57 research outputs found

    ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM CERITA RAKYAT REOG SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN APRESEPSI SASTRA JAWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Get PDF
    ABSTRACT Dwi Rahayu Retno Wulan. K421204. STRUCTURAL ANALYSIS AND CHARACTER EDUCATION VALUE ON REOG PONOROGO FOLKLORE AND IT’S RELEVANCE AS JAVANESE LITERATURE APPRETIATION TEACHING MATERIAL ON JUNIOR HIGH SCHOOL. Undergraduate Thesis, Surakarta: Teacher Training Faculty, Sebelas Maret University, June 2016. The goal of this research are (1) to describe element relevancy on folklore entitled Reog Ponorogo; (2) to describe character education on Reog Ponorogo folklore; and (3) to describe and explain the relevance of Reog Ponorogo folklore as a Javanese literature appreciation teaching material on Junior High School. This research is a qualitative research with descriptive qualitative and content analysis as the methods. The data sources for this research are document and informant. Sampling technique used in this research is purposive sampling. Data gathering techniques used in this research are document analysis, interview, and expert judgment. Data validation is done by theory triangulation, data source triangulation, and informant review. Data analysis technique used in this research is interactive data analysis. The summary of this research are as follows first, element relevancy on Reog Ponorogo is deemed to be very good. Element relevancy is realized in theme – theme relevancy, plot – theme relevancy, character – plot relevancy, moral value – other elements relevancy. Second, there are ten character education values onReog Ponorogo. Third, Reog Ponorogo is worthy to be Javanese literature appreciation teaching material on Junior High School because the story is suitable with 2013 Curriculum Standard Competency, students’ understanding level and containing character education value that can be used as an example for students in behaving. Keywords:folklore, structural, character education value, teaching material

    IDENTIFIKASI PROFIL MAHASISWA PROGRAM TATA BUSANA JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2008/2009 s/d 2010/2011

    No full text
    ABSTRAK   Nursamsi, Retno Dwi. 2011. Identifikasi Profil Mahasiswa Program Tata Busana Jurusan Teknoogi Industry Universitas Negeri Malang . Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Anik Dwiastuti S. T., M. T.   Kata Kunci: profil, mahasiswa.   Profil mahasiswa adalah pandangan sosok/ orang yang sedang mendalami ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Profil mahasiswa melingkupi kehidupan mahasiswa yang ditinjau dari berbagai aspek, meliputi latar belakang pendidikan mahasiswa sebelum masuk perguruan tinggi, keadaan sosial ekonomi orang tua mahasiswa, asal daerah mahasiswa, serta kesesuaian minat mahasiswa. Penelitian profil mahasiswa program tata busana bertujuan untuk mendeskripsikan profil mahasiswa program Tata Busana angkatan 2008-2010. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari satu variabel yaitu profil mahasiswa Program Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa D3 dan S1 yang berjumlah 182 responden. Uji validitas instrumen menggunakan uji vaiditas konstruk. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari jawaban responden dari pertanyaan dalam angket dan berasal dari data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa mahasiswa program tata busana yang berasal dari input SMK sebesar 52% sedangkan mahasiswa input SMA dan MA sebesar 48%. Pendidikan terakhir orang tua mayoritas adalah SMA sedangkan  pekerjaan ayah yang paling dominan adalah sebagai wiraswasta, dan ibu mayoritas tidak bekerja. Untuk rata-rata pendapatan orang tua adalah Rp. 2.802.585/ bulan, sedangkan   pengeluaran keluarga mayoritas Rp.750.000 – Rp.1.750.000. Tanggungan orang tua sebagian besar hanya 2 orang. Mahasiswa program tata busana sebagian besar berasal dari kota. Mahasiswa program tata busana sebagian besar juga memiliki minat untuk masuk program tata busana. Jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa tata busana antara input SMK dan input SMA memiliki jumlah yang hampir seimbang. Tingkat sosial ekonomi mahasiswa juga termasuk dalam kategori sosial ekonomi atas (sejahtera) karena pendapatan orang tua mereka lebih besar dari pengeluaran keluarga dengan jumlah tanggungan yang tidak banyak. Mahasiswa juga lebih fashioneble dan bisa mengaktualisasikan diri dalam pembuatan busana karena mereka sebagian besar berasal dari kota. Minat yang tinggi untuk masuk program tata busana bisa mendorong mahasiswa untuk menyukai dan menekuni bidang busana yang dipilihnya.

    Kajian Prevalensi Telur Nematoda Usus Manusia pada Sayuran Sawi Caisim (Brassica juncea) di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Dwi Retno. 2011. Kajian Prevalensi Telur Nematoda Usus Manusia pada Sayuran Sawi Caisim (Brassica juncea) di Kota Malang. Skripsi, Jurusan BIologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata kunci: Telur cacing, Nematoda Usus Manusia, Sayuran Sawi Caisim (Brassica juncea)   Sawi caisim merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat  sebagai campuran makanan seperti  mie ayam maupun bakso. Pada beberapa pasar di kota Malang, sawi caisim yang dijual umumnya berasal dari kota Batu. Air yang digunakan untuk menyirami sayuran sawi caisim berasal dari air sungai yang kotor dan biasanya digunakan warga setempat untuk MCK (mandi, cuci dan kakus) sehingga  kemungkinan sawi caisim terkontaminansi oleh telur Nematoda usus manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur nematoda usus manusia yang ditemukan pada sayuran sawi caisim di Kota Malang dan mengetahui prevalensi telur Nematoda usus manusia yang ditemukan pada sayuran sawi caisim di Kota Malang. Jenis penelitian merupakan deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan prevalensi telur cacing Nematoda usus manusia yang ditemukan pada sayur sawi caisim di Kota Malang. Pengamatan telur cacing dilakukan di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA UM pada bulan Juli sampai Agustus 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan telur cacing Nematoda usus manusia pada sayuran Brassica juncea di Kota Malang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah telur cacing Nematoda dalam 100 gram sayuran sawi caisim yang diambil dari lima pasar yang meliputi pasar Dinoyo, pasar Kebalen, pasar Blimbing, pasar Kasin, dan pasar Gadang di Kota Malang. Metode dalam pembuatan sediaan telur cacing parasit usus manusia yang digunakan dirujuk dari buku Penuntun Laboratorium Parasitologi Kedokteran (Hadidjaja, 1990), yaitu mencuci sayuran sawi caisim menggunakan larutan NaOH 0,25% kemudian mengendapkan larutan hasil cuciannya. Selanjutnnya mensentrifuge larutan tersebut kemudian sedimen diamati dibawah mikroskop. Data yang diambil berupa ciri morfologi yang meliputi panjang, diameter, warna, dan kondisi telur cacing Nematoda usus manusia serta jumlah telur cacing nematode usus manusia. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Penentuan jenis telur Nematoda usus manusia merujuk buku Atlas Helminthologi Kedokteran (Jeffrey dan Leach, 1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis telur Nematoda usus manusia yang ditemukan pada sayuran sawi caisim di Kota Malang meliputi Ascaris lumbricoides, Enterobius vermicularis dan telur cacing tambang. Prevalensi telur cacing paling tinggi pada telur Ascaris lumbricoides sebesar 96%, diikuti telur Enterobius vermicularis sebesar 3% dan telur cacing tambang sebesar 1%.

    Implementasi prinsip 5C dalam pembiayaan mudharabah di KSPPS Arthamadina Batang

    Get PDF
    Dalam penyaluran dana (lending) KSPPS Arthamadina Batang mengeluarkan produk pembiayaan mudharabah. Pembiayaan mudharabah merupakan pembiayaan modal usaha dengan menggunakan akad mudharabah dengan sistem angsuran harian, mingguan dan bulanan. Dalam menyalurkan dana berupa pembiayaan mudharabah, KSPPS Arthamadina Batang sangat memperhatikan prinsip 5C dalam kondisi apapun, baik pembiayaan tersebut berskala kecil maupun besar, pembiayaan yang dilakukan pertama kali maupun pembiayaan yang kedua atau seterusnya, semuanya mendapatkan porsi yang sama dalam mempertimbangkan pembiayaan yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana implementasi prinsip 5C dalam pembiayaan mudharabah di KSPPS Arthamadina Batang. Jenis penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap keterangan dan penjelasaan yang sesuai masalah yang diteliti. Dalam menganalisis data yang diperoleh, penulis menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam menganalisis pembiayaan, KSPPS Arthamadina menggunakan analisis prinsip 5C dalam menilai calon nasabah, hal ini menentukan apakah pengajuan pembiayaan yang diajukan disetujui atau ditolak. Dalam pelaksanaannya, KSPPS Arthamadina sangat mengutamakan 3 poin yaitu character, capacity, dan collateral. Sedangkan poin capital dan condition of economy mendapatkan porsi yang lebih sedikit dalam penilaian pembiayaan

    Kajian Bioaugmentasi Untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat Di Wilayah Perairan Menggunakan Bakteri

    No full text
    Pencemaran lingkungan terjadi di hampir semua negara di dunia, diakibatkan oleh beberapa faktor seperti kegiatan industri, kegiatan sarana transportasi, kegiatan domestik, dan kegiatan yang dilakukan manusia lainnya. Akibat dari pencemaran lingkungan ini, selain akan merusak ekosistem juga akan memberikan dampak yang merugikan terhadap kesehatan manusia. Kegiatan industri menyebabkan kerusakan lingkungan secara keseluruhan dalam bentuk pencemaran air, tanah dan udara yang tidak menguntungkan bagi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Hal ini mengakibatkan lingkungan tidak berfungsi dengan baik seperti semula. Salah satu pencemar di perairan adalah logam berat. Sumber pencemaran logam berat sebagian besar berasal dari pertambangan, peleburan logam, dan industri lainnya, juga dapat berasal dari limbah domestik yang menggunakan logam, serta lahan pertanian yang menggunakan pupuk yang mengandung logam. Kontaminasi bahan pencemar logam berat telah menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air dan sedimen yang signifikan di badan air seperti sungai, danau dan waduk. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di wilayah perairan. Dipilihlah metode bioaugmentasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di sedimen sungai. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, murah dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Mikroorganisme yang digunakan dalam metode bioaugmentasi ini adalah bakteri. Metode studi yang digunakan adalah dengan menyusun kajian pustaka yang merupakan kumpulan berbagai literatur terkait. Kajian pustaka digunakan untuk menganalisis kasus terkait secara literatur dengan menerapkan bioaugmentasi menggunakan mikroorganisme bakteri sebagai penanganannya. Studi kasus di wilayah sungai Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya menunjukkan permasalahan limbah merkuri terjadi karena adanya kegiatan penambangan emas ilegal yang mencemari sungai dan bermuara ke wilayah pesisir Aceh Jaya. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) adalah bioaugmentasi dengan pemanfaatan bakteri resisten merkuri yaitu genus Pseudomonas dan Citrobacter. Jenis mikroba penyusun dan waktu degradasi berpengaruh terhadap kemampuan reduksi merkuri. Gabungan beberapa mikroba pendegradasi (konsorsium/mix culture) yang sesuai menghasilkan potensi reduksi merkuri pada sedimen air tercemar semakin tinggi. Hasil studi menunjukkan penurunan merkuri dari konsentrasi 0,76 mg/kg menjadi 0,0076 mg/kg dimana telah berada dibawah standar baku mutu setelah proses bioaugmentasi menggunakan konsorsium bakteri Pseudomonas putida, Pseudomonas aeruginosa, dan Citrobacter freundii. =================================================================================================== Environmental pollution occurs in almost all the countries in the world, caused by several factors such as industrial, transportation facilities, domestic activities, and other human activities. The impact of this environmental pollution is ecosystem damage and also have detrimental impact on human health. Industrial activities causes the overall environmental damage in the water, soil and air which is not beneficial for human, animal and plant life. This made the environment not working properly as before. One of the water pollutants is heavy metals. Sources of heavy metal pollution mostly come from mining, metal smelting, domestic waste that uses metal, also come from agricultural land that uses fertilizers containing metal. Contamination of heavy metal has caused a significant decrease of water quality in water bodies such as rivers, lakes and reservoirs. An appropriate method is needed to remediate the concentration of heavy metal pollutants in the waters. Bioaugmentation method was chosen as a way to reduce the concentration of heavy metals in waters. This method was chosen because it is easy to operate, environmentally friendly, inexpensive and can remediate in a long period of time. The microorganisms used in this bioaugmentation method is bacteria. The study method used to compile a literature review which is a collection of various related literatures. Literature review is used to analyze related cases in the literature by applying bioaugmentation using bacterial microorganisms as the treatment. A case study in the Krueng Sabee river area, Krueng Sabee District, Aceh Jaya Regency show that the mercury waste problem occurs because of illegal gold mining activities that pollute the river and headed into the Aceh Jaya coastal area. The method to reduce the concentration of mercury (Hg) is bioaugmentation using mercury-resistant bacteria, namely the genus of Pseudomonas and Citrobacter. The type of microbes and the time of degradation affect the ability to reduce mercury. The combination of several suitable degrading microbes (consortium/mix culture) results in a higher potential for mercury reduction in polluted water sediments. The results of the study show a mercury decrease from concentration 0.76 mg/kg to 0.0076 mg/kg which is not exceed the quality standard after the bioaugmentation process using a consortium of Pseudomonas putida, Pseudomonas aeruginosa, and Citrobacter freundii bacteria

    Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia: Vol.7, No.1, Juni 2010

    No full text
    Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil-hasil riset maupun pemikiran akuntansi dan atau keuangan yang relevan bagi pengembangan profesi dan praktek akuntansi di Indonesia. 1. Pengaruh Sistem Informasi Teknologi Elektronik Atas Task Performance Auditor Kantor Akuntan Publik Big 4 / Antonius Herusetya 2. Hubungan Regulasi Pasar Modal dengan Atribut Laba: suatu analisis lintas negara / Francisca Reni Retno Anggraini 3. Semiotika Laba Akuntansi: studi kritikal posmodernis derridean / Akhmad Riduwan, et al. 4. Evaluasi Regulasi Atas Praktik Penghindaran Pajak Penanaman Modal Asing / Ning Rahayu 5. Anteseden Komitmen Organisasi dan Motivasi: konsekuensinya terhadap kinerja auditor intern pemerintah / Arywarti Marganingsih, Dwi Martani 6. Analisis Faktor-Faktor Penentu Persistensi Laba / Zaenal Fanan

    Komparasi asimetri informasi sebelum dan sesudah konvergensi IFRS (studi kasus pada perusahaan agriculture dan mining yang terdaftar di BEI)

    Get PDF
    Indonesia as a member of the G20 countries decided to converge to IFRS. Convergence process was carried out in stages and ended in 2012. One of the objectives of convergence of IFRS was to improve the quality of financial reporting, including the reduction of information asymmetry. The aim of this study is to examine whether or not there are some differences in information asymmetry before and after the convergence of IFRS. The sample is 17 companies in the sectors of agriculture and mining listed in Indonesia Stock Exchange. In this case, the companies already published the date of submission of the financial statements of the year 2001-2012. This research applied descriptive comparative method, which compared information asymmetry before and after the convergence of IFRS. The data were analyzed using paired sample t test technique. The results of analysis showed that there was no significant difference in information asymmetry before and after the convergence of IFRS

    THE INFLUENCE OF MARKETING VOLUME AND MARKETING CHANNEL ON FRESH TIGER SHRIMP MARKETING MARGIN

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of marketing volume and marketing channel to marketing margin of tiger shrimp. This study uses data based on the time dimension, ie cross-section that comes from primary data, then the method of analysis used multiple regression with exponential function model. The result of this research found that marketing volume have positive effect and marketing channel I have negative effect to tiger shrimp marketing margin, while marketing channel II has no effect to marketing margin of tiger shrimp
    corecore