328 research outputs found
Analisis Fenomena Quarter–Life Crisis pada Usia Muda: Studi pada Pengguna Aktif Instagram
Mengacu pada teori context collapse yang diperkenalkan oleh Boyd dan Marwick, penelitian ini mengidentifikasi bahwa media sosial berperan dalam menyatukan berbagai audiens dari konteks sosial yang berbeda ke dalam satu platform, sehingga menciptakan tekanan bagi individu untuk menyesuaikan identitas mereka sesuai dengan beragam ekspektasi audiens tersebut. Tekanan ini berkontribusi terhadap munculnya QLC yang ditandai dengan krisis identitas, kecemasan, serta ketidakstabilan emosional, yang diperburuk oleh perbandingan sosial dan standar pencapaian yang didorong oleh media sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi fenomena Quarter-Life Crisis (QLC) yang dialami oleh generasi usia muda produktif, dengan menitikberatkan pada pengaruh media sosial terhadap pembentukan persepsi diri, pencapaian, dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 3 orang individu berusia 20-30 tahun yang berdomisili di Jakarta, untuk menggali lebih jauh bagaimana media sosial membentuk persepsi mereka mengenai diri, pencapaian, dan hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dalam mengelola identitas di media sosial menimbulkan tekanan sosial yang signifikan, terutama bagi mereka yang merasa terjebak dalam standar pencapaian ideal yang diproyeksikan melalui platform digital. Studi ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran diri, pengelolaan audiens di media sosial, serta dukungan sosial yang konstruktif sebagai langkah mitigasi terhadap dampak negatif QLC dan fenomena context collapse. Kata kunci: Context Collapse, Media Sosial, Quarter Life Crisi
Analisis Perwatakan Tokoh Dalam Novel Islah Cinta Karya Dini Fitria
The problems described in this study are: (1) What is the character of the main character and the way the author describes the character of the main character in Islah Cinta novel by Dini Fitria ?, (2) What is the character of additional characters and how the characters describe the character of Islah Cinta Dini Fitria? The purpose of this study is to (1) describe, analyze and identify the character of the main character and the way the author describes the character of the main character in Islah Cinta novel early fitria, (2) describe, analyze and identify the character of additional characters and how the author describes the character of additional characters in Islah novels love early fitria works The theory used is (Aminuddin 2013). The research approach is qualitative type of library research (Library Research) method used descriptive. The source of the Islah Cinta novel research data by Dini Fitria, the publisher of PT. Falcon Jakarta 2017 the first print consists of 33 chapters and 401 pages. The results showed that the role of the characters in the novel Islah Cinta by Dini Fitria was divided into two, namely the main character played by Diva, Andrean and Mas Jay. Additional characters played by thirteen other characters. The character of the main character is obtained that Diva, Andrean and Mas Jay have a patient nature, generous, confident, caring, selfish, bragging, rude, loser, calm, responsible, quiet, helper. the character of an additional figure of 13 people has a persistent, confident, courageous, kind, polite, friendly, selfish, unethical, helpful, religious, caring, wise, polite, calm, talkative, calm, romantic, smiling, straightforward quick, irresponsible, authoritative. The way the author describes the character of the main character and the character of the additional characters can be seen from: seeing how other characters talk about him, showing how his behavior, seeing how other characters talk to him, seeing how the character reacts to other characters
GAMBARAN KETANGGUHAN (HARDINESS) PADA WIRAUSAHA KULINER YANG BERPERAN GANDA SEBAGAI MAHASISWA S1 DI KOTA MALANG
ABSTRAK Rahmi, Laily Fitria. 2016. Gambaran Ketangguhan (Hardiness) pada Wirausaha Kuliner yang berperan ganda sebagai Mahasiswa S1 di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., (II) Gamma Rahmita U.H., S.Psi., M.Psi Kata kunci: Ketangguhan (hardiness), wirausaha kuliner, mahasiswa S1 di Kota Malang Fenomena yang ada di Kota Malang saat ini adalah bermunculannya usaha kuliner yang dikelola oleh mahasiswa. Hal tersebut menuntut ketangguhan yang dihadapi dari kedua peran yang dijalankan yaitu sebagai mahasiswa maupun sebagai pengusaha di bidang kuliner. Ketangguhan (hardiness) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah karakteristik kepribadian yang mempunyai fungsi sebaai sumber perlawanan ketika individu menemui suatu kejadian yang menimbulkan stress (Maddi&Kobassa, 2005). Hardiness memiliki 3 dimensi yaitu control, commitment, challenge. Ketiga dimensi tersebut akan menjadi acuan bagi peneliti untuk menggali gambaran sejauh mana ketangguhan (hardiness) dari subjek yang akan diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini mahasiswa S1 yang sedang menempuh perkuliahan minimal semester 6-10, berusia 20-25 tahun, memiliki usaha dibidang kuliner, dan memiliki usaha yang sedang berjalan minimal 2 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur yaitu wawancara berdasarkan pedoman umum yang telah dibuat berdasarkan teori ketangguhan (hardiness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangguhan memegang peranan penting dalam menghadapi situasi beresiko dan tantangan karena peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus wirausaha ketangguhan membuat individu memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan dengan baik, mampu menangani lingkungan eksternal dengan baik, dan yakin dapat membuat suatu perubahan ke arah positif. Ketangguhan membuat mahasiswa wirausaha semakin yakin untuk menetapkan wirausaha sebagai jalan hidupnya dan bersemangat untuk melakukan upaya pengembangan-pengembangan usaha hingga usaha yang dirintisnya menjadi besar. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini, yaitu bagi pelaku wirausaha yang berperan ganda sebagai mahasiswa, agar meningkatkan dalam kontrol diri, komitmen dalam menghadapi tantangan sehingga menjadi pribadi yang lebih tangguh
ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI AKADEMIK E-CAMPUS IAIN BUKITTINGGI MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN IPA
ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI AKADEMIK
E-CAMPUS IAIN BUKITTINGGI MENGGUNAKAN METODE
WEBQUAL 4.0 DAN IPA
RAHMI FITRIA RAHMADHANI
NIM: 11753201975
Tanggal Sidang: 4 Januari 2022
Periode Wisuda:
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas, No. 155, Pekanbaru
ABSTRAK
Sistem informasi akademik merupakan salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan yang
berperan dalam pengelolaan hingga penyebaran informasi secara efektif dan efisien. Pengukuran
kualitas sebuah sistem informasi merupakan hal penting untuk dilakukan demi menjaga penggunaan
berkelanjutan dari sistem informasi tersebut. IAIN Bukitinggi telah menerapkan Sistem Informasi
Akademik bernama E-Campus. Namun saat ini masih terdapat beberapa permasalahan yang
ditemukan pengguna pada saat menggunakan sistem tersebut. Penelitian ini melakukan analisis
terhadap sistem E-Campus untuk mengetahui kualitas sistem berdasarkan tingkat kepuasan pengguna
sekaligus mengetahui indikator mana yang memerlukan perbaikan pada sistem menggunakan
Metode WebQual 4.0, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index
(CSI). Responden penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen IAIN Bukittinggi. Hasil analisis
kesesuaian dan analisis kesenjangan menunjukkan secara keseluruhan kinerja sistem saat ini masih
belum memenuhi harapan penggunanya. Hasil analisis IPA mahasiswa menunjukkan indikator
yang membutuhkan perbaikan yaitu indikator US1, US3, US5, IQ3, dan SIQ6 dengan nilai CSI
sebesar 76,41% termasuk kategori “Puas”. Hasil analisis IPA Dosen menunjukkan indikator yang
membutuhkan perbaikan yaitu indikator US5, IQ7, dan SIQ6 dengan nilai CSI sebesar 81,75%
termasuk kategori “Sangat Puas”. Meskipun hasil analisis kedua responden dikategorikan “Puas”
terhadap layanan sistem E-Campus, namun masih perlu dilakukan pengembangan sistem lebih baik
agar tercapainya kepuasan maksimal.
Kata Kunci: E-Campus IAIN Bukittinggi, Importance Performance Analysis, Kepuasan Pengguna,
Kualitas Website, Webqual 4.0
RELIGIUSITAS DAN KESEPIAN PADA LANSIA PWRI CABANG KOPERINDAG SUMATERA BARAT
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk berstruktur aging, dimana dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah lansia. Meningkatnya jumlah lansia diikuti dengan meningkatnya permasalahan kesehatan dan permasalahan psikologis. Salah satu permasalahan psikologis yang muncul yaitu perasaan kesepian. Rasa kesepian akan semakin dirasakan lansia yang sebelumnya aktif bekerja. Kesepian akan memicu tingkat stress, depresi dan bunuh diri pada lansia. Religiusitas yang rendah diyakini menyebabkan perasaan kesepian pada lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan kesepian pada lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), cabang Koperindag Sumatera Barat. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 orang lansia. Data yang dianalisa dengan menggunakan korelasi Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dan kesepian pada lansia PWRI, terlihat dari nilai r = -0,709 (dengan p < 0,01.). Ini berarti semakin tinggi religiusitas semakin rendah kesepian yang dialami lansia
RISK TAKING BEHAVIOUR MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG YANG BERWIRAUSAHA DI MASA PANDEMI COVID-19
During the covid-19 pandemic, the affected workforce was 29,12 million or 14,28%. According to the State Minister for Cooperatives Small and Medium Enterprises, entrepreneurship is the right step to take to survive. Entrepreneurship during a pandemic has many risks, so it takes courage to take risks. About 80% of Andalas University students started entrepreneurship during the pandemic. This study aims to see a picture of risk taking behavior in Andalas University students who are entrepreneurship during the COVID-19 pandemic. In this study, data were obtained from 103 Andalas University students who were entrepreneurs during the COVID-19 pandemic. The measurement is carried out using the risk taking behavior scale from Songan (2006) which consist of 29 items with a reliability of .766 - .871. Based on the results of the stud, it can be said that Andalas University students who were entrepreneurial during the COVID-19 pandemic had a high risk taking behavior of 78,6%. So it can be concluded that Andalas University students who are entrepreneurs during the COVID-19 pandemic have high risk taking behavio
Pengaruh Obesitas terhadap Siklus Menstruasi pada Remaja di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu
The menstrual cycle is the distance between the start date of the last menstrual period and the start of the next menstruation which occurs repeatedly every month. Regular cycles every month with a span of 21 to 35 days each menstrual period and the length of menstruation lasts 3-7 days. Menstrual cycle abnormalities are a sign of some abnormalities in the cervix, uterine cancer, breast cancer, and infertility. There are several factors that affect the menstrual cycle such as physical activity, stress, diet, hormonal factors, food consumed, enzymes in the body and BMI. Menstrual cycle can be influenced by body weight, physical activity, stress level, and ovarian disorders. This research uses a descriptive method, which is a research method that describes certain variables in research with a cross-sectional design. The population is 287 people. Samples obtained by accidental technique obtained 32 teenagers. The results of this study showed that the average data for adolescents with BMI 29.29 ± 3.3 had abnormal menstrual cycles. The statistical test results obtained a p value of 0.025, which means that there is an influence between obesity on the menstrual cycle in adolescent
Status Gizi Kurang Beresiko terhadap Usia Menarche pada Siswi Kelas VI di Sdn 007 Rambah Kabupaten Rokan Hulu
Menarche is a sign of the proper functioning of a woman's reproductive organs when having her first menstruation and is common in the age range of 10-16 years. Menarche is influenced by several factors, one of which is nutritional status. According to Noviyanti research (2016) nutrition affects a girl's sexual maturity so that it affects the slowness of menarche. Similarly, research conducted by Munda (2016) that students with overweight nutritional status Faster experienced menarche compared to students who have normal nutritional status and underweight. This study aims to find out the relationship of nutritional status to the age of menarche grade VII students in Pesantren Bahrul Ulum. This research method uses descriptive method with cross sectional research design. This research was conducted in SDN 007 Rambah. The sample of this study amounted to 45 respondents. Data collection uses simple correlation and linear regression tests. The results of this study stated that the average nutritional status of grade VII students is 21.60Kg /m2, and the nutritional status of students is at least 16.90 Kg / m2 and the highest nutritional status is 27.60 Kg / m2 with an average age of menarche 12.11 years. The conclusion of this study is that there is no relationship of nutritional status with menarche age in grade VII students in Pesantren Bahrul Ulum with a value of p= 0.036
Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Diajar Dengan dan Tanpa Menggunakan Media pada Konsep Operasi Hitung Bentuk Aljabar Kelas VII MTs Hidayatullah Lawahan Kab. Tapin
Nisa Azfana Rahmi. 2011. Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Diajar Dengan dan Tanpa Menggunakan Media pada Konsep Operasi Hitung Bentuk Aljabar Kelas VII MTs Hidayatullah Lawahan Kab. Tapin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Murdan, M. Ag, (II) Analisa Fitria, S. Pd, M. Si.
Penggunaan media pengajaran dalam pembelajaran berguna untuk mengatasi hambatan komunikasi yang berasal dari bahan pengajaran. Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. Ada media gambar diam dan media gambar gerak. Ada juga media berupa benda-benda hidup, simulasi, maupun model seperti daun dan benda-benda yang dijadikan contoh dalam bangun ruang. Dan dalam penelitian ini menggunakan daun sebagai media pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran operasi hitung bentuk aljabar antara kelas eksperimen yang menggunakan media dengan kelas kontrol yang tanpa menggunakan media.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan media kelas eksperimen dan hasil belajar matematika siswa yang diajar tanpa menggunakan media di kelas kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Hidayatullah Lawahan. Kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Materi yang diajarkan adalah operasi hitung bentuk aljabar. Data kemampuan awal siswa diambil dari nilai tes awal dan nilai tes akhir sebagai data penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen dengan hasil belajar matematika siswa di kelas kontrol pada konsep operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII MTs Hidayatullah Lawahan Kab. Tapin
Hardiness dalam Merawat Orangtua Usia Lanjut
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai hardiness dalam
merawat orangtua usia lanjut, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana
gambaran hardiness dalam merawat orangtua usia lanjut dan apa saja faktor-faktor
terbentuknya hardiness dalam merawat orangtua usia lanjut. Respondens
dalam penelitian ini adalah dua orang anak yang merawat orangtuanya yang
berusia lanjut dan tidak menggunakan jasa perawat jompo. Dalam penelitian ini,
metode yang digunakan adalah wawancara pedoman umum, tetapi pedoman
tersebut dapat saja berubah sesuai saat wawancara berlangsung. Jenis observasi
yang digunakan adalah observasi non-partisipan. Berdasarkan hasil penelitian
yang telah dilakukan, diketahui bahwa kedua subjek memiliki hardiness yang
tergambar dari komitmen mereka dalam merawat orangtuanya, kedua responden
juga memiliki kontrol keputusan dan kognitif yang baik, serta mereka
menganggap tugas merawat orangtuanya sebagai suatu tantangan yang harus
mereka hadapi. Faktor-faktor terbentuknya hardiness pada responden adalah
pembelajaran positif pada masa kanak-kanak, kemampuan mengambil hikmah
dari setiap kejadian, pengalaman hidup yang pahit dan tingkat religiusitas
- …
