1,724,346 research outputs found

    RaWi-Protoyping/RaWi: RaWi

    No full text
    No description provided

    Dataset for Approximate Perturbation aided Lattice Encoding (APPLE) for G.fast and Beyond

    No full text
    This dataset supports the paper Zhang, Y., Zhang, R., Al Rawi, A. F., &amp; Hanzo, L. (2018). Approximate perturbation aided lattice encoding (APPLE) for G.fast and beyond. IEEE Access.</span

    Débat autour de Capital Rules. The Construction of Global Finance de Rawi Abdelal, Cambridge, MA: Harvard University Press, 2009

    No full text
    International audienceCompte rendu de lecture de l'ouvrage de Rawi Abdelal, Capital Rules. The Construction of Global Finance, Cambridge, MA: Harvard University Press, 2009

    Manhaj Imam Ahmad terhadap rawi tafarrud

    Full text link
    INDONESIA : Ilmu hadis merupakan khazanah keilmuan Islam yang senantiasa terus dikaji. Ilmu ini disusun guna memilah, memilih suatu informasi yang disandarkan ke Nabi SAW hingga dikenal hadis sahih dan daif. Namun hal ini bukanlah perkara mudah, terlebih jika belum menguasai ilmu hadis. Oleh karena itu para ulama dahulu sangat selektif dalam merumuskan persyaratan kevalidan suatu hadis terutama sahihnya suatu sanad. Dari generasi ke generasi kajian hadis khususnya ilmu hadis terus berkembang dan menjadi bahan kajian ilmiah. Salah satu kajian ini adalah menentukan kedudukan sanad hadis dari rawi yang menyendiri. Kondisi rawi yang menyendiri ini selama rawi tersebut tsiqah umumnya tidak ada masalah, namun terkadang terjadi kemungkaran, syâẓ atau ada‘illah apalagi apabila rawinya ḍa‘îf. Rawi yang menyediri ini dalam perkataan ahli hadis lebih dikenal dengan istilah tafarrud. Kapan seorang rawi tafarrud sanadnya sahih, mungkar atau syâż diperlukan kajian manhaj masing-masing. Inilah alasan yang melatarbelakangi penulis dalam melakukan penelitian. Untuk manhaj ulama sebagai bahan analisisnya penulis memilih Imam Ahmad sebab beliau termasuk pakar di bidangnya dengan judul, manhaj Imam Ahmad terhadap rawi tafarrud. Bagaimana bentuk tafarrud rawi dalam sebuah riwayat, bagaimana Imam Ahmad menyikapinya hingga bagaimana kualitas sanad yang dibawanya?. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yakni mencari jawaban tentang sebab akibat rawi tesebut tafarrud dan menganalisis faktor-faktor penyebab tafarrud hingga kualitas sanadnya dinilai oleh Imam Ahmad dengan munkar, garîb, syâż atau sahih dengan cara perbandingan dan analisis fakta-fakta atas kajian pustaka kitab dengan teknik pengumpulan data dari kepustakaan baik berupa kitab, buku, dokumen atau artikel baik sumber primer maupun sekunder. Terdapat delapan belas hadis yang dinilai munkar dan empat hadis yang dinilai garîb oleh Imam Ahmad dalam kitabnya al-‘Ilal yang semuanya terdapat rawi tafarrud. Terdapat pula banyak hadis lain di luar kitab al-‘ilal yang dinilai sahih dan satu hadis yang dinilai syâż dengan simpulan bahwa selama rawi yang tafarrud ini riwayatnya sudah masyhur dan tidak menyelisihi sanad yang lain maka para ahli hadis mengembalikan pada syarat kesahihan riwayat apakah sanadnya sahih, hasan ataukah daif. Namun apabila rawi tersebut mukhâlafah dengan jalur sanad yang lain atau diketahui suatu‘illah dari sebab tafarrud-nya maka sanadnya sering dilemahkan dengan perkataan munkar, syâż dan lain-lain. Kata Kunci: hadis, munkar, sahih, sanad, tafarrud. ENGLISH : The science of hadith is a treasure of Islamic scholarship that is constantly being studied. This knowledge was compiled to sort out, choose information that was based on the Prophet SAW until it was known as the authentic valid hadith and daif. But this is not an easy matter, especially if you have not mastered the science of hadith. Therefore the ulama were very selective in formulating the validity requirements of a hadith especially the validity of a sanad. From generation to generation the study of hadith, especially the science of hadith, continues to develop and become a scientific study material. One of these studies is to determine the position of the sanad of the hadith from the rawi that are alone. This solitary condition of the rawi as long as the rawi is tsiqah generally there is no problem, but sometimes munkar, syâẓ or there is something ‘illah especially if the rawi ḍa‘îf. This solitary rawi in the words of the hadith expert is better known as the term tafarrud. When a rawi of tafarrud sanad is sahih, munkar or syâż, it is necessary to study each manhaj. This is the reason behind the author in conducting research. For manhaj ulama as the material of his analysis the author chose Imam Ahmad because he was an expert in his level with the title, Manhaj Imam Ahmad towards Rawi tafarrud. How is the form of tafarrud rawi in a history, how does Imam Ahmad react to it, how is the quality of the sanad he is carrying?. The method of this research is descriptive research method that is looking for answers about rawi's causal cause tafarrud and analyzing the causal factors of tafarrud until the quality of the sanad is assessed by Imam Ahmad with munkar, garîb, syâż or sahih by way of comparison and analysis of the facts of the literature study with the technique of collecting data from the literature in the form of books, books, documents or articles both primary and secondary sources. There are eighteen hadiths which are considered munkar and four hadiths which are considered as garîb by Imam Ahmad in his book al-I’lal, all of which are rawi tafarrud. There are also many other traditions outside the book of al-I’lal which are considered sahih and one hadith which are judged by syâż with the conclusion that as long as this rawi of tafarrud is well-known and does not separate the other sanads. then the hadith experts return to the validity requirements of the history whether the sanad is sahih, hasan or daif. But if the rawi is the mukhâlafah with other lines of sanad or is known to be a 'illah' from the cause of its tafarrud, the sanad is often weakened by the words munkar, syâż and others. Keywords: hadith, munkar, sahih, sanad, tafarrud

    Data for &#39;Differential Evolution Algorithm Aided Turbo Channel Estimation and Multi-User Detection for G.Fast Systems in the Presence of FEXT&#39;

    No full text
    This dataset contains the data that are used for generating Fig.1 and Fig5 to Fig.14. These figures are plotted using GLE (Graphics Layout Engine). The scripts of Gle are also included in the folds for each figures. Data supports the paper: Zhang, J., Chen, S., Zhang, R., Al Rawi, A. F., &amp; Hanzo, L. (2018). Differential Evolution Algorithm Aided Turbo Channel Estimation and Multi-User Detection for G.Fast Systems in the Presence of FEXT. IEEE Access.</span

    RAWI WANITA DALAM PERIW AYATAN HADIS (Studi Terhadap Rawi Sahabat Wanita dalam Kilab Sahih al-Bukhari)

    Full text link
    Sejarah mencatat , bahwa keterlibatan wanita dalam pcriwayatan hadi cukup besar. Mereka para sahabat wanita , Ahl al-Bait dan para Umm Al-­ Mu'minin dibcri hak dan kedudukan terbormat .dalam bergaul dan mendampingi Rasulullah SAW., schingga tidak dapat dipungkiri lagi kiprah mereka dalam penyebaran dan penyampaian hadis. NamWl sela!!la ini, sahabat wanita yang mcriwayatkan hadjs yang dikena l masib sekitar 'A 'isyah R .A. saja, scdangkan para Umm ai-Mu 'minln. keluarga dekat dan para sababat wanila lain yang patul juga menjadi teladan bagi wanita khususnya gencrasi sekarang, kurang begitu dikenal dalam masyarakat. Berdasarkan hal it u pcnulis ingin mcncropong kcmbaH figur para rawi wanita yang dalam pene1itian ini penuli s kbususkan pada rawi wanita dalam kitab a/J]Ji ai-BukhirJ. Bcrdasarkan fenomena tersebut, ada dua pertanyaan yang perlu dijawab yaitu bagaimana kondi si rawi sahabat wanita pada ma sa Rasulullulah SAW. dan masa scsudahnya (masa Khulali' ar-R&yidin dan awal bani Umayyah)? dan apa tcma-Lcma hadis yang diriwayat kan oleh rawi wanita pada tingkat sahabat serta berapa jumlah hadis yang mereka riwayatkan dalam kitab a/Jzn al-Bukhirl?. Adapun mctodc yang digunakan adaJah rnctode historis, yailu untuk mengctahui kondisi rawi ahabat wanita sebclum, masa dan pa ca Rasulullah SAW.. yang sclanjutnya dianalisis dcngan menggunakan metodc deduktif, schingga dapat dikctahui alasan kecend crungan mereka dalam meriwayatkan tema-tema tcrtentu dengan mclihat sellinghistoris mercka. Hasil pcnelitian ini menunjukkan , pertama , rawi wanita pada masa Nabi Muhammad SAW. mempunyai semangat yang tinggi untuk mcmpcroleh infonn asi-infonnasi dari Nabi SAW., terutama ten tang bukum -hukum yang berkailan dcngan mereka. Hal ini dikarcnakan Nabi SAW. sclalu membcrikan motivasi kcpada mcreka dan tidak membeda-bedakan antara sahabat laki-laki dan sahabat wanita dalam hal mencari ilmu. Keadaan rawi wan ita juga tidak jauh bcrbcda pada masa Khu/afi ar-Risyidln, mereka tetap mendapatkan bak untuk beraktifitas di luar rumah. Tetapi sesudah masa itu, yaitu masa bani Umayyab, jumlah rawi wanita mcngalarni penurunan. Hal ini dikarenakan terjadi degradasi sosial kedudukan kaum wanita akibat banyaknya pengaruh negatif dari Luar sepcrti persia dan Byzantium. Sebingga bcrpengarub juga terbadap pengambilan riwayat hadis dari rawi wanita. Pada masa ini ada keceoderungan bahwa pcrujukan kepada rawi wanita hanya dilakukan ketika sudah lidak terdapat lagi rawi lak:i-laki yang bisa dimintai infonnasi. Kedua, dalam kitab aftlh.alBukhiii,terdapat28rawiwanitapadatingkatsahabat.Merckaterdiridari9istriNabiSAW.dan19lainnyaadalabterdiridariputriNabiSAW.,mertua.sepupu,ipardansaudaraseimanNabiSAW.yanghidupdanberjumpadenganbeliau.Merekameriwayatkan16,09kitabaftlh. al-Bukhiii, terdapat 28 rawi wanita pada tingkat sahabat. Mercka terdiri dari 9 istri Nabi SAW. dan 19 lainnya adalab terdiri dari putri Nabi SAW., mertua. sepupu, ipar dan saudara seiman Nabi SAW. yang hidup dan berjumpa dengan beliau. Mereka meriwayatkan 16,09% had is dari 7563 hadis yang terdapat dalam kitab aftlh. al-Bukhirl. Adapun tema­ tema hadis yang mereka riwayatkan, yang paling mendomina si adalah masalah kewanitaan, kckeluargaan dan fiqih, kecuali 'A'isyah R.A., karena ia meriwayatkan di hampir seluruh tema dalam kitab Sahih al-Bukhori

    DESAIN APLIKASI “RAWI APPS” (STUDI PROGRAMMING HADIS)

    Full text link
    Studi programming hadis merupakan sebuah kajian yang cukup baru dalam ruang lingkup studi ilmu hadis di Indonesia. Studi programming hadis ini meliputi kajian digitalisasi hadis, yang mana tidak sebanyak kajian-kajian ilmu hadis lainnya. Rawi Apps merupakan sebuah platform yang hadir sebagai penambah wacana baru mengenai perkembangan kajian programming hadis di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan sarana yang memudahkan untuk para pelajar umum dan Masyarakat awan dalam belajar mengetahui seputar informasi para periwayat hadis yang ada dalam kitab Arbain Nawawi. Adapun rumusan masalah pada penelitian dalam skripsi ini adalah, Bagaimana proses dan Langkah pembuatan aplikasi Rawi Apps serta Bagaimana isi konten yang dimuat dalam aplikasi Rawi Apps. Kemudia pada penelitian ini dianalisis menggunakan dua model pendekatan yakni model pendekatan research and development atau R&D dan model pendekatan ADDIE yakni diantara lain analisis, design, development, implementation dan diakhir di lakukan evaluation. Adapun Aplikasi Rawi Apps merupakan sebuah aplikasi yang dirancang menggunakan Kodular yang didalamnya menghimpun konten-konten mengenai para periwayat hadis yang terdapat pada kitab Arbain Nawawi. Adapun menu konten pada aplikasi Rawi Apps meliputi menu syarah dan matan hadis arbain, menu periwayat generasi sahabat, menu generasi tabi’in, menu tabi tabi’in, menu atba’ut tabi’in, menu generasi selanjutnya, menu mukharrij dan sebagainya. Aplikasi Rawi Apps mendapatkan nilai predikat keidealan sangat memuaskan. Meskipun demikian bukan berarti aplikasi ini terlepas dari kritikan dan saran dari para pengguna maupun pembaca

    Transcendental Thought in the Philosophy of Life Nggahi Rawi Pahu

    Full text link
    All regions have their own philosophy of life in accordance with the values that live in the midst of society. Dompu as a region and society that is rich in cultural values also has a philosophy of life, namely Ngahi Rawi Pahu. Philosophy actually has transcendental values derived from the fundamental teachings of Islam. The philosophy of Nggahi Rawi Pahu at least intersects with the three main teachings of Islam, namely faith, piety and good deeds. Nggahi Rawi Pahu is interpreted as faith because faith is belief in the heart, spoken orally and carried out in actions. Nggahi Rawi Pahu is also interpreted as Taqwa because Taqwa is a predicate that is attached to people who always carry out Allah's commands. And finally, Nggahi Rawi Pahu is interpreted as pious charity because pious deeds are a form or form of action which in the philosophy of the Dompu people are called Pahu

    PERSPEKTIF MUHADDITSIN TENTANG KEDUDUKAN THABAQAH DAN RAWI HADITS

    Full text link
    The term Hadith is the words of the Prophet, all the actions of the Prophet, and all the conditions of the Prophet, with the existence of the Knowledge of Thabaqah, giving the opportunity for the ahlul hadith to determine the rawi, sanad and matan of a hadith based on a more specific group in the narration of a hadith. Knowledge of thabaqah, \u27Ulama look to the glory of friendship with the Prophet, which made all friends dalah thabaqah. In this case it is determined how the rank of thabaqah is based on which level the thabaqah level consists of twelve levels, on the other hand there is a mention of five thabaqah. In Thabaqah and rawi hadiths are determined by the following formulas: 1) how is the attitude of Thabaqah and Rawi Hadith according to Muhaddisin\u27s perspective, 2) How do muhadditsin determine the levels of thabaqah in hadith narrations. Keywords: Knowledge of Thabaqah, Rawi Hadith, The Muhaddithin.ABSTRAK Istilah Hadits merupakan segala ucapan Nabi, segala perbuatan Nabi, dan segala keadaan Nabi, dengan adanya&nbsp; Ilmu Thabaqah , memberi peluang bagi ahlul hadits untuk menentukan rawi, sanad dan matan suatu hadits berdasarkan kelompok yang lebih khusus dalam periwayatan suatu hadits. Ilmu thabaqah, ‘Ulama melihat kepada kemuliaan persahabatan dengan Nabi, yang menjadikan semua sahabat dalah satu thabaqah. Dalam hal ini maka ditentukan tentang posisi thabaqah berdasarkan tingkatan yang mana tingkatan thabaqah terdiri dari duabelas tingkatan, Disisi lain ada yang menyebutkan dengan lima thabaqah. Dalam Thabaqah dan rawi hadits ditentukan dengan rumusan sebagai berikut : 1) bagaimana kedudukan Thabaqah dan Rawi Hadits menurut perspektif&nbsp; Muhaddisin , 2) Bagaimana cara para muhadditsin dalam menetapkan Tingkatan thabaqah dalam periwayatan hadits. Kata Kunci : Ilmu Thabaqah, Rawi Hadits, Para Muhadditsin
    corecore