1,721,015 research outputs found
THE COMMUNITY BASED MOSQUE MANAGEMENT INDEX IN TRENGGALEK REGENCY, EAST JAVA: INDEKS PENGELOLAAN MASJID BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
English
The mosque is a center for community development that needs to be well managed. This paper sheds light on the index of and the priority aspects of mosque management in Trenggalek Regency. The research takes benefit of quantitative analysis. Validity and reliability test determined 26 items in the questionnaire. The study involved 100 respondents as sample obtained by random sampling method. The management principles that are analyzed consist of planning, organizing, actuating and controlling. The data were processed using excel program. The study showed that: 1) The index of mosque management in Trenggalek Regency was 70,25 at good category; 2) The Overall management principles implemented were at the category of good. Out of the four principles, the actuating principle was at the lowest category of 63.50 although it was still considered good. Therefore, the study suggested the priority of improvement without neglecting the other aspects of management.
Indonesia
Masjid merupakan sentra pembinaan masyarakat pemeluk Islam sehingga harus dikelola dengan baik. Tulisan ini menggambarkan indeks pengelolaan masjid dan menganalisis aspek prioritas pengelolaan masjid di Kabupaten Trenggalek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pengujian validitas dan reliabilitas menghasilkan 26 item yang valid dan reliable untuk digunakan sebagai instrumen penelitian. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian adalah 100 yang didapatkan dengan metode random sampling. Aspek pengelolaan masjid yang dianalisis meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasaan. Data yang diperoleh diolah menggunakan excel. Hasil penelitian menyatakan: 1) Indeks pengelolaan masjid di Kabupaten Trenggalek sebesar 70,25 masuk kategori baik; 2) Semua aspek pengelolaan yang diteliti berkategori baik. Dari keempat aspek, pelaksanaan mempunyai point terendah. 3) Aspek pengelolaan masjid terendah adalah pelaksanaan sebesar 63,50 masih masuk kategori baik, sehingga prioritas perbaikan, tanpa mengabaikan aspek lain
Indeks kualitas pelayanan pernikahan di Jawa Tengah
This study aims to reveal how the wedding service quality index in Central Java, how the gap realities andexpectations of society towards services, and analyze the attributes of what priority the improvement inservice wedding in Central Java. The approach used in this study is quantitative. Testing the validity andreliability of the instrument showed some fall and after a further test entirely valid and reliable. Thenumber of samples involved in the study is 1000 obtained with quota purposive random samplingmethod. The study states: 1) Quality Index marriage services in Central Java at 79.08 categorized asgood; 2) All dimensions of service quality both tangible, reliability, responsiveness, assurance andempathy all is negative, meaning that all of society not as expected 3) gapnya biggest attribute is thattangible aspects of priority improvements on these aspects, without neglecting the other aspects</jats:p
INDEKS BUDAYA KERJA DALAM PELAYANAN PERNIKAHAN DI KABUPATEN BANYUMAS
This study reports the work culture of marriage service personnel in Banyumas and analyses which aspects of service should be prioritized for improvement. This study employs a quantitative approach by using survey. The total sample of 140 was gained using purposive random sampling. The validity and reliability of instruments indicated that the 25 question items are valid and reliable. The study found out that (1) the index of work culture showed 75,77 which can be categorized as ‘good\u27, (2) all aspects of work culture (e.g. integrity, professionalism, innovation, responsibility, and exemplary) did not fall into ‘very good\u27 category which mean that the service is not satisfactory, (3) the lowest criteria of work culture was found in integrity aspect (63,85 = not good enough). Therefore, integrity is the aspect of work culture which needs to be prioritized for the improvement.
KEY WORDS: Integrity, professional, innovative, responsible, exemplary, work culture, marriage servicePenelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana budaya kerja petugas pelayanan pernikahan di Banyumas dan menganalisa aspek mana yang menjadi prioritas perbaikan dalam pelayanan pernikahan di Banyumas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan 25 item pertanyaan setelah uji seluruhnya valid dan reliabel. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian adalah 140 yang didapatkan dengan metode kuota purposive random sampling. Hasil penelitian menyatakan: 1) indeks budaya kerja petugas pelayanan pernikahan di Banyumas sebesar 75,77 masuk kategori baik; 2) Semua aspek budaya kerja yang diteliti integritas, profesional, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan belum ada yang berkategori sangat baik, artinya semua masih belum sesuai harapan masyarakat; 3) aspek budaya kerja terkecil adalah aspek integritas 63,83 (kurang baik) sehingga prioritas perbaikan pada aspek integritas, tanpa mengabaikan aspek lain.
KATA KUNCI: Integritas, profesional, inovatif, tanggung jawab, keteladanan, pelayanan pernikaha
Tradisi Lopis Raksasa dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama di Kota Pekalongan
This study aims to address the origin and the meaning for the community of tradition the “Giant Lopis“ (Lopis Raksasa) in the perspective of religious harmony. The research has been conducted in a descriptive - qualitative approach. In this study, it is attempt to seek a thorough description and depth about the “Giant Lopis†tradition. Furthermore, this study is to find out how the tradition plays a role in order to maintaining an harmony of community in Pekalongan municipality openly and naturally. The results of this study shows that, firstly, is that the tradition of the “Giant Lopis†is closely associated with the practise of fasting on the Shawwal month, which was initiated by KH. Abdullah Siradj of Krapyak in 1855. Subsequently, his followers gave the guests whose came for silaturrahmi with snacks lopis on the 8th day. Another version mentioned that the lopis tradition was inspired by the speech of President Sukarno in 1950s in Kebon Rodjo Pekalongan. Secondly, glutinous rice as the basic ingredient lopis highlights a symbolic of the close relationship that tied rigging as a stronger. At this point, banana leaf wrapping is a symbol that people have to be usefull and good within their social life. Finally, the tradition of the giant lopis has a value of harmony, that is, to encourage tolerance, equality, and mutual cooperation.Studi ini untuk mengetahui bagaimana asal mula, makna bagi masyarakat dan tradisi dalam perspektif kerukunan umat beragama. Pendekatan studi ini bersifat kualitatif-deskriptif. Artinya peneliti mencari deskripsi yang menyeluruh, mendalam, dan cermat tentang tradisi lupis raksasa. Selanjutnya, digambarkan bagaimana tradisi berperan dalam memelihara kerukunan umat secara terbuka alamiah.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, tradisi lupis raksasa terkait erat dengan amalan puasa Syawal KH.Abdullah Siradj di daerah Krapyak tahun 1855. Dalam perkembangan pengikutnya menjamu tamu yang datang bersilaturrahimi dengan jajanan lupis pada hari ke-8. Versi lain menyebutkan tradisi lupis terinspirasi pidato Presiden Soekarno pada tahun 1950 di Kebon Rodjo Pekalongan. Kedua, beras ketan sebagai bahan dasar lupis simbol hubungan erat diikat tali temali sebagai pengokoh. Daun pisang pembungkusnya simbol sifat selalu bermanfaat dalam hidup bermasyarakat. Ketiga, tradisi lupis raksasa ini mempunyai nilai kerukunan dalam hal sikap toleransi, kesetaraan dan saling kerjasama
PENGEMBANGAN SPIRITUAL RELIGIUS DAN KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH KOTAMADYA JAKARTA BARAT
This study aims to describe the spiritual development of religious employees in the West Jakarta Municipal Government. The focus of the study is the performance of employees after following the spiritual development, as well as the implications of this development for the model of religious spiritual development of employees. This research is a qualitative descriptive research with the approach of Islamic Psychology which combines between reason and faith. With the framework of spiritual intelligence indicator according to Zohar and Marshall modified with atheistic perspective, this research finds that: (1) Spiritual spiritual development of employees carried out by the West Jakarta Municipal Government is done in the framework of the realization of workplace spirituality, which is done through the formation of spiritual culture ) stated in its programs; (2) In general, West Jakarta Municipal Government employees have sufficient performance to provide public services, especially for those who have experienced the process of spiritual development. Nine indicators of spiritual intelligence can be used as a benchmark for their performance, although there are still indicators that have not been fully fulfilled; and (3) The spiritual development of religious employees by the West Jakarta Municipal Government has theoretical implications for the model of religious spiritual development of employees.</jats:p
Rancang Bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat
ROSIDIN, 2003. Rancang Bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat Berbasis Web. Dibawah bimbingan MARIMIN dan ARIF IMAM SUROSO.
Indonesia mempunyai keragaman hayati yang sangat tinggi termasuk keragaman tanaman obat. Keragaman tanaman obat meliputi keragaman lokasi, keragaman budidaya dan keragaman pemanfaatan dari ragamnya bentuk dan fungsi. Menurut Departemen Kesehatan RI sebanyak 1.000 jenis tanaman dinyatakan dapat digunakan sebagai tanaman obat, dimana baru 350 spesies yang telah banyak digunakan dimasyarakat maupun industri sebagai bahan baku obat. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal berbagai jenis tanaman obat. Mereka menggunakan tanaman obat tersebut sebagai bahan baku obat primer atau jamu untuk menjaga kesehatan. Begitu juga ketika terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan meningkatnya harga obat modern, menyebabkan banyak orang beralih ke pengobatan yang berbahan baku tanaman obat.
Keragaman pemanfaatan tanaman obat ini merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Semakin meningkatnya penggunaan bahan baku tanaman obat baik sebagai bahan baku obat modern maupun sebagai bahan baku industri makanan dan industri kimia, akan semakin meningkatkan permintaan bahan baku tanaman obat. Namun budidaya tanaman obat selama ini mengalami kendala yang serius antara lain: (1) tanaman obat tersebut diambil langsung dari alam yang akan
mengancam kelestarian keragaman hayati dan (2) budidaya
tanaman obat dianggap kurang ekonomis.
Keragaman ini juga membuat sulitnya untuk mengintegrasikan informasi tanaman obat. Stakeholder yang selama ini bergerak dalam bidang tanaman belum mempunyai koordinasi yang baik dalam menyajikan dan mengintegrasikan informasi yang mereka miliki. Hal ini terlihat dengan kondisi informasi yang mereka berikan masih terpisah - pisah dan banyak yang tumpang tindih serta belum merata.
Dengan melihat permasalahan yang dihadapi saat ini maka tesis ini bertujuan (1) mengintegrasikan informasi tanaman obat yang berhubungan dengan sifat fisik, simplisia yang dihasilkan, kandungan dan manfaat simplisia kedalam suatu sistem informasi bisnis berbasis tanaman obat; (2) merancang dan membangun prototype model dari komponen - komponen analisis kelayakan investasi budidaya tanaman obat yang diintegrasikan dalam sebuah Sistem Penunjang Keputusan (SPK).
Manfaat penelitian ini adalah (1) dapat memberikan informasi tentang sifat fisik, simplisia yang dihasilkan, kandungan dan manfaat simplisia tanaman obat yang telah teruji klinis melalui penelitian; (2) mendapatkan gambaran pohon industri dari setiap komoditi tanaman obat; (3) dapat memperoleh gambaran analisis kalayakan investasi budidaya tanaman obat sehingga pengguna mempunyai alternatif untuk melakukan budidaya tanaman obat dengan berbagai kendala yang dimiliki.
Dalam rangka pengembangan sistem, dilakukan langkah - langkah sebagai berikut: (1) investigasi; (2) analisis; (3) rancang bangun; (4) implementasi dan verfikasi. Invetigasi yang dilakukan terhadap beberapa website yang secara khusus menyediakan informasi tentang tanaman obat antara lain: http://www.iptek.net.id; http://www.lembaga.wima.ac.id/lppm/ppot/; http://www.karyasari.com dan http://www.mojokerto - business.com. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem yang ada saat sebagian besar hanya berhubungan dengan pemanfaatan dan manfaat tanaman obat. Sehingga dapat dikatakan layak untuk membangun sebuah sistem yang menyediakan informasi secara integrasi dengan baik dan menyediakan simulasi tentang analisis kelayakan usaha, terutama untuk menunjang pengembangan bisnis tanaman obat di Indonesia.
Rancang bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat Indonesia (SIBTOI) secara khusus digunakan untuk menunjang keputusan investasi dalam budidaya tanaman obat. Dalam analisis, informasi-informasi tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan kebutuhan pengguna. Ada 13 komponen utama yang membangun integrasi sistem ini. Komponen-komponen tersebut dibedakan dalam subsistem. Sistem ini tersusun menjadi 13 subsistem, yakni 9 subsistem utama dan 4 subsistem tambahan. Subsistem utama terdiri dari Kelayakan Usaha, Budidaya, Pohon Industri, Perusahaan, Jual Beli, Regulasi, Penelitian, Database serta Berita dan Kegiatan. Sedangkan subsistem tambahan berupa Resep Jamu, Buku Tamu, Produk dan Link.
Software yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah Microsoft Frontpage 2000 dan SQL Server 2000 sebagai penunjang dalam manajemen data. Prototipe sistem informasi ini disajikan dalam bentuk media elektronik dalam bentuk website dengan alamat http://www.emis.or.id/sibtoi. Hal ini bertujuan agar setiap orang atau pengguna dapat mengakses informasi yang terdapat didalamnya secara optimal.
Dalam subsistem kelayakan usaha, pengguna dapat melakukan simulasi terhadap analisis kelayakan usaha budidaya tanaman obat. Hal ini akan memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mencoba berbagai sumberdaya yang dimiliki untuk budidaya tanaman obat. Pengguna dapat memilih jenis tanaman obat yang diminati dan dapat merubah besaran asumsi dan biaya-biaya sesuai dengan kendala sumberdaya yang dimiliki pengguna. Pengguna yang sudah menjadi anggota dapat memberikan rekomendasi untuk menambahkan variabel asumsi atau biaya kepada pengelola.
Implementasi sistem dapat dilakukan dengan cara (1) mengintegrasikan sistem - sistem yang ada sekarang ini untuk dijadikan suatu rangkaian sistem yang saling terhubung dan saling melengkapi; (2) sosialisasi kepada lembaga - lembaga terkait tentang keberadaan sistem agar dapat dimanfaatkan secara optimal; (3) membangun komunitas dari para pengguna yang bergerak dalam bidang tanaman obat.
Dalam rangka menyajikan informasi yang baik dan benar, perlu memperhatikan kebutuhan dari pengguna. Saat ini muncul kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan budidaya dan agribisnis terpadu yang mudah dipahami dan diperoleh oleh masyarakat. Informasi yang baik dan akurat amat dibutuhkan agar para pelaku pertanian yang tidak berlatar belakang pendidikan pertanian dapat pula menjaga kelestarian lingkungannya dan dapat menjaga kualitas produk usahanya.
Untuk menjaga kelangsungan hidup dari sistem ini, peran aktif dari pengguna mutlak diperlukan. Keterkaitan antara sistem, pengelola dan pengguna sangat erat dalam rangka memelihara sistem agar dapat berjalan dengan baik
Sufisme Perkotaan dan Nalar Beragama Inklusif
Social conflicts rises frequently because of religious crisis that preceded religious truth claims over the interpretation and strength of religious exclusiveness. This spiritual crisis made uneasy by religious leaders that led to the various assemblies of dhikr or city Sufism, one panel of Jamaat Muji Prophet (Jamuro). This descriptive qualitative study was conducted using deep interviews, relevant documentations and observation This research aimed to determine (1) how the background standing, (2) public response and (3) the role played by the Assembly Jamaat Muji Prophet (Jamuro) in deradicalization efforts of religious movements. This research used qualitative as well as descriptive approaches. Data was obtained by deep interview, observation, and relevant documentations. The results of this study are: first, Jamuro founded in 2004 in Surakarta by Islamic theologians, kyai, habib, and Islamic figures from Nahdliyin to preserve the tradition of clerical predecessors in preaching . This movement aimed to continue Islamic propaganda tradition by earlier ulamas. The diversity of the radical movement in Surakarta contributed to the birth of Jamuro in hopes of reviving spirituality in town disappearing and the number of radical Islamic movements. (2) Most of communities accepted Majlis Jamuro, so that it derived others, like Jimat (Jamaah Iman Manteb Ati Tentrem) and Tomat (Tobat Maksiat). Expanding its range not only in the former residency of Surakarta and its surroundings, even Semarang. (3) Jamuro in the context of de-radicalization seen in its efforts to fortify themselves from the many familiar and radical Islamic movements through Tausyiah which will hopefully prevent jama'ahnya to commit violence in the name of religion
Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning)
The mission of Islamic universities to become world-class universities necessitates a serious improvement of the entire element in it. This paper highlights the learning elements as target for urgent improvement required. The problems formulated in this paper are: 1) A normative study as a result of the socalled thematic tarbawi interpretation of the verses of the Qur'an that are relevant to the experience-based learning; 2) A theoretical study discussing one of the experience-based learning models, namely the Kolb's experiential learning (EL); 3) A practical study in the form of ideas that is constructed from normative and theoretical study outcomes with applicable operational measures. The formulation of these problems is qualitatively studied by using library research. The research results are: 1) The stories of prophets (PBUT) and characters in the Qur'an indicate explicitly or implicitly their interaction with experience-based learning; 2) The theory of experience-based learning theories having been tested and are widely applicable is the one of the Kolb's Experiential Learning (EL) that serves three main products, namely (a) the EL Cycle consisting of concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization and activeexperimentation; (B) learning strategies that are relevant to the EL Cycle; (C) learning style that is based on EL Cycle, namely divergence, assimilation, convergence and accommodation. 3) The practical study in this research resulted in three recommendations, namely (a) Kolb's EL Cycle-based implementation; (B) Kolb's EL-based learning strategies Kolb; (C) The Facilitation of learning style based on the Kolb's model in learning.</jats:p
Pendampingan Kajian Kitab Ihya’ Ulumiddin Karya Imam Al-Ghazali di Masjid Al-Mukhlisin Kota Malang
Artikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat yang penulis lakukan selama satu tahun (Februari 2023 hingga Februari 2024). Bentuknya adalah pendampingan kajian kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam al-Ghazali bagi jamaah Masjid Al-Mukhlisin yang berlokasi di Jalan Kaliurang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Metode PkM yang digunakan adalah Service Learning yang memadukan antara Civic Engagement, Practical Experience, dan Academic Study. Pendampingan dilakukan setiap dua pekan sekali pada hari Selasa, setelah Maghrib hingga adzan Isya’. Jumlah subyek dampingan sekitar 20-30 jamaah laki-laki dan wanita. Ada tiga temuan artikel. Pertama, pendampingan bertujuan untuk internalisasi nilai-nilai sufistik khas Imam al-Ghazali pada subyek dampingan melalui transformasi nilai yang berdimensi kognitif; transaksi nilai yang berdimensi afektif; dan transinternalisasi nilai yang berdimensi psikomotorik. Kedua, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah al-‘Aqliyyah al-Syar’iyyah yang bersumber pada dalil naqli; al-‘Aqliyyah al-Falsafiyyah yang bersumber pada dalil ‘aqli; dan al-‘Aqliyyah al-Shufiyyah yang bersumber pada dalil qalbi. Ketiga, sasaran utama pendampingan ini adalah menyajikan materi kajian yang berfungsi untuk meminimalisasi dan/atau mengeliminasi akhlak tercela (fase takhalli). Lalu beranjak pada materi kajian yang berfungsi memelihara dan/atau meningkatkan akhlak terpuji terkait tema bahasan (fase tahalli). Ditutup dengan contoh praktis maupun kisah tokoh teladan yang relevan dengan tema bahasan (fase tajalli)
INTERNASIONALISASI PENDIDIKAN TINGGI ISLAM MELALUI REALISASI THE GLOBAL GOALS BERBASIS MAQASHID SYARIAH
The era of globalization is characterized by a shift in the concept of citizenship. From nation citizenship to global one. The implication is the need to reform Islamic education based on global standardization and Islamic values. The concrete form is the internationalization of Islamic education through the realization of the global goals based on maqashid sharia. The model established is the education that makes maqashid sharia as the core curriculum (model of comprehensive education), open to all parties to obtain or provide educational (emancipatory), ready to compete in the global competition (competitive), to cultivate the attitude of flexibility and open-minded towards each other (inclusive), cooperate with global citizens (collaborative) and is able to bring actual change for the community (transformative)
- …
