilmu kedokteran menjadikan penafsirannya cenderung
berbeda dengan para mufasir lain pada zamannya.
Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian yang bertumpu
pada kepustakaan. Adapun sumber kepustakaan yang dipakai bersifat primer dan
sekunder. Yang primer diambil dari kitab tafsir al-Razy Matatih al-Gaib atau
Tafslr al-Kablr. Sedangkan yang sekunder berupa data-data yang mendukung
kajian ini. Metode yang dipakai deskripsi analitis yakni dengan menguraikan dan
mengambarkan keseluruhan data yang kemudian dianalisis. Pendekatannya
teologis-historis.
Setelah melakukan penelitian kajian ini dapat mengambil dua kesimpulan.
Pertama, penafsiran al-Razy dalam dua ayat yang berhubungan dengan
menstruasi (al-Baqarah: 222 ; al-'[alaq. 4) tidak bisa lepas dari lafad al-mahit,
, yafhuma, 'iddah dan seputar penentuan darah hail dan istihiqah. Hampir
keseluruhan penafsiran al-Razy menyiratkan tentang pengukuhan bahwa
menstruasi itu bukanlah sebuah tabu atau kutukan tapi sekadar rutinitas fisikbiologis
semata yang dialami oleh perempuan.
Kedua, penafsiran al-Razy mempunyai implikasi dalam bangunan hukum,
terutama dalam masalah hubungan seksual suami istri. Bagi al-Razy kegiatan
seksual bisa terus berlanjut sebagaimana biasa dengan catatan tidak sampai
melakukan jima', tidak perlu ada bagian-bagian tertentu yang dilarang untuk
istimta' atau bersenang-senang. Di samping itu kehati-hatian' al-Razy juga
tercermin dalam keputusannya yang mengharuskan perempuan untuk menjalani
ritual mandi sebelum berhubungan intim dengan suaminya
Eksistensi Jin Perspektif Fakhruddin al-Razy dan Ibn Arabi
Al-Qur’an menjelaskan bagaimana wujud dari segala ciptaan (makhluk) Allah, diantaranya manusia, malaikat, jin, syetan, iblis, dan lain sebagainya. Makhluk yang kasat (ghaib) masih menjadi bahasan menarik karena terjadi perbedaan pendapat daripada filsafat dan tasawuf. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas dari tafsir Al-Qur’an yang akan menjelaskan perbedaan corak penafsiran, khususnya pada Tafsir Mafatihul Ghaib karya Ar-Razi dan Tafsir Ibn ‘Arabi karya Ibnu ‘Arabi dalam Q.S Ar-Rahman [78]: 56 dan Q.S al-Jin [72]: 8-9. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan library research dan metode deskriptif analisis. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi Jin menurut Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir Mafatih al-Ghaib disebutkan sebagai makhluk yang diciptakan dari api panas dan memiliki kemampuan untuk menembus angkasa dan mendengar percakapan penghuni-penghuninya tetapi kini langit telah dijaga dan ada semburan api yang dapat membakar mereka bila jin itu mendekat. Sedangkan menurut ibn Arabi eksistensi jin adalah hawa nafsu manusia yang memiliki kemampuan mencuri (pikiran) manusia agar mengikuti pada keraguan, kembali kepada masa yang belum ada adab dan tidak ada syariah
‘Uqdah Al-Lisan Dalam AlQur’an Perspektif Ar-Razy Dalam Kitab Mafaatih Al-Ghoib (Relevansinya Dengan Speech Disorder Pada Anak Usia Dini)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian dari ‘uqdah al-lisan
dan segala sesuatu yang berkaitan dengan term ‘uqdah al-lisan, dan juga
untuk mengetahui fungsi lisan, makna yang terkandung pada lisan, dan
juga untuk mengetahui perintah dan larangan Allah SWT terhadap lisan
bagi kehidupan manusia. Penelitian ini akan membahas tentang definisi
‘uqdah al-lisan dan juga mencakup ayat–ayat dalam Al-Qur’an dan yang
membahas tentang ‘Uqdah al-lisan. Kemudian lagi, Membahas tentang
biografi Imam Fakhruddin al-Razy. Berikutnya juga akan membahas
tentang penafsiran Fakhruddin ar-Razy dalam Kitab Mafaatih al-Ghaib
dan relevansi ayat uqdah allisan dengan speech disorder pada anak usia
dini, term-term yang masuk dalam ruang lingkup speech disorder
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian
kepustakaan dan wawancara, Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah LibraryResearch (Penelitian Pustaka). Adapun
tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang
kesulitan berbicara yang dialami Nabi Musa ketika menghadapi Fir’aun
dan kaumnya yang menentang Allah SWT dan juga memberi motivasi
kepada seseorang dalam memilih dan membentuk kepribadian yang
shalih dan kuat jasmani dan rohani, sehingga mampu mengasuh dan
mendidik anak anak kelak
MAKNA KATA ADNA DAN KHAYR DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT 61 MENURUT TANTAWI JAUHARI DAN FAKHR AL_DIN AL-RAZY
ABSTRAK
Nama : Fajar Islami
Nim : E93213153
Judul :Makna Kata Adna> dan Khayr dalam Surat al-Baqarah ayat 61 Menurut Tantawi Jauhari dan Fakhruddin al-Razy>
Penafsiran al-Qur’an adalah upaya manusia dalam menangkan makna dari firman Tuhan. Tentu bersifat nisbi. Maka perbedaan penafsiran adalah suatu kekayaan tersendiri dalam khazanah intelektual Islam. Di sisi lain tidak sedikit pula mufassir-mufassir yang menafsirkan al-Qur’an dengan prespektif yang baru, sehingga produk penafsirannya terdengar baru dan asin di telinga. Termasuk salah satu penafsiran yang terdengar asing adalah apa yang ditafsirkan oleh Tantawi Jauhari dan al-Razy dalam menafsirkan kata Adna> dan Khayr dalam surat al-Baqarah ayat 61. Maka itu dalam skripsi ini, penulis mencoba mengamati landasan apa yang digunakan oleh Tantawi Jauhari dan al-Razy> dalam menafsirkan kata adna> dan khayr dalam surat al-Baqarah ayat 61. Dengan peranyaan: 1) Apa persamaan dan perbedaan penafsiran Tantawi Jauhari dan al-Razy ketika menafsirkan kata adna dan khayr dalam surat al-Baqarah ayat 61? 2) mengapa Tantawi Jauhari menafsirkan kata Khayr dalam surat al-Baqarah ayat 61 dengan makanan desa itu lebih baik dari pada makanan kota? 3) mengapa Al-Razy> menafsirkan kata Adna> dengan makanan yang diragukan adanya lebih rendah ketimbang yang sudah pasti adanya?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka pembacaan dari teori-teori Ulumul Qur’an. Dalam kasus ini, teori munasabah dan teori lafadz ‘A<mm-lah nantinya yang akan penulis jadikan kerangka teori untuk melihat dan menganalisa dari penafsiran Tantawi Jauhari dan al-Razy. Tidak lupa juga corak kedua tafsir dan kondisi sosial dan ilmu pengetahuan di mana mufassir hidup, penulis gunakan untuk menganalisa penafsiran keduanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tantawi Jawhari menafsirkan kata khayr adalah makanan desa dan kehidupannnya lebih baik dari pada makanan kota dan kehidupan yang ada di dalamnya. Sedangkan al-Razy> menafsirkan kata adna yang berarti kerendahan dengan makanan yang diragukan adanya itu lebih rendah kedudukannya dari pada makanan yang sudah yakin adanya. Kedua penafsiran tersebur berbeda dikarenakan perbedaan teori yang digunakan dan corak tafsir keduanya yang berbeda. Jika Tantawi Jauhari menafsirkan kata Khayr dan Adna> dalam surat al-Baqarah ayat 61 dengan menggunakan teori munasabah. Lain halnya dengan al-Razy> yang menafsirkan kata Adna> dalam surat al-Baqarah ayat 61 dengan teori lafadz ‘A ia bercorak adabi.
Kata kunci: Khayr, Adna>, dan munasabah, dan ‘A<mm
Analisis Aspek Pendidikan Islam Surat Al-Fatihah Perspektif Imam Fakhruddin Ar-Razy Dan Relevansinya Dengan Taksonomi Bloom
The aim of this research is to identify the dimensions of Islamic education reflected in Surah Al-Fatihah according to Imam Fakhruddin Ar-Razi, and to explore their relevance to Bloom's Taxonomy, a pertinent educational theory in the current context. The research method employed is a literature review with a qualitative paradigm and a hermeneutic-philosophical approach. Data collection is conducted through documentation techniques, while data analysis utilizes the methods proposed by Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that in his interpretation, Imam Fakhruddin Ar-Razi discusses various aspects of Islamic education reflected in the verses of Surah Al-Fatihah. These aspects include education in creed, morality, worship, social affairs, science, intellect, and leadership. The research also reveals that these aspects of Islamic education are closely related to the cognitive, affective, and psychomotor concepts in Bloom's Taxonomy. These findings demonstrate a deep understanding and strong relevance between Islamic education and psychopedagogical concepts. The implications of this research contribute significantly to the development of comprehensive and integrated Islamic education with contemporary educational principles
BUKU AJAR HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
Adapun tujuan dari Buku Ajar ini adalah untuk memberi wawasan yang lebih baik bagi setiap pembacanya terutama bagi mahasiswa Program Studi Hukum.agar lebih memahami tentang Hukum Administrasi Negara terutama dalam hal konseptual dan teori yang dipaparkan dalam pembelajaran mata kuliah ini. Penulis juga menyadari bahwa pembuatan buku ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka untuk itu, penulis mohon maaf atas kekurangan dalam buku ajar ini. Dan penulis juga berharap kepada pembaca atas saran dan kritk yang membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari berbagai pihak
Analysis Of Legal Protection Of Patients In Health Services In General Hospital Sari Mulia Banjarmasin
Protection of Appointed Children's Rights According to Law Number 35 of 2014 Concerning Child Protection
Adoption in Indonesia is still a problem for the community, especially in matters concerning the regulations that govern it. In Indonesia, adoption has become a community need and is part of the family law system, because it involves the interests of people per person in the family. Bushar Muhammad, divides adoption into two types, namely: direct adoption (adopting children), and indirect adoption (through marriage). Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection explicitly states that the purpose of child adoption, the motivation for adoption can only be done for the best interests of the child and carried out based on local customs and provisions of applicable laws and regulations
BUKU AJAR HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
Adapun tujuan dari Buku Ajar ini adalah untuk memberi wawasan yang lebih baik bagi setiap pembacanya terutama bagi mahasiswa Program Studi Hukum.agar lebih memahami tentang Hukum Administrasi Negara terutama dalam hal konseptual dan teori yang dipaparkan dalam pembelajaran mata kuliah ini. Penulis juga menyadari bahwa pembuatan buku ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka untuk itu, penulis mohon maaf atas kekurangan dalam buku ajar ini. Dan penulis juga berharap kepada pembaca atas saran dan kritk yang membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari berbagai pihak
The Issue of Gender Equality in Fakhruddin Uzgandi’s Work “Fatawa Qazikhan”
The article explores the issue of gender equality in the works of prominent Transoxian fakihs, such as Burhanuddin Marginani and Fakhruddin Uzgandi, as well as other works on fatwa, mainly dedicated to social and property rights of women. The article also discusses the issue of kafaah in Islamic law and its importance. In the article, the author focuses on the issue of women's property rights, their freedoms, and the importance of understanding these rights today. The conclusions stress out that the role and rights of women in Islamic society correlate with the criteria of gender equality
- …
