1,720,982 research outputs found
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL JATISABA KARYA RAMAYDA AKMAL
This paper aims to describe the educational values which is contained in Jatisaba novel by Ramayda Akmal and also describe alternative learning material for educational values in Jatisaba novel by Ramayda Akmal. The expected benefits are knowledge about the value of education in the novel Jatisaba by Ramayda Akmal, increasing appreciation of literary works for students, to provide information to readers about the value of education in the novel Jatisaba by Ramayda Akmal, and alternative junior high school learning materials. The research method used by researchers to analyze library methods and analysis methods with a dedactic approach. The research results show that the novel Jatisaba by Ramayda Akmal contains extrinsic elements of literary works, namely the value of education which consists of the value of religious education, the value of sociality education, the value of justice education, and the value of honesty education.
Keywords: the value of education, literature, junior high school learnin
PERGOLAKAN JIWA PENGARANG DALAM NOVEL JATISABA KARYA RAMAYDA AKMAL: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana bentuk figurasi yang diwujudkan melalui bahasa dalam novel Jatisaba sebagai representasi dari pandangan Ramayda Akmal terkait dengan kondisi ketidaksadarannya? (2) Bagaimana bentuk kondensasi yang diwujudkan melalui bahasa dalam novel Jatisaba sebagai representasi dari pandangan Ramayda Akmal terkait dengan kondisi ketidaksadarannya? (3) Bagaimana bentuk pemindahan yang diwujudkan melalui bahasa dalam novel Jatisaba sebagai representasi dari pandangan Ramayda Akmal terkait dengan kondisi ketidaksadarannya? (4) Bagaimana bentuk simbolisasi yang diwujudkan melalui bahasa dalam novel Jatisaba sebagai representasi dari pandangan Ramayda Akmal terkait dengan kondisi ketidaksadarannya? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah novel Jatisaba karya Ramayda Akmal, sedangkan objek formal dalam penelitian ini adalah pergolakan jiwa pengarang yang digambarkan melalui bahasa dan simbol-simbol yang terdapat dalam novel Jatisaba. Data dalam penelitian ini dibagi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer mencakup segala hal yang berkaitan dengan pergolakan jiwa Ramayda Akmal yang meliputi: biografi atau riwayat hidup Ramayda Akmal, isi dari novel Jatisaba dilihat dari simbol kebahasaan, dan wawancara dengan pengarang, sedangkan data sekunder mencakup beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi psikologi Ramayda Akmal. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu sumber data primer yang diperoleh dari novel Jatisaba karya Ramayda Akmal dan sumber data sekunder yang diperoleh dari karya-karya Ramayda Akmal dan segala artikel yang berkaitan dengan Ramayda Akmal. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan membaca data dan mencatat data serta wawancara dengan pengarang novel Jatisaba. Teknik analisis data dalam penelitian ini berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud oleh Max Milner dalam bukunya yang berjudul Freud dan Interpretasi Sastra. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Bentuk figurasi terletak pada ungkapan perasaan Ramayda Akmal melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dialaminya dalam bentuk kata-kata pada novel Jatisaba. (2) Bentuk kondensasi terjadi pada proses penciptaan tokoh dan latar dalam novel Jatisaba yang merupakan representasi dari pengalaman Ramayda Akmal. (3) Bentuk pemindahan dilihat pada penggunaan pengganti bunyi suatu ujaran atau metonimi dalam novel Jatisaba. (4) Bentuk simbolisasi dilihat pada penggunaan metafora dalam novel Jatisaba
Analisis Struktural Kumpulan Cerpen Aliansi Monyet Putih Karya Ramayda Akmal
Skripsi ini membahas tentang analisis struktural pada kumpulan cerita pendek Aliansi Monyet Putih karya Ramayda Akmal dengan tinjauan strukturalisme Robert Stanton. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan strukturalisme. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur yang membangun dan makna menyeluruh pada kumpulan cerita pendek Aliansi Monyet Putih Karya Ramayda Akmal. Teori yang digunakan dalam menganalisis adalah teori strukturalisme dari Robert Stanton. Stanton membagi karya sastra yang terdiri dari unsur fakta cerita, tema, dan sarana sastra. Metode yang digunakan yaitu metode analisis data pada teori fiksi Robert Stanton. Teknik yang digunakan adalah dengan berdasarkan teori struktur Robert Stanton, pembacaan yang cermat, menganalisis fakta cerita, sarana sastra, dan tema serta menganalisis struktur yang membangun dan makna menyeluruh pada kumpulan cerita pendek Aliansi Monyet Putih karya Ramayda Akmal, selanjutnya penafsiran. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa: makna menyeluruh dalam kumpulan cerpen Aliansi Monyet Putih karya Ramayda Akmal yaitu judul cerpen “Bulan Lemon”, “Jalan Menuju Rumah”, “Lelaki yang Menabur Rempah”, dan “Pada Suatu Hari, Ombak dan Camar” yaitu mengenai keterasingan pendatang, penolakan terhadap pendatang, diskriminasi terhadap ras kulit putih, dan kesulitan ekonomi yang terjadi selama pandemi
Politik Lokal dalam Novel Jatisaba Karya Ramayda Akmal
Karya sastra merupakan proses kreatif pengarang dalam merespon persoalan-sosial yang berkaitan dengan politik lokal. Dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal berhasil mensandingkan politik lokal tersebut dengan seting pedesaan, kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan. Kenyataannya. tidak dapat dihindari bahwa masyarakat bawah selalu menjadi objek sasaran politik untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan (1) praktik-praktik politik lokal dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal; (2) peran penguasa dalam memperebutkan kursi jabatan sebagai Kepala Desa Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pendekatan sosiologis, serta teknik analisis melalui pembacaan hermeneutik sehingga diperoleh informasi yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik-praktik politik lokal dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal terungkap ketika seseorang akan mencalonkan diri sebagai kepala desa dengan menggunakan politik uang. Uang sebagai sarana penting untuk memperebutkan kursi penguasa desa; (2) strategi calon penguasa dalam memperebutkan kursi jabatan dilakukan dengan memanfaatkan orang-orang lokal sebagai mediasi untuk mempengaruhi masyarakat sekaligus sebagai tim pemenangan pemilihan kepala desa. Siluman dan ninja sebagai sarana untuk membuat masyarakat ketakutan
Ecriture Feminine (Tulisan Perempuan) dalam Novel "Tango & Sadimin" Karya Ramayda Akmal: Tinjauan Kritik Sastra Feminis.
Penelitian ini membahas analisis bentuk ecriture feminine (tulisan perempuan) Helene Cixous dalam novel Tango & Sadimin karya Ramayda Akmal dengan menggunakan tinjauan kritik sastra feminis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk ecriture feminine (tulisan perempuan) pada tokohtokoh perempuan dalam novel Tango & Sadimin karya Ramayda Akmal. Penelitian ini dikaji dengan teori ecriture feminine Helene Cixous tentang perempuan yang menuliskan pengalaman tubuhnya melalui sebuah tulisan yang bertujuan untuk menghilangkan oposisi biner patriarkal. Adapun konsep sisterhood yang memperlihatkan solidaritas perempuan dalam mendekonstruksi hierarki oposisi biner. Metode yang digunakan adalah dekonstruksi yang menghasilkan data berupa tulisan yang keluar dari wacana falogosentris. Teknik yang digunakan adalah teknik off grammatology. Dari penelitian ini, dalam novel Tango & Sadimin karya Ramayda Akmal ditemukan tiga bentuk ecriture feminine yakni kebebasan berekspresi, pengalaman seksualitas perempuan, dan perempuan tanpa dominasi laki-laki. Dalam penelitian ini juga ditemukan fungsi pengarang sebagai penggerak dalam menciptakan tulisan perempuan melalui penciptaan tokoh perempuan
Tindakan Sosial Para Tokoh dalam Novel Jatisaba Karya Ramayda Akmal (Kajian Sosiologi Max Weber)
Sastra adalah proses kreatif seseorang dalam menciptakan sebuah karya. Kegiatan kreatif ini menghasilkan sebuah karya, yaitu karya sastra. Salah satu karya sastra tersebut adalah novel. Seorang pengarang dalam menciptakan sebuah novel tidak akan lepas dari kehidupan nyata, sehingga sering ditemukan aspek-aspek sosial, nilai-nilai sosial di dalam novel tersebut. Karya sastra juga dipandang sebagai cerminan kehidupan sosial, yaitu karya sastra akan membantu menampilkan aspek-aspek sosiologi melalui tokoh-tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan sosial para tokoh dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal yang terdiri dari (1) tindakan rasional instrumental yang meliputi kondisi dan sarana, (2) tindakan rasional nilai yang meliputi kehormatan, keindahan, dan kepercayaan, (3) tindakan afektif yang meliputi cinta, takut, marah, dan gembira, (4) tindakan tradisional yang meliputi tradisi. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena data yang diperoleh berupa kata-kata dari dialog antar tokoh dan narasi pada novel Jatisaba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiologi Max Weber dengan mendeskripsikan (1) tindakan rasioal instrumental yang meliputi kondisi dan sarana, (2) tindakan rasional nilai yang meliputi kehormatan, keindahan, dan kepercayaan, (3) tindakan afektif yang meliputi cinta, takut, marah, dan gembira, (4) tindakan tradisional yang meliputi tradisi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jatisaba karya Ramayda Akmal. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian yang terbagi menjadi tiga yaitu (1) teknik pengumpulan data, (2) teknik pengolahan data, dan (3) teknik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal, telah ditemukan data mengenai (1) tindakan rasional instrumental yang meliputi kondisi dan sarana, (2) tindakan rasional nilai yang meliputi kehormatan, keindahan, dan kepercayaan, (3) tindakan afektif yang meliputi cinta, takut, marah, dan gembira, (4) tindakan tradisional yang meliputi tradisi. Kesimpulan dari penelitian tindakan sosial para tokoh dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal dideskripsikan sebagai berikut: 1) tindakan rasioal instrumental yang meliputi kondisi dan sarana, (2) tindakan rasional nilai yang meliputi kehormatan, keindahan, dan kepercayaan, (3) tindakan afektif yang meliputi cinta, takut, marah, dan gembira, (4) tindakan tradisional yang meliputi tradisi para tokoh
Telaah rindu dalam kumpulan puisi angin apa ini dinginnya melebihi rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto: kajian semiotika riffaterre
Penelitian ini berjudul “ Telaah Rindu dalam Kumpulan Puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu Karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto : Kajian Semiotika Riffaterre”, berlatar belakang banyak sekali makna yang tersirat di dalam kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “rindu” yang terdapat pada kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto dengan menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik yang akan dilanjutkan matriks, model, varian menjurut kajian semiotika Riffaterre. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang memfokuskan “rindu” dalam kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto. Data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto yang diterbitkan oleh penerbit Interlude di Yogyakarta tahun 2015. Berdasarkan pembacaan heuristik terhadap struktur kebahasaan terhadap kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto ditemukan adanya berbagai makna yang belum sesuai dengan tata bahasa, sehingga pembaca mengalam kesulitan untuk memaknainya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutik yang memberikan konvensi sastranya. Setelah mendapatkan dari pembacaan heuristik dan hermeneutik dilanjutkan dengan pencarian matriks, model, varian, sehingga dapat ditemukan makna rindu yang berbeda-beda di dalam sepuluh puisi. “Pucuk Kenangan”, “Bunga Rindu”, “Catatan Sewaktu Bulan Purnama” karya Fitriawan Nur Indrianto. “Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu” karya Asef Saeful Anwar. “Mencintai Masa Lalu”, “Pantai dan Kerang”, “Pelukan yang Tidak Sampai”, “Malam di Bawah Kipas Angin”, “Sajak Rindu”, “Pulang” karya Ramayda Akmal
ESTETIKA DALAM NOVEL JATISABA KARYA RAMAYDA AKMAL
This study aims to describe: (1) the uniqueness of esthetic codes as a means to express
events, and (2) forms of social esthetics in Jatisaba, a novel by Ramayda Akmal. It employed
the stylistic approach focusing on the linguistic system analysis of literary works and
interpretations to obtain holistic meanings. The data source was Jatisaba. The data were
analyzed by: (1) descriptive technique, (2) hermeneutic understanding, and (3) interactivedialectic
technique. The findings are as follows. First, the uniqueness of esthetic codes
in Jatisaba is characterized by the use of language as an aesthetic means. The selection of
appropriate figures of speech is capable of expressing characters’ experiences. Second, the
social esthetics is described through the use of words or sentences related to sociocultural
aspects to provide beauty nuances
Ekologi Spiritual dalam Novel Glonggong Karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba Karya Ramayda Akmal
This study aims to describe 1) the ecological dimension of Javanese in the Glonggong by Junaedi Setiyono and the Jatisaba by Ramayda Akmal; 2) the influence of Javanese spirituality in environmental management in the Glonggong and Jatisaba. The technique used in data collection was reading techniques and note-taking techniques. The data analysis technique used was descriptive qualitative. Validity used semantic validity technique. The results of the study, there are two forms of interrelationships between environment and humans, namely 1) humans are subject to nature, and 2) humans master nature. From the two forms of relationship, there is a Javanese spirituality that influences environmental management, including saduluran (kinship), bisa ajer ajur (able to adapt and select), and nrimo ing pandhum (accept all gifts or sincerity). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dimensi ekologi orang Jawa dalam novel Glonggong karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba karya Ramayda Akmal serta pengaruh spiritualitas orang Jawa dalam pengelolaan lingkungan pada novel Glonggong dan Jatisaba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk hubungan lingkungan dengan manusia, yaitu 1) manusia tunduk pada alam, dan 2) manusia menguasai alam. Dari kedua bentuk hubungan tersebut terdapat spiritualitas Jawa yang memengaruhi pengelolaan lingkungan, antara lain saduluran (kekerabatan), bisa ajur ajer (mampu beradaptasi dan menyeleksi), dan nrima ing pandhum (menerima segala pemberian atau ikhlas)
Praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal
Korban perdagangan manusia di Indonesia, baik anak-anak, perempuan, maupun laki-laki, banyak disebabkan oleh faktor kemiskinan dan rendahya pendidikan sehingga mudah dikelabui oleh lembaga perdagangan manusia. Dalam novel Jatisaba, perdagangan manusia terjadi melalui pencarian TKI secara ilegal. Dengan rayuan bekerja ke luar negeri dan menghasilkan banyak uang, mereka pun berangkat tanpa mengetahui bahwa mereka akan dijual, baik organ tubuh maupun jasa dalam kegiatan kriminal, seperti jual beli narkoba dan prostitusi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal pada aspek bentuk perdagangan manusia dan pola perdagangan manusia. Dalam novel itu, gambaran faktual tentang perdagangan manusia dinarasikan sangat detail dalam payung fiksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra lalu diinterpretasikan dengan teori perdagangan manusia di Indonesia oleh Syamsuddin dan teori pola perekrutan korban perdagangan manusia oleh Sakroni. Novel Jatisaba karya Ramayda Akmal menjadi sumber data bagi penelitian ini. Tentunya, data berupa paragraf, monolog, kalimat, atau pun dialog yang mengandung gambaran tentang perdagangan manusia. Ada pun metode penelitian ini meliputi pembacaan novel sebagai sumber data, pengumpulan data dengan menandai bagian yang mengandung perdagangan manusia, serta pencatatan dan pengelompokkan data. Terakhir, data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis flow model oleh Miles dan Huberman untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada dua hal yang berkaitan dengan perdagangan manusia yang terjadi di Desa Jatisaba. Pertama, bentuk-bentuk perdagangan manusia yang digambarkan dalam novel berupa jual beli organ tubuh, prostitusi, perbudakan, dan narkoba. Seluruh bentuk itu dilakukan oleh tokoh Mae. Kedua, Mae merekrut korban dengan kekuatan uang dan janji mendapatkan pekerjaan layak sebagai TKI legal
- …
