1,721,059 research outputs found
r al-Qudsiyah dan Teknik CBT Made Simple Nina Josefowitz)
CBT (Cognitive Behavioral Therapy) techniques are widely applied in the treatment of depression sufferers, as well as dhikr is believed to have a therapeutic function in addition to other functions that are more popular. This study aims to compare the CBT technique Made Simple by Nina Josefowitz and the concept of remembrance by Imam al-Sya'rani in the book al Anwar al-Qudsiyyah regarding its function as a therapy for treating depression. Based on the results of analysis using inductive, content analysis and comparative methods, this study found similarities and differences in the concept of tarekat remembrance in the book al-Anwar al-Qudsiyyah with the CBT Made Simple technique as a treatment for depression. Among them is the optimization of both in terms of both relying on the quality of communication, but communication in mind orders tend to be more complex, formed between pupils and murshids continued to the sheikhs-sheikhs in the lineage of the order, to the Prophet of God Saw., until it reaches God, while communication in the CBT Made Simple technique is only formed between the client and the therapist who handles it. Thus the dhikr with a predetermined technique has more effect on people with depression compared to the CBT Made Simple technique, although in several ways this technique has advantages.Teknik CBT (Cognitive Behavioral Therapy) banyak diterapkan dalam penanganan penderita depresi, demikian pula zikir diyakini memiliki fungsi terapi selain fungsi-fungsi lain yang lebih populer. Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan teknik CBT Made Simple Nina Josefowitz dan konsep teknik zikir Imam al-Sya’ra>ni> dalam kitab al Anwa>r al Qudsiyyah tentang fungsi keduanya sebagai terapi penanganan depresi. Berdasarkan hasil analisa dengan metode induktif, konten analisis dan komparatif, penelitian ini menghasilkan temuan adanya persamaan dan perbedaan konsep teknik zikir tarekat dalam kitab al-Anwa>r al-Qudsiyyah dengan teknik CBT Made Simple sebagai terapi penanganan depresi. Diantaranya ialah optimalisasi keduanya dalam hal sama-sama mengandalkan kualitas komunikasi, namun komunikasi dalam zikir tarekat cenderung lebih kompleks, terbentuk antara murid dengan murshid berlanjut kepada para shaikh-shaikh dalam jalur silsilah tarekat, kepada Rasulullah Saw. hingga sampai kepada Allah, sedangkan komunikasi dalam teknik CBT Made Simple hanya terbentuk antara klien dan terapis yang menangani saja. Dengan demikian zikir dengan teknik yang telah ditentukan lebih berpengaruh terhadap penderita depresi dibandingkan dengan teknik CBT Made Simple, meskipun dalam beberapa hal teknik ini memiliki kelebihan
Inklusivitas Pemikiran Keagamaan Abdurrahman Wahid
Makalah ini akan membahas pemikiran-pemikiran inklusiv Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Diantaranya tentang kehidupan keberagamaan Gus Dur, Pribumisasi ajaran Islam dan Islam sebagai etika sosial. Sumber data penulisan ini dari tulisan-tulisan Abdurrahman Wahid sendiri seperti dalam bukunya yang berjudul : Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demokrasi (2006), Islam Kosmopolitan, dan sumber lain yang terkait dengan pokok bahasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutic dan analisis data historis kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan keberagamaan yang dicita-citakan Gus Dur adalah beragama yang damai, ramah. Masing-masing umat beragama meyakini kebenaran agama yang mereka anut. Sebab hanya dengan keberagamaan yang tulus terletak makna keberagamaan yang hakiki. Gus Dur juga menginginkan agar dalam memahami Islam dikaitkan dengan masalah-masalah di negeri ini. Atau dengan kata lain Islam perlu dipribumisasikan. Meskipun Islam berasal dari Arab yang tentu saja tidak bisa dipisahkan dengan tradisinya, tetapi ketika masuk ke Indonesia dan berdialog dengan budaya Nusantara, maka harus mengubah budaya yang ada. Intinya, bagaimana memasukkan budaya lokal ke dalam Islam
IMPLEMENTASI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN PERSPEKTIF KH. HASYIM MUZADI DI MADRASAH
Abstract: Islam is a religion which has been perfecting celestial religions, and teaching about the importance of love and peace. KH. Hasyim Muzadi was among one of the national figures after the reformation and tragedy of the WTC 11 // 2011 in America who consistently campaigned for the teachings of Islam by carrying "Islam rahmatan lil Alamin" in the world. Thus, the negative stigma of the west - non-Muslims - towards radical Islam and terror can be addressed. He used three methods in conveying the idea of rahmatan lil \u27alamin with a da\u27wa (missionary endeavor), law and political approach. While the teachings are translated with tawasuth, ‘itidal, tawazun, tasamuh and tasyawur as negation tathorruf (radical) and irhab (terror). All three, can bring Islam that carries out the grace of all nature. Both the method and translation of these teachings are used in the Islamic school curriculum or at least in learning activity there.Keywords: Islamic moderation, Hasyim Muzadi and Islamic School
Metode Dakwah Masyarakat Multikultural di Indonesia
Adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah bahwa Indonesia ditaqdirkan sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku, etnis, bahasa, warna kulit, budaya, agama, dan tradisi yang sangat kaya. Disamping itu Indonesia dianugrahi oleh Tuhan tanah yang luas, subur dengan kekayaan yang terdapat di dalamnya. Itu semua perlu dikelola dengan baik dan hati-hati, agar keragaman dan perbedaan tersebut membawa keberkahan bersama. Kalu tidak justru kegaduhan yang akan terjadi yang efeknya membawa pada disintegrasi bangsa. Penelitian ini mencoba membahas metode dakwah multikultural yang sesuai dengan semangat keragaman di Indonesia. Sumber peneltian diperoleh dari para penulis Ilmu Dakwah, sepeti : Moh Ali Aziz, Asep Muhyiddin, Asmuni Syukir dan lainnya. dan pemerhati masalah multikultural seperti Abdurrahman , Wahid, Parsudi Suparlan, Chairul Machfud dan lainnya. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini, studi historis kritis.Temuan, dakwah di Indonesia sebagaimana dimaklumi bahwa Indonesia adalah Negara dengan pluralitas yang komplek, maka untuk melakukan penyiaran agama harus dibuat rambu-rambu yang mengatur tata cara penyiaran agama seperti dalam Surat Keputusan Menteri Agama No. 70 Tahun 1978 Tentang Pedoman Penyiaran Agama. membutuhkan pendekatan dan metode holistis, humanis, multikultural. Metode holistis humanis, adalah metode dakwah yang menempatkan subyek dakwah sebagai manusia yang harus dihormati dan dihargai sebagai ciptaan Tuhan yang di muliakan di atas bumi. Sedangkang metode dakwah multikultural adalah metode dakwah yang menghargai perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Atau dengan kata lain, metode dakwah yang menghargai hak-hak kultural yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, tanpa membedakan asal usul, etnis, budaya, agama dan kepercayaan yang dimiliki. Dengan metode ini, dakwah akan mudah beradaptasi dan diterima oleh masyarakat dengan senang hati, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Walisongo yang terbukti sukses mendakwahkan Islam di Nusantara.Adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah bahwa Indonesia ditaqdirkan sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku, etnis, bahasa, warna kulit, budaya, agama, dan tradisi yang sangat kaya. Disamping itu Indonesia dianugrahi oleh Tuhan tanah yang luas, subur dengan kekayaan yang terdapat di dalamnya. Itu semua perlu dikelola dengan baik dan hati-hati, agar keragaman dan perbedaan tersebut membawa keberkahan bersama. Kalu tidak justru kegaduhan yang akan terjadi yang efeknya membawa pada disintegrasi bangsa. Penelitian ini mencoba membahas metode dakwah multikultural yang sesuai dengan semangat keragaman di Indonesia. Sumber peneltian diperoleh dari para penulis Ilmu Dakwah, sepeti : Moh Ali Aziz, Asep Muhyiddin, Asmuni Syukir dan lainnya. dan pemerhati masalah multikultural seperti Abdurrahman , Wahid, Parsudi Suparlan, Chairul Machfud dan lainnya. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini, studi historis kritis.Temuan, dakwah di Indonesia sebagaimana dimaklumi bahwa Indonesia adalah Negara dengan pluralitas yang komplek, maka untuk melakukan penyiaran agama harus dibuat rambu-rambu yang mengatur tata cara penyiaran agama seperti dalam Surat Keputusan Menteri Agama No. 70 Tahun 1978 Tentang Pedoman Penyiaran Agama. membutuhkan pendekatan dan metode holistis, humanis, multikultural. Metode holistis humanis, adalah metode dakwah yang menempatkan subyek dakwah sebagai manusia yang harus dihormati dan dihargai sebagai ciptaan Tuhan yang di muliakan di atas bumi. Sedangkang metode dakwah multikultural adalah metode dakwah yang menghargai perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Atau dengan kata lain, metode dakwah yang menghargai hak-hak kultural yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, tanpa membedakan asal usul, etnis, budaya, agama dan kepercayaan yang dimiliki. Dengan metode ini, dakwah akan mudah beradaptasi dan diterima oleh masyarakat dengan senang hati, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Walisongo yang terbukti sukses mendakwahkan Islam di Nusantara
Al Quran antara ketegasan dan kelenturan
Telah tampak kepada kita adanya dua macam kelompok dari umat ini khususnya dari kalangan pemerhati ajaran Islam, yang masing-masing melihat agama ini dari sudut yang berbeda. Satu pihak menonjolkan aspek keluwesan dan pihak lain menonjolkan aspek ketegaran dan ketegasan. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1. Hakikat al-Qur’an, fungsi dan sifat-sifat yang menjadi ciri keistimewaannya serta sejauhmana fasilitas dan efektifitas ajarannya. 2. Sistem, metode dan garis kebijaksanaan yang ditempuh al-Qur’an dalam menyajikan ayat-ayatnya dan penyampaian ajaran-ajarannya serta penerapannya ditengah-tengah masyarakat. 3. Konsekuensi garis kebijaksanaan garis kebijaksanaan tersebut bagi pelestarian janji dan cita-cita al-Qur’an dalam mengarungi samudera perkembangan kehidupan disetiap waktu dan tempat. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode induktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1. Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tanda bukti kebenaran risalahnya sebagai kitab pegangan hidup bagi seluruh manusia beriman. 2. Dalam menyampaikan ajaran-ajaran dan menrapkannya ditengah-tengah masyarakat, al-Qur’an menempuh jalan dan cara bijaksana yaitu dengan memadukan ketegasan dan kelenturan pada dirinya, dan hal ini terwujud melalui keterpaduannya antara ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihatdisatu pihak dan antara ayat-ayat kulliyat dan juz’iyyat dilain pihak
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V DENGAN PENDEKATAN KONSTEKSTUAL DI MI NEGERI SROYO, JATEN, KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2010/2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis puisi dengan tema lingkungan melalui pembelajaran dengan metode kontekstual pada siswa kelas V MI Negeri Sroyo, kecamatan Jaten. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action ressearch)
dengan bentuk penelitian PTK. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V MI Negeri Sroyo Jaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara mendalam observasi partisipan, dokumentasi dan test. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model induktif interaktif, komponen pokok analisis induksi interaktif yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan aktivitasnya dilakukan dalam
bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam dalam Bab IV dapat diketahui bahwa. 1. Nilai rata hasil keterampilan menulis siswa kelas V Semester II terdapat
peningkatan antara sebelum tindakan ke siklus II yaitu: nilai terendah naik dari sebelum tindakan adalah 55 meningkat menjadi 65, nilai tertinggi meningkat dari
sebelum tindakan 80 menjadi 90 setelah tindakan siklus II. Untuk nilai rata-rata juga meningkat dari sebelum tindakan 64 menjadi 75 pada siklus II. Sedang proses pembelajaran siswa sebelum tindakan masih terlihat bingung dengan apa yang hendak ditulis, pada siklus II siswa sudah lancar untuk menulis puisi yang telah dilaksanakan. 2. Prosentase ketuntasan belajar siswa sebelum tindakan hanya 25 % (6 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 24 siswa) meningkat pada siklus I dengan angka sebesar 58,3 % ( 14 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 24
siswa), pada siklus II sebesar 95,83 % (23 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 24 siswa). Dengan demikian terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa
dalam menulis dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan keterangan di atas maka dapat dibuat suatu kesimpulan sebagai berikut: Melalui metode konstekstual dapat meningkatan hasil keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V Semester II MI Negeri Sroyo Jaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011
ANALISIS PENENTUAN PERENCANAAN PRODUKSI DAN PERENCANAAN PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN LABA PADA PT. MUTU GADING TEKSTIL GONDANGREJO KARANGANYAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan produksi,
perencanaan penjualan, dan peningkatan laba di PT. Mutu Gading Tekstil
Gondangrejo Karanganyar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model deskriptif yaitu
untuk memaparkan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang perencanaan
produksi dan perencanaan penjualan dalam usaha meningkatkan laba perusahaan.
Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu perencanaan produksi dan perencanaan
penjualan, sedangkan variabel terikatnya yaitu laba. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode dokumentasi mengenai volume produksi dan volume
penjualan tahun 2001-2005, serta data biaya tetap dan biaya variabel tahun 2001-
2005. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer Teknik
analisis data yang digunakan yaitu analisis Least Square yang digunakan untuk
meramalkan penjualan di masa mendatang, analisis perencanaan anggaran
produksi, dan analisis labanya menggunakan metode Direct Costing, sedangkan
untuk uji hipotesis digunakan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan
perencanaan produksi dan perencanaan penjualan yang dilakukan PT. Mutu
Gading Tekstil, perusahaan memperoleh laba untuk tahun 2006 sebesar Rp.
1.876.528.750. Hasil analisis data menunjukkan Fhitung > Ftabel pada taraf
signifikansi 5% dengan db (1;3) yaitu 62,522 > 10,1 sehingga hipotesis yang
diajukan yaitu penerapan rencana produksi dan rencana penjualan akan
meningkatkan laba yang maksimal pada PT. Mutu Gading Tekstil telah terbukti
kebenarannya dan dapat diterima. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar = 0,676
menunjukkan bahwa variabel perencanaan produksi dan perencanaan penjualan
mampu meningkatkan laba sebesar 67,6%, sedangkan 32,4% sisanya dipengaruhi
oleh variabel lain yang tidak diteliti
- …
