1,722,320 research outputs found

    Syi'ir umar bin abi rabiah

    No full text
    yair Umar bin Rabiah (Dirasah Arudhiyah)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek arudh dan qafiyah pada syair Umar bin Abi Rabiah dalam qafiyah ha. Ia adalah penyair terkenal. Penelitian ini berusaha mengungkap bahr serta keadaan wazan dan qafiyah yang digunakan penyair dalam qafiyah ha'. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif analisis, yakni menganalisis bait-bait syair dalam qafiyah ha' berdasarkan ilmu arudh dan qafiyah. Hasil dari penelitian ini adalah bahr yang digunakan oleh penyair meliputi wafir majzu, kamil, thowil, raml majzu, raml, khafif, basith. Adapun qafiyahnya meliputi jenis-jenis qafiyah: 1) muthlaqah mujarodah min ta'sis wa ridf, 2) muthlaqah mujarodah wa maushulah bil mad, 3) muthlaqah mardufah wa maushulah bil mad, 4) muthlaqah muassasah wa maushulah bil mad, 5) muqayyadah mardufah harakatnya berupa : 1) mujro, 2) hadzwu, 3) dakhil, dan alqabnya: 1) mutaraakib, 2) mutawaatir, 3) mutadaarik, 4) mutaraadif70 hlm, 18 x 25 c

    Al Mahabbah 713-801 M; Ajaran Sufisme Rabiah Al Adawiyah

    No full text
    Rabiah dipandang sebagai pelopor tasawuf mahabbah, yaitu penyerahan diri total kepada “kekasih” (Allah). Hakekat tasawufnya adalah habbul-ilāh (mencintai Allah SWT). Ibadah yang ia lakukan bukan terdorong oleh rasa takut akan siksa neraka atau rasa penuh harap akan pahala atau surga, melainkan semata-mata terdorong oleh rasa rindu pada Tuhan untuk menyelami keindahan–Nya yang azali. Mahabbah Rabiah merupakan versi baru dalam masalah ubudiyah kedekatan pada Tuhan. Masalah dalam hal ini adalah (1) Bagaimana riwayat hidup Rabiah al Adawiyah, (2) Bagaimana ajaran sufisme Rabiah al Adawiyah, (3) Bagaimana perkembangan ajaran sufisme Al Mahabbah Rabiah al Adawiyah, (4) Bagaimana Al Mahabbah dianggap sebagai puncak maqam dalam ajaran sufisme Rabiah al Adawiyah. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan riwayat hidup, ajaran sufisme Al Mahabbah serta perkembangannya dan mendeskripsikan Al Mahabbah sebagai puncak maqam dalam ajaran sufisme Rabiah al Adawiyah.Penelitian ini merupakan penelitian Kajian Pustaka (Library research) dengan menggunakan pendekatan historis. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif analitis yang tidak hanya sekedar mendeskripsikan ajaran sufisme Rabiah al Adawiyah tetapi menganalisis perkembangan ajarannya selama kurun waktu 713-801 M. Kesimpulan yang diperoleh setelah melalui berbagai analisis sumber menyebutkan bahwa Rabiah adalah seorang zahidah sejati. Memeluk erat kemiskinan demi cintanya pada Allah. Lebih memilih hidup dalam kesederhanaan. Definisi cinta menurut Rabiah adalah cinta seorang hamba kepada Allah Tuhannya. Ia mengajarakan bahwa yang pertama, cinta itu harus menutup yang lain, selain Sang Kekasih atau Yang Dicinta, yaitu bahwa seorang sufi harus memalingkan punggungnya dari masalah dunia serta segala daya tariknya. Sedangkan yang kedua, ia mengajarkan bahwa cinta tersebut yang langsung ditujukan kepada Allah dimana mengesampingkan yang lainnya, harus tidak ada pamrih sama sekali. Ia harus tidak mengharapkan balasan apa-apa. Dengan Cinta yang demikian itu, setelah melewati tahap-tahap sebelumnya, seorang sufi mampu meraih ma’rifat sufistik dari “hati yang telah dipenuhi oleh rahmat-Nya”. Pengetahuan itu datang langsung sebagai pemberian dari Allah dan dari ma’rifat inilah akan mendahului perenungan terhadap Esensi Allah tanpa hijab. Rabiah merupakan orang pertama yang membawa ajaran cinta sebagai sumber keberagamaan dalam sejarah tradisi sufi Islam.        Diharapkan agar ada penelitian lebih lanjut dari skripsi ini. Baik mengenai eksistensi sufi wanita Rabiah Al Adawiyah khususnya dilihat dalam konsep analisis gender. Dimana posisi dan pandangan terhadap eksisitensi wanita dalam berbagai bidang masih kurang mendapat perhatian. Bahkan dalam hal ini keterlibatan Rabiah dalam perkumpulan sufi pada masa tersebut masih di dominasi oleh kaum lelaki. Tetapi Rabiah mampu menjadi salah satu guru sufi terkenal pada masa itu. Pandangan Islam terhadap kemunculan sufisme dengan mengambil salah satu obyek kajian terutama pada tokoh Sufi wanita serta dapat juga ditelusuri melalui aspek psikomoral atau psikologi agama yang melatar belakangi perkembangan ajaran Al Mahabbah Rabiah Al Adawiyah.Penulisan ini jauh dari kesempurnaan dan menyisakan ruang luas untuk pengkajian lebih mendalam dengan dokumen-dokumen asli yang bisa lebih digali kekayaan informasinya. Kritik dan saran yang bersifat konsruktif sangat dibutuhkan demi kesempurnaan tulisan ini

    ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS TERHADAP CERPEN “RABIAH” KARYA HASAN AL BANNA

    Get PDF
    This research aims to analyse the image of women in the short story entitled “Rabiah” by Hasan Al Banna. This research used descriptive qualitative method. The subject of this research is short story entitled “Rabiah” by Hasan Al Banna. The data of this research are words, phrases, or sentences that contain information about the image of women in the short story entitled “Rabiah” by Hasan Al Banna. The data were collected by reading and note-taking techniques. The data obtained from this study were analysed using content analysis. Based on the analysis result, it was found that a woman in the short story entitled “Rabiah” by Hasan Al Banna described as a brave, intelligent, and kind woman. A brave woman was described through the figure of Rabiah who has bravery to work in the overseas without her family. An intelligent woman was described through the figure of Rabiah who showed her ability to think perfectly. A kind woman was described through the figure of Rabiah who respected her parents by listening their advice

    Rabiah al-Adawiyah : penyair wanita sufi

    No full text
    Buku ini berisi tentang tokoh perempuan sufi bernama Rabiah. Para sarjana barat sangat kagum akan sejarah hidup perempuan yang saleh ini, apalagi ia seorang yang tidak pernah menginjakkan kakinya di perguruan tinggi. Namun buah renungannya kaya akan ilmu yang mendalam sehingga para sarjana itu sangat menaruh minat untuk meneliti buah pikirannya

    KONSEP MAHABAH DALAM LAGU TOMBO ATI PERSPEKTIF RABIAH AL-ADAWIYAH

    Get PDF
    Mahabah is a Sufism teaching from Rabiah al-Adawiyah that encourages Muslims to live a religious life based on love. Mahabbatullah is important because behavior based on love will encourage Muslims to obey religious orders. However, in reality life today is getting away from the values of Sufism. Therefore, the teachings of Sufism about mahabbatullah must be voiced again. This can be done through media that is easily accepted by the community, for example songs. There is one phenomenal song that became a medium for preaching in Indonesia from Sunan Bonang and is still popular today, namely the song Tombo Ati. The teachings and meanings contained in this song are considered to have similarities with the teachings of Rabi'ah Al-Adawiyah in an effort to achieve mahabah, namely through worship, zuhud, and sincerity. Based on this, the researcher intends to examine how the concept of mahabah in the song Tombo Ati from the perspective of Rabi'ah Al-Adawiyah and find out what methods must be taken to achieve mahabah. This research uses qualitative research with library research method and descriptive approach. The researcher will describe and describe the meaning of mahabah in the lyrics of the song Tombo Ati which is analyzed based on the teachings of mahabah from Rabiah al-Adawiyah, and find out what steps Muslims must take to achieve mahabah according to the song. From the research conducted, it was found that 1). The concept of mahabah from Rabiah al-Adawiyah teaches Muslims to carry out worship and daily activities on the basis of love, be content with His provisions, sincerely expect Rida from Allah SWT, and zuhud towards the pleasures of the world. While based on the meaning of the Tombo Ati poem, the mahabah teaching of Rabiah al-Adawiyah is found in the first poem reading the Qur'an and its meaning, the second poem establishing night prayers, the fourth poem increasing fasting, and the fifth poem extending the night remembrance. 2) Methods to achieve mahabah according to Rabiah al-adawiyah, can be done through prayer, fasting, dhikr, zakat, hajj, zuhud, rida and good deeds in various fields of life. While the method of achieving mahabah according to the song Tombo Ati is contained in the five verses of the song, namely reading the Qur'an and its meaning, establishing night prayers, gathering with pious people, increasing fasting, and extending night dhikr

    Rabiah Amit: perintis seni kek lapis Sarawak di persada dunia

    Get PDF
    Kajian kes ini mendokumentasikan kisah kejayaan dan ketabahan Puan Rabiah Amit, seorang ikon kulinari Malaysia yang diiktiraf sebagai individu pertama yang mencipta Kek Lapis Sarawak moden. Dilahirkan pada tahun 1956 di Kuching, Sarawak, kegigihan dan kreativiti beliau telah merevolusikan hidangan tradisional ini dari segi rupa, warna, rasa, dan bentuk. Penglibatan aktif Puan Rabiah dalam pelbagai pertandingan masakan tempatan dan pengiktirafan sebagai penulis buku resipi kek dan biskut yang paling berjaya di Malaysia membuktikan keaslian dan populariti resipi beliau, yang menghasilkan royalti tertinggi dalam kalangan penulis tempatan. Di sebalik kejayaan komersial dan pencapaian sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia masakan, beliau turut menghadapi cabaran perniagaan yang kritikal, termasuk kemusnahan kilang kek lapis beliau dalam kebakaran. Walaupun kehilangan koleksi resipi asalnya, beliau menunjukkan ketabahan yang luar biasa dengan bangkit semula dan memulakan semula empayar perniagaannya. Kesimpulannya, kisah Puan Rabiah Amit bukan sahaja menginspirasi dalam inovasi kulinari, tetapi juga berfungsi sebagai model keusahawanan yang menonjolkan semangat kental, ketabahan, dan keupayaan untuk mengatasi cabaran besar, meninggalkan warisan yang kekal dalam identiti kulinari Malaysia

    Pesan dakwah Azeez Naviel Malakian dalam buku Rabiah Al-Adawiyah perjalanan dan cinta wanita sufi

    Get PDF
    Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa pesan dakwah Azeez Naviel Malakian dalam Buku Rabiah al-Adawiyah Perjalanan dan Cinta Wanita Sufi? Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini membahas isi pesan dakwah yang menggunakan metode analisis Hermeneutik oleh Scheleirmacher. Hasil penelitian pesan dakwah Azeez Naviel Malakian dalam Buku Rabiah al-Adawiyah Perjalanan dan Cinta Wanita Sufi mengandung unsur pesan dakwah Akhlak, yaitu menjalani hidup dengan zuhud dan tidak tergantung kepada makhluk, percaya bahwa Allah akan menjadi sahabat sekaligus penolong dimana pun dan kapan pun. Kemudian dalam beribadah harus dengan rasa ikhlas dan penuh rasa cinta kepada Allah SWT, bukan karena mengharap balasan surga dan takut akan siksa neraka. Serta berbuat baik dengan ikhlas dan menjauhi sifat riya’, menyembunyikan amal kebaikan seperti halnya menyembunyikan amal keburukan.Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk lebih rinci dalam membahas pesan dakwah Rabiah al-Adawiyah, subjek yang berbeda dan menggunakan analisis yang berbeda

    Sufism Studies from a Gender Perspective: The Role and Experience of Rabiah Al-Adawiyah in the Sufi Tradition

    No full text
    Abstract: This study explores the role and experiences of Rabiah al-Adawiyah in the Sufi tradition with a focus on gender perspectives. Rabiah, as one of the central figures in the history of Sufism, is known for her significant contribution to the development of Sufism teachings, especially in the concept of divine love (mahabbah) and spiritual asceticism. This study uses a qualitative approach with a type of literature study to explore the poetry of a prominent Sufi woman, Rabiah al-Adawiyah, to understand how they responded to and shaped their views on spirituality in a context that is often dominated by male narratives. The research findings demonstrate that Rabiah not only enriched Sufi theology with a feminine perspective but also challenged gender stereotypes in Islamic spirituality. Rabiah al-Adawiyah emerges not only as an inspirational Sufi figure but also as a crucial symbol of women's spiritual potential within the Sufi tradition. Her contributions have left a profound spiritual legacy and continue to inspire contemporary discussions on equality and inclusivity in Islamic religious practice
    corecore