1,720,987 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
Lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan seluruh umat manusia dan mendapat perhatian serius dari seluruh negara termasuk Indonesia. Dalam rangka mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi rakyat Indonesia, maka Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan terjadinya perubahan konsumsi masyarakat menyebabkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam sehingga diperlukan pengelolaan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir supaya memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan. Tanpa adanya pengelolaan sampah yang baik dan benar, lingkungan hidup akan tercemari. Salah satu wilayah di Indonesia yang pengelolaan sampahnya kurang maksimal adalah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam rangka mengatur pengelolaan sampah di Kabupaten Karimun, Pemerintahan Daerah Kabupaten Karimun menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Karimun. Untuk mengetahui efektivitas peraturan daerah tersebut, Penulis melakukan penelitian hukum empriris untuk mencari data primer melalui wawancara, observasi dan kuesioner. Data primer tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Karimun tidak efektif. Terbukti warga masyarakat Kabupaten Karimun masih membuang sampah sembarangan. Disarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melakukan sosialisasi peraturan daerah tersebut secara terus menerus agar warga masyarakat mempunyai pengetahuan mengenai arti penting lingkungan hidup yang bersih dan sehat sehingga dapat menumbuhkan kesadaran hukum untuk patuh dan taat pada peraturan perundang-und
angan yang ada
PENERAPAN AKUNTANSI KEUANGAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDES) DESA KARANGPAING KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2019
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa merupakan panduan untuk pemerintah desa dalam menentukan strategi operasional kegiatan yang berdasarkan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Desa Karangpaing ditetapkan dalam peraturan desa dan dikelola dengan menggunakan 5 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penatausahaan, tahap pelaporan, dan tahap pertanggungjawaban. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dilaksanakan dalam masa satu tahun anggaran terhitung dari tanggal 1 Januari 2019 sampai tanggal 31 Desember 2019.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam penjelasannya dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang didukung dengan sumber data primer.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sudah berjalan baik dan lancar sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan menerapkan prinsip transparansi dan partisipasi dalam pengelolaan anggaran tahun 2019.
Kata Kunci : Akuntansi Keuangan Desa, Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Des
Tafsir Tahlili: Sebuah Metode Penafsiran Al-Qur'an
Tafsir tahlili method is one of the method used by classical
mufassir until now in interpreting al-Qur'an verses. This method
emerges because of the necessity to the detail explanation of the
instruction in the Al-Qur'an. This is also because of the increasing
number of moslems along with the times, not only from the Arab
nations but also from non-Arabic. Mufassir with tahlili method
present an explanation of Al-Qur'an verses which are based on
sequence of verses in the manuscripts (mushaf) of Al-Quran seen
from any aspects, such as compatibility of one verse with another
verse (munasabah al ayah), the cause of the descending verses, the
meaning of verses globally, legal review contained, and additional
explanation about qiroat, 'i'rab, and others.
Keywords: Tafsīr Taḥlīlī , Method of Interpreting, Taḥlīlī
Metode tafsir taḥlīlī merupakan salah satu metode yang digunakan
oleh para mufassir klasik hingga kini dalam menjelaskan ayatayat
al-Qur’an. Metode ini lahir karena kebutuhan terhadap
penjelasan petunjuk al-Qur’an secara lebih rinci yang disebabkan
kuantitas umat Islam yang semakin bertambah seiring
perkembangan zaman, tidak hanya dari bangsa Arab saja tetapi
juga non-Arab. Para mufassir dengan metode taḥlīlī menyajikan
penjelasan ayat-ayat al-Qur’an berdasarkan urutan ayat dalam
mushaf dilihat dari berbagai aspeknya, seperti munāsabah ayat,
sebab turun ayat, makna ayat secara global, tinjauan hukum
yang terkandung dan tambahan penjelasan tentang qira’at, i’rab
dan lainnya.
Keywords: Tafsīr Taḥlīlī , Metode Tafsīr, Taḥlīl
DIFFICULTIES IN SPEAKING THE SECOND SEMESTER PROGRAM ENGLISH STUDIES OF IAIN PALOPO, THE
Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap produk kosmetik ilegal : studi kasus di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang
Tingkat produksi produk kecantikan di Indonesia dalam setiap tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya minat konsumen dalam menggunakan produk kosmetik. Akibat adanya kepopuleran produk kosmetik tersebut banyak dari pelaku usaha yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbuat tidak jujur/ menipu dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya terhadap produk kosmetik yang diproduksinya secara ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai bagaimana pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang terhadap peredaran produk kosmetik ilegal di masyarakat serta untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen atas penggunaan produk kosmetik ilegal yang merugikan konsumen.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris yang bersifat non doktrinal. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dari para narasumber, serta data sekunder yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Selanjutnya data-data dianalisis secara deskriptif, sehingga menghasilkan penjelasan yang akurat dan mampu menjawab semua rumusan masalah dalam penelitian ini.
Analisis terkait penggunaan kosmetik ilegal diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Semarang terhadap peredaran produk kosmetik ilegal dan mengenai upaya perlindungan hukum oleh BBPOM Semarang terhadap konsumen yang mendapatkan kerugian atas produk kosmetik ilegal. Produk kosmetik yang memberikan kerugian kepada konsumen dan dapat membahayakan kesehatan konsumen dapat dilakukan dengan menerapkan sanksi serta ganti rugi oleh pelaku usaha yang memproduksi serta menjual produk kosmetik ilegal yakni berupa pencabutan izin edar produk kosmetik, pencabutan izin produk kosmetik, dan penarikan produk kosmetik dari peredaran
Metode Pemahaman Hadits Menurut Muhammad Al-Ghazali, Yusuf al-Qardhawi, dan Yoseph Schacht
To explain of what is meant by the method in understanding the Hadith, it is important to begin this study to find out the foremost terms of method, and “Hadith semantically. A method is defined as “a well-ordered procedure and profoundly thinking to achieve its purpose (in science and et cetera). A systemic working procedure to simplify the implementation of an activity to achieve something has been determined. Therefore, the method in understanding Hadith is the procedures applied in understanding the Hadith.
Many figures or scholars sincerely conduct researches on all of the existing Hadiths, both those are found in the Hadith books and those are not. Among many figures and Hadith scholars, both from Islamic world and “experts”, who sincerely studied the Hadith are from Orientalist (Western) circles.
In this short article the author took only three Hadith figures for further study regarding to their method in understanding the Prophet’s Hadith. The three figures are Muhammad al-Ghazali, Yusuf al-Qardhawi, and Joseph Schacht.
Keywords: Understanding of Hadith, al-Ghazali, al-Qardhawi, Schacht
Memperjelas apa yang dimaksud dengan metode pemahaman hadits, penting mengawali kajian ini mengetahui terlebih dahulu istilah metode, dan hadits secara semantik. Metode diartikan sebagai “cara yang teratur dan berpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai sesuatu yang ditentukan. Dengan demikian, metode pemahaman hadits adalah cara-cara yang diterapkan dalam memahami hadits.
Banyak tokoh atau sarjana yang sungguh-sungguh melakukan penelitian terhadap seluruh hadits yang ada, baik yang terdapat dalam kitab-kitab hadits maupun yang tidak ada dalam kitab hadits. Di antara sekian banyak tokoh dan para sarjana hadits baik dari kalangan dunia Islam maupun “ahli” yang sungguh- sungguh mempelajari hadits dari kalangan orientalis (Barat).
Dalam artikel singkat ini penulis hanya mengambil tiga tokoh hadits untuk dikaji lebih jauh terkait metode pemahaman mereka terhadap hadis Nabi. Ketiga tokoh tersebut adalah Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, dan Joseph Schacht.
Kata Kunci: Pemahaman Hadits, al-Ghazali, al-Qardhawi, Schacht
- …
