196,866 research outputs found

    Pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang Manajemen Islami

    Get PDF
    M. Dawam Rahardjo sebagai pakar yang berlatar belakang disiplin ilmu ekonomi dan pakar manajemen menyatakan bahwa dalam rangka mencari konsep manajemen Indonesia, antara lain dengan menggali nilai-nilai budaya tradisional yang ditafsirkan secara baru, dalam hal ini ajaran “moral ekonomi Islam” menjadi sangat relevan. Menurutnya, dari ajaran Islam konsep yang paling relevan bagi persoalan manajemen dan konsep tentang seorang manajer adalah doktrin khalifah sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 30-33. Sebagai rumusan masalah yaitu bagaimana pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang manajemen islami? Bagaimana relevansi pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang manajemen dalam konteks Indonesia saat ini? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan). Sebagai data primer yaitu karya-karya M. Dawam Rahardjo di antaranya: Etika Ekonomi dan Manajemen, Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 2006. Adapun sumber data sekunder, yaitu rujukan dalam penelitian ini digunakan beberapa kitab atau buku antara lain: literatur lainnya yang relevan dengan permasalahan yang dikaji seperti: karya-karya M. Dawam Rahardjo dan lain-lain yang ada relevansinya langsung dengan judul tersebut. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data kualitatif, yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung (angka-angka statistik). Hasil pembahasan menunjukkan menurut M. Dawam Rahardjo, dalam rangka mencari konsep manajemen Indonesia, antara lain dengan menggali nilai-nilai budaya tradisional yang ditafsirkan secara baru, dalam hal ini ajaran “moral ekonomi Islam” menjadi sangat relevan. Menurutnya, dari ajaran Islam konsep yang paling relevan bagi persoalan manajemen dan konsep tentang seorang manajer adalah doktrin khalifah sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 30-33. Menurutnya sumbangan Islam terhadap konsep manajemen yang ada sekarang ini sangat besar. Islam telah menanamkan konsep manajemen sejak zaman Rasulullah SAW. Berdasarkan pemikiran Dawam Rahardjo, dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumbangsih Islam terhadap konsep manajemen sangat banyak. Relevansi pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang manajemen dengan manajemen di Indonesia saat ini terlihat dari praktik manajemen di Indonesia

    Studi Pemikiran Etika Bisnis M. Dawam Rahardjo

    No full text
    ABSTRAK Latifah, Umi. Studi Etika Bisnis M. Dawam Rahardjo. Tesis, Program Studi Ekonomi Syariah, Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Iza Hanifuddin, Ph.D. Kata kunci: Etika Bisnis, Moral, Etika Bisnis Islam. Berawal dari latar belakang munculnya isu-isu sosial dalam bisnis yang berupa kurangnya kesadaran sosial, moralitas dan kerusakan yang ditimbulkan pada masyarakat berupa masalah-masalah yang berhubungan dengan bisnis, maka penulis mencoba mengupas tentang etika bisnis yang ditawarkan oleh M. Dawam Rahardjo yang dirasa sangat cocok untuk pembahasan dalam penulisan ini. Rumusan masalah dalam penulisan ini yaitu bagaimana pandangan Dawam Rahardjo tentang etika bisnis dan relevansinya dengan etika bisnis Islam serta penerapannya dalam dunia bisnis era digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian content analysis yang bersifat library research. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis dan pendekatan filosofis. Data primer dalam penelitian ini adalah karya tulis Dawam Rahardjo berupa buku, artikel maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dawam Rahardjo mendasari pemikiran etika bisnisnya dari nilai-nilai fundamental ekonomi Islam yang kemudian diasimilasikan dengan budaya lokal Indonesia yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai yang ditawarkan Dawam berupa tauhid, khila>fah, ta’awun, ta’aruf, musyawarah, ih}sa>n, fastabiq al-khaira>t, keseimbangan, amanah, amar ma’ru>f nahi> munka>r, wa tawa>s}aubi al-haqq, wa tawa>s}aubi al-s}abr dan taqwa. Nilai-nilai tersebut sangat sesuai dengan etika bisnis Islam, karena nilai-nilai ini bersumber dari al-Qur’an dan dipahami dengan teori dan pendekatan ilmu ekonomi. Nilai-nilai normatif ini kemudian diaktualisasikan dalam bentuk etika terapan berupa ekologi, profesionalisme dan amanah manajerial. ABSTRACT Latifah, Umi. Study of Business Ethics M. Dawam Rahardjo. Thesis, Sharia Economics Study Program, Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. Advisor: Iza Hanifuddin, Ph.D. Keywords: Etika Bisnis, Moral, Etika Bisnis Islam. Starting from the background of the emergence of social issues in business in the form of a lack of social awareness, morality and the damage caused to society in the form of problems related to business, the author tries to discuss business ethics offered by M. Dawam Rahardjo which is considered very suitable for the discussion in this writing. The formulation of the problem in this paper is how Dawam Rahardjo views business ethics and its relevance to Islamic business ethics and its application in the digital era business world. This type of research is a content analysis research which is library research. The approach used is a historical approach and a philosophical approach. The primary data in this study were the writings of Dawam Rahardjo in the form of books, articles and journals. The results of this study indicate that Dawam Rahardjo based his business ethics thinking from the fundamental values of Islamic economics which are then assimilated to the local Indonesian culture contained in Pancasila. The values that Dawam offers are tauhid, caliphate, ta’awun, ta’aruf, deliberation, ihsan, fastabiq al-khairat, balance, trust, amar ma'ruf nahi munkar, wa tawasaubi al-haqq, wa tawasaubi al-sabr and taqwa. These values are in accordance with Islamic business ethics, because these values come from the Qur'an and are understood by the theory and approach of economics. These normative values are then actualized in the form of applied ethics in the form of ecology, professionalism and managerial mandates

    Metode Tafsir Maudhu’i (Studi Komparatif antara M. Quraish Shihab dan M. Dawam Rahardjo)

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Metode Tafsir Maudhu’i (Studi Komparatif antara M. Quraish Shihab dan M. Dawam Rahardjo) ini ditulis oleh Azizurrochim dengan dibimbing oleh Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan penerapan metode tafsir maudhu’i oleh kedua pengarang buku Wawasan Al-Qur’an dan Ensiklopedi Al-Qur’an. Dalam buku Wawasan Al-Qur’an, M. Quraish Shihab menganut sistematika metode penafsiran tematik yang ada di dalam buku karya al-Farmāwi yang menjadi kaidah umum bagi para penafsir tematik yang lainnya juga. Sedangkan M. Dawam Rahardjo sebagian ada yang yang mengklaim karyanya sebagai salah satu tafsir tematik, tetapi ada juga yang tidak mengakui sebagai jenis karya tafsir tematik termasuk M. Quraish Shihab. Tentu dengan beberapa pendapat ini penulis ingin mengetahui lebih lanjut persamaan dan perbedaan yang ada di dalam kedua karya tafsir ini. Rumusan masalah yang di ambil penulis ada tiga yakni (1). Bagaimanakah metode penafsiran maudhu’i M. Quraish Shihab dan M. Dawam Rahardjo? (2) Bagaiamanakah persamaan dan perbedaan di antara kedua metode tersebut? (3). Bagaimanakah implikasi penafsiran dari masing-masing karya? Tujuan pembahasan dari skripsi ini yakni (1). Untuk menunjukkan kerangka metode tafsir maudhu’i yang ditawarkan kedua tokoh tafsir ini. (2). Untuk mengetahui seberapa jauh persamaan dan perbedaan konsep metode tafsir maudhu’i yang mereka pakai. (3). Untuk mengetahui implikasi penafsiran dari masing-masing karya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbandingan antara metode penafsiran maudhu’i dari buku Wawasan Al-Qur’an dan Ensiklopedi Al-Qur’an. Dari hasil penelitian ini penulis bisa mengambil kesimpulan bahwa (1). Metode tafsir yang dipakai oleh M. Quraish Shihab sesuai dengan konsepnya al-Farmawi, meskipun pada akhirnya ia memiliki variasi metode misalnya pengembangan sendiri yakni dengan menekankan pentingnya kajian kosakata. Sedangkan M. Dawam Rahardjo memiliki susunan metode tersendiri yang berbeda dengan metode al-Farmāwi. (2). Secara umum kedua karya ini sama-sama memiliki suguhan yang khas di dalamnya. M. Quraish Shihab dan M. Dawam Rahardjo sama-sama menyediakan sistematika yang utuh dan runtut terbagi dalam sub topik sesuai dengan framenya masing-masing. Kemudian dari penerapan metode masing-masing yang dipakai, juga memiliki perbedaan. Seperti M. Quraish Shihab yang sangat memperhatikan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam tafsir. Sedangkan M. Dawam Rahardjo lebih mengantarkan tafsirnya kepada keilmuan sosial yang kental dan plural. (3). Implikasi dari kedua metode yang digunakan oleh penafsir adalah buku Wawasan Al-Qur’an dapat memudahkan para pembaca dalam memahami ayat al-Qur’an dan buku Ensiklopedi Al-Qur’an sebagai salah satu referensi metode baru dalam tafsir maudhu’i. Kata Kunci: Metode Tafsir Maudhu’i, Studi Komparatif, M. Quraish Shihab dan M. Dawam Rahardjo

    INTERPRETASI KATA RIBA MENURUT M. DAWAM RAHARDJO: STUDI TAFSIR ENSIKLOPEDIA ALQUR’AN TAFSIR SOSIAL BERDASARKAN KONSEPKONSEP KATA KUNCI SKRIPSI

    Get PDF
    Al-Qur’an cukup berhasil menarik hati tidak saja dari sarjana keislaman tapi juga para insinyur, sosiolog, politisi, dokter dan sebagainya. Salah satunya adalah M. Dawam Rahardjo tokoh ekonom. Beliau mempunyai karya yaitu Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kata Kunci yang menarik untuk dikaji. Menarik dikaji karena literatur ini ditulis oleh seorang tokoh ekonomi, yang sangat mencintai bidang tafsir. Dan tafsir ini menarik karena dari segi cara pembahasan dan isinya yang hanya membahas dimensi sosial dan konsep kunci. Penelitian ini difokuskan mengkaji kata riba, riba sangat menarik untuk diteliti karena dalam prakteknya riba sulit untuk diberantas. Semua ulama sepakat bahwa riba itu haram, namun dalam prakteknya riba sulit untuk diberantas. Yang menarik dari pendapat M. Dawam Rahardjo yaitu M. Dawam Rahardjo menafsirkan riba berdasarkan dimensi sosial yang didukung oleh ayat Al-Qur’an dan berdasarkan konteks keindonesiaan. M. Dawam Rahardjo berpendapat riba adalah haram, dan menghubungkan riba dengan amal dan sedekah. Seperti beliau berpendapat dalam tingkat perkembangan masyarakat yang sederhana, meminjamkan sesuatu kepada mereka yang membutuhkan akan dinilai sebagai amal kebajikan, malahan amal ini lebih ringan daripada memberikan sedekah. M. Dawam Rahardjo berpendapat membungakan uang kepada saudara dan teman akrab, atau dalam masyarakat kecil yang tertutup, akan dipandang tidak etis. Dalam menafsirkan riba ada cara tersendiri M. Dawam Rahardjo berusaha mencari titik temu atau solusi di dalam Al-Qur’an melalui surah al-Baqarah ayat 275-276. Disinilah Al-Qur’an memberikan alternatif. Alternatif pertama adalah perdagangan dan alternatif lainnya tercantum dalam ayat 276 berikutnya. “Allah memusnahkan (manfaat) riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam ke-kafir-an (terus membangkang) dan selalu berbuat dosa.” Sebagaimana ayat yang dikutip M. Dawam Rahardjo dalam bukunya yang berjudul “Ensiklopedia Tafsir Al- Qur’an; Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kata Kunci”. Yaitu surah al-Baqarah ayat 275-276. Penelitian ini termasuk jenis penelitian literatur yang merupakan penelitian pustaka yang berfokus kepada pemikiran M. Dawam Rahardjo yang membahas tentang riba sebagai berikut: pertama: Bagaimana penafsiran Dawam Rahardjo terhadap riba dalam Ensiklopedi Al-Qur’an berdasarkan konsep kata-kata kunci?. kedua: Bagaimana relevansi penafsiran M. Dawam Rahardjo dengan kondisi Indonesia sekarang?

    Pembangunan Pascamodernis : Esai-Esai Ekonomi Politik

    No full text
    Kumpulan tulisan M. Dawam Rahardjo yang ada dalam buku ini tidak saja menyangkut sejarah ekonomi, tapi juga merupakan analisis tentang perkembangan dan situasi ekonomi mutakhir yang perlu disimak oleh kalangan terpelajar, mahasiswa, dan para penentu kebijakan di Indonesia. Di dalamnya terdapat banyak wawasan dan sudut pandang yang sangat penting untuk membangun Indonesia yang inklusif

    ETIKA EKONOMI ISLAM DAN RELEVANSINYA BAGI ETOS KERJA (KAJIAN PEMIKIRAN M. DAWAM RAHARDJO)

    Get PDF
    Penyusunan skripsi ini didasari atas permasalahan etika yang diterapkan dalam kegiatan ekonomi. Penelitian ini menarik untuk di teliti, karena gagasan M. Dawam Rahardjo ini bersifat mendasar, kebanyakan ahli ekonomi mengamatai aspek ekonomi dari bidang usaha ekonominya. Akan tetapi M. Dawam Rahardjo mengamati dari paradigma lain, yaitu perilaku ekonominya. Sehingga kajian ilmiah terhadap gagasan tersebut sangat diperlukan. Maka penulis mengangkat tema skripsi yang berjudul “Etika Ekonomi Islam dan Relevansinya Bagi Etos Kerja.” Rumusan masalah dalam penulisan ini yaitu mengenai pandangan M. Dawam Rahardjo tentang etika ekonomi Islam dan relevansi pemikiran etika ekonomi Islam M. Dawam Rahardjo dengan etos kerja di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode kepustakaan (library research). Untuk mempermudah pengolahan data maka digunakan metode penelitian analisis, metode interpretasi, serta metode deskriptif. Sementara untuk pendekatan menggunakan pendekatan filsafat etika. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperoleh bahwa pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang etika ekonomi Islam secara garis besar adalah bahwa setiap perilaku yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan kegiatan aktivitas ekonominya berdasarkan atas dasar ajaran al-Qur’an dan Sunnah. Dengan adanya sistem etika ekonomi Islam, berdasarkan nilai-nilai ajaran al-Qur’an dan Sunnah, maka unsur dasar dari ekonomi akan lebih mudah teratasi. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pengembangan terhadap sumber daya manusia itu sendiri. Sehingga, pemikiran setiap individu akan berkembang, dan memiliki kemajuan dalam melakukan segala aktivitas yang ingin ia lakukan secara positif dalam membangun kinerja perekonomi Sedangkan hubungannya dengan etos kerja memiliki nilai positif dalam membangun karakter setiap orang. Bekerja dalam ajaran Islam dapat mendapatkan pahala, hal ini dipengaruhi oleh keyakinan individu terhadap ajaran Islam yaitu al- Qur’an dan Sunnah. Hal tersebut bertujuan agar sistem ekonomi Islam tidak hanya sekedar bekerja, tetapi etos kerja juga dapat dijadikan sebagai landasan dasar seseorang dalam melakukan aktivitas perekonomian

    Konsep masyarakat madani menurut M. Dawam Rahardjo

    Get PDF
    Dawam Rahardjo adalah salah satu diantara sekian banyak intelektual Islam Indoonesia yang secara intens membicarakan masyarakat madani dalam konteks ke Indonesia. Di negara kita, wacana ini masih dalam tahap mencari format yang sesuai disertai landasan teoritis yang belum kokoh. Wacana ini muncul secara terbatas berawal dari kunjungan perdana menteri Malaysia ke Indonesia dalam acara seminar di Istiqlal. Namun setelah redup lebih dari satu dekade,wacana ini kembali mencuat setelah reformasi. Penelitian ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar masyarakat madani yang dibangun Dawam rahardjo. Bagaimana konsep masyarakat madani yang dibangun Dawam Rahardjo, elemen-elemen apa saja yang membentuk masyarakat madani dan bagaimana peluang dan tantangan masyarakat madani kedepan. Dengan tujuan untuk melihat dan mengetahui konsep Masyarakat Madani Menurut Dawam Rahardjo, serta mengetahui elemen-elemen apa saja yang menjadi faktor pendukung terbentuknya masyarakat madani menurut Dawam Rahardjo. Studi dilakukan dengan menggunakan metode Content Analysis, yang di perkuat dengan pembuktian melalui wawancara langsung dengan Dawam Rahardjo, hal ini untuk membuktikan konsisitensi teori-teori yang telah dibanguin sekitar tahun 95/96-an, di masa sekarang. Dan ternyata pemikiran Dawam yang berkaitan dengan masyarakat Madani masih konsisten sampai sekarang. Menurutnya, masyarakat madani berawal dari kontrak sosial (hukum), kemudian dalam perjalanannya mempunyai sikap independensi dan mempunyai perangkat-perangkat dalam menegakan Amar ma’ruf nahyi munkar. Elemen-elemen yang membentuk masyarakat madani tersebut yaitu kaum intelektual, LSM dan organisasi keagamaan, serta masyarakat kelas menengah. Ketiga elemen tersebut menjadi "syarat" berlangsungnya masyarakat madani. Dan yang terpenting dari itu semua adalah sikap independensi dalam segala bidang, sehingga masyarakat madani menjadi penyeimbang dan pengontrol terhadap negara dalam pengertian modern. Dalam pengertian yang paling awal, masyarakat madani telah memberikan andil besar dalam mengantarkan Bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaanya. Dalam proses selanjutnya, peran dan kedudukan masyarakat madani telah bergeser dan mengalami perkembangan. Dalam konteks sekarang ini masyarakat madani menjelma dalam wujud organisasi-organisasi keagamaan dan LSM yang senantiasa konsisten dengan prinsip-prinsip pengontrolan terhadap pemerintah. Akhirnya, masyarakat madani yang dikemukakan oleh dawam semuanya tergantung dan akan ditentukan oleh masyarakat sendiri. Sikap apatis dan masa bodo akan jadi boomerang, terhadap kelangsungan masyarakat madani yang dimaksud. Seperti yang dikemukankan oleh Azyumardi Azra, bahwa masa depan masyarakat madani di Indonesia serba belum pasti. Sambil terus menerus mencari formulasi dan landasan teoritis mengenai masyarakat madani, sikap kritis dan keberpihakan terhadap golongan masyarakat luas adalah bentuk pengokohan masyarakat madani dalam arti yang sebenarnya

    Islam dan transformasi budaya

    No full text
    Buku ini berisi kumpulan refleksi pemikiran M. Dawam Rahardjo tentang islam dan transformasi sosial budaya, yang sekaligus merupakan kelanjutan dari pemikirannya yang terangkum dalam buku sebelumnya, Islam dan transformasi sosial ekonomi yang telah diterbitkan oleh lembaga studi agama islam filsafat

    Posisi Al-Qur`an DalamIntegrasi Ilmu : Telaah Terhadap Pemikiran Kuntowijoyo dan M. Dawam Rahardjo

    No full text
    The integration of knowledge has become a central issue emerging among scholars in Indonesian Islamic universities. Some ideas have been proposed to make “bridge” between religious and secular knowledge, as we can see, for instance, in the thought of Kuntowijoyo on “prophetic social sciences”, M. Dawam Rahardjo on “decolonization of social sciences”, M. Amin Abdullah on “spider web of knowledge”, and Mulyadhi Kartanegara on “holistic reconstruction of knowledge”.The researches conducted so far have not touched the core problem in all these proposed ideas yet, namely the place of the Qur`an as a revelation in the integration of knowledge. In fact, the Qur`an constitutes a source of knowledge and, at the same time, an inspiring and guiding scripture, for Moslem’s beliefs, praactices, and thought. Therefore, neglecting the Qur`an in constructing Moslem’s thought on the integration of knowledge will make our understanding the issue artificial. The present article is aimed at studying the thought of Kuntowijoyo and M. Dawam Rahardjo by focusing the discussion on main points: firstly, on the place the Qur`an in the integration of knowledge (as inspiration,source of knowledge, or starting point in building theory) (and the present author will describe data as they are); secondly, intellectual and social background that play important role behind the ideasand modes of use of the Qur`an for intellectual enterprises (and the present author will go into deep analysis on factors or contexts in which the ideas formed); thirdly, the originality, strength, and weakness of the ideas (and the present author will examine the ideas in accordance with some standards)
    corecore